
Merekapun segera menyantap makanan yang dimasak oleh Bu Ida sampai habis dan tersisa
" Terima kasih Bu, Ehan kenyang sekali " ucapnya
" Ya Bu, ini enak " ucap Satria
" Bu Ida, pikirkan baik-baik tawaran saya tentang kerjasama kita mengelola Restoran " ucap Sisil sambil tersenyum
" Baik Bu Sisil " ucap Bu Ida
" Semuanya aku pamit ya untuk beristirahat dikamar " ucap Farel
" Aku antar " ucap Mey-mey
" Baiklah " ucap Farel seneng
" Bu Sebentar ya, Aku antar dulu Farel ke kamar " ucap Mey-mey
" Sepertinya tidak usah Mey-mey kalau mau pulang, ya pulanglah biar aku yang bawa Abang Farel kekamar " ucapnya Ehan sambil tersenyum jahit
" Apa-apaan sih Ehan " batin Farel kesal
" Farel memang jahil " batin Satria
" Tidak usah aku mau diantar oleh Mey-mey " ucap Farel
" Abangku sayang Ada yang mau aku bicarakan sama Abang, iya kan satria " ucapnya Ehan memandang satria dengan Seyum jahatnya
" Ehan, Ehan, aku ga tau kamu bau bilang apa, malah menyebutkan namaku dihadapan semua orang.. aku harus waspada " batin Satria
" Em.. iya " ucap Satria terpaksa bohong
" Yasudah kalau begitu aku pamit ya semuanya " ucap Mey-mey menyalami semua orang yang ada disana
" Hati-hati ya nak " ucap Sisil
" Bunda ko hati-hati orang rumahnya sebelahan sama kita " ucap Ehan heran
" Astaga maf kan saya Bu Ida dan Mey-mey saya tidak tahu " ucapnya Sisil sambil tersenyum malu
" Tidak apa-apa Bu Sisil... kalau begitu kami pamit " ucap Bu ida menggandeng tangan Mey-mey
" Silahkan " ucapnya Sisil ramah
Bu Ida dan Mey-mey pun segera pergi dari Apartemennya menuju Apartemen yang mereka tinggal.
Sedangkan Ehan dan Satria membawa farel kekamarnya, dan berbincang-bincang terlebih dahulu.
" Kamu ya bikin kesal saja " ucapnya Farel pada Ehan
" Memangnya kenapa bang " ucapnya Ehan cuek
" Aku kan mau Mey-mey yang antar " ucap Farel
" Abang ga baik perempuan dan laki-laki didalam kamar yang sama " ucap Ehan menasehati
" Lalu katamu ada yang mau dibicarakan, katakan sekarang " ucapnya ketus
" Nanti malam Abang mau lamaran, sedangkan Abang belum mempersiapkan semuanya.. masa Abang melamar dengan tangan kosong " ucap Ehan
" Ehan benar juga " batinnya Farel
" Terus maksud kamu, aku harus pergi sekarang dan mempersiapkan semuanya " ucap Farel
" Bukan begitu bang " ucap Ehan
__ADS_1
" Lalu apa " tanya Farel
" Aku berniat untuk mempersiapkan semuanya yang Abang perlukan untuk nanti bersama Satria " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Kenapa bawa-bawa namaku sih " batin Satria
" Ide yang bagus " ucap Farel
" Tapi Aku tidak tahu apa saja yang harus dibeli " ucapnya Satria
" Tenang ada Ehan.. yang ganteng ini " ucapnya masih tersenyum penuh arti
" Apa boleh buat.. tidak ada pilihan lain " batin Satria kesal
" Baiklah aku ikut " ucap Satria dengan pasrah
" Aku sengaja membawamu pergi memilih barang-barang keperluan wanita, karena Kamu belum melamar Ina dengan benar " batin Ehan
" Bang kami pergi dulu ya " ucap Ehan pamit
" Hati-hati dijalan kalau ada apa-apa hubungi aku " ucap Farel senang
" Siap " ucap Ehan sambil tersenyum
Ehan dan satriapun segera pergi dari kamar Farel dan pamit kepada kedua orang tuanya untuk membelikan keperluan Farel saat lamaran nanti
" Ayah, Bunda, Ehan Pamit mau beli perlengkapan untuk lamaran Abang Farel nanti " ucapnya dengan senang
" Loh nak, nanti saja biar Ayah Renal yang belikan " ucapnya Renal
" Tidak apa-apa ayah Renal sekalian kami mau jalan-jalan " ucap Ehan
" Yasudah kalau kalian maunya begitu, tapi harus hati-hati dan jangan telat, acaranya jam tujuh malam " ucap Sang bunda
" Boleh sayang yuk. " ajak satria
" Kalian boleh ikut tapi dilarang mesra-mesraan " ucap Ehan sambil tersenyum jahat
" Dasar sirik " ucap Ina pergi dari sana menuju mobil yang yang ada
" Sayang tunggu " ucap Satria mengejar sang kekasih hati
" Dasar.. Romeo dan Juliet... " cibir Ehan langsung pergi menghampiri mereka
Mereka segera memasuki mobilnya, kini Satria yang menyetir dan Ina duduk disamping satria sedangkan Ehan duduk di kursi belakang sendirian
.
...****************...
.
Satu jam kemudian mereka sampai didalam mall tersebar dikota itu, mereka segera memasuki Mall dan memasuki butik dan toko lainnya untuk memilihkan barang-barang yang dibutuhkan.
" Ka Ehan, kita kemana dulu nih.. Mau cara apa dulu ya " ucap Ina
" Kita ke butik dahulu " ucap Ehan dengan senyum jahatnya
" Perasaanku jadi tak enak jika Ehan sudah berekspresi seperti itu " batin Satria
Mereka segera memasuki butik tersebut, dan memilih-milih beberapa barang
" Wah.. bisa sekalian shoping dong " ucap Ina pada satria
" Apapun yang kamu mau boleh sayang " ucapnya Satria
__ADS_1
" Stop " ucap Ehan
" Kenapa emangnya ka " ucap Ina heran
" Kamu ga heh shopping " ucap Ehan
" Suka-suka aku dong orang yang mau bayarin satria " ucap Ina kesal
" Kalau kamu belanja bakalan lama, kita fokus dulu cari kebutuhan Abang buat nanti lamaran " ucap Ehan
" Tapi... tapi.. " ucap Ina semakin kesal
" Jangan membantah " ucap Ehan
" Sayang belain aku dong " ucap Ina
" Ehan... Biarkan.. " ucap Satria terpotong karena Ehan langsung memberikan tatapan tajamnya
" Kamu mau membantah aku, mau aku kutuk jadi bakwan " ucap Ehan
" Batu Kali " ucap Ina
" Pokonya aku kutuk saja " ucap Ehan
" Terserah Kaka saja " ucap Ina kesal
" Sekarang kita pilih saja dahulu " ucap Ehan
Merekapun segera memilih-milih baju disana ditemani seorang pelayan.
" Sore Tuan dan Nona, Selamat datang di butik B, Ada yang bisa saya bantu.. " ucap sang pelayan ramah
" Saya mau cari gaun edisi keluaran terbaru " ucap Ehan
" Baik silahkan duduk dan tunggu sebentar saya akan mengambilkannya dahulu " ucap sang pelayan
" Baik terima kasih " ucapnya ina sambil tersenyum
Sang pelayan segera mengambilkan beberapa gaun yang akan ditunjukannya pada Ehan.
" Tuan, ini ada lima gaun edisi terbaru dan limited edition didunia, Tuan dan Nona bisa melihatnya gaun ini sangat indah dan cantik apalagi jika dipakai oleh Nona cantik ini " ucap sang pelayan
" Bukan buat saya ko mba " ucap Ina
" Anggap saja itu buat kamu, soalnya kamu satu-satunya wanita yang ikut dengan kami dan Kaka rasa ukuran badan kamu sama Mey-mey sama " ucap Ehan
" Benar apa yang dikatakan calon Kaka ipar sayang " ucap Satria
" Lihat saja akan ku kerjain kamu " batin Ehan
" Sekarang kamu cobain gaun warna merah itu " ucap Ehan
" Iya sayang sepertinya akan cocok sama kamu " ucap Satria
" Baiklah " ucap Ina segera menuju kamar ganti untuk mencoba gaunnya
" Nona mari saya tunjukan Kamar gantinya " ucap sang pelayan
" Terima kasih " ucap Ina segera menuju kamar ganti dan mencoba gaunnya
Sekarang Ina sudah memakai gaun yang dipilihkan Ehan, dan segera menunjukannya pada Sang Kaka dan sang Kekasih
Tap... Tap... Tap
" Hai.. " ucap Ina
__ADS_1