
H-1 Sebelum pernikahan Ketiga anak Leo
Semua keluarga sudah berkumpul, dan acarapun sudah Sisil siapkan dengan sempurna.
Acara akan dilakukan digedung hotel milik Leo, Keluarga Mey-mey, Keluarga Rena dan keluarga satria sudah berada di kamar hotel yang sengaja Leo pilihkan Agar mereka tidak cape.
Pernikahan dilakukan secara besar-besaran dan juga megah, dengan dihadiri orang-orang penting dan juga beberapa kalangan masyarakat.
Semua sudah diatur oleh Sisil sedemikian rupa agar tampak lancar dan tidak ada halangan.
Mey-mey dan sang ibu sudah berada dihotel, iya pun segera diantarkan Farel menuju kamar yang sudah disediakan khusus untuk keluarga Mey-mey.
" Sayang ini kamar kamu dan ibu " ucap Farel
" Makasih sayang " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Nak Farel apa ini tidak berlebihan " ucap Bu ida
" Tentunya tidak ... " ucap Farel sambil tersenyum
" Terima kasih ya untuk nak Farel sekeluarga yang sudah menyiapkan pesta yang mewah " ucap Bu ida
" Sama-sama Bu.. kalau begitu saya pamit.. untuk melihat persiapan besok " ucap Farel
" Aku ikut " ucap Mey-mey
" Jangan sebaiknya kamu istirahat lah.. biar besok terlihat segar " ucap Farel
" Tapi aku " ucap Mey-mey terpotong
" Mey-mey apa yang dikatakan Farel benar .. yu kita istirahat " ucapnya Sang ibu
" Baiklah Bu " ucap Mey-mey
Mey-mey dan sang ibu pun beristirahat dan membaringkan tubuhnya diranjang empuk hotel tersebut, dengan fasilitas VVIP sungguh membuat mereka sangat nyaman.
.
...****************...
.
Sedangkan Farel menuju kamar hotel dimana anggota keluarganya yang lain disana, iya juga tak lupa menanyakan keperluan untuk besok
" Siang semua " Sapa Farel
" Abang " ucap Ina memeluk sang kaka
" Ih peluk-peluk udah gede juga " ucap Farel
" Aku seneng tau kita akan menikah bersama-sama " ucap Ina sambil tersenyum dan melepaskan pelukannya
" Kamu harus hati-hati dengan Ehan.. dia pasti akan sering mengerjai satria " ucap Farel sambil tersenyum jahat
" Ih Abang.. malah bilang begitu " ucap Ina
" Apa semuanya sudah siap bunda " tanya Farel
" Kamu tidak perlu khawatir semua sudah beres tinggal kamu duduk yang manis dan hapalkan ijab Qabulny " ucap Sisil
" Kalau itu mah jangan ditanya Bun... aku tiap hari pasti hapalin itu " ucapnya Farel
" Aku jadi pengen cepet-cepet besok " ucap Ina
" Sama " ucap Farel
" Kalian ya... " goda Sisil
" Bunda dimana Ehan " tanya Farel
" Ehan lagi sama Rena " ucap Sisil
" licik sekali ka Ehan.. harunya dipingit Bun... " ucap Ina
" Dipingit itu kalau cewe " ucap Farel
__ADS_1
" Ini ga adil masa aku ga boleh ketemu sama satria selama seminggu sedangkan ka Ehan dan ka Farel bisa ketemu dengan calon pengantinnya " ucap Ina kesal
" Sayang jangan sirik begitu... lagian nanti satria akan tambah rindu dan sayang sama kamu " ucapnya Sisil
" Yang benar bunda " tanya ina
" Iya sayang percaya sama bunda " ucap Sisil
" Baiklah asal jangan dipingit satu bulan saja " ucap Ina
" Kenapa memangnya " tanya Farel
" Aku ga bisa Bang, aku ga sanggup rindu itu berat dan menyiksa " ucap Ina sambil tersenyum
" Dasar Bucin " ucap Farel
" Biarin aja " ucapnya ina
" Bunda, Farel ke kamar dulu ya mau istirahat dj " ucap Farel
" Iya Abang istirahatlah.. supaya besok besok badannya lebih Fress " ucapnya Sisil
" Iya Bunda " ucap Farel melangkah pergi kekamarnya yang kebetulan Kamar keluarga Leo, Keluarga Rena, keluarga Mey-mey, keluarga Satria dan keluarga Salsa adalah ruangan khusus yang Leo sediakan.
.
...****************...
.
Sementara Ehan sedang bersama dengan keluarga Rena didalam kamar hotel, mereka sedang berbincang-bincang tentang acara besok
" Nak Ehan " panggil Pa Ismail
" Iya Abi " jawab Ehan
" Apa acaranya besok terlalu mewah " ucap Pa Ismail
" Insyaallah tidak Abi Semua ya diatur ayah dan bunda.. " ucap Ehan
" Tidak Abi.. sudah ada Wo juga yang menanganinya " ucap Ehan sambil tersenyum
" Ehan mau minum apa " ucap Rena
" Kopi saja " ucap Ehan
" Kalau Abi dan Umi mau minum apa " tanya Rena
" Seperti biasa saja " ucap Pa Ismail
" Baiklah tunggu sebentar " ucap Rena melangkah menuju dapur sedangkan Ehan meminta ijin untuk pergi ketoilet
" Umi, Abi .. Ehan pamit ketoilet dulu boleh " ucap Ehan
" Silahkan nak " ucap Pa Ismail
Ehan segera menuju toilet yang kebetulan sebelahan dengan dapur, iya melihat sang kekasih hati sedang menyiapkan teh manis hangat dan kopi. iya segera menuju toilet karena iya kebelet.
Setelah selesai iya masih melihat Rena masih meyiapkan namun kopinya belum tersedia, iya segera menghampiri Rena
" Sayang " ucap Ehan mengangetkan Rena
" Astaga Ehan " ucap Rena kaget
" Jangan panggil Ehan dong.. besok kita akan resmi menjadi suami istri " ucap Ehan dengan wajah menggoda membuat Rena pipinya merah merona
" Aku harus panggil apa " tanya Rena
" Bilang saja suamiku tercinta " ucap Ehan sambil tersenyum
" Tapi kan kita belum menjadi suami istri " ucap Rena
" Kamu benar juga " ucapnya Ehan sambil tertawa
" Aku panggil Ehan saja " ucap Rena
__ADS_1
" Jangan " ucap Ehan
" Lalu apa " tanya Rena
" Apa ya.. panggil saja aku sayang " ucap Ehan
" Baiklah sayang " ucap Rena sambil tersipu malu
" Kamu kenapa belum bikin kopi " tanya Ehan
" Aku bingung bikin kopi dengan alat ini " ucap Rena polos
" Kirain kamu tau " cibir Ehan
" Aku kan orang kampung jadi ga tau " ucap Rena dengan wajah kesal
" Sini aku ajarkan " ucap Ehan
" Boleh " ucap Rena bersemangat
Ehan pun segera berdiri dibelakang Rena, seperti adegan sang bunda dan ayah Leo beberapa waktu lalu. Rena menjadi risih dibuatnya.
" Coba kamu ambil ini " ucap Ehan mengambil serbuk kopi
" Ko aku menjadi risih " batin Rena
" Tubuh Rena wangi sekali kalau dekat begini " ucap Ehan dalam hatinya
" Em maf Sayang aku risih " ucap Rena
" Nanti juga terbiasa " ucap Ehan
" Maksudnya " Tanya Rena
" Aku lupa kalau Rena polos mana mungkin dia tau adegan yang beginian " ucapnya Ehan masih dalam hatinya
" Tidka apa-apa.. ayo kamu berdirinya disamping aku saja... takut tidak bisa mengendalikan diri " ucap Ehan dengan senyum menggoda
" Astaghfirullah " Ucap Rena
" Masukan ini lalu simpan gelasnya disini " ucap Ehan mengajari Rena
" Kalau begitu mah aku bisa " ucap Rena senang
" Yasudah aku kedepan dulu ya " ucap Ehan takut iya tergoda oleh Rena
" Iya Sayang... " ucap Rena
Ehan pun kembali berbincang-bincang dengan calon mertuanya, ditemani kopi hangat buatan Rena yang baru saja disuguhkan.
.
.
.
.
Bersambung....
Untuk semua readers kalian akan diundang ke acara pernikahan Ketiga Anak Leo tapi dengan satu syarat..
amplopnya ganti sama tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan Lupa
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1