
Dikamar Leo sedang duduk ditepi ranjang, Sisil pun langsung masuk kekamarnya, dan melihat keadaan sang suami
Ceklek,,
" Mas... " Ucap Sisil
" Sayang, kamu disitu " Ucap Leo dengan senyum dipaksakan
" Ada apa " tanya sisil
" Maksudnya " ucapnya Leo
" Mas kenapa... apa ada masalah " tanya Sisil
" Tidak.. " jawabnya
" Mas masih sedih " tanya Sisil
" Iya " jawab Leo yang tidak membohongi perasaannya kini, bahkan iya tadi hanya mengaduk-aduk makanannya dan memakannya sedikit
" Sudah lah Mas... jangan sedih terus " ucap Sisil langsung memeluk sang suami
" Aku bingung.. " ucap Leo
" Bingung kenapa Mas " Tanya Sisil
" Aku bingung... sangat bingung " ucap Leo meneteskan air matanya
" Katakan Mas.. " ucap Sisil
" Aku seperti tidak punya arah... sebagian hidupku tak tentu arah... ada perasaan menyakitkan disana " ucap Leo mengeluarkan isi hatinya
" Aku tau ini mungkin berat untukmu mas.. karena sebenarnya aku pun berat... namun hidup harus terus berjalan.. Mas boleh sedih tai mas juga harus tau masih ada orang yang harus Mas jaga, lindungi dan sayangi.. " ucap Sisil
" Aku tidak mau melihat keadaan mu seperti ini Mas, hatiku sakit " batin Sisil
" Yang dikatakan Sisil benar tapi aku belum bisa memaafkan diriku sendiri, untuk saat ini aku hanya ingin memeluk Momi.. aku ingin berkata jika aku menyayangimu.. dan sudah memaafkan nya.. " batin Leo
" Kita baru punya cucu-cucu yang banyak, lucu, cantik dan tampan.. mereka juga perhatian dan kasih sayang kita.. kita tidak boleh larut dalam kesedihan " ucap Sisil
" Aku sampai Lupa jika aku sekarang sudah menjadi menjadi Opa .. " batin Leo
__ADS_1
" Mas.. apa kamu marah... " ucap Sisil melihat sang suami sedang melamun
" Mas.. " panggil Sisil kembali hingga mengagetkan sang Suami
" Astaga " ucapnya Leo kaget
" Mas Melamun ..." tanya sisil
" Belum pernah aku melihat Mas Leo melamun seperti ini " batin Sisil
" Aku mendengar semua yang kamu katakan sayang " ucap Leo sambil tersenyum sedikit
" Mas Leo senyum.. walaupun hanya sedikit " batin Sisil
" Syukurlah jika Mas tidak marah dan mendengarkan ku " ucap Sisil
" Kamu benar.. aku harus bangkit.. dan mengikhlaskan Momi " ucapnya Leo melihat wajah sang istri
" Itu baru Mas Leo yang aku kenal " ucap Sisil sambil tersenyum
" Terimakasih ya sayang " ucap Leo
" Karena kamu selalu ada disaat suka dan duka, selalu mengerti keadaanku.. dan selalu mencintai ku " ucap Leo melepaskan pelukannya dan mencium kening sang istri
" Sama-sama Mas.. itu kan janji aku padamu ketika aku resmi jadi istrimu " ucap Sisil
" Bahkan aku berjanji pada Momi ... sebelum beliau meninggal " Batin Sisil
" Aku tidak tau jadinya jika bukan kamu yang mendampingi hidupku.. terima kasih " ucap Leo masih memeluk sang suami
" Iya mas... aku juga merasakan kita saling melengkapi " ucap Sisil
" Jangan pernah tinggalkan aku... " lirih Leo
" Aku akan meninggalkan mu jika maut yang memisahkan kita " ucap Sisil
" Aku sangat mencintaimu sayang " ucap Leo
" Aku juga Mas.. mencintai mu adalah yang menyenangkan " goda Sisil
Kini perasaan Leo sedikit lega, meskipun kesedihan untuk beberapa waktu masih bersamanya namun dengan seiringnya waktu pasti iya bisa melewati Semuanya.
__ADS_1
" Aku Sedikit lega.. Mas Leo sudah tidak merasakan kesedihan yang mendalam lagi dan sudah mau mengikhlaskan kepergian Momi " batin Sisil
" Hatiku benar-benar Lega " Batin Sisil
" Mas sebaiknya kita tidur ini sudah malam " ucap Sisil
" Kamu benar, kita harus tidur " ucap Leo kini membaringkan tubuhnya di kasur empuknya, dan sang istri pun sedang membaringkan tubuhnya disamping sang suami.
Leo memiringkan tubuhnya menghadap sang istri, Leo langsung memeluknya dan membelai rambutnya, kini Sisil bersandar dalam dada Leo yang hangat dan kuat. ada perasaan damai ketika sang suami memeluknya.
" Ini rasanya sangat sama.. membuatku benar-benar nyaman dari dulu sampai sekarang " batin sisil
" Entah mengapa memelukmu seperti itu, hatiku benar-benar damai.. seperti tanpa beban di pundakku " batin Leo
Merekapun mencoba memejamkan mata mereka masing-masing, masih dengan posisi itu aroma tubuh mereka menjadi satu. Mereka merasakan aroma tubuh yang bertukar membuat mereka semakin tenang.
Dengan sendirinya mereka terpejam dan benar-benar terlelap. Hari ini Leo benar-benar merasakan kesedihan karena rasa bersalah yang besar pada sang ibu kandungnya ketika dia mendengar kenyataannya. Namun hidup terus berjalan itu yang dikatakan Sisil.
Sulit memang melupakan kesedihannya namun iya mencoba untuk mengikhlaskan semuanya. Dan alasan mengapa iya ingin Mansion yang iya miliki menjadi milik sang putri satu-satunya adalah agar iya bisa merasa jika di Mansionnya tidak sepi lagi.
Ada ketiga cucu yang akan memberikan hari-hari Leo dan Sisil lebih berwarna, meskipun Leo juga tidak melupakan Cucu-cucunya yang lain.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1