
Tok... Tok... Tok...
" Masuk " ucap Satria
Ceklek,,
Ina segera masuk kedalam ruangan Satria dan Rena hanya menunggu diluar saja, ketika Ina membuka pintu ruangan satria iya kaget ketika Satria sedang berduaan didalam ruangan ya dengan seorang Staf rumah sakit yang pakaiannya seksi dan belahan dadanya kelihatan, mereka terlihat dekat.
" Wanita itu siapa terlihat seksi dan juga cantik " batin ina
" Sayang " ucap Satria gugup
" Assalamualaikum suamiku " ucapnya ina sambil tersenyum
" Waalaikum salam " ucap Satria dengan senang namun ada juga ketakutannya
" Semoga Ina cantik tidak salah paham " batin satria
" Suamiku sedang sibuk ya, maf kalau begitu menggangu " ucap Ina hendak meninggalkan ruangan Satria
" Sayang tunggu " ucap Satria langsung berdiri
" Assalamualaikum " ucap Ina pergi dari sana dengan kesal
Iya keluar dari ruangan satria dengan perasaan kesal, iya juga pergi tanpa memperdulikan sang Kaka ipar yang tadi pergi bersamanya
" Ina tunggu " ucap Rena heran dan membuntutinya
Sementara Satria terlihat mengejar sang istri, dia mau menjelaskan semuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi tadi.
" Sayang tunggu " sang Satria menahan langkah Ina
" Aku mau pulang " ucap Ina dengan wajah kesalnya
" Tunggu sebentar aku bisa jelaskan " ucap Satria terlihat sangat gelisah
" Aku mau pulang.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " tangis Ina pecah
" Sayang jangan begini.. aku bisa jelaskan " ucap Satria
" Ina sudah jangan nangis malu dilihat orang lain " ucapnya Rena langsung memeluk ina
" Satria, biarkan Ina dan aku pergi dulu, Ina butuh waktu untuk menenangkannya " ucap Rena sambil tersenyum
" Ka Rena ayo kita pulang " ajak Ina menghapus air matanya
" Yaudah yu " ucap Rena
" Ka Rena aku titip Ina ya " ucap Satria dengan wajah khawatir
" Kamu tenang saja " ucap Rena sambil tersenyum
" Makasih ya ka " ucapnya Satria sambil tersenyum iya sedikit lega
" Assalamualaikum " ucap Rena
" Waalaikum salam " ucap Satria
Rena pun tanpa sepengetahuan Ina memberikan jadian kecil yang sebenarnya akan menjadi kejutan untuk suaminya namun ternyata malah iya yang terkejut, namanya orang hamil pasti perasaannya lebih sensitif
Rena dan Ina segera pergi menuju parkiran dan segera menaiki mobil, didalam mobil Ina tampak menangis lagi
" Hiks... Hiks... Hiks... " Ina menangis lagi
" Sudah lah Ina jangan menangis terus kasian baby nya " ucapnya Rena bingung dengan keadaan Ina
__ADS_1
" Wanita itu lebih seksi dari aku " ucap Ina
" Aduh Ina kenapa ya, aku saja sedang hamil tidak seperti itu " batin Rena
" Aku punya ide untuk membalas suamimu " ucap Rena agar ina tidak nangis lagi karena perutnya sudah mulai lapar
" Ide apa ka, coba katakan padaku " ucap ina antusias
" lebih biak kita makan terlebih dahulu aku kapar " jawabnya sambil tersenyum
" Baik lah " ucap Ina menghidupkan mobilnya dan langsung mengendarainya dengan kecepatan sedang
.
...****************...
.
Sementara diruanganya Satria iya tampak frustasi, iya pun menyuruh staf itu untuk keluar dari ruangannya.
" Pa Satria " ucap Feni sang staf yang Ina cemburui
" Kamu silahkan pergi, taruh laporannya di meja itu, saya lagi tidak mau digangu " ucapnya satria dengan wajah sinis
" Baik pa kalau begitu saya pamit.. " ucapnya Feni sambil tersenyum dan melangkah dari ruangan itu
Sedangkan Satria iya sedang duduk di kursinya dan ingat dengan kotak kecil seperti kado yang diberikan sang Kaka ipar
" Apa ini " tanyanya sendiri
" Apa aku buka sekearang " ucap Satria dengan penasaran akhirnya iya membuka kado kecil itu.
Iya terlebih dahulu membaca surat kecil yang Ina tulis lalu iya masukan kedalam kotak itu, tulisannya adalah " Apakah kamu siap menjadi Ayah " isi tulisan itu
Sejenak Satria kaget dibuatnya lalu iya segera membuka tespeck yang hasilnaya positif, iya benar-benar senang dan tidak percaya hingga meneteskan air matanya.
" Aku harus segera menelepon Ina cantik " ucap Satria Sambil senyum-senyum, iya segera mengambil handphonenya di saku celananya dan segera menelpon sang istri namun apa yang terjadi, Ina tak menjawab teleponnya
Tut... Tut... Tut...
" Sayang ayo angkat teleponnya, aku jadi khawatir " ucap Satria gelisah
" Aku harus segera pulang " ucap Satria dengan gelisah dan segera membereskan barang-barang dan segera pergi dari sana
Iya segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena iya tidak mau sang istri marah lama-lama.
Tiga puluh menit kemudian iya sudah sampai di Mansion sang mertua, iya segera masuk kedalam dan mencari keberadaan sang istri
" Ina sayang " ucap Satria dengan wajah cemasnya
" Loh, nak satria sudah pulang jam segini " ucap Umi Rahmi
" Iya Umi, Ina mana ya umi " tanya satria
" Bukanya Ina dan Rena pamit kerumah sakit tempat kamu bekerja " ucap Umi Rahmi heran
" Apa Rena pergi bersama ina " ucap Ehan tiba-tiba muncul
" Iya nak, katanya tadi mau ngasih kejutan pada satria " ucap Umi Rahmi
" Astaga, apa mereka pakai mobil sendiri atau bersama supir " tanya Ehan mulai panik
" Ina yang nyetir " ucap Abi Ismail menghampiri mereka
" Apa... astaga istriku sedang hamil, bagaimana kalau kebut-kebutan " ucap Ehan semakin panik
__ADS_1
" Ina juga sedang hamil lagi, mana mereka dari tadi pulangnya " ucap Satria dengan wajah kusutnya
" Kenapa kamu biarkan mereka memakai mobil " ucap Ehan marah
" Tadi ada salah paham sedikit " ucap Satria
Dengan segera Ehan mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi sang istri, namun tak ada jawaban
Tut... Tut... Tut... Tut...
" Astaga dia kemana sih " ucap Ehan panik
" Tadi.. Rena mau... " ucap Umi Rahmi terpotong
" Ini semua gara-gara kamu sayria " ucap Ehan kesal
" Tapi ini cuma salah paham " jawab Satria
" Pokonya kamu yang salah " ucap Ehan
" Iya aku minta maf Ehan " ucap Satria merasa bersalah
" Terus kita harus bagaimana ini, kita cari kemana " tanya Ehan
" Aku tidak tahu " ucap Satria
" Kalian sebaiknya jangan saling menyalahkan, sepertinya Ina dan Rena sedang pergi ke suatu tempat " ucap Umi Rahmi
" Kemana umi " tanya mereka bebarengan
" Umi sih ga tau, cuman tadi Rena bilang dia sedang ngidam makan bakso dipingit jalan " ucap Umi Rahmi
" Ih ko dipingit jalan, itu kan ga higenis " ucap Ehan panik
" Namanya juga ibu hamil " ucap Abi Ismail
" Terus apa Umi tau pinggir jalannya dimana " tanya Satria
" Ibu tidak tahu " jawabnya
" Yasudah kita cari mereka sampai dapat " ucap Ehan segera pamit pada Mertuanya dan langsung menuju mobilnya
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Hai Semua,, aku mau minta maf untuk sementara aku up 1 kali sehari, karena kondisi kesehatan ku sedang drop
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz