
Kring ... Kring... Kring....
" Halo " ucap Sisil
" Apa benar ini dengan keluarganya dokter Ina " ucap Seseorang ditelepon
" Benar, maaf anda siapa " ucap Sisil heran
" Saya suster Mela, saya dari rumah sakit B mau mengabarkan jika Dokter Ina tadi pingsan, namun keadaanya sekarang sudah membaik dan sudah dipindahkan ke ruangan " ucap Sang Suster petugas disana
" Apa.. Ina pingsan.. " ucapnya kaget
" Mohon ibu segera datang ke rumah sakit " ucapnya
" Baik saya akan datang Kesana sekarang " ucap Sisil menutup teleponnya
Sisil segera menuju ruang kerja sang suami untuk memberitahukan keadaan Ina sekarang.
Ceklek,,
" Mas... mas... " ucapnya dengan buru-buru menghampiri sang suami
" Sayang, pelan-pelan jalannya, nanti kamu jatuh " ucap Leo
" Mas.. Ina mas... " ucapnya dengan berbicara terburu-buru
" Tarik nafas... keluarkan... tarik nafas lagi lalu keluarkan, sekarang kamu bilang dengan pelan-pelan ada apa " ucap Leo mencoba menenangkan sang istri
" Mas.. Ina pingsan sekarang dia sedang dirawat dirumah sakit tempat iya bekerja " ucap Sisil
" Apa Ina.. kenapa bisa pingsan " kini giliran Leo yang kaget
" Ga tau, sebaiknya kita kerumah sakit sekarang " ucap Sisil dengan wajah paniknya
" Yuk, kita sekarang Kesana " ajak Leo
Merekapun segera naik mobil dan Leo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai kerumah sakit dimana Ina dirawat
.
...****************...
.
Tak lama kemudian Leo dan Sisil sudah berada dirumah sakit, dan segera menuju Ruangan Ina, karena Ina sudah dipindahkan keruangan VVIP yang ada disana
Ceklek,,
" Ina sayang " ucap sang Bunda
" Bunda " ucapnya kaget
" Kamu kenapa bisa kaya begini " ucap Sang bunda dengan wajah paniknya
" Iya kenapa kamu bisa seperti ini " ucap Sang Ayah
" Bunda dan Ayah tenang saja, aku tidak apa-apa hanya saja kecapean " ucap Ina sambil tersenyum
" Astaga.. kasian kamu nak " ucap Sisil merasa sedih
" Mamah tenang aja aku sudah diberikan vitamin, sebentar lagi sembuh ko " ucap Ina meyakinkan sang Bunda
" Kamu harus jaga kesehatan nak, jangan sakit seperti ini " ucap Leo pun merasa sedih melihat Putri satu-satunya terbaring lemah
" Iya ayah ga papah ko " ucap Ina
" Kamu sudah berhenti saja jadi dokter nanti ayah akan bikinkan rumah sakit untukmu " ucap Leo
__ADS_1
" Ayah cita-cita Ina jadi dokter mengobati orang yang sakit " tolak Ina secara halus
" Dari pada kamu kaya begini " ucap Leo kekeh
" Mas sudah, putrimu sedang sakit jangan berdebat " ucap Sisil menenangkan sang suami
" Iya sayang.. " ucap Leo
" Sekarang bagaimana keadaan mu, apa yang sakit nak " ucap Sisil masih khawatir
" Sedikit pusing saja nak " ucapnya
" Kamu sudah makan " tanya Leo
" Belum ayah, Ina ga laper " ucapnya
" Kamu tidak begitu nak, kamu harus makan " ucap Sang bunda mau menyuapi sang putri kesayangannya namun Leo merebutnya
" Biar Aku yang suapi " ucap Leo
" Tapi ayah " ucap Ina mau menolak namun sang ayah kekeh menyuapinya
" Buka mulutnya sayang " ucap Leo
Dengan Terpaksa Ina pun makan disuapin sang ayah, sedangkan Satria melihat kebahagiaan mereka disebuah kaca dari luar.
" Akhirnya kamu tersenyum juga sayang, maaf aku belum bisa menemuiku sekarang, pekerjaan ku masih banyak dan ini semua aku lakukan untuk kita nanti " ucap Satria sendiri
Lalu satria kembali ke ruang operasi dengan perasaan lega, karena Sang kekasih ada yang menjaganya, meskipun bukan dia.
Ina sekarang sudah selesai makan meskipun hanya sedikit, Leo dan Sisil pun duduk disampingnya
" Satria mana nak " tanya sisil
" Ga tau mungkin dia sibuk " ucap Ina dengan wajah kesal
" Sebenarnya Ina dan Satria kenapa, aku rasa hubungan mereka sekarang sedang kurang baik " batin Sisil
" Kenapa bunda tanyain satria sih kan aku lagi kesal sama dia " batin Ina
" Yasudah kamu sekarang tidur dan istirahat, bunda dan ayah akan berada disini menjagamu " ucap sang bunda
" Ayah bunda, aku mau pulang " lirih Ina
" Tapi sayang keadaan mu masih lemah " ucap Sisil
" Bunda aku mau pulang " ucapnya dengan wajah sedih
" Mas bagaimana ini " ucap Sisil melihat wajah sang suami
" Biar kita rawat ina dirumah saja " ucap Leo
" Tapi Mas "
" Di rumah lebih leluasa, lagian aku juga ga mau kamu cape-cepe harus bulak balik ke Mansion dan ke rumah sakit " jawab Leo
" Benar kata ayah.. bunda " ucap Ina
" Terus nanti gimana kalau tidak diijinkan " ucap Sisil
" Biar saya yang bilang kedokter nya langsung " ucap Leo
" Baik mas " ucap Sisil
Tak lama kemudian dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Ina.
" Sore dokter ina " ucap Dokter budi
__ADS_1
" Sore juga dok " ucapnya Ina
" Saya periksa dulu ya " ucapnya
" Silahkan dok " ucap Sisil
Sang dokter dibantu suster segera memeriksa keadaan Ina secara detail takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan
" Alhamdulillah keadaan Dokter Ina sudah membaik, mungkin besok jika keadaanya seperti ini terus Dokter Ina bisa pulang " ucap Dokter Budi
" Tapi Dok bisakah Ina pulang sekarang " ucap Leo
" Tapi Tuan, keadaan Dokter Ina masih kemah " jawabnya
" Saya punya alat-alat kesehatan dirumah, Bisakah Ina dirawat dirumah " ucap Leo
" Kalau begitu, Dokter Ina bisa dirawat di rumah Tuan, namun tetap saya akan mengawasi dan akan datang kerumah anda " ucap Dokter Budi
" Baiklah " ucap Leo
" Kalau begitu saya pamit, sekalian mau mengurus ijin untuk dokter Ina dirawat dirumah Tuan " ucapnya
" Sebelumnya terima kasih dok " ucap Sisil ramah
" Sama-sama nyoya " ucapnya sopan
Sang dokter kini pergi dari ruangan itu dan meyiapkan berkas-berkas untuk kepulangan Ina.
Setelah selesai dengan ijinnya, lalu Ina dibawa Leo kedalam mobilnya bersama Sisil untuk segera pulang Mansion nya.
Sesampainya di Mansion, Ina segera menuju kamarnya, disana dokter Budi dan salah satu suster sudah berada disana mereka memasangkan alat infus pada Ina, dan alat-alat lainnya mereka siapkan meskipun tidak terpakai hanya jaga-jaga saja.
" Dokter Budi maafkan saya jadi merepotkan " ucap Ina
" Tidak apa-apa, ini sudah menjadi kewajiban ku " ucapnya
" Terima kasih ya dok " ucap Sisil
" Sama-sama Nyoya "
" Kalau begitu saya pamit, Dokter Ina jaga kesehatan banyak makan dan hindari banyak pikiran ya, kalau ada apa-apa segera hubungi saya " ucapnya
" Baik Dok terimakasih " ucap Ina
Dokter Budi dan suster pun segera pergi dari sana dan kembali kerumah sakit.
.
.
.
.
Bersambung....
Tim Ina dan Satria mana suaranya....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz