
Ina yang sudah pulang bekerja segera menghampiri sang suami dan Kaka iparnya yang sedang berteriak-teriak.
" Mereka kenapa " ucap Ina heran iya langsung melihat kearah yang menjadi pusat perhatian sang suami dan Rena
" Ada apa ini " tanya Ina
" Tuh " ucap Sang suami menunjuk ke atas langit
" Astaga Ka Ehan " teriak Ina kaget, iya pun segera berteriak lagi " Ka Ehan turun nanti kamu jatuh " ucap Ina merasa khawatir
" Ehan dulu dikampung Om Ujang manjat-manjat juga pohon kelapa ko " ucap Satria dengan santainya
" Ini kan beda kenapa ga nyuruh Pa Caca saja " ucap Ina kesal
" Aku ga mau pa Caca yang ambilkan " ucap Rena
" Tapi ka Rena " ucap Ina
" Ka Rena sedang ngidam sebaiknya Sayang diam saja " ucap Satria mencoba menenangkan Sang istri
" Tapi sayang " ucap Ina kesal
" Sudah-sudah biarkan saja, Ehan jago panjat ko " ucap Satria
Merek kembali melihat Ehan dibawah, kini Ehan sudah sampai diatas, iya segera mengambilkan dua Kelapa yang masih muda. Kini Ehan pelan-pelan segera turun dari pohon kelapa itu.
" Aku tidak boleh takut turun ke bawah demi anak dan istriku " batin Ehan
" Sayang ini Untukmu " teriakan Ehan
" Hore... terima kasih sayang " ucap Rena berteriak dari bawah
" Sama-sama " ucap Ehan
" Aku ambil dua, satu untuk Rena satu untuk aku " ucapnya sendiri dan segera turun kebawah
Ehan sudah berada dibawah lalu iya segera memberikannya pada sang istri
" Ini sayang untukmu " ucap Ehan sambil tersenyum
" Bukain " ucap Rena
Ehan segera membukakan kelapa itu, lalu iya menyuruh pa Caca mengambilkan sedotan untuk sang istri
" Pa Caca tolong ambilkan sedotan " ucap Ehan
" Baik Tuan " ucap Pa Caca berlari kedalam Mansion dan mencarikannya sedotan kalau iya segera memberikannya pada sang majukan
" Ini Tuan " ucap Pa Caca sambil tersenyum
" Terima kasih pa " ucap Rena
Rena segera meminum kelapa mudanya, dan benar saja rasanya sangat manis dan segar, dengan cepat iya menghabiskan kelapanya. Sedangkan Ehan membuka kelapa yang satunya lagi niat hati untuknya namun Rena malah memandanginya.
" Ka Ehan, Ka Rena kami masuk dulu " ucap Ina
" Iya .. " ucap Mereka
Ina dan Satria pun segera masuk kedalam Mansionnya dan segera menuju kamarnya. Ehan dan Rena masih dihalaman Mansionnya
" Sayang " panggil Rena dengan senyum manisnya
" Iya Sayang " Jawab Ehan membalas senyumannya
" Apa itu untukku " ucap Rena menunjuk pada Kelapa yang baru Ehan buka
" Apa kamu masih mau " ucapnya Ehan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
" Mau, tapi kalau ga keberatan " ucap Rena dengan wajah memelas
" Mana mungkin aku tega jika istriku sudah memasang wajah begini " batin Ehan
" Apapun untukmu sayang " ucap Ehan sambil tersenyum memberikan kelapa punyanya kepada sang istri
" Terima kasih " ucap Renang langsung menerimanya dan meminumnya
.
...****************...
.
Sementara Ina sedang berada dikamar nya, iya selesai mandi dan mengeringkan rambutnya sambil melamun dengan perasaan sedih
" Sayang Kamu kenapa " tanya satria
" Aku sedih sayang " ucap ina
" Kamu sedih kenapa sayang " tanya satria kembali
" Aku merasa belum menjadi istri seutuhnya, disaat kakak iparku mereka hamil sedangkan aku belum " ucap Ina menundukkan kepalanya
" Sayang kamu menangis " ucap Satria memeluk Ina
Hiks.. Hiks... Hiks...
" Sudah sayang jangan menangis " ucapnya Satria mencoba menenangkan sang istri
" Aku dokter kandungan tapi sampai sekarang aku belum hamil " ucapnya masih menangis
" Sayang dengarkan aku " ucap Satria mencoba menenangkan sang istri
" Masalah baby itu yang kasih Allah, Kita sebagai hambanya harus berdoa dan berikhtiar selebihnya kita serahkan pada Allah " ucap Satria
" Aku ga pernah kecewa dan menyesal nikah sama kamu sayang, masalah baby Kita serahkan pada sang pencipta " ucapnya Satria sambil tersenyum
" Apa benar satria tidak kecewa padaku " batin Ina
" Justru aku takut Ina yang kecewa padaku " batin Satria
" Mungkin Allah belum kasih baby, tapi aku yakin sebentar lagi kita akan menyusul kakak-kakakmu punya baby " ucap nya sambil tersenyum memeluk ina
" Terima kasih ya " ucap Ina
" Terima kasih buat apa sayang " tanya satria
" Terima kasih karena sudah mengerti kondisi aku " ucap ina
" Kamu tenang saja, suka dan duka kita lalui bersama, asal kamu setia padaku dan berada disamping aku, cobaan apapun aku sanggup melaluinya " ucap Satria sambil tersenyum
" Iya sayang " ucap Ina kembali tersenyum
" Sini sayang biar aku yang menyisirin kamu " ucap Satria
" Iya sayang Terima masih " ucap Ina senang
" I love you sayang " ucap Satria sambil mencium pipi sang istri
" I Love you to sayang " ucap Ina sambil tersenyum
Setelah mereka siap dan rapi, merekapun segera menuju ruang makan untuk makan bersama dengan keluarga nya.
Terlihat Ehan dan Rena sudah mengumpul disana namun mereka belum menyantap makanannya
" Malam semuanya " sapa Ina
__ADS_1
" Malam juga " ucap mereka tidak bersemangat
" Kenapa kalian sepertinya tidak bersemangat " tanya Ina pada Ehan dan juga Rena
" Lihatlah " ucap Ehan menunjukan pada semua masakan ya
Tiba-tiba Umi Rahmi dan Abi Ismail baru datang ke meja makan yang dimana semua sudah berkumpul
" Maf ya kami sedikit terlambat " ucap Umi Rahmi sambil tersenyum ramah
" iya Abi juga minta maf " ucap Abi Ismail
" Tidak apa-apa umi Abi " ucap Rena sambil tersenyum
" Iya umi Abi lagian kita belum makan malamnya juga.. " ucap Ehan
" Iya Umi Rahmi dan juga Abi Ismail jangan sungkan " ucap Ina
" Anggap saja kami juga anaknya umi dan Abi " ucap satria
" Makasih ya nak " ucapnya Umi Rahmi dan Abi satria
" Sama-sama " ucap mereka
Umi Rahmi pun tersenyum " ini kenapa masakannya terbuat dari toge semua " ucapnya
" Aku juga tidak mengerti " ucapnya Ehan heran
" Justru enak sayang semuanya toge " ucap Satria sambil tersenyum
" Ada yang ganjil nih " batin Ehan
" Bi Iyem... Bi... " ucap Ehan pada sang Asisten rumah tangga
" Iya Tuan " ucapnya Bi Iyem menghampiri sang majikan
" Kenapa kamu bikin semua masakan dari toge semua, apa bahan masakan sudah tidak ada lagi " ucapnya Ehan dengan wajah kesalnya
" Sayang sudah lah tidak apa-apa ko " ucap Rena risih sang suami marah-marah
" Biarin sayang aku cuma nanya ko " ucap Ehan
" Sebenarnya itu permintaan Tuan satria " ucap Bi Iyem sambil menundukkan kepalanya
" Apa " ucapnya mereka kaget
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz