
Hampir setiap hari Satria dan Ina berangkat dan pulang bekerja bersama-sama, sebenarnya Ina ingin menyembunyikan hubunganya dengan satria. namun karena satria yang terlalu cemburu dan tak suka jika Dokter Andi mendekati Ina jadi iya mengumumkannya kepada teman-teman termasuk Dokter Dinda
Hari ini mereka berencana pulang kerja untuk membeli beberapa makanan untuk berbuka, Mereka pun berjalan-jalan sekitar taman dekat dengan rumah Satria yang kebetulan banyak sekali tukang jajanan.
" Loh Ko, kita berhenti disini " tanya Ina heran
" Kita jajan dulu sayang, buat nanti buka puasa " ucap Satria
" Tapi harusnya kita pulang dulu terus jalan kaki kesini " Protes ina
" Aku ga mau kalau sayangku ini kecapeaan " ucap Satria sambil tersenyum
" Masa dari rumah kesini cape " ucap Ina
" Ayo kita keluar, kamu boleh pilih semua makanan yang kamu sukai " ucap Satria masih tersenyum
" Baiklah " ucap Ina sambil tersenyum senang
Merekapun keluar dari mobilnya dan bergandengan tangan melihat-lihat jajanan tersebut, Tiba-tiba ada tangis seseorang yang mereka kenal, mereka pun segera menghampirnya
" Dokter Dinda " ucap Ina
Sang dokter pun masih mengagis tersedu-sedu, tanpa memperdulikan ucapan Ina, Satria yang melihat hal itu malah kesal degan sikap dokter Dinda.
" Kamu kenapa " ucap Satria dengan wajah kesal
" Mobilku dibengkel, terus dompet ku dijambret " alasanya
" Kasian sekali dia.. " ucap Ina dalam hatinya
" Pasti dia cuma pura-pura " batin Satria
" Emang rumah dokter dimana " ucap Ina
" Aku harus baik-baikin Dokter Ina agar Satria juga sikapnya baik padaku " batin Dinda
" Dijalan suci no 59 " ucapnya
" Itu kan jauh sekali dari sini " ucapnya Ina
" Nanti aku akan pesan taksi untukmu " ucap Satria
" Satria Kenapa jadi dingin begini sih, padahal duku ga begini, pasti ini gara-gara dokter Ina " batin Dinda
" Aku tidak mau merepotkan " ucap Dinda
" Memangnya Dokter Dinda mau jalan kaki dari sini ke rumahnya " cibir Satria
" Bukan begitu dokter Satria " ucap Dokter Dinda jadi salah tingkah
" Sayang, lebih baik kita beli dulu makanan, waktu buka puasa sebentar lagi " ajak Satria
__ADS_1
" Tapi.. tapi bagaimana dengan Dokter Dinda .. " ucap Ina sambil ditarik tangannya oleh satria
Satria pun membawa Ina ke beberapa penjual makanan namun Ina malah cemberut, dan iya pun tau penyebabnya
" Kenapa sih pacar aku cemberut saja.. apa Mau aku cium " goda Satria
" Ish apaan, puasa tau " ucap Ina yang masih kesal
" Oh jadi kalau ga puasa boleh " ledeknya kembali
" Kita belum halal " ucapnya masih dengan wajah kesal
" Ya udah besok aku halalin kamu " ucap Satria menggodanya kembali
" Kamu ya, aku mau pulang " jawabnya Ina melangkah pergi namun tangannya di tarik Satria
" Aku minta maaf ya sayang jangan marah " ucap Satria sambil tersenyum
" Kamu kenapa sih dokter Dinda kasian " ucap Ina
" Kamu terlalu baik sayang, Kamu percaya sama ceritanya kalau aku sih tidak " ucap Satria
" Kalau memang iya kesusahan bagaimana " tanya Ina kembali
" Terus kamu maunya apa sayangku " ucap Satria
" Kita Antarkan dia pulang " ucapnya Ina
" Masa bisa begitu " ucap Ina, dengan terpaksa satria menuruti keinginan Ina dan menghampiri Dokter Dinda yang masih pura-pura menangis
" Dokter Dinda bagaimana kalau kami Antarkan dokter pulang " ucap Ina
" Boleh, tapi... " ucap Dinda dengan wajah sedihnya
" Ada apa lagi " ucap Satria
" bolehkan aku menumpang buka puasa dirumahmu " ucap Dokter Dinda
" Bahkan apa yang aku bilang " bisik satria
" Aku punya ide " ucap Ina berbisik pada sang kekasih
" Aoa " ucap Satria
" Ada aja " jawabnya sambil tersenyum
" Yaudah Dok yu kita buka bersama dengan dengan keluarga nya saria " ucap ina sambil tersenyum
" Yang benar Dokter ina " ucap Dinda senang
" Ayo " ajak Ina meskipun iya malah namun iya menuruti sang kekasih
__ADS_1
Kini mereka naik mobil bertiga dengan Ina dan Satria didepan sedangkan Dinda dibelakang, didalam mobil terlihat kemesraan mereka membuat Dona kesal dan cemburu
" Lihat saja Ina, Aku akan membuat keluarga Satria menyukaiku dari pada Kmau " batin Dinda
" Sebenarnya apa yang direncanakan Dinda, dan sekarang Ina pun merencanakan sesuatu " batin Satria heran
Mereka sudah sampai dirumah Satria, mereka pun segera masuk, Dinda pun tampak senang karena akan bertemu dengan calon mertuanya dan akan membuat calon mertuanya menyukainya dibanding ina
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Ina sedangkan Dinda mengikuti mereka dibelakang
" Waalaikumsalam " ucap Sang Mamah menghampiri mereka
" Ina cantik sudah pulang " ucap Yesi
" Seakrab itukah Ina dengan calon mertuanya, tapi aku jalan meyerah " batin Dinda
" Iya mah " ucap Ina sambil tersenyum
" Tunggu, ini siapa " tanya Yesi heran
" Dia inj .. " ucap Ina terpotong
" Saya Dokter Dinda Bu, sayang teman dekatnya satria " ucap Dinda pada Yesi membuat Yesi melotot
" Apa teman dekat " ucap Yesi memandang satria dengan tatapan tajam
.
.
.
.
Bersambung....
Apa yang akan dilakukan Yesi pada Satria ...
Maaf baru bisa up satria Ina ya sekarang..
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz