
Sedangkan Riki sekarang menuju ruangan pa Danu, dengan senyum senang nya iya segera mengetuk pintu ruangan itu.
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Selamat pagi Pa Danu " ucap Riki dengan senyum jahatnya
" Pagi pa Riki, tumben bapak kesini ada apa " ucap Pa Danu heran
" Tidak apa-apa Saya hanya mengantarkan mereka kesini " ucap Riki langsung duduk dikursi ruangan itu
" Mau apa Pa Riki kesini, perasaanku jadi tak enak " batin Pa Danu gelisah
" Mereka siapa Pa Riki " tanya Pa Danu
" Mereka... " ucap Riki terpotong
" Perkenalkan Kami Tim audit pusat, Kami datang kemari untuk mengaudit perusahaan cabang Surabaya ini karena perusahaan yang berada di cabang yang lain rata-rata sudah Kami audit " ucap salah satu tim Audit
" Loh kenapa perusahaan cabang ini diaudit, apa terjadi sesuatu " Tanya pa Danu
" Tidak ada apa-apa ko " ucap Riki
" Terus kenapa diaudit " tanyanya lagi
" Hanya prosedur saja " ucap Riki dengan cuek
" Syukurlah tidak terjadi Masalah biar aku tenang" batin Pa Danu
" Jadi anda tidak keberatan jika ruangan ini kami geledah " ucap Riki dengan senyum jahatnya
" Apa digeledah " ucapnya kaget
" Ya " ucap Riki sinis
" Tapi.. tapi.. " ucap ucapnya dengan gugup
" Pa Danu tidak usah khawatir mereka hanya mengeledah bukan untuk apa-apa " ucap Riki
" Sialan, kalau aku ijinkan aku bakal jantungan takut ada sesuatu yang bisa membuat aku bermasalah tapi jika tidak diijinkan mereka semua akan curiga " batin Pa Danu
" Bagaimana Pa Danu " ucap Riki
" Silahkan, saya tidak menyembunyikan sesuatu " ucapnya dengan lantang dan terpaksa
" Baiklah, kalian semua boleh menggeledah ruangan ini " ucap Riki dengan tersenyum puas
" Siap " ucap Mereka
Akhirnya mereka pun menggeledah ruangan Pa Danu meski hati Pa Danu gelisah namun iya tak memperlihatkannya
" Apa yang sebenarnya mereka cari " Batin Pa Danu
" Setelah ini kebusukan kalian akan terbobgkar " ucap Riki dalam hatinya
" Pa Riki apa Kau mau teh " ucap Pa Danu terlihat basa basi
" Tidak usah, sebaiknya anda duduk saja dekat saja " ucap Riki
" Apa kalian mau teh " tawarkan Pa Danu pada mereka yang sedang menggeledah ruangan itu
" Tidak usah Pa, sebaiknya anda duduk saja dengan Pa Riki agar kami cepat selesai mengerjakannya "
__ADS_1
" Baiklah jika itu ingin kalian " Jawab pa Danu
" Terima kasih atas kerjasamanya "
Mereka segera menggeledah ruangan itu dengan sangat hati-hati dan membawa beberapa dokumen yang ada disana
" Kenapa dokumennya kalian bawa " ucap Pa Danu heran
" Biarkan saja Pa Danu, Biar mereka cepat menyelesaikan pekerjaannya " ucapnya Riki
" Bukan Begitu Pa Riki, tapi itu dokumen punya saya " ucap mulai panik
" Hanya untuk Prosedur Pa " ucap salah satu tim Audit
" Tapi itu dokumen saya, tidak boleh di bawa " ucap pa Danu kekeh
" Jangan mencoba untuk menghalangi kami atau saya anggap Pa Danu menyembunyikan sesuatu dan jika itu benar saya Pastikan akan membongkarnya " Ancam Salah satu tim audit sama tegasnya dengan perkataan Samuel
" Bukan menyembunyikan sesuatu tapi itu salah satu dokumen saya yang " ucapkan terpotong karena melihat tatapan tajam dari tim audit tersebut
" Baiklah ambil sesuka hati kalian " ucap Pa Danu kesal namun iya tak bisa mengeluarkan kekesalanya
" Sudah kubilang biarkan mereka melakukan tugasnya " bisik Riki
" Iya " ucap Pa Danu
Setelah semua dokumen yang dibutuhkan tim audit didapat mereka pun segera melaporkan pada Pa Riki jika penggeledahan selesai
" Pa Riki " panggil salah satu tim audit
" Iya ada apa " jawabnya
" Penggeledahan sudah selesai "
" Benarkah sudah selesai, Alhamdulillah " ucap Pa Danu senang
" Em.. tidak..tidak hanya saya bisa kembali bekerja " alasan Pa Danu
" Oh, Yasudah jika sudah selesai kita keluar dari ruangan ini " ucap Riki pada Tim audit itu
" Baik Pa " ucap Mereka
" Pa Danu saya pamit bersama tim Audit, selamat kembali bekerja " ucap Riki sambil tersenyum jahat
" Eh, Iya Pa Riki " ucapnya dengan senyum dipaksakan
Mereka segera pergi dari sana menuju ruangan Farel untuk bertemu dengan Samuel sang majikan Tim Audit
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Tuan Semuanya sudah beres " ucap Riki sambil tersenyum
" Bagus " ucap Farel
" Bagaimana selanjutnya " tanya samuel
" Kalian tenang saja, aku akan mengumpulkan mereka di ruang meeting, kita bahas ini bersama " ucapnya Farel sambil tersenyum jahat
" Siap Tuan " ucap Mereka
" Riki, tolong telepon Pa Daniel dan Pa Danu keruang meeting sekarang, kita kasih mereka kejutan " ucap Farel
__ADS_1
" Baik Tuan saya permisi menelepon mereka dahulu " ucap Riki
" Em " ucap Farel
Riki pun segera keluar ruangan sang majikan dan segera menelepon Pa Daniel dan Pa Riki.
Tut... Tut.. Tut...
" Halo " ucap Pa Daniel
" Pa Daniel Anda diminta untuk keruangan Meeting oleh Tuan Farel " ucap Riki tanpa basa basi
" Apa " ucapnya kaget
" Memangnya ada apa " tanya Pa Daniel mulai panik
" Entahlah, mungkin ada hal yang ingin beliau sampaikan " ucap Riki tersenyum
" Sial bagaimana ini " batin pa Daniel
" Halo.. halo " ucap Riki karena telepon sudah tidak ada suaranya
" Eh iya pa Riki " ucapnya kaget karena barusan iya sedikit melamun
" Apakah anda sekarang di ruangan Pa Danu " tanya Riki seolah tahu bawa Pa Daniel sekarang diruangan Pa Danu
" Bagaimana bisa iya tahu " batin Pa Daniel
" Em.. iya pa.. ada apa ya " tanya Pa Daniel
" Bagus kalau begitu, sekalian saja pa Daniel ajak Pa Danu dan kalian meeting bersama Tuan Farel sekarang " ucap Riki
" Baik Pa Riki nanti saya sampaikan " ucapnya semakin panik
Riki segera menutup teleponnya dan segera melaporkan pada sang majikan jika iya sudah melakukan perintah sesuai dengan apa yang di perintahkan sang majikan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Aku mau mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri..
Minal Aidzin wal Paidin..
Mohon maaf lahir dan batin semuanya..
Mey-mey dan Farel mana suaranya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua