Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 221


__ADS_3

Farel sedang membereskan barang-barang Mey-mey di bantu oleh sang mertua, sedangkan Mey-mey. sendiri tengah duduk diranjangnya sambil tak sabar menanti sang buah hatinya


" Sayang ko mereka lama membawa bayi kembar kita " ucap Mey-mey mulai gelisah


" Sabar ya sayang, mungkin sebentar lagi " ucap Farel sambil tersenyum


" Iya Nak, mungkin sebentar lagi " ucap sang ibu


" Aku sudah tidak sabar ingin memeluk mereka " Ucap Mey-mey


Beberapa menit kemudian ada yang membuka pintu kamar Mey-mey, dilihatnya seorang dokter yang tak asing bagi mereka dan ketiga box bayi yang didorong oleh tiga suster


" Pagi Mey-mey " Sapa sang Dokter


" Dokter Jasmine " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Pagi Farel " ucapnya sang dokter sambil tersenyum


" Pagi juga dokter Jasmine " Farel kembali membalas sapaan sang dokter


" Pagi Bu Ida " Sang dokter tak lupa menyapa Bu Ida juga


" Pagi dok " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Saya membawa kabar baik, kalau ketiga bayinya sudah bisa berkumpul dengan kalian " ucap Sang Dokter


" Alhamdulillah, terima kasih dok " ucap Mey-mey yang hendak turun dari ranjangnya


" Tunggu Mey-mey, biarkan ketiga suster yang mendekatkan bayi mu, jangan biarkan kesenangan mu akan melukai mu, keadaanmu masih kemah.. " ucap Dokter Jasmine


" Maaf dokter Jasmine, saya terlalu bersemangat " ucap Mey-mey


" Jangan di ulangi lagi ya " ucap Sang Dokter


" Iya Dok " jawabnya sambil tersenyum malu


" Suster tolong dekatkan ketiga box bayi kesamping tempat tidur Nona Mey-mey " ucap Dokter Jasmine


" Baik Dok " jawab mereka segera mendorong box bayi tersebut dan disimpan di samping ranjang Mey-mey


" Ini mamah nak " ucap Mey-mey sambil meneteskan air matanya


" Lucu-lucu ya " ucapnya Sang Dokter


" Iya Dok " ucap Farel yang melihat ketiga bayinya


" Cucu-cucu ku " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Terima kasih sekali lagi dok " ucap Bu ida


" Sama-sama Bu, " ucapnya Sambil tersenyum


" Namun, Mey-mey sebelum meninggalkan rumah sakit, saya periksa dulu ya.. " ucap sang dokter dibantu para suster sedangkan Farel dan Bu Ida masih memandangi ketiga bayi lucu itu


" Yang ini mirip dengamu " ucap Bu Ida pada Farel

__ADS_1


" Iya Bu, iya tampan seperti ku " ucap Farel


" Iya benar dan ini cantik seperti Mey-mey " ucap Bu ida


" Mereka malaikat kecilku Bu, semangat hidupku.. " ucap Farel masih memandangi ketiga bayi kecilnya


" Iya nak, ibu pun merasa sangat bahagia " ucapnya Bu Ida


" Ayah janji akan membahagiakan kalian nak... " ucap Farel


" Aamiin " ucap Bu ida


" Dok bagaiman keadaan istri saya " tanya Farel yang kini mendekati sang istri


" Alhamdulillah Keadaanya baik, kondisinya sudah pulih namun Mey-mey tidak boleh kecapean " ucap sang dokter


" Baik Dok " ucap Farel


" Saran saya, sebaiknya kalian menggunakan jasa baby sister untuk menjaga ketiga bayi kalian, karena takut nya kalian kelelahan " ucap sang dokter


" Baiklah Dok, saya akan pertimbangkan saran dokter " ucap Farel sambil tersenyum


" Kalian sekarang boleh pulang, namun seminggu dari sekarang harus kontrol ya agar tidak terjadi apa-apa, terutama untuk bayi kalian " Ucap sang dokter


" Baik dok " ucap Mereka sambil tersenyum


" Kalau begitu saya permisi " ucap Sang dokter melangkah pergi dari sana


Sedangkan para suster itu pergi dari ruangan itu mengikuti langkah sang dokter, namun satu suster membawakan barang-barang milik sang bayi


" Terima kasih sus " ucap Mey-mey


" Sama-sama, kalau begitu saya pamit " ucapnya sang suster dan melangkah pergi dari sana


Sementara Mey-mey belum puas memandangi mereka, dengan perasaan bahagia mereka tersenyum melihat ketiga bayinya akan berkumpul dengan mereka


" Sayang anak kita mau di beri nama siapa " tanya Mey-mey


" Aku masih bingung " jawabnya sambil memandangi ketiga bayinya


" Nama yang singkat saja " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Kalau namanya Fahreza, Fahleya, dan Fahrezi bagaimana " tanya Farel pada sang istri


" Nama yang bagus, iya kan bu " tanya Mey-mey pada sang ibu


" Kalau ibu sih setuju-setuju saja " ucapnya Bu Ida


" Alhamdulillah kalian setuju " ucap Farel senang


" Fahreza Putra Famel Wiratmaja " ucap Farel dengan bangganya


" Wiratmaja nama belakang yang suka di gunakan di keluarga ayah " ucap Farel menjelaskan pada mereka


" Apa tidak terlalu panjag " ucap Bu ida

__ADS_1


" Tidak Bu " ucap Farel sambil tersenyum


" Lalu apa Famel " tanya Mey-mey


" Itu gabungan nama kita, Farel dan Melinda " ucap Far sambil tertawa kecil


" Mas bisa aja " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Fahleya Putri Famel Wiratmaja dan Fahrezi Putra Famel Wiratmaja " ucap Farel senang


" Kalau ibu sih bilang... bagus namanya " ucap Bu Ida


" Terimakasih bu " ucap Farel senang


" Aku gimana kamu saja mas " ucap Mey-mey


" Yasudah yu kita siap-siap " ucap Farel pada sang istri dan anaknya


" Yu kita pergi kerumah kita " ucapnya Mey-mey senang


" Kamu naik kursi roda ya dan memegang dua bayi sedangkan ibu satu " ucap Bu ida


" Baik Bu " ucap Mey-mey senang bisa memeluk dan menggendong mereka


Farel segera memanggilkan satpam untuk membantu mereka membawakan barang-barang mereka, dan iya segera mendorong kursi roda yang dinaiki sang istri.


Mereka sudah sampai di lobi rumah sakit Farel segera mendekatkan mobilnya di depan lobi tersebut lalu iya segera membawa satu bayi dari tangan sang istri dan sang istri dibantu suster masuk kedalam mobil.


Setelah mereka masuk kedalam mobil dan bayi yang ada ditangan Farel kini ada ditangan Mey-mey, lalu Farel melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Selamat merayakan idul Adha... Bagi yang merayakan...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2