Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 120


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Satria pagi-pagi sudah bangun dan segera menuju dapurnya untuk membuatkan bubur untuk sang kekasih yang tengah sakit


Namun ketika asik-asiknya mengaduk bubur tiba-tiba Yesi datang dan mengagetkan satria hingga cairan bubur yang panas tumpah sedikit ke tangan satria


" Astaga mamah ngagetin saja " ucap Satria


" Kamu kenapa itu tangannya, makanya hati-hati " ucap Yesi panik


" Tidak apa-apa mah " ucapnya


" Ga papah gimana itu tangannya merah begitu " ucap Yesi segera membawakan salep yang berada di kotak obat


Sementara satria menyelesaikan masakannya terlebih dahulu, setelah selesai barulah sang Mamah mengolesi lukanya dengan salep


" Pelan-pelan mah " ucapnya kesakitan


" Katanya tadi ga papah, dikasih salep dikit teriak-teriak " cibir Yesi


" Mamah soalnya kurang lembut ngobatinnya " ucap Satria sambil tersenyum


" Itu bubur untuk siapa " tanya Yesi


" Untuk Ina cantik dong mah " ucapnya


" Memangnya Ina kenapa ko dibawakan bubur " tanya Sang mamah kembali


" Ina kemarin sempat pingsan, mungkin karena kecapean tapi sekarang sudah dibawa ke mansion " ucapnya sambil meniup-niup lukanya


" Terus sekarang keadaanya bagaimana " ucap Yesi sedikit panik


" Satria juga ga tau, sebentar lagi mau kesana " ucapnya


Satria pun segera pergi kekamarnya untuk mandi dan membersihkan diri, setalah semuanya selesai barulah iya segara menuju Mansion Ina.


.


...****************...


.


Sesampainya disana iya melihat sang calon mertua sedang duduk santai di halaman. iya segera menghampirinya


" Pagi Ayah " ucap Satria sambil tersenyum


" Pagi, duduk saya mau bicara denganmu " ucap Leo


" Ayah Leo bikin aku degdegan saja " batin Satria


Satria segera duduk disamping sang calon mertua meskipun iya merasa sangat gugup saat ini.


" Bagaimana perkembangan syarat yang aku katakan padamu " ucap Leo To The points takut ada yang dengar


" Sudah lumayan banyak ayah " ucap Satria


" Berapa banyak " ucap Leo


" 400 juta " ucapnya


" Kamu yakin " ucap Leo bingung


" Dalam satu bulan bisa dapatkan segitu, bagaimana dia kerja kerasnya, apa aku batalkan saja syarat yang Aku Ajukan, lagian satria juga kelihatannya baik dan bertanggung jawab " batin Leo


" Semoga Ayah Leo ga banyak nanya, bisa kencing disini karena gugup nih " batin satria


" Ayah, jika boleh aku mau menemui Ina, Aku juga sudah buatkan bubur untuk ina " ucap Satria

__ADS_1


" Palingan itu bubur beli, kamu ngaku-ngaku bikinan kamu kan " ucap Leo


" Ayah tidak percayaan sekali, Aku tadi masak sendiri sampai tanganku kena cairan bubur yang panas " ucapnya menunjukan tangan nya


" Ternyata dia benar " batin Leo


" Yasudah sana " ucap Leo mengijinkan satria masuk kedalam kamar ina


" tapi ingat jangan macam-macam.. nanti ku penggal kepala mu " ancam Leo


" Iya ayah " ucapnya langsung melangkah pergi kedalam menemui ina


" Mana berani aku berbuat macam-macam, bisa-bisa ayah Renal memutilasi aku " batinnya


Kini Satria sudah berada didepan kamar Ina, iya segera masuk kedalam dan melihat keadaan Ina yang seperti itu membuatnya sedih dan merasa bersalah.


