Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 161


__ADS_3

Merekapun segera menyantap makanan yang dimasak oleh Bu Ida sampai habis dan tersisa


" Terima kasih Bu, Ehan kenyang sekali " ucapnya


" Ya Bu, ini enak " ucap Satria


" Bu Ida, pikirkan baik-baik tawaran saya tentang kerjasama kita mengelola Restoran " ucap Sisil sambil tersenyum


" Baik Bu Sisil " ucap Bu Ida


" Semuanya aku pamit ya untuk beristirahat dikamar " ucap Farel


" Aku antar " ucap Mey-mey


" Baiklah " ucap Farel seneng


" Bu Sebentar ya, Aku antar dulu Farel ke kamar " ucap Mey-mey


" Sepertinya tidak usah Mey-mey kalau mau pulang, ya pulanglah biar aku yang bawa Abang Farel kekamar " ucapnya Ehan sambil tersenyum jahit


" Apa-apaan sih Ehan " batin Farel kesal


" Farel memang jahil " batin Satria


" Tidak usah aku mau diantar oleh Mey-mey " ucap Farel


" Abangku sayang Ada yang mau aku bicarakan sama Abang, iya kan satria " ucapnya Ehan memandang satria dengan Seyum jahatnya


" Ehan, Ehan, aku ga tau kamu bau bilang apa, malah menyebutkan namaku dihadapan semua orang.. aku harus waspada " batin Satria


" Em.. iya " ucap Satria terpaksa bohong


" Yasudah kalau begitu aku pamit ya semuanya " ucap Mey-mey menyalami semua orang yang ada disana


" Hati-hati ya nak " ucap Sisil


" Bunda ko hati-hati orang rumahnya sebelahan sama kita " ucap Ehan heran


" Astaga maf kan saya Bu Ida dan Mey-mey saya tidak tahu " ucapnya Sisil sambil tersenyum malu


" Tidak apa-apa Bu Sisil... kalau begitu kami pamit " ucap Bu ida menggandeng tangan Mey-mey


" Silahkan " ucapnya Sisil ramah


Bu Ida dan Mey-mey pun segera pergi dari Apartemennya menuju Apartemen yang mereka tinggal.


Sedangkan Ehan dan Satria membawa farel kekamarnya, dan berbincang-bincang terlebih dahulu.


" Kamu ya bikin kesal saja " ucapnya Farel pada Ehan


" Memangnya kenapa bang " ucapnya Ehan cuek


" Aku kan mau Mey-mey yang antar " ucap Farel


" Abang ga baik perempuan dan laki-laki didalam kamar yang sama " ucap Ehan menasehati


" Lalu katamu ada yang mau dibicarakan, katakan sekarang " ucapnya ketus


" Nanti malam Abang mau lamaran, sedangkan Abang belum mempersiapkan semuanya.. masa Abang melamar dengan tangan kosong " ucap Ehan


" Ehan benar juga " batinnya Farel


" Terus maksud kamu, aku harus pergi sekarang dan mempersiapkan semuanya " ucap Farel


" Bukan begitu bang " ucap Ehan

__ADS_1


" Lalu apa " tanya Farel


" Aku berniat untuk mempersiapkan semuanya yang Abang perlukan untuk nanti bersama Satria " ucap Ehan dengan senyum jahatnya


" Kenapa bawa-bawa namaku sih " batin Satria


" Ide yang bagus " ucap Farel


" Tapi Aku tidak tahu apa saja yang harus dibeli " ucapnya Satria


" Tenang ada Ehan.. yang ganteng ini " ucapnya masih tersenyum penuh arti


" Apa boleh buat.. tidak ada pilihan lain " batin Satria kesal


" Baiklah aku ikut " ucap Satria dengan pasrah


" Aku sengaja membawamu pergi memilih barang-barang keperluan wanita, karena Kamu belum melamar Ina dengan benar " batin Ehan


" Bang kami pergi dulu ya " ucap Ehan pamit


" Hati-hati dijalan kalau ada apa-apa hubungi aku " ucap Farel senang


" Siap " ucap Ehan sambil tersenyum


Ehan dan satriapun segera pergi dari kamar Farel dan pamit kepada kedua orang tuanya untuk membelikan keperluan Farel saat lamaran nanti


" Ayah, Bunda, Ehan Pamit mau beli perlengkapan untuk lamaran Abang Farel nanti " ucapnya dengan senang


" Loh nak, nanti saja biar Ayah Renal yang belikan " ucapnya Renal


" Tidak apa-apa ayah Renal sekalian kami mau jalan-jalan " ucap Ehan


" Yasudah kalau kalian maunya begitu, tapi harus hati-hati dan jangan telat, acaranya jam tujuh malam " ucap Sang bunda


" Boleh sayang yuk. " ajak satria


" Kalian boleh ikut tapi dilarang mesra-mesraan " ucap Ehan sambil tersenyum jahat


" Dasar sirik " ucap Ina pergi dari sana menuju mobil yang yang ada


" Sayang tunggu " ucap Satria mengejar sang kekasih hati


" Dasar.. Romeo dan Juliet... " cibir Ehan langsung pergi menghampiri mereka


Mereka segera memasuki mobilnya, kini Satria yang menyetir dan Ina duduk disamping satria sedangkan Ehan duduk di kursi belakang sendirian


.


...****************...


.


Satu jam kemudian mereka sampai didalam mall tersebar dikota itu, mereka segera memasuki Mall dan memasuki butik dan toko lainnya untuk memilihkan barang-barang yang dibutuhkan.


" Ka Ehan, kita kemana dulu nih.. Mau cara apa dulu ya " ucap Ina


" Kita ke butik dahulu " ucap Ehan dengan senyum jahatnya


" Perasaanku jadi tak enak jika Ehan sudah berekspresi seperti itu " batin Satria


Mereka segera memasuki butik tersebut, dan memilih-milih beberapa barang


" Wah.. bisa sekalian shoping dong " ucap Ina pada satria


" Apapun yang kamu mau boleh sayang " ucapnya Satria

__ADS_1


" Stop " ucap Ehan


" Kenapa emangnya ka " ucap Ina heran


" Kamu ga heh shopping " ucap Ehan


" Suka-suka aku dong orang yang mau bayarin satria " ucap Ina kesal


" Kalau kamu belanja bakalan lama, kita fokus dulu cari kebutuhan Abang buat nanti lamaran " ucap Ehan


" Tapi... tapi.. " ucap Ina semakin kesal


" Jangan membantah " ucap Ehan


" Sayang belain aku dong " ucap Ina


" Ehan... Biarkan.. " ucap Satria terpotong karena Ehan langsung memberikan tatapan tajamnya


" Kamu mau membantah aku, mau aku kutuk jadi bakwan " ucap Ehan


" Batu Kali " ucap Ina


" Pokonya aku kutuk saja " ucap Ehan


" Terserah Kaka saja " ucap Ina kesal


" Sekarang kita pilih saja dahulu " ucap Ehan


Merekapun segera memilih-milih baju disana ditemani seorang pelayan.


" Sore Tuan dan Nona, Selamat datang di butik B, Ada yang bisa saya bantu.. " ucap sang pelayan ramah


" Saya mau cari gaun edisi keluaran terbaru " ucap Ehan


" Baik silahkan duduk dan tunggu sebentar saya akan mengambilkannya dahulu " ucap sang pelayan


" Baik terima kasih " ucapnya ina sambil tersenyum


Sang pelayan segera mengambilkan beberapa gaun yang akan ditunjukannya pada Ehan.


" Tuan, ini ada lima gaun edisi terbaru dan limited edition didunia, Tuan dan Nona bisa melihatnya gaun ini sangat indah dan cantik apalagi jika dipakai oleh Nona cantik ini " ucap sang pelayan


" Bukan buat saya ko mba " ucap Ina


" Anggap saja itu buat kamu, soalnya kamu satu-satunya wanita yang ikut dengan kami dan Kaka rasa ukuran badan kamu sama Mey-mey sama " ucap Ehan


" Benar apa yang dikatakan calon Kaka ipar sayang " ucap Satria


" Lihat saja akan ku kerjain kamu " batin Ehan


" Sekarang kamu cobain gaun warna merah itu " ucap Ehan


" Iya sayang sepertinya akan cocok sama kamu " ucap Satria


" Baiklah " ucap Ina segera menuju kamar ganti untuk mencoba gaunnya


" Nona mari saya tunjukan Kamar gantinya " ucap sang pelayan


" Terima kasih " ucap Ina segera menuju kamar ganti dan mencoba gaunnya


Sekarang Ina sudah memakai gaun yang dipilihkan Ehan, dan segera menunjukannya pada Sang Kaka dan sang Kekasih


Tap... Tap... Tap


" Hai.. " ucap Ina

__ADS_1


__ADS_2