
Kini Bun Ida masih ditangani dokter meskipun iya sudah dioperasi namun keadaanya masih memburuk dan belum sadarkan diri.
Mey-mey dengan Farel setia menunggu Bu Ida di luar ruangan ICU itu, sementara Riki mengurus semua keperluan mereka, terutama makan, mereka sama-sama tidak berselera
Hari ini Farel memutuskan untuk tidak pergi kekantor ya karena iya mau menemani Mey-mey dirumah sakit.
Tepat jam delapan pagi Ehan sudah sampai dibandara, Riki menjemputnya dan membawa Ehan ke hadapan sang majikan.
Riki senang karena bisa bertemu dengan Ehan kembali, sahabatnya namun kebahagiaan nya kurang lengkap karena Niko tidak ikut.
Ehan segera masuk kedalam Mobil Riki dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Apa kabar kamu.. sudah lama tidak kumpul " ucap Riki
" Kabar ku baik, apalagi tuh sahabatmu si Niko, pipinya tambah tembem saja " ucapnya sambil tertawa
" Bagaimana kerjaan Kalian.. aman " ucap Riki
" Masih bertahap menemukan bukti-bukti " ucap Ehan
" Syukur " ucap Riki
" Bagaimana dengan abangku.. apa Kau betah kerja bersama di " ledek Ehan
" Sejujurnya aku pun sedikit Risih, kalian kembar tapi sifatnya sangat berbeda jauh, Tuan Farel itu orangnya misterius " ucap Riki
" Begitulah Abangku.. tapi hatinya baik " ucap Ehan
" Aku tahu " ucap Riki
" Apa Dona masih menghubungi abangku " tanya Ehan
" Ya begitulah " ucap Riki
" Kamu pantau terus si Dona, aku titip Abang sama kamu " ucap Ehan sambil tersenyum
" Siap kamu tenang aja " ucap Riki
" Oh iya ko jalanya kesink " tanya Ehan
" Bos lagi dirumah sakit " ucap Riki membuat Ehan kaget khawatir
" Dia sakit apa kenapa kamu ga bicara " ucap Ehan kesal
" Bukan Bos yang sakit ko, tapi ibu sekretaris nya " jawab Riki
" Abang Bisa dekat dengan seorang wanita selain Dona " ucap Ehan heran
" Iya, tapi kamu tenang saja, dia orangnya baik hanya saja nasibnya malang " ucapnya Niko
" Memangnya kenapa " tanya Ehan
" Ayahnya jahat sering suka menyiksa anak dan istrinya " ucap Riki
__ADS_1
" Orang kaya begitu harus dilaporkan polisi " ucap Ehan
" Tuan juga maunya begitu, tapi Tuan tidak mau karena perempuan itu yang tidak mau membuat ibunya sakit lagi " ucapnya Riki
" Kalau ketemu habis lah dia sama aku " ucap Ehan kesal
Merekapun sudah sampai dirumah sakit itu, Riki pun mengantar Ehan kepada sang majikan.
" Bang " ucap Ehan membuat Farel memandangnya
" Ehan " ucap Farel senang
" Loh ko, Tuan ada dua " tanya Mey-mey heran
" Kami kembar dan ini adik kembali namanya Farhan cuma panggil saja dia Ehan " ucap Farel
" Ehan " ucap Ehan mengulurkan tangannya lalu di balas oleh Mey-mey
" Namaku Melinda, tapi panggil saja Mey-mey " ucapnya
" Nama yang cantik seperti orangnya " goda Ehan
" Ehan " ucap Farel kesal
" Sabar Bang, aku hanya bercanda .. lagian aku sudah punya calon istri " ucapnya Ehan
" Siapa... Rena " cibir Farel
" Sudah jangan halu, lama-lama kamu gila " ucap Farel
" Aku ga halu, memang Rena sekarang tinggalnya dekat kontrakan aku disana, kalau jodoh memang ga kemana bang " ucap Ehan sambil tersenyum
" Em " jawab Farel
" Oh jadi ini Mey-mey orang yang kamu suka bang " goda Ehan membuat Mey-mey pipinya merona
" Ish apaan sih " tanya Farel kesal
" Dia memang begitu suka malu-malu gitu " ucap Ehan pada Mey-mey membuat Farel semakin salah tingkah
" Mereka memang kembar tapi sifat mereka berbeda, Ehan terlihat lebih berkarisma dari. Farel.. tapi aku lebih suka Farel " batin Mey-mey
" Kamu ikut aku " ucap Farel kesana
" Tunggu sebentar ya Mey " ucap Farel
" Silahkan " ucap Rena
Farel langsung menarik tangan Ehan ketempat sepi dengan wajah cemberut karena Ehan tadi menggoda Mey-mey
" Aku tidak suka kamu godain Mey-mey " ucap Farel sinis
" Cuma bercanda ko " ucapnya Ehan sambil tersenyum
__ADS_1
" ayo the points saja, Riki kamu dan Ehan pergi kekantor siapkan kebutuhan yang Ehan mau " ucap Farel
" Baik Tuan, " ucap Riki
" Ehan aku mohon bantuanmu untuk berpura-pura jadi aku sehari saja, biar semua orang tidak curiga sama aku " ucap Farel
" Ok siap, nanti aku pinjam bajumu biar tambah meyakinkan " ucap ehan
" Terserah yang penting aku mau rencana kita berhasil " ucapnya dengan penuh harap
" Tapi aku tak bisa lama-lama disini ... pekerja ku masih banyak.. " ucap Ehan
" Iya bawel dari kemarin bilang saja iti " ucap Farel
" Kalau begitu aku pamit ya bang, Yu Riki " ucapnya Ehan
" aita hati-hati dijalan " ucapnya
" Siap Bang, assalamualaikum " ucap Ehan
" Waalaikumsalam " jawab Farel
Ehan dan Riki pun segera menuju Apartemen Farel untuk berganti baju dan mengambil pakaian di lemari, setalah itu barulah Ehan dan Riki segera menuju kantornya.
.
,
.
.
.
Bersambung....
Mau tetap Farel sama Mey-mey dulu atau mau ke Ina satria hayo...
Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...
Jangan mau kalah sama tim Satria Sama dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1