" Sayang " ucapnya mencoba membangunkan sang kekasih


" Em.. bentar lagi mah aku masih ngantuk " jawabnya


" Aku suamimu bukan mamahmu " goda satria


" Satria " ucap Kaget dan langsung bangun


" Iya sayang " ucap Satria sambil tersenyum


" Jangan lihat aku, wajahku masih jelak " ucapnya merasa malu


" Tidak apa-apa sayang, kamu tetap cantik ko " ucap Satria masih tersenyum


" Kita makan dulu yu " ucap satria


" Ga mau " ucap Ina dengan wajah kesal


" Biar kamu cepat sembuh " ucap Satria


" Kamu ga kerja " tanya Ina ketus


" Aku ambil libur " ucap Satria


" Kenapa " tanya Ina


" Karena sang pujaan hatiku sedang sakit " jawabnya


" Bukanya Uang lebih penting dibanding aku " ucapnya Ina dengan kesal


" Kamu salah sayang, emang uang penting tapi aku cari uang pun buat kamu " ucap Satria


" Maksud kamu " tanya ina


" Sudah jangan ngambek sini aku kasih tahu " ucap satria


" Apa "


" Aku akhir-akhir ini lagi cari uang untuk pernikahan kita " ucap Satria akhirnya memberikan penjelasan pada Ina karena iya takut Ina akan sakit-sakitan karena kepikiran


" Kalau masalah itu aku juga punya tabungan, cukup untuk pernikahan kita " ucap Ina melihat wajah satria


" Ini sudah menjadi tanggungjawab ku, kamu tidak usah pikirkan mencari uang, biarkan aku yang berusaha " ucap Satria


" Tapi yang Nikah kan aku sama kamu jadi uangnya juga harus berdua " ucap Ina


" Tidak sayang, percaya padaku aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kamu " ucap Satria memeluk ina


" Tapi kalau kamu sakit gimana, kamu kerja pagi sampai malam, kadang juga ga Pulang kerumah " ucapnya Ina merasa kasian tapi iya dulu malah berpikiran yang tidak-tidak


" Insyaallah aku kuat, demi semangat hidupku yaitu kamu " ucapnya sambil menggoda Ina

__ADS_1


" Kamu ya dibilangin " ucap Ina kesal


" Selama kamu ada disisi ku pasti aku akan kuat dan semangat " ucap Satria meyakinkan Ina


" Terima kasih sudah berjuang bersama aku " ucap Ina masih memeluk erat satria


" Ini sudah menjadi tugasku dan tanggung jawabku " jawabnya satria


Sementara didepan pintu yang terbuka Leo mendengarkan dan memperhatikan mereka, iya merasa senang karena Satria memang orang yang tepat untuk Ina, dan bukan orang yang hanya memanfaatkan kekayaannya.


" Mulai sekarang aku akan mencoba menerima satria " batin Leo


" Mas ngapain disini " ucap Sisil menghampiri sang suami


" Wah mas lagi ngintip mereka ya, Sejak dulu aku memang setuju sama satria " ucap Sisil


" Ternyata dia orangnya baik, tulus dan bertanggung jawab " ucapnya Leo sambil melihat Satria yang sedang menyuapi ina


" Baru sadar mas, satria memang baik, apalagi kita tahu keluarga satria, keluarga satria juga bisa menerima Ina seperti anaknya sendiri " ucap Sisil sambil terseyum


" Sekarang aku lega " ucapnya Leo sambil memeluk Sisil


" Mas malu dilihat anak-anak nanti " ucapnya Sisil dengan pipi merahnya


" Biarkan saja " ucap Leo


" Mas " ucap Sisil kesal


" Yu kita bikin anak lagi, biar kita rame dirumah apalagi nanti ketiga anak kita menikah, rumah pasti sepi " ucap Leo melihat wajah sisil


" Mas kita sudah tua " ucap Sisil


" Ayolah sayang " ucap Leo


" Mas... lagian kemarin malam kan sudah " ucap Sisil meronta-ronta ketika di gendong oleh sang suami


" Baru satu ronde sayang " ucapnya


.


.


.


.


Bersambung....


Tim Ina dan Satria mana suaranya....


Tinggal up Ehan sama Rena ya..


Tim Rena dan Ehan mana suaranya...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2