Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 223


__ADS_3

Sisil sudah selesai merekam apa yang ingin sang mertua katakan, lalu Natalia meminta tolong pada Sisil jika ia ingin menemui sang putra satu-satunya yaitu Leo.


" Sudah cukup sil " Ucap Natalia


" Iya momi " ucap Sisil


" Simpan Vidio itu, besok kamu berikan Vidio itu pada Leo " ucap Natalia


" Baik Momi " ucap Sisil menghapus air matanya


" Sisil " panggil sang mertua


" Iya Momi " ucapnya lagi


" Tolong panggilkan Leo kesini, Aku mau bertemu denganya " ucap Natalia sambil tersenyum


" Sebentar ya Momi, Sisil panggilkan Mas Leo " ucap Sisil langsung keluar saat sang mertua membalas perkataan Sisil dengan sebuah anggukan


" Mas.. " panggil Sisil keluar ruangan itu


" Ada apa sayang " ucap Leo panik saat melihat kondisi Sisil seperti sudah menangis


" Kamu menangis sayang " tanya Leo


" Tidak mas, Mas Momi Natalia menunggumu didalam " ucap Sisil


" Cepat katakan apa yang dilakukan wanita itu padamu sayang " tanya Leo bingung


" Mas, dia ibumu... dia tidak menyakitiku... sebaiknya kamu Segera masuk kedalam, dan temui dia " ucap Sisil pada sang suami


" Kamu yakin wanita itu tidak menyakitimu " tanya Leo kembali pada sang istri untuk memastikan takutnya Sang ibu menghina Sisil seperti dulu.


" Aku sangat yakin Mas .. cepat mas masuk kedalam.. temui Momi sekarang " ucap Sisil


" Yasudah aku masuk dulu ya " ucap Leo segera masuk kedalam ruangan Natalia.


Ia melihat Natalia terbaring lemah diranjang rumah sakit dengan banyak alat yang dipasang ditubuhnya, sungguh sangat menyediakan.


Leo berdiri di belakang pintu ruangan itu, Natalia yang melihat kedatangan Sang putranya langsung memanggilnya.


" Sayang, itu kamu... " ucap Natalia


" Iya Momi ini aku " ucap Leo dengan ketus


" Sini nak " ucapnya Natalia menyuruh sang putranya dekat disampingnya, Leo pun segera menghampirinya


" Kamu apa kabar nak " ucap Natalia yang tak henti melihat sang putra kesayangannya


" Kabar baik " jawabnya Leo masih dengan ketus

__ADS_1


" Nak maafkan Momi selama ini, Momi tau perbuatan di masa lalu jahat sama kamu dan Sisil namun sekarang bunda yakin jika Sisil memang wanita yang luar biasa yang cocok mendampingi mu " ucap Natalia


" Akhirnya Momi menyadari itu " cibir Leo


" Sekali lagi Momi minta maf " ucap Natalia


" Baiklah Leo akan memaafkan Momi " ucap Leo


" Terima kasih nak " ucap Natalia sambil tersenyum


" Bolehkan Momi memelukmu " ucap Natalia sambil menatap Leo


" Hanya sebentar Momi janji " ucap Natalia


" Kenapa baru sekarang Momi seperti ini, dimana dulu aku kecil yang butuh belaian kasih sayang mu " ucapnya Leo sambil menatap dalam sang momi


" Maafkan Momi nak... karena keegoisan Momi kamu jadi terlantar dan dirawat oma " ucap Natalia


" Semua sudah terlambat " ucap Leo


" Momi minta maf nak " ucap Natalia sambil menangis


" Kata Maf tidak akan merubah kenyataan jika memang Momi tak pernah sayang padaku " ucap Leo sambil meneteskan air matanya


" Jangan pernah berkata begitu sayang, Momi sangat menyayangi mu... menyayangimu " ucap Natalia Sambil menangis terisak-isak


" Menyayangiku bagaimana Momi... apa yang Momi lakukan.. itu semua membuatku membenci semua wanita.. kecuali Sisil iya memang wanita yang tulus sejak awal aku menikahi dia " ucap Leo


" Jangan pura-pura lagi.. dan jangan pernah cari perhatian padaku dan istriku " ucap Leo


" Leo... Momi... sayang... kamu " ucapnya dengan nafas tersengal-sengal


" Leo... selamat tinggal " ucap Natalia masih dengan nafas tersengal-sengal namun beberapa menit kemudian iya kembali pingsan


" Kenapa dia diam, apa dia pingsan atau bagaimana.. atau hanya pura-pura " batin Leo


" Momi bangun " ucap Leo sambil melihat wajah Sang Momi


" Astaga apa dia benar pingsan " ucap Leo kini mulai panik


Iya segera memencet tombol emergency lalu sang suster dan dokter datang dan segera memeriksa keadaan Natalia.


" Maf Tuan, sebaiknya anda tunggu diluar, kami akan segera memeriksa keadaan Nyoya Natalia " ucap Sang suster


" Sus bagaimana keadaan Momi saya " ucap Leo tampak merasa bersalah diwajahnya


" Pasien pingsan " ucap Sang suster


" Tapi Momi saya tidak apa-apa kan sus " tanya Leo dengan wajah paniknya

__ADS_1


" Kami belum bisa mengatakan apa-apa, kami akan melakukan pemeriksaan dahulu dan sebaiknya Tuan tunggu diluar agar kami segera memeriksa keadaan pasien " ucap Sang suster membawa Leo keluar ruangan Natalia


" Mas ada apa " ucapnya Sisil menghampiri sang suami


" Momi pingsan lagi " ucap Leo sambil meneteskan air matanya


" Loh ko bisa " tanya sang Oma


" Ga tau, tadi Momi sesak nafas lalu pingsan " ucap Leo


" Memangnya kalian membicarakan apa Mas " tanya Sisil namun tidak dijawab Leo


" Mas, dokter berpesan padaku untuk tidak membuat Momi stres dan membebani pikirannya " ucap Sisil menatap heran pada wajah sang suami


" Sudah lah Sil, mungkin ini takdir " ucap Sang oma


" Tapi Oma aku penasaran mau tau " ucap Sisil berbisik pada sang oma


" Nanti Oma bicara pada Leo " ucap Sang oma


" Baiklah Oma " ucap Sisil


" Apa ini semua gara-gara Aku, kenapa aku bodoh tidak bisa menahan emosiku " batin Leo


" Sebenarnya apa yang terjadi mas " batin Sisil menatap sang suami yang sedang melamun


" Ku harap Natalia tidak apa-apa " batin sang Oma


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2