Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 103


__ADS_3

Hari ini Satria sudah pulang dan berada dirumahnya, membereskan semua barang-barang Ina, sesuai dengan permintaan sang kekasih. Semua barang Ina iya bereskan dan nanti waktu buka puasa Satria mau mengantarkan barang-barang tersebut keruang Ina sekalian iya mau buka bersama dengan calon mertuanya.


Meskipun sebenarnya Satria berat melepaskan Ina dari rumahnya namun apalah daya mereka belum Syah menjadi suami istri dan juga keluarga Ina sudah kembali.


Tok... Tok... Tok...


" Sayang " panggil Yesi


" Iya mah " ucap Satria


Ceklek,,


" Kamu lagi apa nak " ucapnya


" Membereskan barang-barang Ina mah " ucapnya dengan wajah sedih


" Mamah bantu ya " ucap Yesi


" Iya mah " ucap Satria


" Tadi kamu sudah ketemu sama Ayah Leo dan bunda sisil " Tanya Yesi


" Iya mah " ucapnya


" Apa mereka tau hubunganmu dengan ika " Tanyanya lagi


" Sepertinya tau mah "


" Bagus kalau begitu, sekarang kamu mau menemui mereka " tanya Yesi masih penasaran


" Aku rencana nya sama Ina mau buka bersama dengan ayah dan bunda juga " ucap Satria sambil tersenyum


" Kamu harus membawa makanan kesukaan Ayah Leo biar dia makin menyukai mu " ucap Yesi


" Tapi apa makanan kesukaan nya " ucap Satria bingung


" Kamu telepon saja ina " ucap Yesi


" Nanti ga kejutan lagi dong mah " ucap Satria


" Kamu telepon Ehan gimana " ucap Yesi sambil tersenyum


" Mamah benar.. aku telepon Ehan dulu " ucapnya


Iya segera mengambil handphonenya disaku celana dan segera menelepon Ehan


Kring... Kring... Kring...


" Halo orang ganteng disini, ada yang bisa dibantu " ucap Ehan sambil tertawa


" Ish.. gantengan aku kali " ucap Satria kesal


" Ya udah aku tutup kalau tidak mau mengakui aku ganteng " ancam Ehan


" Eh.. jangan dong, gitu aja ngambek nanti gantengnya hilang " ucap Satria


" Ish Jijik denger kamu bilang aku ganteng, kamu mau rayu-rayu aku " ucap Ehan merinding


" Tadi katanya suruh bilang kamu genteng giliran dibilang ganteng malah begitu " ucap Satria kesal


" Sori aku masih normal " ucap Ehan sambil tersenyum jahat


" Siapa juga yang mau sama kamu, aku dah punya Ina cantik indah cukup " ucap satria


" Lalu mau apa Kau menelepon ku, sepertinya ada bau-bau minta bantuan " cibir Ehan


" Kamu tau banget " ucap Satria cengengesan


" Sudah ku duga " ucap Ehan sinis


" Ayolah bantu sahabat sejatimu ini yang sebentar lagi akan menjadi adik iparmu " goda Satria


" Ish.. ga kebayang tiap hati ketemu ini anak " Cibir Ehan


" Ayolah Kaka ipar bantuin adik iparmu ini " ucap Satria

__ADS_1


" Jangan pangil aku kaya gitu lagi atau aku ga akan bantuin kamu " jawabnya sambil tersenyum jahat


" Baiklah " ucap Satria


" Mau minta bantuan apa kamu " ucap Ehan


" Aku mau tanya makanan kesukaan Ayah Leo sama bunda Sisil apa " tanya Satria


" Cuma itu " jawab Ehan


" Iya "


" Kenapa ga bilang dari tadi " ucap Ehan


" Yaudah sekarang kamu tinggal jawab " ucap Satria


" Bunda sukanya martabak telor, kalau ayah sukanya martabak manis " jawab Ehan


" Yaudah maksih ya " ucap Satria mematikan teleponnya


" Kamu sekarang siap-siap, Mamah bawakan Kopernya kedalam mobilmu, takut kamu telat " ucap Yesi


" Makasih ya mah " ucap Satria


" Sama-sama " ucap Yesi sambil membawa koper milik Ina kedalam mobilnya satria


Sementara satria sedang berdandan yang ganteng dan rapi agar sang calon mertua menyukainya. setelah selesai iya pun segera pamit dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


.


...****************...


.


Namun sebelum iya ke Mansion sang kekasih iya mampir dulu memberikan makanan kesukaan sang calon mertua. setelah menunggu tiga puluh menit iya pun melajukan mobilnya kembali menuju Mansion sang kekasih


Satria sudah sampai dimansionnya Leo, terlihat Sang pembantu menghampiri Satria


" Sen satria, mau ketemu Non Ina ya " tanyanya


" Iya Bik, Ina nya ada " tanya Satria


" Assalamualaikum " ucapnya Satria gugup


" Sayang... " ucap Ina menghampiri Satria


" Aku bawakan koper dan semua barang-barang kamu kumplit disini semua " ucap Satria


" Makasih ya " ucap Ina


" Sama-sama.. " ucap Satria sambil tersenyum


" Nak Satria sudah datang " ucap Sisil menghampirinya


" Kita bunda " ucap Satria mencium tangan Sisil


" Yuk masuk, Sebentar lagi buka puasa sebaiknya kita duduk dimeja makan " ucap Sisil ramah


Merekapun segera menuju Ruang makan, disana terlihat Leo sedang membaca Koran, merekapun duduk dikursi dan saling berhadap-hadapan


" Mau apa dia kesini " ucap Leo


" Mas jangan gitu dong " ucap Sisil heran dengan sang suami dari dulu ketus sama Satria


" Iya nih ayah " ucap Ina kesal


" Ayah, bunda,.. satria bawakan martabak buat bunda dan ayah " ucapnya


" Kamu mau nyogok saya agar merestui mu dengan ina " ucap Leo ketus


" Mas jangan begitu " ucap Sisil merasa tak enak dengan Satria


" Nak Satria maafkan ayah Leo ya " ucapnya sisil


" Ga papah ko bunda " ucap Satria menahan kegugupannya

__ADS_1


" Ayah, satria sengaja memberikan martabak kesukaan ayah bukan karena mau menyogok ayah dan bunda, tapi memang Satria tadi dijalan melihat martabak dan sepertinya enak jika nanti dimakan bersama " ucap Satria berbohong


" Tuh ayah jangan souzon " ucapnya Ina ikut kesal


" Oh " ucapnya Leo dengan cuek


Waktu adzan pun tiba, mereka segera membatalkan puasanya dengan makanan yang sudah disediakan diatas meja itu.


" Ina cantik Makan yang ini dulu, jangan makan yang pedes nanti kamu sakit " ucapnya Satria seperti biasa selalu mengambilkan makanan untuk ina


" Makasih sayang " ucap Ina sambil terseyum


" Mau coba yang ini, ini enak " ucap Satria menyodorkan makanannya kedepan mulut ina


" Iya " ucapnya memakan makanan itu seperti orang yang disuapi


Sisil dan Leo menjadi heran dengan tingkah putri kesayangannya itu, ada rasa senang saat anak yang mereka sayangi diperlakukan istimewa oleh orang lain meskipun mereka sepasang kekasih


" Ternyata mereka saling mencintai, aku senang melihatnya " batin Sisil


" Apa Satria hanya pura-pura bersikap manis pada Ina hanya karena didepan aku " batin Leo


" Ehem.. bisa ga makannya biasa aja jangan so mesra begitu " ucap Leo


" Ayah " ucap Sisil memanggil sang suami


" Ga sayang, cuma ngasih tau, aku ga marah ko " ucap Leo


" Sebaiknya kita solat dulu yu ayah " ajak Sisil


" Kamu benar sayang " ucap Leo dengan tersenyum jahat


" Satria, Ina, kita solat magrib berjamaah " ucap Leo


" Baik ayah " ucap Mereka


" Ayah tunggu dimushola rumah kita " ucap Leo


" Iya ayah " ucap Mereka langsung mengambil wudhu.


Semua pun sudah berada di mushola dan Leo pun dengan senyum jahatnya meyuruh satria untuk menjadi imamnya.


" Satria " panggil Leo


" Iya ayah "


" Kamu yang jadi imam " ucap Leo tersenyum jahat


" Apa " ucap Satria kaget


" Kenapa Kamu ga mau " ucap Leo


.


.


.


.


Bersambung....


Kira-kira satria akan tahan ga ya dengan semua ujian dari Leo untuk mendapatkan Ina


Tim Ina dan Satria mana suaranya....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2