
Yesi memandangi satria dengan tatapan tajam, tak lupa juga iya memandangi Dinda dari ujung kaki sampai ujung kepala
" Dia mau coba-coba dekati satria, mana Ina sama satria baru saja baikan, aku harus kerjain Dia " ucap Yesi dalam hatinya
" Sini kamu mamah mau ngomong sama kamu " ucap Yesi sambil menjewer kuping satria
" Aw.. mah, Ampun mah ampun " ucap Satria
" Ada apa dengan mamah Yesi, kan kasian satria " ucap Ina dalam hatinya
" Ternyata Satria juga anak orang kaya " batin Dinda
" Ina Cantik, kamu sama dia duduk saja diruang makan ya sambil nunggu adzan " ucap Yesi sambil tersenyum
" Baik Mah, Dokter Dinda mari kita keruang makan " ucap Ina sambil tersenyum
" Ternyata Dokter Ina sedekat itu dengan keluarga satria, tapi aku tak boleh pantang meyerah " ucap dokter dinda
Kini Ina dan Dinda menuju ruang makan, disana sudah banyak makanan yang tersedia, bahkan Ayah Renal pun sedang duduk sambil Fokus pada handphone nya.
" Sore Ayah Renal " Sapa Ina
" Kamu sudah pulang nak, mana satria " tanya Renal
" Tadi Satria sama mamah Yesi " ucap Ina
" Loh Dia siapa " tanya Renal heran memandang Dinda
" Dia itu " ucap Ina lagi-lagi terpotong
" Saya Dokter Dinda OM, saya teman dekatnya satria " ucap Dinda pada Renal membuat Renal heran dan kaget
" Apa teman dekat " ucap Renal sambil memandang Dinda dari ujung rambut sampai ujung kepala
" Dia mau jadi calon menantuku, jangan harap Aku merestuinya " Batin Renal
" Kalian Duduk " ucap Renal sopan
" iya Ayah " ucapnya Ina
" Baik Ayah eh.. maksudku om " ucapnya Dinda sambil cengengesan
" Ina, Ayah tinggal dulu kedalam ya " ucap Renal pamit
" Iya Ayah " ucap Ina sambil tersenyum
Renal segera mencari keberadaan sang istri dan putra satu-satunya, iya melihat wajah Yesi tampak marah pada Satria.
__ADS_1
" Satria, jelaskan pada mamah Dinda itu siapa, teman dekat.. maksudnya apa.. mamah ga terima kamu nyakitin Ina. " ucap Yesi yang terus mengomel
" Mamah tenang dulu satria bisa jelasin " ucap Satria mencoba menenangkan sang mamah
" Gimana mamah mau tenang kamu terang-terangan bawa wanita itu kesini didepan Ina pula " bentak Yesi
" Aduh mamah salah paham " ucap Satria tampak bingung menjelaskannya
" Satria, Ayah ga suka kamu jadi seperti ini.. " ucap Renal dengan raut wajah marah menghampiri Yesi dan Satria
" Ayah, mamah dengar dulu penjelasan satria " ucayo Satria semakin gugup
" Ayah ga mau tau, Kamu jauhi Dinda mulai dari sekarang " ucap Renal tegas
" Mamah setuju " ucap Yesi
" Baik Satria akan jauhi Dinda " ucapnya menahan kekesalannya karena kedua orang tuanya malah memojokannya
" Itu bagus " ucap Yesi senang
" Itu baru anaknya ayah " ucap Renal
" Tapi yang harus mamah sama ayah tahu, pertama satria ga dekat dengannya, kedua satria ga suka sama dia, ketiga satria ga mungkin khianati Ina.. dapetinnya aja susah masa aku sia-sia begitu saja " ucap Satria sambil mayun
" Sebentar maksud kamu, ga mungkin khianati Ina.. dapetinnya susah masa aku sia-sia begitu saja" ucap Yesi heran
" Terpaksa deh harus bicara, maafin aku Ina cantik " batin Satria
" Apa " tanya Renal dan Yesi kaget
" Kenapa mamah sama ayah ga suka kami jadian " ucap Satria
" Itu yang Mamah sama Ayahmu tunggu-tunggu " ucapnya Yesi
" Jangan pernah sakiti Ina, sedikit saja kamu menyakiti ya kamu berurusan sama Ayah " ancam Renal
" Iya ayah satria janji " ucap Satria lega
" Kalau begitu biar mamah kasih pelajaran sama Dinda itu " ucap Yesi kesal
" Ya udah satria mau mandi dulu ya, satria harus terlihat keren didepan ina " ucapnya sambil cengengesan dan melangkah menuju kamarnya
Sementara Yesi dan Renal kembali lagi menuju ruang makan, mereka langsung menghampiri Ina dengan wajah senang.
" Ina cantik maaf ya menunggu lama " ucap Mamah Yesi
" Ga papah Mah " ucapnya sambil tersenyum
__ADS_1
" Oh iya Ina cantik sama satria sudah jadian ya, ko ga ngasih tahu mamah " ucapnya memandang sinis dinda
" Siapa yang bilang mah " ucap Ina heran
" Tadi Satria bilang katanya Kamu dan dia jadian tau begitu mamah ajak kalian makan direstoran mahal untuk merayakannya " ucap Yesi sengaja berkata begitu agar dokter Dinda dengar
" Ayah juga senang kalian pacaran, kalau kalian sudah siap menikah tinggal bilang sama ayah dan mamah nanti kami akan persiapkan pernikahan yang mewah untukmu " ucap Renal sambil tersenyum
" Loh ko jadi begini " ucap Dinda dalam hatinya kesal
" Baru juga jadian masa udah bicarakan pernikahan, itu terlalu cepat om, Tante.. pacaran kan belum tentu jodoh. " ucap Dinda Sini
" Ini Anak benar-benar ya omongannya harus dimasukin cabe " ucap Yesi salah hatinya
" Ya memang belum tentu juga jodoh tapi mereka kenalnya dari kecil sudah tahu kebiasaannya masing masing, pasti kalian akan lebih memahami satu sama lain " Bela Renal
" Ya, memang sih om.. Kita tidak pernah tau takdir.. kita doakan saja mereka berjodoh kalaupun tidak ya itu mungkin yang terbaik dari Tuhan " ucapnya santai
" Dokter Dinda ko ngomongnya begitu apa dia juga suka sama satria " batin Ina
" Aku percaya Tuhan mentakdirkan orang yang baik, dengan jodoh yang baik, semoga Satria Jodohku didunia dan diakhirat " ucap Ina sambil tersenyum
" Ya pasti dong Ina cantik, aku selalu berdoa jika kita ditakdirkan bersama selamanya tanpa ada pengganggu " sindir Satria duduk disebelah ina
" Sabar Dinda sabar... kenapa semua orang belain Ina sih " batin Dinda
Adzan pun berkumandang mereka segera mengambil air dan membatalkan puasanya.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz