
Farel dan Riki sekarang sudah berada diruangannya Farel, iya masih mencocokan data semua keuangan tersebut
" Riki " panggilnya
" Iya Tuan " ucapnya
" Apa Mey-mey sudah datang " tanya Farel
" Sepertinya sudah tuan " ucapnya
" Panggilkan dia sekarang kesini " titah Farel
" Baik Tuan "
Riki pun segera melangkah menuju meja Mey-mey, Disana terlihat Mey-mey seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Kalau kerja jangan melamun, Kita dibayar bukan untuk melamun " tegur Riki
" Maafkan Saya pa " ucap Mey-mey menundukkan kepala
" Kamu ikut saya " ucapnya
" Kemana pa " tanya Mey-mey
" Keruangan bos " ucapnya singkat
" Mau ngapain Pa, tolong jangan adukan saya tentang perbuatan saya yang barusan " ucap Mey-mey
" Ayo cepat ikut dengan saya " bentaknya
" Baik pa " akhirnya Mey-mey ikut dengan Riki keruangan Farel
Ting.. Tong... Ting... Tong...
" Masuk "
Ceklek,,
" Tuan Saya.. " ucapnya terpotong dengan tingkah laku Mey-mey yang membuat heran keduanya
" Maafkan saya Tuan, saya janji ga akan bengong lagi.. tolong jangan pecat saya " ucapnya sambil memegang kaki Farel
Seketika Farel pun heran dengan tingkah laku Mey-mey iya pun melihat ke wajah Riki seperti berkata " Dia kenapa " namun Riki hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda iya tidak tahu.
" Bangun " ucap Farel
" Ga mau Tuan kasihanilah saya " ucap sambil menangis
" Berdiri " bentak Farel
" Iya Tuan " ucap dengan terpaksa mengikuti kemauan sang majikan, dan iya pun berdiri menghadap sang majikan
" Ada apa dengannya tidak seperti biasanya " batin Farel
" Tatap wajah saya " ucap Farel
Mey-Mey melihat wajah Farel yang tampan, namun bukan itu yang dimaksud Farel
Byur...
" Tuan, apa yang Kau lakukan. Hobi sekali anda menyiram wajah saya " ucapnya kesal
Farel pun segera membawa tisu mengelap wajah Mey-mey, betapa terkejutnya iya melihat sudut bibir Mey-mey membiru.
" Siapa yang melakukan ini padamu " ucapnya memegang wajah Mey-mey
" Ko aku degdegan ya, perasaan apa ini, takut atau apa " batin Mey-mey
" Jawab... " bentaknya
" Maksud Tuan apa, Saya kurang mengerti " ucapnya
" Bibir kamu bengkak kenapa... " tanya Farel
__ADS_1
" Em, itu karena saya terjatuh tuan " ucapnya
" Saya tidak suka orang yang berbohong apalagi ini sekretaris saya "ucapnya
" Saya tidak bohong tuan " ucap dengan gugup
" Riki " panggil Farel
" Iya tuan " ucapnya
" Mulai besok Mey-mey tidak boleh masuk kerja lagi, saya tidak suka orang pembohong macam dia" ucap Farel dengan senyum jahatnya
" Baik Tuan " ucapnya
" Tuan maafkan aku, jangan pecat saya, kasihanilah saya " ucapnya sambil menangis namun tak di gubris oleh Farel
" Baik saya akan berkata Jujur " ucapnya
" Ini ulah Ayah saya, Dia menamparku kemarin, karena iya meminta uang padaku dan aku tak memberinya uang " ucapnya
" Terus " ucap Farel
" Iya juga mencambuk ku hingga kakiku terasa linu ketika berjalan " ucapnya sambil menangis
" Jangan pecat saya Tuan, kalau saya tidak punya kerjaan ayah saya akan kembali menjual saya " ucap Mey-mey dengan sedih
" Laporkan ayahmu kepada polisi " ucap Farel
" Saya tidak bisa Tuan, kasihan pada ibuku, iya pasti akan. jatuh sakit jika melihat ayahku masuk penjara " ucapnya dengan. menangis
" Berikan ini untuk ayahmu, dan segera pindahkan dari sana " ucap Farel
" Tapi Tuan ini kebanyakan saya tidak bisa menerima ini, lalu bagaimana aku harus menggantinya " ucap Mey-mey
" Nanti gaji mu akan dipotong setiap bulan " ucap Riki
" Kalau begitu saya ambil ya tuan " Ucapnya
" Maksud Tuan " ucapnya kaget
" Maksudnya Tuan Farel kamu dan ibumu tinggal di sebelah Apartemennya, jadi ayahmu tidak bisa melacak keberadaan mu, nanti baik kamu atau ibumu akan hidup damai " ucap Riki
" Tapi Tuan apa ini tidak berlebihan " ucapnya
" Tidak "
" Baiklah Tuan jika Tuan mengijinkan saya akan membawa ibu saya tinggal disana " ucapnya
" Ok, nanti Riki akan membantumu " ucap Farel dingin
" Baik Tuan, sebelumnya ucapkan maaf dan terima kasih " ucap Mey-mey dengan wajah senangnya
" Senyumnya manis... tapi tidak.. tidak.. semua perempuan sama saja, nanti aku dikhianati lagi " batin Farel
" Sekarang kamu kerjakan laporan keuangan ini, dan cocokan " ucap Farel duduk dikursi kesayangannya
Mey-Mey pun membawa kardus berisi laporan itu dan hendak membawanya.
" Tunggu.. kamu mau kemana " tanya Farel
" Saya mau mengerjakan ini " jawabnya
" Kerjakan disini, sekarang juga " bentaknya
" Baik Tuan " akhirnya Mey-mey kembali duduk dan mengerjakan semua laporannya dengan teliti
" Ini cowo ganteng sih tapi doyannya marah-marah, tapi meskipun begitu sisi baiknya juga banyak " batin Mey-mey
Merekapun bekerja masing-masing meskipun disatu ruangan tapi mereka tak saling mengobrol, bahkan terasa lebih sepi seperti biasanya.
Waktu makan siang pun tiba, Farel dan Riki seperti biasanya mereka makan siang bersama, Lalu Farel pun mengajak Mey-mey juga.
" Mey, ikut saya " ucapnya
__ADS_1
" Kemana ya Tuan " ucapnya
" Ikut saja " ucap Riki
" Tapi Tuan " ucapnya gugup
" Saya tidak suka penolakan, jadi ikut dengan saya " ucapnya
Merekapun segera pergi dari ruangan itu menuju mobil yang dikendarai Riki, sementara langkah mereka terhenti ketika ada Yayu yang menyapa Farel
" Hai Tuan Farel " Sapa Yayu
" Hai " ucapnya dingin
" Tuan mau kemana " tanyanya sambil melihat Melinda dengan tatapan penuh tanda tanya
" Bukan urusanmu " ucap Farel
" Tuan Tunggu " ucapnya mencoba menghadang sang majikan
" Apa " ucapnya
" Tuan, kita makan siang bareng " ajaknya
" Tidak, terima kasih " jawabnya sambil meninggalkan Yayu
" Ternyata memang Dia benar-benar dingin dan cuek " batin Melinda
" Siapa Perempuan yang dekat dengan Farel " batin Yayu
Kini Mereka naik kedalam mobil dan segera menuju Restoran terdekat disana. sesampainya disana Mereka duduk dalam satu meja, meski tampak canggung namun Melinda bisa mengatasinya.
" Kamu mau pesan apa " tanya Farel
" Em.. gimana Tuan aja " ucap Mey-mey
Kini Riki pun memesankan makanan untuk mereka, terlihat Melinda sangat lahap memakan makananya.
" Pelan kan makan mu, seperti belum pernah memakannya " Cibir Farel
" Maaf Tuan, ini sangat enak " ucapnya
" Jika Kau mau Kau boleh memesan lagi " ucap Farel
" Boleh deh Tuan, kebetulan saya lagi lapar sekali " ucapnya
" Kau kurus tapi rakus " ucap sinisnya
" Maaf kan saya Tuan "
" Riki, pesankan dia tiga piring lagi untuknya " bisik Farel
" Baik Tuan "
sepuluh menit kemudian makanan pun datang, dan membawakan tiga piring.
" Makan lah " ucapnya
" Ini semua untukku " ucap Mey-mey
" Iya "
" Tapi Tuan Ini... kebanyakan " ucapnya
" Apa kurang " godanya
" Em.. tidak tuan, lebih dari cukup " ucap Mey-mey jadi takut
" Mau ku pesankan lagi " godanya kembali
" Tidak usah Tuan, terima kasih " ucapnya langsung memakan makananya kembali
Setelah selesai merekapun segera pergi menuju kantor kembali dan membereskan pekerjaannya
__ADS_1