
Waktu menunjukan tepat pukul sembilan malam, Satria dan Ina sudah selesai dengan tugas mereka mengoperasi kandungan pasien.
Kini Satria tengah menunggu Ina di lobi, untuk pulang bareng bersamanya. Sementara Dokter Andi pun tengah menunggu dokter Ina di lobi namun berbeda tempat dengan Satria.
" Dokter Ina " ucap Keduanya menghampiri Ina
" Ada yang bisa saya bantu " ucap Ina
" Dokter Ina sudah selesai pekerjaan nya " Tanya Dokter Andi
" Sudah dok.. menangnya ada apa " ucap Ina heran
" Aku mau mengajak kamu untuk pulang bareng aku " ucapnya
" Oh begitu ya " ucap Ina sambil tersenyum
" Dokter Ina pulang sama saya " ucap Satria
" Loh kenapa " tanya Dokter Andi heran
" Kalau kau tidak menolak ajakan dokter Andi.. akan ku katakan jika kita tinggal bersama namun tidak menikah, bahkan semua orangpun akan tahu rahasia ini " bisik satria
" Karena rumah kita satu arah bahkan Rumah kita.. " ucapnya langsung terhenti saat tangan Ina membungkam mulut satria
" Maaf ya dokter Andi.. seperti nya saya harus pulang bersama Dokter satria.. kalau begitu saya pamit " ucap Ina membawa Satria pergi dari sana dan masih memegang mulut satria
" Ada apa dengan mereka.. apa mereka mempunyai hubungan, aku harus selidiki " ucap dokter Andi
" Jangan bilang-bilang orang lain kalau kita serumah " ucapnya dengan nada pelan-pelan
" Aku sih ga akan bilang.. asal Kamu ga deket-deket sama cowo lain " ucap Satria
" Suka-suka aku dong, kita kan bukan siapa-siapa " ucap Ina kesal dan seger masuk kedalam mobil Satria
" Aku calon suamimu " ucap Satria lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Tapi aku tidak mencintaimu " ucap Ina kesal
" Bukan tidak mencintaiku tapi belum mencintaiku, Aku yakin suatu saat Kau akan mencintaiku " ucapnya sambil terseyum
" Jangan kepedean ya " ucap Ina
" Aku akan selalu menunggu hari itu " ucap Satria membuat Ina semakin cemberut
" Ada tukang martabak manis kamu mau " Tawarkannya
__ADS_1
" Mana "
" Tuh liat, pasti enak tuh ada rasa kejunya juga loh " ucap Satria mencoba membujuk Ina agar tak marah lagi padanya
" Kalau mau aku akan turun dan membelikannya untuk mu " ucap Satria
" Boleh deh " ucapnya tak bisa menolak dengan makanan kesukaan nya
" Kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana, aku akan segera membawakan martabak untukmu "
" Iya bawel " ucap Ina lalu terseyum
" Giliran dibeliin kesukaan nya dia malah senyum-senyum dasar cewe " ucapnya melangkah pergi menuju sang pedagang martabak itu
Setelah menunggu lima belas menit, martabak pun sudah selesai dibuat, lalu Satria segera membayar nya dan pergi menuju mobilnya.
" Ye dia nya malah tidur,, tapi ga papah deh kasian juga kalau harus dibangunkan " ucap Satria
Satria pun segera melajukan mobilnya kembali, sepanjang perjalanan iya tak henti-hentinya mencuri pandang terhadap ini
" Dari dulu sampai sekarang kamu memang tidak pernah berubah.. selalu cantik " batin Satria
Kini Satria membukakan pintu mobilnya dan segera menggendong Ina yang sedang tertidur pulas, iya pun meyuruh Satpam untuk membawakan barang-barangnya dan Sisil tak lupa iya pun meminta bantuan untuk dibukakan pintu
Ceklek,,
" Stttt Ina ga papah ko mah, dia hanya lagi tidur.. satria ga tega jika harus membangunkan nya " ucapnya Sambil terseyum
" Yaudah yu mamah bantu kekamar ina " ucap Yesi
Satria segera membawa Ina kekamarnya bersama sang mamah, disana terlihat Satria menurunkan tubuh Ina dengan hati-hati takut membangun kan nya
" Sekarang kita keluar dari kamar ini, kasian Ina pasti dia kecapean sampai pukas begitu tidurnya " ucap Yesi
" Baik Mamah... aku juga mau mandi dulu badanku udah gera " ucapnya Langsung pergi menuju kamarnya lebih tepatnya menuju kamar mandinya
Yesipun segera meyiapkan makan malam untuk Sang anak kesayangannya itu, lalu mengantarkan makananya ke kamarnya.
Tok.... Tok... Tok... Tok...
" Masuk mah tidak dikunci " ucapnya Satria sedang mengeringkan rambutnya
" Mamah bawakan makanan untukmu " ucap Sang mamah sambil tersenyum
" Mamah jangan repot-repot,, sebaiknya mamah istirahat " ucap Satria
__ADS_1
" Mamah ga repot ko demi anak kesayangan mamah ini " ucapnya sambil mencium pipi sang anak
" Mamah jangan kaya begitu malu.. kalau Ina lihat nanti dia tak suka padaku " ucapnya
" Ina Pasti menyukai mu mamah yakin, karena anak mamah ini paling ganteng sedunia " pujinya
" Mamah bisa aja " ucapnya Sambil terseyum
" Sekarang kamu makan ya, mau mamah yang suapin " ucap sang mamah
" Ga mau mah, satria bisa sendiri " jawabnya malu
" Kenapa harus mau, sini cepat buka mulutmu " ucap Yesi
" Mamah biar aku sendiri aja " ucap Satria merasa cangung
" Yasudah kalau tidak mau, sekarang kamu makan , sudah itu istirahat yang cukup " ucapnya
" Siap mah, makasih ya mah " ucapnya
" Sama-sama sayang " ucap Yesi melangkah pergi dari kamar tersebut
Kini semuanya pun sedang beristirahat dengan terlelap
.
.
.
.
Bersambung....
Halo Semua,.
Apa yang akan terjadi pada mereka...
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