Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 212


__ADS_3

Sang dokter pun segera datang dan menghampiri Mey-mey.


" Dok tolong istri saya " ucap Farel


" Sebentar ya Tuan saya mau cek kondisi istri anda " ucapnya sang dokter


" Baik Dok " ucap Farel


" Sus tolong bawakan alat USG, kita harus lihat posisi baby nya " ucap Sang dokter


" Baik Dok " jawab sang suster


Sang suster pun membawakan alat tersebut, dan sang dokter langsung memeriksa keadaan Mey-mey keseluruhan.


" Ini baru pembukaan lima Nona, saya akan suntikan perangsang dahulu " ucap sang dokter


" Baik dok " ucapnya Mey-mey sambil tersenyum namun wajahnya pucat


" Dok, tolong istri saya biar tidak kesakitan saat melahirkan " ucap Farel


" Mau melahirkan secara normal ataupun di sesar pasti semuanya sakit Tuan " ucap sang dokter


" Aku mau melahirkan secara normal " ucap Mey-mey


" Tapi sayang, aku tidak tega " ucap Farel dengan wajah paniknya


" Tapi sayang, aku mau melahirkan secara normal " ucap Mey-mey


" Tuan tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik sebisa saya, jadi Tuan jangan khawatir, bantu doa saja ya Tuan " ucapnya sang dokter


" Baiklah dok " ucapnya masih dengan wajah paniknya


" Dok semakin sakit, mules sekali " ucap Mey-mey


" Saya rasa ibu akan melahirkan lebih dari dua bayi " ucap sang dokter


" Iya dok, saya juga sudah pernah di usg dan hasilnya ada tiga bayi didalam perut saya " ucap Mey-mey dengan wajah berkeringat dingin


" Baik bu kalau begitu saya akan menyiapkan dulu semuanya, sambil menunggu ibu kontraksi yang terus-terusan " ucap Sang Dokter


" Baik dok " ucap Mey-mey dengan wajah pucatnya


" Sayang apa masih mules " ucap Farel dengan wajah paniknya


" Iya sayang " ucap Mey-mey


" Aku Elus-elus perutnya " ucap Farel


" Boleh sayang " ucap Mey-mey


Farel pun mengelus-elus perut Mey-mey sambil menciuminya.


" Anak-anak ayah, jangan nakal ya, kasian mamah kalian Sebentar lagi akan berjuang mengeluarkan kalian " ucap Farel dengan wajah khawatirnya

__ADS_1


Tak lama sang dokter pun menghampiri mereka bersama para suster


" Sus bawa nona Mey-mey sekarang " ucap sang dokter


" Dok, istri saya mau dibawa kemana " tanya Farel


" Ruangan persalinannya sudah siap Tuan " ucap sang dokter


Farel segera menuju ruangan persalinannya bersama Mey-mey. setelah sampai disana mereka memakai baju khusus


" Sayang, kamu jangan tegang ya, aku disini menemanimu " ucap Farel


" Iya sayang " ucap Mey-mey


" Kita berjuang sama-sama " ucap Farel


" sayang kalau aku sudah tidak ada, kamu harus rawat Anak-anak kita ya sayang " ucap Mey-mey dengan wajah sedihnya


" Sayang kamu ga boleh bicara begitu, kamu harus kuat " ucap Farel semakin khawatir


" Nona jangan banyak pikiran, nona dan baby nya akan selamat " ucapnya sang dokter


" Iya dok " ucap Mey-mey


" Bagaimana sekarang apa nona merasakan semakin mules " tanya sang dokter


" Iya Dok " ucap Mey-mey


" Baik Dok " ucap para suster


" Siapkan alatnya " ucap sang Dokter


" Baik Dok " ucap Mereka


Sang dokter mulai memimpin doa untuk kelancaran persalinan yang akan mereka hadapi


" Sebelum melakukan aktivitas mari kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing, berdoa dimulai " ucap Sang dokter


" Berdoa selesai " ucap sang dokter


Sang suster langsung memasangkan infus dan oksigen pada Mey-mey.


" Nona Mey-mey tolong ikuti aba-aba dari Saya " ucap sang dokter


" Baiklah Dok " ucap Mey-mey


" Dok tolong selamatkan istri saya ya dok " ucap Farel


" Tuan tenang saja ya, jangan lupa banyak-banyak berdoa " ucap Sang dokter


" iya dok " ucap


" Nona Mey-mey Tarik napas perlahan melalui hidung, kemudian buang melalui mulut, Nona Mey-mey harus rileks ya " ucap Sang dokter

__ADS_1


" Iya Dok " ucap Mey-mey


" Dok, mules. . " ucapnya Mey-mey


" Suster tolong bantu kedua kakinya nona Mey-mey harus ditekuk dan terbuka lebar " ucap Sang Dokter


" Baik Dok " ucap sang suster


" Nona Mey-mey dengarkan Saya, Pusatkan kekuatan kontraksi dengan sedikit mengangkat punggung sehingga kepala di posisi agak terbangun, sembari mengejan sepeti sedang mendorong sesuatu " ucap Sang dokter


" Baik dok " ucap Mey-mey


" Sayang kuat ya " ucap Farel sambil memegang tangan Mey-mey


" Sekarang Nona Mey-mey Tarik napas sedalam-dalamnya, kemudian buang napas sambil mendorong tubuh dengan mengejan seperti layaknya saat Nona Mey-mey sedang buang air besar " ucap Sang Dokter


" Baik Dok... " ucap Mey-mey


" Kuat ya sayang, semangat " ucap Farel


" He..... he...... " ucap Mey-mey mengejan


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Ada yang mau sumbang nama buat nama bayinya Ina dan Rena..


soalnya aku bingung...


Tulis dikolom komentar ya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2