Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 145


__ADS_3

Sisil sedang melakukan perjalanan menuju kota Surabaya dengan perasan kesal dan marah karena sang suami dan anaknya tidak memberitahu jika ada masalah malah iya tahu dari seseorang.


Anak buah Leo segera menelepon Leo dan memberikan informasi bahwa Nyoya Sisil sedang pergi ke kota Surabaya sendirian


Kring... Kring... Kring...


" Halo.. " ucapnya Leo mengangkat teleponnya sambil mata terpejam karena memang sekarang tengah malam


" Tuan maaf mengganggu waktu istirahat Anda, saya mau memberitahukan bawa... " ucapnya terpotong


" Cepat katakan aku mengantuk.. " bentak Leo


" Nyoya Tuan " ucap seseorang


" Sisil kenapa " ucap Leo kaget


" Nyoya pergi ke kota Surabaya sendirian "


" Apa " ucap Leo kaget


" Iya Tuan, Saya sudah mencoba mencegahnya namun Nyoya bersikeras mau ke sana menyusul anda " ucapnya


" Bodoh.. bodoh... bodoh... gimana cara kalian bekerja Hem.. mengurus wanita saja tidak becus " ucap Leo marah


" Maafkan kami Tuan... " Ucapnya dengan ketakutan


" Kalau terjadi sesuatu dengan Istri ku akan ku penggal kepala kalian " ucap Leo marah dan menutup teleponnya


Sekarang perasaan Leo khawatir karena Sisil tidak berbicara jika iya mau ke kota Surabaya dimana iya berada.


Leo segera menelepon Sisil namun handphonnya tidak aktip


" Kamu kemana sih sil... aku khawatir " ucap Leo yang terus menghubungi sang istri


sudah sepuluh panggilan telepon namun tidak aktif, iya pun menelepon anak buahnya untuk mencari keberadaan Sisil


Tut... Tut... Tut...


" Halo.. " ucap Leo dengan nada marah


" Halo Tuan, ada yang bisa kami bantu " ucap anak buah Leo


" Kamu temukan Istri ku sekarang juga, berikan penjagaan di bandara yang ketat.. kalau sampai kalian tidak menemukan Istri ku lihat saja akan ku hajar kalian " ucap Leo


" Baik Tuan "


Leo pun menutup teleponnya dan segera menuju kamar Renal


Tok... Tok... Tok...


" Renal " ucap Leo


Ceklek,,


" Tuan... " ucapnya kaget


" Renal gawat ini gawat " ucap Leo panik


" Ada apa Tuan " ucap Renal bingung


" Sisil sekarang ke kota Surabaya, dan sekarang saya ga tau dimana dia berada " ucap Leo dengan wajah panik


" Coba saya telepon dulu Nyoya Sisil " ucap Renal


Renalpun segera menelepon Sisil namun handphonnya tidak aktif kini Renalpun ikut-ikutan khawatir seperti sang majikan


" Bagaimana " tanya Leo pada Renal


" Tidak aktif Tuan " ucap Renal


" Berarti Sisil sengaja mematikan teleponnya " ucap Leo


" Lalu bagaimana ini Tuan " tanya Leo


" Saya tidak tahu, saya sudah meyuruh anak buah saya untuk menunggu di bandara " ucap Sisil marah

__ADS_1


.


...****************...


.


Keesokan harinya,,


Sementara ditempat lain Sisil sudah sampai di kota Surabaya sendirian, iya pun melihat beberapa anak buah Leo disana seperti sedang mengawasi seseorang


" Bukanya itu anak buah Mas Leo.. aku harus sembunyi dan kabur biar tau rasa mas Leo mau main sembunyi-sembunyian... " batin Sisil kesal


Sisil segera pergi ketoilet dan berganti kostumnya, dengan gaya rambut tidak seperti biasanya, iya juga mengenakan kaca mata yang bisa membantunya agar iya tidak dikenali orang.


Kini Sisil segera melangkah dengan PD nya melewati sang anak buah Leo


" Kalian memang sangat bodoh bisa aku kelabui... " batin Sisil


Sisil segera menghubungi Farel dengan nomor barunya, agar Leo tidak bisa melacak keberadaannya


Tut.... Tut... Tut...


" Halo " ucapnya Farel


" Halo Nak ini bunda.. sayang " ucapnya Sisil


" Bunda ko nomor telepon nya baru " tanya Farel


" Sudah jangan banyak ngomong cepat katakan kamu dimana, bunda sedang didalam taksi " ucap Sang bunda


" Bunda sudah berada di Surabaya ya " ucap Farel


" Cepat katakan kamu dimana, biar bunda temui kamu diaana " ucap sang bunda


" Aku bicara jangan ya kalau sebenarnya aku bekerja di restoran Ehan " batin Farel


" Farel... Farel... kenapa diam saja.. " ucapnya Sisil


" Eh iya bunda... " ucap Farel kaget


" Cepat katakan kamu dimana " ucap Farel


" Bunda minta diantarkan ke Restoran R, pasti Sopir taksinya tahu " ucap Farel


" Baiklah, tunggu bunda disana ya " ucapnya


" Baik Bunda " ucap Farel


Sisil pun segera mematikan teleponnya dengan perasaan senang dan bahagia, iya segera menuju kerestoran yang diberitahukan Farel.


Sesampainya disana Sisil melihat Ehan bersama Dona sedang bertengkar diparkiran Restoran tersebut, dengan kesalnya Dona segera naik ke mobilnya


Sementara Farel sedang membersihkan kaca depan restoran, Ehan pun segera melangkah menuju Restoran


Ehan pun heran dengan kedatangan seseorang yang suaranya iya kenal namun penampilannya aneh


" Ehan.. " panggil sang bundal


" Bunda " ucap Ehan segera menghampiri sang bunda karena iya ingin memeluk sang bunda


Tiba-tiba mobil berwarna merah datang dengan kecepatan tinggi mau menabrak Ehan dan Sisil namun dari arah lain ada seseorang yang sedang berlari dan mendorong Sisil dan Ehan


Bruk,,


" Farel.... " ucap Ehan


" Farel... " ucap sang bunda sambil menangis


Mereka segera menghampiri Farel yang tergeletak disana dengan berlumuran darah, sementara Sang pemilik mobil itu segera melarikan diri


" Sial, aku... menabrak orang aku harus lari... padahal yang aku ingin tabrak adalah Ehan dan wanita tua itu " ucap seseorang dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan lari agar tidak diikuti oleh orang lain


" Farel bangun nak " ucap Sisil sambil menangis


" Aku bawa dulu mobil ya Bun tunggu sebentar " ucap Ehan segera membawa menuju mobilnya

__ADS_1


" Ehan cepat " teriakan sang bunda


" Bertahan ya nak.. bunda sayang kamu " ucap Sisil sedih


" Bunda.. " ucap Farel dengan suara yang begitu berat


" Bertahan ya demi bunda nak.. " ucap Sisil


" Aku titip Mey-mey " ucap Farel berbicara sambil mengeluarkan darah


" Nak.. jangan banyak dulu bicara.. Sebentar lagi bantuan datang, Ehan dan bunda akan bawa kamu ke rumah sakit... bentahan ya nak " ucap sang bunda


Ehan pun datang dengan membawa mobilnya, iya segera turun dari mobilnya dan menggendong sang Abang yang berlumuran darah ke dalam mobilnya.


" Bang bertahan ya... " ucap Ehan


" Ehan cepat bawa Farel kerumah sakit " ucap Sang bunda


" Bunda duduk dibelakang ya " ucap Ehan


" Iya nak " ucap Sang bunda


Ehan segera membawa Farel kerumah sakit terdekat dengan kecepatan tinggi


" Cepat Ehan... kasian abangmu ini " ucap Sisil sambil menangis


" Iya bunda.. bang bertahan lah " ucapnya Ehan


Dua puluh menit, mereka sampai dirumah sakit, Ehan segera turun dan meminta kepada perawat untuk membawakan ranjang rumah sakit


" Suster ambilkan ranjang rumah sakit " ucap Ehan


" Baik Tuan, tunggu sebentar " ucap sang perawat


" Ehan bagaimana ini " ucap sang bunda


" Bunda tenang ya " ucap Ehan menenangkan sang bunda yang sedang panik didalam mobil


Tak lama kemudian sang perawat datang bersama beberapa perawat lainnya.


" Cepat bantu " ucap Ehan


" Baik Tuan " ucap Mereka


Mereka segera menggotong tubuh Farel dan segera membaringkannya diranjang tersebut, Sisil pun turun dari mobil dan segera menghampiri Ehan


" Kita harus bawa pasien ke UGD " Ucap salah satu perawat


Merekapun segera membawa Farel keruangan UGD, Sisil dan Ehan pun mengikuti farel dari belakang


" Ehan... bagaimana ini " ucap Sisil sambil memeluk Ehan


" Bunda tenang ya, jangan panik kasian abang " ucap Ehan mencoba menenangkan sang bunda


.


.


.


Bersambung....


Ada yang tau siapa yang menabrak Farel...


aku up jam 16:00 ya...


Tungguin ya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...

__ADS_1


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2