
Farel sudah berada di Rumahnya, lalu iya segera membukakan pintu mobilnya dan menggendong salah satu putranya, lalu sang satpam membantu Mey-mey memapahnya sampai kedalam rumah.
" Tuan dan nona saya bantu " ucap sang satpam
" Terima kasih " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Sama-sama Nona " jawabnya
Mereka segera masuk kedalam rumahnya namun mereka dibuat bingung dengan kehadiran ketiga baby sister yang berseragam putih tersebut.
" Siang tuan dan Nona, saya Imel, Mela dan Tika, kami diutus Nyoya Sisil untuk menjaga dan melindungi Ketiga bayi kembar Tuan dan nona " Ucapnya
" Bunda " ucap Farel bingung
" Mas telepon Bunda, kita harus memastikannya " ucap Mey-mey sambil tersenyum takut melukai hati mereka
" Silahkan Nona " ucapnya Mereka Sambil Tersenyum
Farel segera mengambil handphonenya dan segera menghubungi sang bunda.
Tut... Tut... Tut..
" Halo bunda " ucap Farel
" Halo nak, ada apa " tanya Sisil
" Bunda, Abang mau tanya apakah Bunda mengutus tiga baby sister untuk ketiga bayiku " ucap Farel sambil bingung
" Benar nak, itu semua bunda sudah atur.. maf bunda belum bisa Kesana Oma Natalia keadaanya baru sadar dari koma " ucap Sisil
" Alhamdulillah, Oma sekarang akan sembuh " ucap Farel sambil tersenyum
" Kamu tidak perlu menggaji mereka, karena bunda yang akan membayar mereka " ucap Sang bunda
" Bunda, Farel cukup uang ko untuk menggaji mereka " jawabnya
" Bukan masalah uang sayang, bunda mau cucu-cucu bunda terurus semua apalagi Mey-mey baru melahirkan kasian tubuhnya masih lemah " ucap Sisil
" Dari mana bunda tau kalau Mey-mey keadaanya masih lemah " Batin Farel
" Kamu tenang saja kedua adikmu pun bunda sudah siapkan baby sister untuk mereka " ucap Sisil
" Baiklah bunda, terima kasih sudah sayang sama Abang dan Mey-mey " ucap Farel
" Jika Momi Natalia sudah sembuh, Ayah dan bunda akan segera menemuimu " ucap Sisil
" Iya bunda, Farel kangen bunda " ucapnya
" Bunda kangen banget sama cucu-cucu bunda " goda sisil
" Jadi bunda ga kangen aku " tanya Farel dengan kesal
" Bunda juga kangen sama Menantu bunda " Sisil masih menggoda sang putra sulungnya
__ADS_1
" Ish bunda, kenapa ga kangen Abang sih " ucapnya Farel
" Bunda sangat kangen kamu nak, masa begitu saja kamu kesal " ucap sang bunda tertawa senang
" Yasudah kalau begitu nanti farel telepon lagi bunda ya, Farel baru pulang dari rumah sakit " ucapnya
" Iya nak, banyak istirahat ya apalagi Mey-mey, semoga dengan kehadiran ketiga baby sister akan mengurangi kerepotan kalian dalam mengurus bayi kembar " ucap Sisil
" Iya bunda, terima kasih " ucap Farel senang
" Assalamualaikum " ucap Sisil pamit
" Waalaikum salam " ucap Farel segera mematikan teleponnya dan langsung melihat ketiga baby sister yang akan menjaga dan mengurus ketiga bayinya
" Apa kalian sudah profesional dalam mengurus bayi " tanya Farel pada ketiganya
" Sudah Tuan " ucap Mereka
" Kalau dipikir-pikir mereka memang cocok, memang umur mereka juga sudah lumayan tua, " batin Farel
" Bagaimana Mas " tanya Mey-mey
" Mereka memang bunda yang menyiapkannya semua ini " ucap Farel
" Tapi kenapa sayang " tanya Mey-mey
" Bunda tau kondisimu masih lemah, bunda mau kamu cepat pulih dan tiga terlalu kerepotan dengan mengurus tiga bayi kembar " ucap Farel sambil tersenyum
" Bunda baik sekali mas " Ucap Mey-mey
" Jadi bagaimana Tuan " tanya mereka pada sang majikan
" Kalian mulai sekarang bekerja disini, ayo ikut dengan kami supaya kalian tau kamar ketiga bayi kami " ucap Farel
" Baik Tuan " ucap Mereka mengikuti langkah Farel
Farel membawa mereka kedalam satu kamar yang ada disamping kamarnya, lalu iya segera mengajak mereka masuk kedalamnya
" Ini kamarnya " ucapnya Farel
" Mas kapan kau menyiapkan ini semua " tanya Mey-mey kagum dengan dekor dan semua ini ruangan tersebut
" Satu Minggu yang lalu sayang " jawabnya sambil tersenyum dan menidurkan bayinya kedalam box yang sudah disiapkan, Rena dan Bu Ida pun sama menidurkan bayi tersebut di masing-masing box yang sudah disediakan.
" Ini kamarnya bagus sekali " ucap Bu Ida sambil tersenyum
" Iya Sayang aku suka " ucap Mey-mey senang
" Syukurlah jika ibu dan Mey-mey suka " ucap Farel
" Dan untuk kalian, nanti bi Ningsih akan menunjukan kamar kalian bertiga " ucapnya Farel
" Terima kasih Tuan " ucap Mereka
__ADS_1
" Saya minta kalian bekerja dengan baik " ucap Farel
" Baik Tuan " ucap Mereka
" Apa kalian sudah berkeluarga " tanya Farel
" Bu Mela dan Bu Tika janda Tuan, sedangkan Imel sudah menikah " ucap Tika menjelaskan
" Dimana kalian tinggal " tanya Farel
" Kami tinggal dikampung Tuan " ucap Mereka
" Didaerah mana " Tanya Mey-mey sambil tersenyum
" Kebetulan kami satu kampung " ucap Mela mejelaskan
" Baiklah, kalau kalian mau pulang kamu satu Minggu sebelumnya ijin dulu ya.. jangan mendadak " ucap Mey-mey
" Baik Nona " ucap Mereka
" Bolehkah kami bertanya " ucap Imel
" Ada apa " tamya Farel pada mereka
" Nyoya nama ketiga bayi kembar ini siapa " ucapnya Imel
" Oh iya kami belum memberitahukan, yang ini putra sulung kami panggil dia Reza, yang ini bayi kedua kami namanya Nela dan ini putra ketiga kami namanya Rezi " ucap Mey-mey menjelaskan pada mereka
" Baik Nyonya kami mengerti " ucap Imel dan di ikuti anggukan oleh Tika dan Mela.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Selamat merayakan idul Adha... Bagi yang merayakan...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz