
Sementara ditempat lain, tepatnya diruang perawatan Rena dan Ina, Sisil mendapat telepon dari Oma Leo, jika Natalia sang mertua keadaanya koma.
Kring... Kring... Kring...
" Halo Oma, apa kabar " ucap Sisil senang karena sang Oma menghubunginya setelah beberapa bulan ini tidak mengabarinya
" Halo Sisil sayang " jawabnya dengan nada sedih
" Oma ko suara Oma seperti orang yang sedih " ucap Sisil heran
" Oma mau mengabari Kamu, jika Natalia keadaanya semakin kritis " ucap Sang Oma
" Apa " ucap Sisil kaget
" Dari seminggu yang lalu iya selalu menanyakan keberadaan mu " ucap sang Oma
" Momi Natalia semoga tidak terjadi apa-apa " ucap Sisil dengan wajah sedihnya
" Kapan kamu akan kesini " tanya Oma
" Ketiga anakku baru melahirkan Oma, bahkan aku belum sempat melihat keadaan Mey-mey menantuku " ucap Sisil
" Astaga Oma akan menjadi buyut " ucap Oma sedikit senang
" Iya Oma, kebetulan cucuku kembar tiga dan dua " ucap Sisil
" Cicit Oma ada berapa " tanyanya
" Ada delapan oma " ucap Sisil
" Astaga banyak juga ya " ucap Oma sambil tersenyum
" Iya Oma " ucapnya Sisil
" Oma harap kamu cepat datang kesini, dokter sudah berbicara sama Oma keadaan Natalia 20 % , kemungkinan sembuhnya " ucapnya Sang Oma dengan nada sedih kembali
" Aku akan berbicara hal ini dengan mas Leo ya Oma " ucap Sisil
" Kamu nasehati Leo sekalian, agar iya tidak membenci Natalia, bagaimana pun iya ibu yang telah melahirkannya " ucap Sang oma
" Oma tenang saja, nanti Sisil akan bicarakan juga masalah itu dengan mas Leo " ucapnya
" Yasudah Oma tidak bisa lama-lama, Oma masih harus menunggu Natalia disini " ucap sang Oma
" Oma jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit " ucap Sisil
" Iya Nak, tenang saja Oma akan awet muda kalau berada disini terus " ucapnya senang
" Memangnya kenapa oma " tanya Sisil
" Disini dokternya muda-muda, dan lebih penting ganteng-ganteng, brondong " ucap sang oma
" Ya ampun oma " ucap Sisil tak habis pikir
" Kamu jaga kesehatan ya sil " ucap Sang oma
__ADS_1
" Iya oma " jawab Sisil sambil mematikan handphonenya dan segera menghampiri sang suami
.
...****************...
.
" Mas " ucap Sisil dengan wajah sedihnya
" Ada apa sayang " tanya Leo sambil memangku baby perempuan Ehan yang dari tadi menangis terus
" Momi Natalia " ucap Sisil
" Emang Momi kenapa " tanya Leo heran
" keadaannya kritis dan koma " ucap Sisil
" Apa " ucap Ina dan Ehan yang mendengar hal itu
" Iya, mas bagaimana ini " ucap Sisil meneteskan air matanya
" Ehan, tolong ini bayi mu, ayah mau menenangkan dulu bundamu " ucap Leo menyerahkan bayi perempuan tersebut
" Iya ayah " ucap Ehan menerima bayi nya
" Sayang kamu jangan menangis ya " ucap Leo menghapus air mata sang istri
" Mas, aku bingung aku harus bagaimana, disini lain aku ingin menjenguk Momi Natalia karena kata Oma keadaan nya semakin memburuk, sedangkan aku tidak tega jika meninggalkan anak dan menantuku, apalagi mereka baru melahirkan " ucap Sisil sambil menangis
" Bunda, lebih baik bunda pergi saja.. kami tidak apa-apa disini " ucap Farel
" Iya bunda, bunda tidak usah khawatir " ucap ina merasa sedih melihat sang bunda sedih
" Iya bunda, sebentar lagi umi dan Abi Rena akan segera kesini " ucap Rena
" Kalian yakin " ucap Sisil
" Iya bunda " ucap Mereka
" Mas bagaimana " Tanya Sisil
" Baiklah kita akan pergi ke Singapura kerumah sakit dimana Momi dirawat " ucap Leo
" Mas, aku juga mau bilang kalau hidup Momi di vonis oleh dokter hanya bisa bertahan 20 %, aku harap kamu memaafkan semua kesalahan Momi di masa lalu " ucap Sisil
" Aku sudah memaafkannya dari dulu juga, namun rasa kecewaku masih ada " ucap Leo
" Kamu harus bisa bersikap baik pada Momi disisa akhir hidupnya " ucap Sisil
" Akan ku usahakan sayang " ucap Leo memeluk sang istri
" Bahkan hati ini sudah mati rasa sama Momi dengan semua sikapnya dulu padaku yang tak pernah peduli padaku " batin Leo
" Semoga Mas Leo bisa memaafkan momi " batin Sisil
__ADS_1
" Aku mau menengok Oma Natalia namun Keadaanya tidak memungkinkan " ucap Ina dengan wajah sedihnya
" Sayang jangan sedih lihat bayi perempuan kita ikut menangis " ucap Satria menggendong bayinya dan menenangkannya
" Dasar bayi cengeng dan lebay " ucap Ehan
" Sayang kamu ga boleh begitu " ucap Rena
" Iya nih ka Ehan " ucap Ina kesal
" Bunda mau berangkat kapan " tanya Ehan
" Rena kapan umi dan abi mu kesini " tanya Sisil
" Kalau ga malam ini paling mereka sampai esok pagi " ucap Rena
" syukurlah, jadi bunda bisa lebih tenang " ucap Sisil
" Iya bunda " ucap Rena sambil tersenyum
" Bunda akan berangkat nanti sore " ucap Sisil
" Kamu yakin sayang " tanya Leo
" Iya Mas, biar kita cepat sampai aku ga mau kita terlambat dan kita kesana Momi kenapa-kenapa " ucap Sisil yang punya firasat yang tidak enak
" Baiklah jika itu mau mu " ucap Leo
" Iya mas " ucap Sisil senang dan segera mengatur jadwal agar bisa terbang ke Singapura nanti sore.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Masih ditunggu ya, komen kalian untuk menyumbangkan nama untuk anak-anak Ina, Rena dan Mey-mey
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1