
Merekapun duduk dikursi itu dengan saling berhadapan
Mereka tampak ragu untuk memulai pembicaraan namun mereka mencoba menurunkan egonya.
" Rena "
" Ehan "
Mereka saling memenggil dan saling pandang
" Kamu duluan " ucap Ehan
" Ga Kamu aja duluan " ucap Rena malu-malu
" Ga papah sok aja kamu duluan " ucapnya Ehan sambil tersenyum
" Ehan aku cuma mau meminta maaf padamu " ucap Rena sambil menundukkan wajahnya
" Aku cuma mau tau kenapa kamu tidak jujur padaku " tanya Ehan
" Semenjak kita putus, aku memutuskan untuk menghindari kamu bahkan acuh padamu " ucap Rena
" Apa Kamu membenciku " tanya Ehan kembali
" Tidak, aku sudah melupakan semuanya " ucap Rena
" Benarkah " ucap Ehan heran
" Bagaimana bisa seseorang begitu mudah memaafkan orang lain yang pernah jahat padanya dimasa lalu " batin Ehan
" Iya, Aku hanya kecewa pada diriku sendiri kenapa dulu aku begitu mengagumi mu yang jelas-jelas cuek padaku " ucap Rena sambil tersenyum
" Maafkan aku " ucap Ehan
" Tidak apa-apa " ucap Rena
" Apa kamu sekarang menyukai ku " tanya Ehan sambil tersenyum
" Em.. apa maksud mu " ucapnya Rena sambil gugup
" Jujur Saja " ucap Ehan dengan senyum menggodanya
" Aku... aku " ucapnya sambil malu-malu
Ehan pun kembali berlutut dihadapan Rena
" Aku bersungguh-sungguh dengan ucapan ku tadi, aku harap kamu mau menjadi istriku dan kita mulai dari awal tanpa bayang-bayang masa lalu kita " ucap Ehan
" Jangan seperti ini, ayo cepat berdiri " ucapnya Rena
" Tidak, aku mau kamu jawab dulu pertanyaan ku " ucap Ehan sambil tersenyum
" Aku mau menjadi istrimu, dan perkataan ku tadi itu dari lubuk hati yang terdalam " ucapnya Rena
" Yes... Yes.. terima kasih " ucap Ehan senang lalu hendak memeluk Rena namun Rena menghindarinya
" Kita belum menikah.. bukan muhrim " ucap Rena
" Heheheh " ucap Ehan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Tiba-tiba suara handphone Ehan berbunyi tanda seseorang sedang menghubunginya
Kring... Kring...
" Halo " ucap Ehan
" Halo Sayang kamu dimana " ucap Sisil khawatir
__ADS_1
" Memangnya kenapa bunda " tanya Ehan
" Sayang, Rena menghilangkan " ucapnya Sang bunda
" Rena sedang bersama Ehan "
" Apa " ucap Sisil senang
" Iya bunda sebentar lagi kami Kesana " ucapnya Ehan
" Baiklah kami tunggu " ucap Sisil sambil tersenyum senang
" Iya bunda "
Ehan pun segera menutup teleponnya dan kembali duduk disamping Rena
" Siapa yang menelepon " ucap Rena heran
" Bunda yang telepon " ucap Ehan
" Ada apa Bunda telepon " Tanya Rena
" Tidak apa-apa, bunda hanya mengira kamu hilang .. " ucap Ehan
" Yasudah kita temui bunda sekarang takut bunda mengkhawatirkan kita " ucap Rena dengan wajah Paniknya
" Aku masih mau disini " ucap Ehan
" Ayolah Ehan, kasian bunda dan yang lainnya " ucap Rena
" Memangnya kamu tidak kangen padaku " ucap Ehan dengan senyum menggodanya
" Ehan.. " ucap Rena mulai kesal
" Iya iya... Rena sayang kita ke bunda sekarang " ucap Ehan sambil tersenyum
Merekapun segera pergi kedalam gedung itu, dan menghampiri keluarga mereka.
" Sini Duduk na disini " ucap Bu Rahmi
" Ada apa ini Ibu sepertinya ibu dan bunda terlihat sangat senang " usir Rena
" Besok bunda, Ayah Leo, Ehan dan Ina mau kerumah mu " ucap Sisil dengan bersemangat
" Apa " ucap Ehan kaget
" Memangnya ada apa Bunda " ucap Rena masih belum mengerti
" Kami rencananya mau melamar mu dengan formal " ucap Sisil
" Ehan setuju Bunda " ucapnya
" Semua akan diurus semuanya oleh Niko " ucapnya Sisil membuat Niko gugup
" Saya nyonya " ucapnya Niko heran
" Iya Kamu, sekarang juga kamu siapkan keperluan apapun untuk besok " ucap Sisil
" Baik Nyoya " Ucap Niko
" Kami sekaligus akan membicarakan tentang pernikahan kalian " ucapnya Sisil
" Yang benar bunda " ucap Ehan senang
" Tentu saja nak, bunda mau sebelum Ina menikah kalian dulu yang menikah " ucap Sisil
" Lalu Abang bagaimana " tanya Ehan
__ADS_1
" Memangnya Abangmu sudah punya calon " tanya Leo
" Sudah ayah.. kalau ga salah namanya Mey-mey, dia sekretaris Abang di Surabaya " ucap Ehan
" Pantas saja dia betah disana " ucap Leo
" Kuharap Ayah juga menyetujui dia, Pacar Abang cantik ko dan baik tidak seperti Dona " ucap Ehan
" Lebih baik aku selidiki tentang siapa sebenarnya Mey-mey dan bagaimana latar belakangnya " batin Leo
" Kenapa Abang tidak cerita sama bunda ya " tanya Sisil Heran
" Entahlah bunda.. mungkin mau buat kejutan sama bunda " ucap Ehan
" Mas bagaimana ini " bisik Sisil pada sang suami
" Biar aku selidiki terlebih dahulu, kamu tenang saja sayang " ucap Leo berbisik
" Baik lah mas.. aku percaya padamu " ucap Sisil sambil tersenyum
" Ayah... bunda kenapa bisik-bisik seperti ABG saja " ucap Ina ketus
" Ye kamu sirik Pangeran satrianya tidak ada " ledek Ehan
" Kaka Ehan " ucapnya kesal
" Ada yang galau tuh bunda " ucap Ehan
" Bunda ka Ehan jahat " ucap Ina
" Ehan, ga boleh begitu nak kasian Ina jadi galau " goda Sisil
" Bunda juga malah ledek aku " ucapnya sambil memonyongkan bibirnya
" Tenang ayah belain Ina ko " ucap Leo
" Benar "
" Asik "
" Kasian masa anak ayah nanti nangis gara-gara galau " ucap Leo
" ih ayah malah gitu " ucap Ina tambah kesal
Lalu semua orang yang ada dimeja pun tertawa bersama melihat tingkah Ina.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz