Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 6


__ADS_3

Lalu Riki dan Farel pun segera mengikutinya dari belakang menuju lantai atas. Lalu Mey-mey pun segera masuk kedalam bersama Dua lelaki itu. Dikamar itu terasa nyaman dan harusnya pun sangat menggoda.


Lalu Mey-mey pun segera membuka bajunya satu persatu. membuat kedua lelaki itu heran dengan tingkah Mey-mey


" Apa yang Kau lakukan " ucap Farel


" Bukankah tadi tuan membeli saya untuk ini " ucap dengan nada emosi


" Aku tak mengerti " ucap Farel


" Jangan sok Suci... semua lelaki semuanya sama saja... hidung belang... mereka selalu mempermainkan wanita " ucap Mey-mey


" Jaga ucapan anda Nona " ucap Riki dengan wajah marah


" Kenapa .. hah.. " ucapnya merasa Frustasi


" Cepat pakai kembali bajumu... aku risih melihatnya " ucap Farel


" Apa... jadi Kamu tidak menginginkan tubuhku... terus kenapa Kau membeliku.. apa Kau mau menjadikanku budakmu " ucapnya heran


" Tolong Nona jaga ucapan anda... Tuan Saya sudah menyelamatkanmu.. itu cara mu membalas Budi " cibir Riki


" Sudah Diam " ucap Farel pada Riki


Farel pun menghampiri Mey-mey, namun justru malah Mey-mey ketakutan ia pun mundur hingga tubuhnya menempel ditembok itu lalu Farel mengambil satu gelas air.


Blurrrr gelas berisi air itu ia tumpahkan pada wajah Mey-mey lalu iya segera mengusap wajah Mey-mey.


" Hey... apa yang Kau lakukan... keterlaluan " ucapnya marah


" Kenapa wajahmu babak belur " ucap Farel


" Em... itu... itu aku jatuh " ucap Bohongnya


" Siapa yang melakukannya " ucap Farel


" Apa pedulimu " ucap Mey-mey


" Aku bilang Siapa yang melakukannya " ucap Farel semakin mendekatkan wajahnya pada Mey-mey


" Ko aku jadi deg-degan gini " batin Mey-mey


" Ayahku... menyiksaku dan mengirimkan ku ke tempat kotor ini " ucapnya sambil meneteskan air matanya


" Lapor pada polisi " ucap Farel duduk kembali di sofa kamar tersebut


" Mana mungkin aku tega membuat ayahku dipenjara... nanti ibuku tambah sakit " ucap Mey-mey


" Aku yakin ibumu juga sering disiksa oleh ayahmu kan... " tanya Farel


" Em... dari mana Kau tau " ucapnya


" Kalau Kau terus-terusan membela Ayahmu maka ibumu yang akan meninggalkanmu selamanya " ucap Farel

__ADS_1


" Jangan ngomong sembarangan... meskipun ayahku sering menyiksa kami... tapi mana mungkin Dia tega membunuh ibuku " ucapnya kesal


" Tunggu dan lihatlah sendiri... ini Kartu namaku jika Kau butuh bantuan ku menjebloskan Ayahmu kepenjara... hubungi no telepon yang ada disana... ku pastikan dia mendekam seumur hidupnya.. " ucap Farel


" Aku pastikan itu Takan terjadi " ucapnya tambah kesal


Kini Farel dan Riki melangkah pergi dari kamar tersebut namun dicegah oleh Mey-mey


" Tunggu " ucapnya


" Apa lagi... " ucap Farel


" Kamu yakin mau membebaskan ku.... " tanyanya


" Aku tak tertarik padamu ... " cibir Farel


" Tapi... tapi... " ucapnya bingung


" Minggir .... " ucap Farel


" Apa yang harus ku lakukan agar bisa membayar semua uang yang tadi Kau keluarkan untuk menebus ku " ucapnya dengan raut wajah sedih


" Aku tak butuh uangmu... " ucap Farel


" Lalu apa yang Kau mau dariku " ucap Mey-mey


" Aku tak butuh apapun darimu " ucapnya melangkah pergi dari sana


Farel dan Riki pun segera meninggalkan gedung itu. Farel meminta Riki untuk pulang ke apartemen nya.


