Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 82


__ADS_3

Yesi memandangi satria dengan tatapan tajam, tak lupa juga iya memandangi Dinda dari ujung kaki sampai ujung kepala


" Dia mau coba-coba dekati satria, mana Ina sama satria baru saja baikan, aku harus kerjain Dia " ucap Yesi dalam hatinya


" Sini kamu mamah mau ngomong sama kamu " ucap Yesi sambil menjewer kuping satria


" Aw.. mah, Ampun mah ampun " ucap Satria


" Ada apa dengan mamah Yesi, kan kasian satria " ucap Ina dalam hatinya


" Ternyata Satria juga anak orang kaya " batin Dinda


" Ina Cantik, kamu sama dia duduk saja diruang makan ya sambil nunggu adzan " ucap Yesi sambil tersenyum


" Baik Mah, Dokter Dinda mari kita keruang makan " ucap Ina sambil tersenyum


" Ternyata Dokter Ina sedekat itu dengan keluarga satria, tapi aku tak boleh pantang meyerah " ucap dokter dinda


Kini Ina dan Dinda menuju ruang makan, disana sudah banyak makanan yang tersedia, bahkan Ayah Renal pun sedang duduk sambil Fokus pada handphone nya.


" Sore Ayah Renal " Sapa Ina


" Kamu sudah pulang nak, mana satria " tanya Renal


" Tadi Satria sama mamah Yesi " ucap Ina


" Loh Dia siapa " tanya Renal heran memandang Dinda


" Dia itu " ucap Ina lagi-lagi terpotong


" Saya Dokter Dinda OM, saya teman dekatnya satria " ucap Dinda pada Renal membuat Renal heran dan kaget


" Apa teman dekat " ucap Renal sambil memandang Dinda dari ujung rambut sampai ujung kepala


" Dia mau jadi calon menantuku, jangan harap Aku merestuinya " Batin Renal


" Kalian Duduk " ucap Renal sopan


" iya Ayah " ucapnya Ina


" Baik Ayah eh.. maksudku om " ucapnya Dinda sambil cengengesan


" Ina, Ayah tinggal dulu kedalam ya " ucap Renal pamit


" Iya Ayah " ucap Ina sambil tersenyum


Renal segera mencari keberadaan sang istri dan putra satu-satunya, iya melihat wajah Yesi tampak marah pada Satria.

__ADS_1


" Satria, jelaskan pada mamah Dinda itu siapa, teman dekat.. maksudnya apa.. mamah ga terima kamu nyakitin Ina. " ucap Yesi yang terus mengomel


" Mamah tenang dulu satria bisa jelasin " ucap Satria mencoba menenangkan sang mamah


" Gimana mamah mau tenang kamu terang-terangan bawa wanita itu kesini didepan Ina pula " bentak Yesi


" Aduh mamah salah paham " ucap Satria tampak bingung menjelaskannya


" Satria, Ayah ga suka kamu jadi seperti ini.. " ucap Renal dengan raut wajah marah menghampiri Yesi dan Satria


" Ayah, mamah dengar dulu penjelasan satria " ucayo Satria semakin gugup


" Ayah ga mau tau, Kamu jauhi Dinda mulai dari sekarang " ucap Renal tegas


" Mamah setuju " ucap Yesi


" Baik Satria akan jauhi Dinda " ucapnya menahan kekesalannya karena kedua orang tuanya malah memojokannya


" Itu bagus " ucap Yesi senang


" Itu baru anaknya ayah " ucap Renal


" Tapi yang harus mamah sama ayah tahu, pertama satria ga dekat dengannya, kedua satria ga suka sama dia, ketiga satria ga mungkin khianati Ina.. dapetinnya aja susah masa aku sia-sia begitu saja " ucap Satria sambil mayun


" Sebentar maksud kamu, ga mungkin khianati Ina.. dapetinnya susah masa aku sia-sia begitu saja" ucap Yesi heran


" Terpaksa deh harus bicara, maafin aku Ina cantik " batin Satria


" Apa " tanya Renal dan Yesi kaget


" Kenapa mamah sama ayah ga suka kami jadian " ucap Satria


" Itu yang Mamah sama Ayahmu tunggu-tunggu " ucapnya Yesi


" Jangan pernah sakiti Ina, sedikit saja kamu menyakiti ya kamu berurusan sama Ayah " ancam Renal


" Iya ayah satria janji " ucap Satria lega


" Kalau begitu biar mamah kasih pelajaran sama Dinda itu " ucap Yesi kesal


" Ya udah satria mau mandi dulu ya, satria harus terlihat keren didepan ina " ucapnya sambil cengengesan dan melangkah menuju kamarnya


Sementara Yesi dan Renal kembali lagi menuju ruang makan, mereka langsung menghampiri Ina dengan wajah senang.


" Ina cantik maaf ya menunggu lama " ucap Mamah Yesi


" Ga papah Mah " ucapnya sambil tersenyum

__ADS_1


" Oh iya Ina cantik sama satria sudah jadian ya, ko ga ngasih tahu mamah " ucapnya memandang sinis dinda


" Siapa yang bilang mah " ucap Ina heran


" Tadi Satria bilang katanya Kamu dan dia jadian tau begitu mamah ajak kalian makan direstoran mahal untuk merayakannya " ucap Yesi sengaja berkata begitu agar dokter Dinda dengar


" Ayah juga senang kalian pacaran, kalau kalian sudah siap menikah tinggal bilang sama ayah dan mamah nanti kami akan persiapkan pernikahan yang mewah untukmu " ucap Renal sambil tersenyum


" Loh ko jadi begini " ucap Dinda dalam hatinya kesal


" Baru juga jadian masa udah bicarakan pernikahan, itu terlalu cepat om, Tante.. pacaran kan belum tentu jodoh. " ucap Dinda Sini


" Ini Anak benar-benar ya omongannya harus dimasukin cabe " ucap Yesi salah hatinya


" Ya memang belum tentu juga jodoh tapi mereka kenalnya dari kecil sudah tahu kebiasaannya masing masing, pasti kalian akan lebih memahami satu sama lain " Bela Renal


" Ya, memang sih om.. Kita tidak pernah tau takdir.. kita doakan saja mereka berjodoh kalaupun tidak ya itu mungkin yang terbaik dari Tuhan " ucapnya santai


" Dokter Dinda ko ngomongnya begitu apa dia juga suka sama satria " batin Ina


" Aku percaya Tuhan mentakdirkan orang yang baik, dengan jodoh yang baik, semoga Satria Jodohku didunia dan diakhirat " ucap Ina sambil tersenyum


" Ya pasti dong Ina cantik, aku selalu berdoa jika kita ditakdirkan bersama selamanya tanpa ada pengganggu " sindir Satria duduk disebelah ina


" Sabar Dinda sabar... kenapa semua orang belain Ina sih " batin Dinda


Adzan pun berkumandang mereka segera mengambil air dan membatalkan puasanya.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2