
Ehan sudah selesai dagang membantu Marni, iya pun segera pergi menuju rumah sakit menunggu Niko disana
Kini keadaan Niko semakin membaik terlihat dari wajahnya yang tidak terlalu pucat saat ini. Sementara Ehan kini sudah dirumah sakit, iya segera masuk kedalam ruangan Niko.
Ceklek,,
" Gimana keadaanmu " ucap Ehan pada Niko yang saat ini sedang mengotak-atik handphone nya
" Keadaan Saya sudah baikan bos, bos tidak usah khawatir " ucapnya terseyum sambil melihat wajah sang majikan
" Aku tidak menghawatirkan mu " ucapnya bohong karena iya malu jika Niko tau semalaman iya menghawatirkan sang sahabat nya dengan perasaan bersalah bagaimana pun Niko seperti itu karena Ehan memaksa Niko untuk memakan bakso yang sudah diberi cabe banyak oleh Marni
" Ah Bos, tapi aku ga percaya " ucapnya
" Kamu sudah makan dan minum obat " ucap Ehan lagi-lagi membuat Niko terseyum, iya bahagia sekali ternyata sang majikan begitu baik dan perhatian padanya.
" Bis ini perhatiaan tapi tidak ngaku, " ucap Niko tertawa
" Aku cuma nanya, bukan perhatian " ucap Ehan mengelak
" AW... Aw.. sakit " ucap Niko mencoba mengerjai sang majikan
" Apa, kamu kenapa, apanya yang sakit " ucap Ehan menghampiri Niko dan terlihat panik
" Yang sakit ini bos " ucap Niko sambil memegang dadanya dan tertawa cengengesan
" Sialan aku dikerjain " ucap Ehan mulai kesal
" Bos tenang aja, aku kuat.. bahkan aku akan melindungi bos dengan sekuat jiwa dan raga saya " ucap Niko sambil memandang wajah Niko
" Cepat sembuh, sepi tidak ada teman bertengkar " ucap Ehan sambil tersenyum
" Bos Makasih ya " ucap Niko terseyum tulus padanya
" Tidak usah sungkan " ucap Ehan dengan senyum bahagianya
" Oh ya bos, gimana di proyek " tanya Niko
" Besok aku berniat untuk memata-matai mereka, dan aku akan melamar sebagai karyawan disana " ucap Ehan
" Tapi Bos itu pekerjaan kasar " Ucap Niko
" No problem.. sementara ini kamu harus banyak istirahat dan aku akan menggantikan mu " ucap Ehan
" Tapi Bos "
" Kamu tenang aja, semua akan baik-baik saja " ucap Ehan
" Bos yakin " tanya Niko
" Ya, " ucap Ehan
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Assalamualaikum " ucap mereka
" waalaikumsalam " ucap Ehan dan Niko
" Gimana kabar kamu " ucap Marni menghampiri Niko
" Duduk " ucap Ehan mempersiapkan Marni duduk di samping Niko
__ADS_1
" Makasih " ucap Marni
" Aku baik-baik saja " ucap Niko Sambil terseyum
" Maafkan aku " ucap Marni terlihat bersalah
" Untuk apa " tanya Niko
" Gara-gara aku kamu jadi begini " ucap Marni menundukkan kepalanya
" ini bukan salahmu ko " ucap Niko
" Tapi kamu masuk rumah sakit setelah makan bakso yang aku berikan cabe banyak " ucap Marni meneteskan air matanya
" Jangan nangis yang penting aku tidak kenapa-kenapa " ucap Niko menghapus air matanya
" Maafkan aku sekali lagi " ucapnya masih merasa bersalah
" Niko itu jagoan, kamu ga usah sedih begitu " ucap Ehan
" Niko ini ada kue dan buah-buahan untukmu " ucap Rena
" Makasih ya, padahal ga usah repot-repot lagi " ucap Niko terseyum
" Tidak repot ko " ucap Marni
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Pa Niko ini makanan anda, mohon dihabisakan dan ini obatnya " ucap sang suster itu segera melangkah pergi keluar
" Cepat makan, dari kemarin kamu ga mau makan " ucap Ehan dengan terseyum jahat
" Kenapa kamu dari kemarin ga makan " tanya Marni
" Coba deh kamu yang Suapin pasti dia mau makan, soalnya kemarin aku siapin dia ga mau makan " ucap Ehan terseyum senang
" Kamu kenapa ga makan " ucap Marni
" Em..itu.... " ucap Niko gugup
" Sudah Suapin saja, biar dia cepat sembuh " ucap Ehan
" Aku Suapin mau " ucap Marni merasa kasian pada niko
" Jangan ditanya dong sudah langsung suapin " bisik Ehan pada Marni
" Eh iya baik " ucap Marni
" Mimpi apa aku bisa disuapi Marni..makasih bos " batin Niko
" Kan kalau begitu jadi bagus, tinggal aku dekati Rena " batin Ehan
" Kasian sekali Niko gara-gara aku dia jadi seperti ini " batin Marni
" Semoga Niko cepat sembuh " batin Rena
" Ren kita keluar yu, kita kekantin jangan ganggu mereka " bisik Ehan
" Tapi.. tapi.. " ucapnya bingung
" Sudah ayo " ajak Ehan
__ADS_1
" Em.. kalian tunggu sebentar aku dan Rena mau kebawah mau beli cemilan dan makanan untuk aku nanti malam " ucao Ehan dengan terseyum jahat
" Terus Niko bagaimana " Tanya Marni
" Kamu Suapin sampai makananya habis " ucap Ehan terseyum memandang wajah Marni
" Kalau sikapnya begitu aku ga bisa nolak, habis senyumnya manis " batin Marni
" Yaudah tapi jangan lama-lama " ucap Marni sedikit kesal melihat Rena dan Ehan berduaan
" Ok, Nik aku ke kantin sebentar " ucap Ehan
" Ok bos.. jangan lama-lama " ucapnya pura-pura tidak mau ditinggalkan
" Si bos paling mantep deh kalau soal kaya begini " batin Niko
Kini Marni terlihat menyuapi Niko dan Ehan bersama Rena pergi kekantin rumah sakit yang ada di lantai bawah.
Sesampainya di kantin Ehan memesan makanan untuknya dan Rena.
" Kamu mau makan apa " tanya Ehan
" Ga ah, aku sudah kenyang " Tolaknya
" Kalau kamu ga makan aku juga ga akan makan " ucap Ehan sambil melihat wajah Rena
" Ya jangan gitu dong nanti kamu sakit gimana " ucap Rena perhatian
" Biarin, kalau aku sakit kamu harus tanggung jawabnya rawat aku " goda Ehan
" Ko begitu " ucap Rena heran
" Mau makan atau tidak " tanya Ehan mampu membuat Rena menjadi mau menemani Ehan makan
" Ya udah aku mau " ucap Rena Sambil terseyum
" Alhamdulillah " ucap Ehan senang dan segera memesan makanannya
" Kamu mau pesan apa " tanya Ehan
" Nasi goreng aja " ucapnya
" Yaudah tunggu sebentar aku pesankan dulu "
Ehan segera memesan makananya lalu sepuluh menit kemudian makanan pun datang. mereka segera menyantap makanannya
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁
.