.


.


" Tuan " ucap Riki


" Em " ucapnya


" Tuan yakin tidak mau meminta imbalan padanya " tanya Riki


" Tidak " ucapnya singkat


" Tapi Tuan... Sepuluh ribu dolar anda hilang begitu saja " ucap Riki


" Anggap saja aku sedekah " ucapnya dingin


" Astaga... kalau Tuan besar nanya tentang pengeluaran uang Tuan Farel aku jawab apa " batin Riki


Merekapun sudah sampai, Farel segera menuju kamar apartemen nya lalu ia memandangi kaca Apartemennya yang menghadap pemandangan kota Surabaya dimalam hari itu.


Iya duduk memandangi pemandangan itu ditemani anggur merah sebagai pemenangnya dikala hatinya risau gelisah dan bahkan kecewa seperti sekarang ini


Farel meneguk pelan-pelan gelas berisi anggur merah tersebut. Rasanya sangat sakit mendengar dan melihat orang tersayangnya mengkhianatinya.

__ADS_1


Kring... Kring...


Farel pun melihat nama yang terlihat dari ponselnya tersebut.


" Untuk apa dia menghubungiku kembali... setelah apa yang sudah iya lakukan padaku.. " ucapnya dalam hati


Beribu-ribu pesan dari Dona tak pernah iya baca dan balas, entah mengapa kini perasaan untuk Dona hilang bersamaan hatinya yang hancur. meskipun dalam hatinya yang terdalam masih menyayangi Dona semua tak ada artinya dengan apa yang dilakukan Dona dibelakang nya.


Hancur karir Dona tak seberapa hancur dengan perasaan Farel. Dona tau jika Farel sangat mencintai Dona, makanya iya berusaha untuk menghubungi Farel dan merayunya agar iya mau memaafkan kesalahan Dona.


Setelah dirasa cukup malam, Farel memutuskan untuk tidur dan menenangkan pikirannya yang slalu dipenuhi dengan nama Dona.


Keesokan harinya,,


Ting.. Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Tunggu sebentar aku mandi dulu... aku bangun kesiangan " ucap Farel melangkah pergi ke kamarnya


" Tumben Tuan muda kesiangan,, lebih baik aku buatkan sarapan kesukaannya " ucap Riki


Riki meyiapkan Roti dengan selai coklat dan coklat panas yang sangat disukai Farel.


" Tuan... sarapan Anda sudah siap " ucap Riki


" Makasih... kita makan sama-sama " ucap Farel


" Tidak usah Tuan... Saya sudah makan " ucapnya


Akhirnya Farel makan sarapan sendiri, setelah selesai iya segera pergi menuju kantor cabang yang sedang mengalami masalah Disana.


Farel sudah sudah sampai di kantor cabang tersebut. Iya sisambut oleh para karyawan disana. namun iya menghiraukannya, Iya segera masuk kedalam kantor tersebut dan segera melakukan peyelidikan tentang masalah apa yang sedang dihadapinya.


" Tuan... ini ruangan anda selama anda disini.. kebetulan manager kami sedang ijin tidak masuk kerja " ucap wakil manager disana


" Ok... makasih " ucap Farel


" Kalau ada apa-apa anda bisa menghubungi saya.. " ucapnya


" Baik "


" Kalau begitu saya permisi " ucapnya sambil gugup


" Silahkan " ucap Farel masih dingin


Sang wakil manager itu pun keluar dari ruangan Farel dengan wajah yang pucat dan gugup mengingat betapa dinginnya sang majikan.


" Tuan... Apa yang akan anda lakukan disini... " ucap Riki


" Aku yakin Disini sudah terjadi korupsi besar-besaran.. sehingga membuat cabang ini tidak stabil... Kamu selidiki tentang semua karyawan disini... dan aku yakin orang yang terlibat pun banyak " ucapnya


" Baik Tuan... "

__ADS_1


Merekapun mengerjakan tugasnya masing-masing dari catatan keuangan, keluar masuk keuangan dan yang berhubungan dengan uang. namun hasilnya masih belum menemukannya kecurangannya masih rapi dan tak mencurigakan


__ADS_2