
Pagi ini Ehan sengaja bangun lebih pagi, selain untuk membeli serabi yang menjadi incaran ya, iya pun memang harus ke proyek pagi-pagi.
Tok... Tok... Tok...
" Siapa sih pagi-pagi ganggu saja " ucap Niko dengan kesal
Ceklek,,
" Bos ko sudah bangun baru juga jam lima Subuh " ucapnya heran
" Aku hari ini mau membeli serabi yang kemarin ngantrinya panjang itu loh " ucapnya
" Tapi bos saya belum siap, batu bangun juga " ucapnya
" Ga papah kamu mandi saja dulu, setelah itu susul saya di warung itu, saya akan pergi sekarang " ucapnya melangkah pergi
" Tapi Bos " ucapnya tak dihiraukan sang majikan
Niko pun langsung pergi kekamar mandinya dan bersiap-siap mandi dan berdandan yang rapi.
" Punya bos gitu amat " keluh kesahnya dalam hati
Setelah selesai dengan mandinya iya pun segera melangkah menuju warung tersebut. Sedangkan Ehan sedang menunggu antrian yang hanya dua orang saja karena masih subuh dan yang lainnya belum pada kewarung tersebut
Ehan pun melihat setiap proses memasak yang sang ibu pedagang itu lakukan. setelah selesai dengan dengan serabinya iya pun melangkah pergi ulang namun tiba-tiba dipinggir jalan iya melihat seorang wanita yang baru saja di tabrak oleh motor, dan sang penabrak pun kabur.
" Astaga " ucap Ehan segera menghampiri Perempuan tersebut
" AW " lirihnya
" Kamu tidak apa-apa " ucap Ehan segera mendekat tubuh seseorang itu
" Kamu " ucap Rena yang telah ditabrak itu
" Rena.. " ucapnya pula kaget
" Kaki kamu berdarah " ucap Ehan melihat kaki sebelah Rena
" Kakiku sakit " ucapnya
" Lukanya cukup dalam aku bawa kerumah sakit ya " ucap Ehan dengan panik
" Tidak usah... " tolaknya
" Kenapa, kalau dibiarkan akan infeksi " ucap Ehan
" Aku mau pulang saja ke pesantren " ucapnya
" Yaudah kalau begitu aku akan gendong kamu " ucapnya
" Jangan .. kita bukan muhrim dan ga baik jika dilihat orang "
" Ah aku ga peduli yang penting kamu tidak infeksi, pegang makananku " ucapnya langsung menggendong Rena
" Ehan turunkan aku, aku ga mau ada fitnah " ucapnya
" Kamu ga bisa jalan dengan luka begini " ucapnya
" Tapi... " ucapnya
" Sudah diam, tidak akan ada yang lihat juga orang ini masih pagi " ucapnya Ehan
" Aku senang berada di dekatmu lagi, tapi jika Kau tau aku adalah seorang gadis kecil dulu yang kamu benci, apakah kamu akan memperlakukan ku seperti ini " batin Rena
" Kenapa aku merasa bahagia begini, sepertinya aku dulu pernah dekat dengannya dan rasanya tidak canggung " batin Ehan
__ADS_1
" Apakah aku berat " tanya Rena
" Iya Kamu berat " jawabnya sambil terseyum
" Serius, aku berat.. kalau begitu maafkan aku " ucap Rena dengan wajah malunya
" Kamu berat dihati " ucap Ehan sambil tersenyum manis membuat Rena bahagia
" Senyuman itu.. Senyuman yang selalu aku nantikan dulu, dan perlakuanmu ini membuatku semakin tak mau mengatakan jika aku Rena yang dulu Rena yang Kau benci " batin Rena
" Sudah jangan dilihatin terus.. dosa loh " ucap Ehan melihat Rena memandanginya terus
" Astaghfirullah.. Aku ga liat kamu " ucapnya mengelak
" Sudah bilang saja kamu terpana padaku dengan wajah ganteng ku ini.. hayo ngaku " ucapnya dengan gaya pedenya
" Gak "
" Bohong dosa loh " Goda Ehan
" Em didepan belok kanan " ucapnya mengalihkan kan pertanyaan Ehan
" Kamu Cantik " ucap Ehan melihat wajah Rena
" Ehan " ucapnya dengan pipi merahnya
" Aku menyukai mu sejak pertama bertemu " ucapnya namun tak diberi jawaban oleh Rena
" Jawab dong " ucap Ehan
" Jawab apa " tanyanya
" Kamu suka aku ga " tanya Ehan kembali
" Aku... em.. aku... sudah disini turunkan aku.. sudah sampai " ucapnya gugup
" Tapi rumahku dipesantren "
" Ga papah " ucapnya melangkah menuju gerbang pesantren lalu sang satpam pun segera menghampiri mereka
" Abi akan marah ga ya, kalau aku bawa Ehan kemari " batin Rena
" Aduh Neng Rena kenapa " ucap sang satpam heran melihat anak pemilik pesantren malah digendong oleh seorang pria tampan
" Rena kecelakaan, dia ditambrak oleh motor namun penabrak malah kabur dan meninggalkannya sendirian dijalanan " ucap Ehan
" Ya ampun Neng Rena kasian, kalau begitu Bapak kasih tau Pa Kyai dulu " ucapnya melangkah pergi buru-buru menuju rumah sang Pa Kyai itu
" Astaga Rena Kamu tidak apa-apa " ucap Pa Kyai
" Sepertinya lukanya agak dalam pa, dan saya sarankan untuk dibawa kerumah sakit " ucapnya Ehan melangkah menuju ruang tamu rumah Rena dan mendudukannya
" Makasih " ucap Rena
" Sama-sama " ucap Ehan sambil tersenyum
" Maaf anda siapa " ucapnya sang Ayah Rena
" Saya Ehan, saya tidak sengaja menemukan Rena di jalanan dengan kondisi seperti ini, jadi saya gendong karena tidak memungkinkan jika Rena harus berjalan kaki dengan kondisinya seperti itu " ucap Ehan
" Justru saya sangat berterima kasih pada Nak Ehan, sudah repot-repot bawa Rena kemari " ucapnya sambil tersenyum ramah
" Gue kira calon mertua gue galak kaya pa Kyai dipesantren dulu " batin Ehan
" Sama-sama pa, kalau begitu saya permisi " ucap Ehan
__ADS_1
" Tunggu " ucap Sang ayah Rena
" Ada apa Pa " tanya Ehan
" Harus dengan apa Kami membalas kebaikan nak Ehan, pada keluarga kami terutama anak saya " ucap Pa Kyai itu
" Tidak usah pa.. Kita memang wajib tolong menolong apalagi dengan keadaan Rena seperti itu " jawabnya sambil tersenyum
" Sekali lagi makasih loh nak Ehan "
" Sama-sama.. saya pamit ya pa Assalamualaikum " ucap Ehan melangkah pergi
" Waalaikumsalam "
.
...****************...
.
Sementara Niko tampak mencari keberadaan sang Majikan namun tak ada, iya pun segera melangkah pergi menuju rumahnya kembali
Sedangkan Ehan sepanjang jalan iya tersenyum senang dengan perlakuan Rena padanya, apalagi dia hari ini bisa dekat dengan Rena. Iya pun bergegas menuju yang iya sewa.
Ceklek,,
" Bos dari mana saja, tadi saya warung itu namun tak melihat bos " tanya Niko
" Hari ini aku senang sekali, ini hari keberuntungan ku " jawabnya
" Maksud bos apa.. aku tidak mengerti " ucap Niko heran
" Hari ini itu aku nolongin Rena tadi iya ditabrak motor lalu si penabrak itu malah kabur " jelaskanya
" Wah tuh yang nabrak gila apa, kasian kan Rena " Ucap Niko
" Aku mah malah senang dan kalau ada tuh penabrak itu aku akan sangat berterima kasih padanya " ucap Ehan
" Loh ko Bos kaya begitu " ucap Niko
" Karena berkat Dia aku bisa lebih dekat dengan Rena bahkan aku gendong dia sampai pesantren " ucap Ehan
" Bos ketemu sama bapaknya Rena song yang Kyai itu.. " ucap Niko
" Yap.. benar banget tapi diluar pemikiran gue, gue kira dia akan maki-maki gue ternyata dia malah baik banget sama gue " ucapnya
" Wah Bos dapat lampu hijau dari camer " ucap niko
" Sekarang aku lapar kita makan dulu " ucap Ehan membuka serabinya itu
Akhirnya merekapun makan bersama dengan menu sarapan serabi meskipun sudah dingin namun masih enak, setelah selesai dengan makanya Ehan meyuruh Niko mengganti pakaiannya dengan pakaian lama dan memakai celana yang sudah lama juga
" Bos ko aku harus pakai pakaian yang begini " tanyanya
" Kamu sudah cocok soalnya " ucap Ehan
" Cocok apa memangnya " ucap Niko
" Coco untuk memata-matai mereka dengan pura-pura sebagai karyawan baru " ucap Ehan mampu membuat Niko kaget
" Tapi Bos masa saya harus jadi kuli juga " protes niko
" Sudah lakukan saja.. ga akan ketahuan juga " ucap Ehan
" Bukan begitu bos tapi " ucap Niko
__ADS_1
" Sudah diam tinggal jalankan peranmu " ucap Ehan tersenyum senang
Merekapun segera menuju Proyek tersebut dengan mengunakan ojek agar tidak ada yang tahu jika mereka menyamar