
Ehan kembali keruang sang Abang, disana iya melihat keadaan sang Abang begitu menyakitkan dengan beberapa alat yang dipasang. Ehan segera menghampiri sang Abang dengan wajah sedihnya
" Bang... " ucap Ehan sambil meneteskan air matanya
" Cepat sadar bang kasian Mey-mey.. dia lemah tanpamu bang.. " ucap Ehan
" Aku yakin kamu kuat dan sayangkan sama Mey-mey.. apa Abang tidak kasian jika Mey-mey diperlakukan jahat oleh ayah " ucap Ehan
" Kuat ya Bang demi Mey-mey.. dia gadis yang sangat baik, Tulus dan sangat mencintaimu bang.. " ucapnya Ehan
" Rasanya tidak tega melihat Abang seperti ini, aku akan memberikan pelajaran yang sepadan untuk orang yang tega berbuat seperti ini padamu bang " ucap Ehan dalam hati
" Bang... aku berjanji akan membantumu mendapatkan restu dari ayah asal Abang bangun... " ucap Ehan
Ehan pun segera pergi dari sana karena melihat keadaan Farel, iya menjadi tidak tega. setelah iya keluar dari ruangan itu iya melihat sang bunda dengan keadaan pucat dan sedih
" Ehan.. " panggil sang bunda
" Iya bunda " ucap Ehan dengan wajah sembabnya
" Bagaimana keadaan Abang Farel " tanya Sisil
" Belum ada perkembangan bunda " ucap Ehan sambil menundukkan kepalanya
" Bunda mau temui Farel " ucapnya
" Jangan Sayang... kamu harus tenang dulu baru temui Farel " ucap Leo
" Lepaskan Mas.. aku mau temui Farel sekarang juga " ucapnya Sisil melangkah kedalam ruangan UGD tersebut
" Sayang.. " ucap Leo mencoba mengejar sang istri
" Maf Tuan, hanya bisa satu orang untuk masuk keruangan Tuan Farel " ucap sang suster
" Tapi Sus istri saya... sedang sakit " ucap Leo merasa khawatir
" Ini sudah menjadi prosedur rumah sakit.. mohon maf " ucap Sang suster tegas
Leo pun dan yang lainnya sedang menunggu diluar ruangan Ugd tersebut, sedangkan Sisil sudah masuk kedalam ruangan Farel.
Hatinya sakit, tangisnya pecah bahkan kakinya menjadi lemas melihat keadaan sang putranya kesakitan seperti itu
" Farel.. ini bunda " ucap Sisil menangis
" Farel... Hiks... hiks..hiks... Bagun... nak " ucap Sisil menangis tersedu-sedu
Air mata Sisil tidak bisa terbendung lagi melihat keadaan sang putranya
" Jika aku bisa menggantikan posisi mu nak, bunda aku akan lakukan... bahkan nyawa pun akan bunda berikan untukku " batin Sisil
" Tuhan jangan Kau ambil anakku, aku masih sangat membutuhkannya... aku masih mau melihatnya bahagia " ucap Sisil
" Farel sayang... kamu bangun nak.. apapun yang kamu mau bunda akan turuti... asal kamu buka matamu... " ucapnya masih menangis
" Farel... hiks... hiks... Farel... bangun nak.. ayo bangun " ucap Sisil menangis
" Farel... bunda mohon bangun nak.. jangan bikin bunda seperti ini.. Kamu sudah berjanji akan selau membahagiakan Bunda.. tapi nyatanya apa hem... " teriakannya
" Nyoya tenangkan diri anda " ucap Suster
" Sus ayo bangunkan anak saya, bilang sama dia jangan tidur terus.. Saya butuh dia.. saya sayang dia.. saya tidak mau kehilangan dia " ucap Sisil mencoba membangunkan Farel dengan menggoyangkan tubuh Farel
__ADS_1
" Nyoya jangan seperti ini kasian Tuan Farel " ucapnya
" Lebih kasian saya sus.. saya ibunya...sakit hati saya melihat anak saya seperti ini... " ucapnya sambil menangis
" Farel ayo bangun... bunda perintahkan kamu cepat bangun... " ucap Sisil
" Nyoya sebaiknya tenangkan diri Nyoya... " ucap Sang suster
" Farel.. tolong bangun... haruskah bunda bersujud disini agar kamu bangun nak.. ayo nak cepat bangun.. bangun nak " teriakannya semakin menjadi-jadi
" Nyoya sudah.. Nyoya.. mari saya Antarkan anda keruangan anda " ucap Sang suster
" Saya mau disini bersama anak saya sus " ucap Sisil menolak
" Tapi Nyoya.. anda juga butuh istirahat " ucap Sang suster
" Saya tidak mau... " Bentak Sisil
Lalu sang Suster membawa Sisil keluar ruangan Farel, dengan wajah terisak-isak Sisil keluar dari ruangan Farel
" Bunda... " ucap Ina
" Sayang " ucap Leo langsung memeluk sang istri
" Mas... aku mau temani Farel Mas... " ucap Sisil sambil menangis
" Sayang, tenangkan dirimu.. aku yakin Farel akan segera sadar " ucap Leo
" Ini semua gara-gara Kamu... " bentak Sisil emosinya mulai labil
" Maf kan aku sayang " ucap Leo memeluk Sisil meskipun Sisil meronta-ronta meminta dilepaskan
" Lepaskan aku " ucap Sisil
" Mey-mey, bukankah wanita itu .. apa wanita itu orang yang dicinta Abang Farel " batin Ina
" Jadi benar Wanita itu pacarnya Farel " batin Satria
" Maafkan aku bang.. gara-gara aku kamu begini " batin Ehan
" Percuma semua sudah terlambat " ucap Sisil menatap Leo sinis
" Tidak sayang, masih ada waktu karena aku yakin Farel akan sadar kembali dan berkumpul bersama kita " ucap Leo
Tiba-tiba Handphone Leo berbunyi, dengan segera Leo mengambil handphonenya dari saku celananya, dan segera mengangkatnya.
Kring... Kring.. Kring
" Halo... " ucap Leo
" Halo Tuan, ini saya Renal "
" Ada apa Cepat katakan " ucap Leo
" Dona sudah ditangkap " ucap Renal
" Kamu yakin dia tidak kabur " tanya Leo
" Tidak Tuan, saya juga yang mendampingi Dona sampai kekantor polisi " ucapnya
" Bagus jangan biarkan dia kabur.. Saya harus memberikan pelajaran padanya karena sudah membuat Farel menderita dan kesakitan " ucap Leo dengan wajah marahnya
__ADS_1
" Baik Tuan " ucap Renal
" Nanti Saya akan kekantor polisi kamu tunggu disana " ucap Leo
" Baik Tuan "
Leo segera menutup teleponnya, lalu menatap wajah Sisil dengan serius
" Sayang aku pergi dulu ya " ucap Leo
" Siapa mas yang pelaku yang sudah membuat Farel seperti ini " tanya Sisil
" Apa yang harus ku katakan " batin Leo
" Katakan ayah siapa pelakunya " ucap Ehan penasaran
" Iya ayah.. Ina mau tau.. siapa yang tega lakukan ini pada Abang Farel " ucap Ina
" Meskipun aku penasaran aku lebih baik diam saja " batin satria
" Pelakunya adalah Dona " ucap Leo jujur
" Apa " ucap mereka kaget sekaligus marah
" Biar Ehan temani Ayah ke kantor polisi biar Ehan kasih Dona pelajaran " ucap Ehan kesal
" Ina mau ikut ayah, menemui Dona " ucapnya
" Kalian disini saja, Biar bunda dan ayah yang akan memberikan pelajaran pada Dona " ucap Sisil kesal dan marah
" Bagaimana ini, Sisil malah mau ikut lagi... apa boleh buat dari pada dia marah lagi sama aku " batin Leo
" Ayo mas kita ke kantor polisi " ucap Sisil
" Sayang apa tidak sebaiknya kita ke penjara besok pagi... ini sudah tengah malam sebaiknya kita istirahat dahulu " ucap Leo
" Mas Leo benar... aku harus istirahat agar badanku segar dan sehat kembali " ucap Sisil
" Baiklah " ucap Sisil
Leo segera membawa Sisil keruangan perawatan sedangkan Ehan, Ina dan Satria menunggu Farel didepan UGD, mereka takut tejadi apa-apa pada Farel.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz