
Kring... Kring...
" Halo... " ucap Farel terlihat khawatir
" Halo Mas... tolong aku... " ucap Mey-mey
" Kamu kenapa sayang? Ada apa? " ucap Farel dengan raut wajah paniknya
" Ibu mas... hiks.. hiks... hiks.. " Ucap Mey-mey menangis tidak sanggup menahan air matanya
" Ibu kenapa sayang coba ceritakan padaku " ucap Farel membuat semua orang yang ada disana terdiam dan menatap ke arahnya yang panik
" Farel coba di louadspeaker " ucapnya Sang bunda yang penasaran
" Baik bunda " ucap Farel segera memencet tombol louadspeaker di handphonenya
" Sayang tenangkan dirimu lalu katakan ada apa dengan ibu " ucap Farel yang masih panik
" Hiks .. hiks... hiks... " ucap Mey-mey menangis, iya sangat sedih
" Sayang jangan membuatku mati penasaran, kamu jangan menangis terus hatiku semakin sakit... " ucap Farel yang merasa antara bingung, penasaran dan panik
" Sayang ini bunda, coba kamu ceritakan apa yang terjadi pada Bu Ida.. " ucap Sang bunda melihat wajah Farel merasakan khawatir
" Bunda... " ucap Mey-mey sudah mulai tenang
" Gimana sih Kaka ipar membuat kami penasaran saja.. " bisik Ehan pada sang istri
" Sttttt Sudah sayang sebaiknya kita diam " bisik Rena pada sang suami
" Tapi Ka Rena aku juga penasarang .. " ucap Ina masih memperhatikan sang Abang dan mendengarkan pembicaraan mereka
" Kakak dan adik sama saja.. kepo.. " batin Rena sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
" Sebaiknya kita diam ya ina " bisik Rena
" Iya Ka " ucap Ina masih diam dan hanya memperhatikan
Kini Mey-mey sudah mulai tenang dan melanjutkan pembicaraannya dengan sang Suami.
" Mas.. Ibu pingsan di kamar mandi " ucap Mey-mey benar-benar menahan tangisnya iya tidak mau sang suami khawatir
" Apa.. " ucap Mereka kaget
" Lalu bagaimana keadaan Ibu sayang .. " ucap Farel sudah tak menentu hatinya
__ADS_1
" Ibu di ruangan ICU, aku menemukan ibu sudah tergeletak di lantai " ucap Mey-mey
" Kamu tenang ya sayang aku pulang sekarang juga " ucap Farel dengan wajah yang sudah tidak bisa di gambarkan karena bagi Farel Bu Ida sudah iya anggap seperti ibu sendiri bukan sebagai mertua
" Bunda ikut " ucapnya langsung membuat semua yang ada disana kaget
" Kalau begitu aku juga ikut ..." ucap Leo sambil tersenyum tipis
" Mas... kamu yakin " ucap Sisil sambil melihat wajah Leo
" Aku tidak apa-apa Sayang " ucap Leo
" Tapi sayang... " ucap Sisil
" Dimana ada aku pasti ada kamu " ucap Leo pada sang istri
" So sweat " ucapnya sang Oma
" Sayang, nanti kamu kirim alamat rumah sakitnya ya... " ucap Farel pada sang istri
" Baik Mas, mas hati-hati dijalan " ucap Mey-mey
" Kamu tenang saja, aku akan segera menemui mu dan berada disamping mu disaat seperti ini " ucapnya Farel
" Iya sayang.. " ucap Mey-mey
" Iya sayang " ucap Mey-mey masih meneteskan air matanya
" Kalau begitu, sampai bertemu disana aku mau siap-siap dulu " ucap Farel
" Iya sayang... " ucap Mey-mey mematikan teleponnya
Semua yang ada disana masih terdiam dan memandangi Farel yang kini sedang mematikan teleponnya.
" Aku harus pergi Semuanya " ucap Farel
" Kamu siapkan dulu barang-barang mu dan bunda juga akan membereskan barang-barang bunda " ucap Sang bunda
" Sudah sayang jangan " ucap Leo
" Nanti bunda beli saja perlengkapan bunda disana " ucap Ehan
" Baiklah " ucap Sisil
" Maafkan Opa ya Farel, opa belum bisa kesana " Ucapnya
__ADS_1
" Tidak apa-apa opa Farel minta kalian semua bantu doa untuk kesembuhan Bu ida " ucap Farel
" Pasti kami akan doakan Abang tenang saja ya " ucap Rena sambil tersenyum
" Iya Ka, Kaka tenang saja " ucapan Ina
" Sayang, apa aku boleh ikut dengan Abang Farel, Ayah dan bunda " ucap Ehan yang merasakan khawatir juga karena iya dan Bu Ida juga cukup dekat
" Iya Sayang boleh " ucap Rena sambil tersenyum
" Rena tinggal saja disini dengan Oma dan Ina selama Ehan tidak ada " ucapnya
" Iya Ka Rena biar rame " ucap Ina
" Aku juga jadi tenang jika Ina ada yang menemani " ucap Satria
" Iya sayang kamu disini ya selama aku ga ada, biar aku juga tenang meninggalkan mu dengan Lia dan Lio " ucap Ehan sambil memeluk sang istri
" Baiklah aku mau " ucap Rena
" Alhamdulillah " ucap Ehan senang
Kini mereka berempat segera pamit dan segera menuju bandara, Leo meminta Rena menyiapkan pesawat pribadinya karena iya akan menuju ke Surabaya.
.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang mau melihat tingkah lucu Putra dan putri ketiga anak CEO. Apalagi Leo dan Oma yang mereka dikerjai mereka.. atau aku end saja ceritanya...
Komen ya Guys...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz