Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 128


__ADS_3

Merekapun duduk dikursi itu dengan saling berhadapan


Mereka tampak ragu untuk memulai pembicaraan namun mereka mencoba menurunkan egonya.


" Rena "


" Ehan "


Mereka saling memenggil dan saling pandang


" Kamu duluan " ucap Ehan


" Ga Kamu aja duluan " ucap Rena malu-malu


" Ga papah sok aja kamu duluan " ucapnya Ehan sambil tersenyum


" Ehan aku cuma mau meminta maaf padamu " ucap Rena sambil menundukkan wajahnya


" Aku cuma mau tau kenapa kamu tidak jujur padaku " tanya Ehan


" Semenjak kita putus, aku memutuskan untuk menghindari kamu bahkan acuh padamu " ucap Rena


" Apa Kamu membenciku " tanya Ehan kembali


" Tidak, aku sudah melupakan semuanya " ucap Rena


" Benarkah " ucap Ehan heran


" Bagaimana bisa seseorang begitu mudah memaafkan orang lain yang pernah jahat padanya dimasa lalu " batin Ehan


" Iya, Aku hanya kecewa pada diriku sendiri kenapa dulu aku begitu mengagumi mu yang jelas-jelas cuek padaku " ucap Rena sambil tersenyum


" Maafkan aku " ucap Ehan


" Tidak apa-apa " ucap Rena


" Apa kamu sekarang menyukai ku " tanya Ehan sambil tersenyum


" Em.. apa maksud mu " ucapnya Rena sambil gugup


" Jujur Saja " ucap Ehan dengan senyum menggodanya


" Aku... aku " ucapnya sambil malu-malu


Ehan pun kembali berlutut dihadapan Rena


" Aku bersungguh-sungguh dengan ucapan ku tadi, aku harap kamu mau menjadi istriku dan kita mulai dari awal tanpa bayang-bayang masa lalu kita " ucap Ehan


" Jangan seperti ini, ayo cepat berdiri " ucapnya Rena


" Tidak, aku mau kamu jawab dulu pertanyaan ku " ucap Ehan sambil tersenyum


" Aku mau menjadi istrimu, dan perkataan ku tadi itu dari lubuk hati yang terdalam " ucapnya Rena


" Yes... Yes.. terima kasih " ucap Ehan senang lalu hendak memeluk Rena namun Rena menghindarinya


" Kita belum menikah.. bukan muhrim " ucap Rena


" Heheheh " ucap Ehan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Tiba-tiba suara handphone Ehan berbunyi tanda seseorang sedang menghubunginya


Kring... Kring...


" Halo " ucap Ehan


" Halo Sayang kamu dimana " ucap Sisil khawatir

__ADS_1


" Memangnya kenapa bunda " tanya Ehan


" Sayang, Rena menghilangkan " ucapnya Sang bunda


" Rena sedang bersama Ehan "


" Apa " ucap Sisil senang


" Iya bunda sebentar lagi kami Kesana " ucapnya Ehan


" Baiklah kami tunggu " ucap Sisil sambil tersenyum senang


" Iya bunda "


Ehan pun segera menutup teleponnya dan kembali duduk disamping Rena


" Siapa yang menelepon " ucap Rena heran


" Bunda yang telepon " ucap Ehan


" Ada apa Bunda telepon " Tanya Rena


" Tidak apa-apa, bunda hanya mengira kamu hilang .. " ucap Ehan


" Yasudah kita temui bunda sekarang takut bunda mengkhawatirkan kita " ucap Rena dengan wajah Paniknya


" Aku masih mau disini " ucap Ehan


" Ayolah Ehan, kasian bunda dan yang lainnya " ucap Rena


" Memangnya kamu tidak kangen padaku " ucap Ehan dengan senyum menggodanya


" Ehan.. " ucap Rena mulai kesal


" Iya iya... Rena sayang kita ke bunda sekarang " ucap Ehan sambil tersenyum


Merekapun segera pergi kedalam gedung itu, dan menghampiri keluarga mereka.


" Sini Duduk na disini " ucap Bu Rahmi


" Ada apa ini Ibu sepertinya ibu dan bunda terlihat sangat senang " usir Rena


" Besok bunda, Ayah Leo, Ehan dan Ina mau kerumah mu " ucap Sisil dengan bersemangat


" Apa " ucap Ehan kaget


" Memangnya ada apa Bunda " ucap Rena masih belum mengerti


" Kami rencananya mau melamar mu dengan formal " ucap Sisil


" Ehan setuju Bunda " ucapnya


" Semua akan diurus semuanya oleh Niko " ucapnya Sisil membuat Niko gugup


" Saya nyonya " ucapnya Niko heran


" Iya Kamu, sekarang juga kamu siapkan keperluan apapun untuk besok " ucap Sisil


" Baik Nyoya " Ucap Niko


" Kami sekaligus akan membicarakan tentang pernikahan kalian " ucapnya Sisil


" Yang benar bunda " ucap Ehan senang


" Tentu saja nak, bunda mau sebelum Ina menikah kalian dulu yang menikah " ucap Sisil


" Lalu Abang bagaimana " tanya Ehan

__ADS_1


" Memangnya Abangmu sudah punya calon " tanya Leo


" Sudah ayah.. kalau ga salah namanya Mey-mey, dia sekretaris Abang di Surabaya " ucap Ehan


" Pantas saja dia betah disana " ucap Leo


" Kuharap Ayah juga menyetujui dia, Pacar Abang cantik ko dan baik tidak seperti Dona " ucap Ehan


" Lebih baik aku selidiki tentang siapa sebenarnya Mey-mey dan bagaimana latar belakangnya " batin Leo


" Kenapa Abang tidak cerita sama bunda ya " tanya Sisil Heran


" Entahlah bunda.. mungkin mau buat kejutan sama bunda " ucap Ehan


" Mas bagaimana ini " bisik Sisil pada sang suami


" Biar aku selidiki terlebih dahulu, kamu tenang saja sayang " ucap Leo berbisik


" Baik lah mas.. aku percaya padamu " ucap Sisil sambil tersenyum


" Ayah... bunda kenapa bisik-bisik seperti ABG saja " ucap Ina ketus


" Ye kamu sirik Pangeran satrianya tidak ada " ledek Ehan


" Kaka Ehan " ucapnya kesal


" Ada yang galau tuh bunda " ucap Ehan


" Bunda ka Ehan jahat " ucap Ina


" Ehan, ga boleh begitu nak kasian Ina jadi galau " goda Sisil


" Bunda juga malah ledek aku " ucapnya sambil memonyongkan bibirnya


" Tenang ayah belain Ina ko " ucap Leo


" Benar "


" Asik "


" Kasian masa anak ayah nanti nangis gara-gara galau " ucap Leo


" ih ayah malah gitu " ucap Ina tambah kesal


Lalu semua orang yang ada dimeja pun tertawa bersama melihat tingkah Ina.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2