Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 122


__ADS_3

Setelah mereka berbincang-bincang Lalu mereka melaksanakan solat magrib bersama dan Ayah Rena meyuruh Ehan menjadi imam saat itu,


Ehan tidak terlalu kaget ketika diminta sang calon ayah mertua untuk menjadi imam, bahkan dia senang karena sang calon mertuanya yang memintanya.


Ehan tampak begitu hikmat dan serius saat menjadi imam. bahkan setelah selesai solat magrib sang calon ayah mertua meminta Ehan mengaji Alquran.


Mereka sudah mengajinya, dan Ayah Rena mengajak Ehan, Niko dan yang lainnya untuk makan bersama dengan makanan yang sudah Rena sediakan.


" Nak Ehan, kita makan malam bersama " ucap Ayah Rena


" Tidak usah Pa, nanti merepotkan " ucapnya Ehan


" Tidak apa-apa Nak, kali ini yang memasak Rena sendiri loh "


" Wah, sepertinya enak " ucap Ehan


" Mau ya Nak Ehan " tanya Ayah Rena


" Iya pa, jika tidak merepotkan " ucap Ehan dengan tersipu malu


" Asik makan enak Bos " ucap Niko


" Iya nak Niko " ucap Ayah Rena


.


...****************...


.


Mereka segera menuju rumah Rena yang berada di belakang pesantren


Ceklek,,


" Assalamualaikum " ucap Mereka


" Waalaikumsalam " ucap Rena dan sang ibu tirinya


" Abi sudah pulang " ucap ibu tiri Rena bernama Bu Rahmi


" Iya Umi " jawabnya


" Bu " sapa Ehan


" Eh ini siapa " ucap Sang umi Rena


" Saya Ehan Bu " ucapnya


" Oh nak Ehan yang suka di bicarakan Rena ya " ucap Sang Umi


" Umi " ucap Rena malu


" Memangnya Rena suka bicara apa saja Bu " ucap Ehan penasaran


" Panjang ceritanya " ucap Sang Umi


" Umi jangan bilang-bilang " ucap Rena malu-malu


" Sudah-sudah kita makan yu " ajak Sang Ayah Rena


" Umi siapkan dulu, yu Rena " Ajak sang Ibu

__ADS_1


Kini Rena dan sang ibu tiri menyiapkan makanan untuk mereka santap bersama-sama


" Silahkan " ucap Bu Rahmi


" Terimakasih Bu " ucap Ehan


" Sama-sama " ucapnya


" Silahkan Nak Ehan, ini Rena yang masak loh " ucap Bu Rahmi


" Pasti Bu, buatan Rena pasti enak-enak " ucap Ehan


" Iya dong Nak ehan.. Bapak juga sering nambah " ucap Sang ayah Rena


" Rena jadi malu " ucapnya membuat yang ada disana tertawa


" Ternyata aku salah Rena memang pantas untuk Ehan, dari segi manapun aku tak ada tandinganya " batin Lala


" Lala silahkan di makan " ucap Rena ramah


" Eh.. Iya terimakasih " ucap Lala


" Enak sekali ini dagingnya " ucap Marni


" Kamu masak yang kaya begini sayang biar aku tambah cinta " ucap Niko


" Iya nanti aku belajar masak sama Rena, kalau perlu buka restoran sekalian " ucap Marni kesal


" Apa aku juga boleh belajar masak padamu Rena " tanya Lala


" Tentu saja " ucapnya


Merekapun melanjutkan makan malam bersamanya dengan bahagia, apalagi Ehan iya terlihat senang karena bisa lebih dekat dengan calon mertuanya.


" Aku senang Abi dan umi bisa menerima Ehan dengan baik " batin Rena


" Sudah tidak ada harapan lagi untukku " batin Lala


Setelah selesai makan, Ehan pun diajak keruangan tamu oleh sang calon ayah mertua. Mereka saling berbincang-bincang disana.


" Nak Ehan dulu tinggal dimana " tanya Ayah Rena


" Saya tinggal di Jakarta tapi karena saya diberi tanggung jawab oleh ayah saya untuk mengurus perusahaan milik bunda jadi saya mulai bekerja sekitar dua bulan yang lalu. Dan kebetulan saya juga harus menyelesaikan pembangunan yang insyaallah besok akan di adakan acara Syukuran " jawabnya


" Wah, ternyata Nak Ehan sudah bukan orang sembarangan " goda sang ayah Rena


" Tidak ko Pa, saya hanya manusia biasanya yang kebetulan di percaya oleh Allah dan diberikan harta lebih pada keluarga saya " ucapnya merendah


" Ehan ini anak orang berada tapi tidak sombong dan tidak memperlihatkan kekayaan keluarganya " batin Ayah Rena


" Nak Ehan anak ke berapa " tanya ayah Rena


" Saya anak ke dua dari tiga bersaudara, kami kembar tiga pa " jawabnya


" Subhanallah hal yang kita anggap tidak mungkin ternyata Allah kehendaki, lalu apakah sudah pada menikah " tanyanya lagi


" Belum pa, kami baru merintis karir masing-masing, tapi kalau saya sih maunya menikah muda pun tidak masalah asalkan jodoh nya sudah ada " ucap Ehan sambil tersenyum senang


" Memang nya Nak Ehan tidak punya pacar "


" Tidak Pa, saya memutuskan untuk tidak berpacaran, soalnya nanti banyak dosanya " ucap Ehan

__ADS_1


" Bisa banget Ehan cari muka di depan Ayahnya Rena " batin Lala


" Wah pemikiran yang bagus nak, jika ada jodoh segeralah menikah " ucap Ayah Rena


" Iya Pa " jawab Ehan


" Apalagi sama anakmu Pa, saya ga akan nolak " batin Ehan


" Si bos paling bisa ngejawab " batin Niko


.


...****************...


.


Sedangkan dari kejauhan Rena mendengarkan pembicaraan Ehan dan yang lainya, iya bahkan senang ketika Ehan bilang kalau iya tak mau pacaran maunya langsung menikah


Tiba-tiba sang Umi datang dan menghampirinya, Rena pun menjadi Kaget dengan kehadirannya.


" Hayo anak umi lagi apa " ucap Sang umi


" Em.. ga ngapa-ngapain " ucapnya gugup


" Pasti lagi ngintip Ehan " Godang sang Umi


" Em.. tidak ko Umi " ucapnya lagi


" Jujur saja hayo " ucap Sang Umi


" Umi.. Rena jadi malu " ucapnya


" Malu kenapa nak, jika kamu suka tidak ada masalah toh kamu dan Ehan sama-sama belum menikah " ucap sang Umi


" Ibu belum tahu kisah cinta aku dan Ehan begitu rumit, aku takut jika aku Jujur Ehan akan membenciku " batin Rena


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2