
Kini Satria sudah berada dirumahnya bersama sang kekasih, Yesi awalnya sempat marah pada satria karena tindakannya menghampiri Ina tanpa memberitahunya.
Namun saat Satria dan Ina sudah kembali kerumahnya rasa marahnya lupa, mungkin karena iya terlalu sayang pada putranya satu-satunya
Mereka pulang pas tengah malam dan besoknya harus kembali bekerja meskipun lelah namun itu sudah jadi resiko,
Setelah hari kedua setelah kepulangan kerumah, Ina dan Satria semakin dekat membuat itu membuat semua orang yang ada di rumah bahagia, meskipun mereka tidak bicara jika keduanya sudah pacaran, mereka takut sang Mamah Yesi malah mendesak mereka untuk menikah
Hari ini hari kedua mereka melaksanakan sahur dirumah Satria, seperti biasanya Ina bangun tepat pukul tiga subuh, iya segera menuju dapur dan membantu Yesi menyiapkan sahur. meskipun Yesi melarangnya namun Ina memaksa dan mereka semakin akrab.
" Pagi mah " ucap Ina menghampiri Yesi didapur yang sedang memasak
" Sayang kamu sudah bangun nak " ucap Yesi
" Iya mah " ucapnya
" Kamu lebih baik tunggu di kamar nanti mamah panggilkan jika makananya sudah matang " ucapnya
" Tidak mah, aku mau bantu mamah " ucap Ina
" Jangan Nak, lebih baik kamu diam saja " ucap Yesi
" Aku mau bantuin mah " ucap Ina sambil tersenyum
" Yaudah kamu potongin saja sayuran ini ya " ucap Yesi dengan terpaksa
Tiba-tiba Satria menghampiri kedua wanita yang iya cintai dengan tersenyum senang dan raut wajah bahagia
" Pagi Mamah, pagi sayang " ucapnya keceplosan
Yesi heran dengan ucapan Satria barusan dengan wajah herannya, namun tiba-tiba jari tangan Ina tergores sedikit karena kaget dengan kehadiran dan perkataan satria barusan
" Sayang, apa aku ga salah dengar dia pangil siapa sayang " batin Yesi
" Astaga.. AW.. " ucap Ina melepaskan pisaunya dan meringis kesakitan
" Ina cantik kamu kenapa " ucapnya dengan khawatir memegang tangan Ina dan mencoba menghisap darahnya
" Ih jorok " Protes Ina
" Kamu kenapa nak " ucap Yesi
" Ini mah ke gores sedikit tangannya " ucap Ina malu, takut sang calon mertua berpikir masa begitu saja. tergores memang sebelumnya Ina bahkan tidak pernah menginjak dapur apalagi memasak
" Astaga, sini tangnya " ucapnya Yesi membawa tangan Ina untuk dicuci dahulu lalu iya meyuruh satria mengeboatinya
" Sat, kamu cepat obati Ina, di kotak P3K ada Betadine dan alkohol " ucap Yesi sedikit panik
" Mah, aku ga papah ko " ucap Ina merasa malu
" Kamu harus diobati sekarang juga " ucap Yesi
" Yaudah mah Aku mau obati dulu Ina cantik ya " ucap Satria pamit dan segera membawanya keruang tengah dan membawakan kotak P3K itu
" Tunggu sebentar aku bawa kotak P3K dulu " ucap satria langsung berlari mencari kotak tersebut
" Iya " ucap Ina
" Sini tangannya, kamu tahan sedikit ya .. " ucap Satria pada Ina yang akan diberikan alkohol terlebih dahulu
" AW... " ucap Ina merasa perih
" Perih ya " ucap Satria meniupi tangan Ina yang terluka
" Makanya hati-hati " ucapnya Satria dengan wajah khawatir
" Kamu ngagetin aku " ucapnya dengan wajah kesal
__ADS_1
" Ngagetin apa " ucap Satria heran
" Tadi kamu bilang aku sayang " jawabnya
" Ya ga papah dong " ucap Satria
" Kamu kan udah janji ga akan bilang siapa-siapa " ucap Ina
" Kenpa harus disembunyikan sih, toh ini kabar baik " ucap Satria meneteskan Betadine pada tangan Ina
" AW... " Ringis Ina kembali
" Tahan ya " ucap Satria meniupi jari Ina lagi
Tiba-tiba Renal datang dan menghampiri mereka, Renal melihat sang putra sedang meniupi tangan Ina
" Kalian sedang apa " ucapnya Renal
" Eh ayah sudah bangun, ini Tangan Ina tadi ke gores pisau saat bantu mamah memotong sayuran " ucap Satria
" Coba lihat " ucap Renal, satria pun memperlihatkan lukanya
" Ina, ayah telepon dokter ya takut kamu infeksi " ucap Renal khawatir
" Tidak usah ayah, nanti juga kering lukanya " ucap Ina sambil tersenyum
" Kamu yakin " tanya Renal kembali
" Iya ayah " ucap Ina
" Yasudah ayah kekamar Siska dulu ya, untuk bangunkan dia sahur " ucap Renal
" Iya ayah " ucap mereka
Renalpun segera menuju kamar sang putri satu-satunya itu, iya mengetuk pintu kamarnya, dan Siska pun segera bangun dan langsung keruang makan
" Sedikit " jawabnya
" Kita sahur dulu yu pasti yang lain sudah menunggu kita " ucap satria sambil tersenyum
" Iya " ucap Ina dan mereka segera menuju ruang makan itu
...****************...
Kini mereka sudah berada diruang makan dan melaksanakan sahur bersama, Yesi senang karena sahurnya semakin banyak orang dirumahnya menjadi rame
Setelah selesai makanya mereka pun mengobrol terlebih dahulu sebelum mereka kembali tidur
" Ina bagaimana Jari kamu " ucap Yesi
" Tidak apa-apa ko mah " ucapnya sambil tersenyum
" Lain kali kamu harus hati-hati " ucap Renal
" Iya ayah " ucapnya
" Mah, Ayah Siska pamit masih ngantuk " ucap Siska
" Iya " ucap Mereka
" Ina kalau kamu mau tidur lagi juga boleh " ucap Yesi
" iya mah, Kalau begitu Ina pamit " ucapnya langsung pergi menuju kamarnya
" Mah, satria juga pamit ya .. " ucap satria buru-buru menyusul Ina
" Tunggu " ucap Satria menghentikan langkah kaki Ina
__ADS_1
" Ada apa .. " tanya Ina
" Kamu berangkat dan pulang kerja harus sama aku " ucap Satria terkadang menjadi posesif
" Em.. berangkat sih ok tapi pulang gimana nanti aja " goda ina
" Ish.. Ina cantik masa kaya begitu " Protes satria
" Suka-suka aku dong " ucap Ina masih mengerjai sang kekasih
" Kamu kan pacar aku, kamu harus nurut sama aku " jawabnya sambil memonyongkan bibirnya
" Masih pacar kan bukan suami " lagi-lagi Ina mengerjai satria
" Yaudah kalau itu mau kamu.. " ucapnya melangkah pergi dan berkata " Aku akan bilang sama Mamah dan ayah jika kita sepasang kekasih dan aku akan melamarmu " ucap Satria pergi dari hadapan Ina dan Ina pun langsung mengejarnya
" Mati aku... Tunggu sat " ucap Ina mengejar satria
" Apa.. bukanya kamu ga peduli " ucapnya kesal dengan sang kekasihnya
" Bagaimana agar Satria tidak marah lagi ... aku punya ide" batin Ina
" Aw... " ucap Ina pura-pura kesakitan
" Kamu kenapa " ucap Satria tampak khawatir
" Tanganku sakit " jawabnya
" Astaga, apa tadi aku menyakitimu... mana yang sakit... biar aku lihat dahulu " ucapnya mulai bawel
" Sini aku bisikin " ucap Ina membuat Satria tegang
" I Love you " Bisik Ina dan langsung berlari kekamarnya dan mengunci kamarnya
" Beraninya kamu ngerjain aku... " ucap Satria kesal namun wajahnya malah senyum-senyum
Satria segera menuju kamar Ina namun kamarnya sudah dikunci, iya hanya berteriak namun tak keras
" I Love you to Ina cantikku " ucapnya terseyum bahagia
Satria kembali kekamarnya dan tidur kembali dengan perasaan senang, iya berharap dalam mimpi iya bisa bertemu dengan sang kekasih hati.
.
.
.
.
Bersambung....
Udah pada baper belum., tim Satria Sama Ina....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1