Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 24


__ADS_3

" Apa kamu sudah punya pacar " ucap Ehan To the point


" Aku ga punya pacar dan tak mau punya pacar " jawabnya mampu membuat Ehan kaget


" Apa " ucap Ehan kaget


" Kenapa " tanya Rena


" Kamu ga suka sama cowo jadi kamu ga mau pacaran " Tanyanya


" Astaghfirullah kamu pikirannya negatif "


" Lalu apa " tanya Ehan kembali


" Aku ga mau pacaran dan ga mau pacaran dalam Islam tidak boleh pacaran " jelaskan Rena


" Oh jadi kamu maunya langsung nikah " tanya Ehan dengan terseyum senang


" Iya "


" Terus kapan " tanya Ehan


" Kapan apa " tanya balik Rena


" Kapan kita nikah " ucap Ehan sambil tersenyum manisnya lagi namun Rena malah senyum-senyum tersipu malu


Brukkk..


" Ada apa ini, kenapa kincirnya diam..gimana ini " ucapnya Rena panik


" Kamu jangan panik, ada aku disini.. kamu harus tenang " jawabnya


" Tenang gimana, kita lagi diatas yang paling tinggi " ucap Rena dengan wajah semakin panik


" Kamu sabar, istighfar bukanya kaya gini " ucap Ehan tanpa sabar memegang tangan Rena supaya iya tenang


" Astaghfirullah Ya Allah semoga kita bisa selamat " Doa Rena


" Kamu lucu kalau lagi panik begini " batin Ehan sambil memandang wajah Rena dengan terseyum senang


" Kamu sudah lebih tenang " tanya Ehan


" Iya " ucapnya


" Syukurlah kalau begitu " ucap Ehan sambil tersenyum dan melepaskan tangan Rena


" Maaf ya tidak sengaja " ucap Rena


" Ga papah " ucap Ehan terseyum senang


Sepuluh menit kemudian lampu pun menyala, dan kincir pun akhirnya kembali lagi berputar.


" Alhamdulillah " ucap Mereka serempak


Lalu kemudian ketika kincir dibawah merekapun segera turun dari sana, dilihatnya ada Niko dan Marni yang menunggu mereka disana


" Kalian ga papah " tanya Marni


" Alhamdulillah kami tidak apa-apa " jawab Rena dengan terseyum manis


" Bos tidak apa-apa " tanya Niko


" Ga papah ko " ucapnya dengan terseyum senang


" Kalian mau kemana lagi sekarang " tanya Ehan


" Gimana kalau kita kerumah hantu " ucap Marni


" Ide yang bagus " ucap Niko


" Rena gimana apa kamu setuju jika kita kerumah hantu " ucapnya Ehan


" Aku gimana kalian saja " jawabnya


" ok kalau begitu, Niko belikan empat tiket kerumah hantu " ucap Ehan


" Baik bos " ucapnya langsung pergi dan meninggalkan mereka

__ADS_1


Kini Niko sedang membeli tiket menuju Rumah hantu, setelah selesai mereka pun segera melangkah menuju rumah hantunya


" Mana tiketnya " ucap petugas itu


" Ini pa " ucap Niko


" Baik Silahkan kalian masuk " ucapnya sambil tersenyum


" Makasih ya " ucapnya Ehan dan teman-temannya


Mereka pun segera melangkah kedalam, disana terlihat gelap dan banyak suara-suara anaeh


" Bos dengar itu " ucap Niko melihat ke segala arah


" Em " jawabnya


" Bos.. kalau hantunya gigit gimana " ucapnya Niko dengan wajah pucatnya


" Berarti Kamu terlalu empuk dagingnya " ucap Ehan sambil tersenyum


" Bos " rengeknya


" Berarti hantunya itu Vampir " ucap Marni


" Terus kita harus ngapain " ucapnya Niko heran


" Kita joget-joget aja depan hantu itu " celetuk Marni kesal


" Ish. kamu mah sama aja sama si bos " ucapnya kesal


" Rumah hantu itu cuma bohongan ko, masa kamu cowo takut " cibir Ehan


" Aku berani ko Bos " ucapnya sok-sokan berani


" Yakin berani " ucap Marni dengan terseyum sinis


" Iya harus berani lah masa calon imam kamu ga berani " ucap Niko


" Maksudnya " ucap Marni tidak mengerti


Merekapun berjalan kedepan dengan lampu yang redup dan terasa suasana seram dengan suara-suara aneh yang terdengar


" Apa Kau takut " bisik Ehan pada Rena


" Astaghfirullah aku ga takut " ucapnya kaget


" Tenang aku bukan hantu, aku Ehan si ganteng kalem " ucapnya sambil tersenyum dan Rena pun ikut tersenyum karena ucapan Ehan yang lucu


" Bos beneran ga takut " bisik Niko


" Tidak "


" Yakin bos " ucap Ehan heran


" Yakin.. " ucapnya kembali Fokus kedepan


Tiba-tiba Seseorang datang menepuk pundak Marni, Marni pun tanpa sadar langsung menjerit ketakutan karena yang dilihatnya seseorang yang memakai baju kuntilanak.


" Aaaaaaa.... Hantu " ucap Marni


" Mana-mana " ucap Niko


" Aaaaaaa.... Hantu " ucap Niko


" Kenapa kamu ikutan berteriak, berisik tau " ucap Marni pada Niko


" Ya orang takut " ucap Niko


" Katanya ga takut " cibir Farel


" Tapi itu hantu " ucap Niko menunjuk hantu itu


" Terus Siapa bilang itu kaya gitu siluman " ucap Ehan mencubit menjewer telinga Niko


" Sakit bos " rengeknya


" Kamu cowo penakut " cibir Ehan Mampu membuat Niko kesal

__ADS_1


" Aku sama Marni didepan biar ga ditakuti lagi sama hantunya " ucap Niko


" Kamu benar " ucap Marni dengan waspada


" Kamu ga takut " bisik Ehan pada Rena


" Insya Allah tidak " ucapnya dengan wajah pucatnya


Kini Niko dan Marni berjalan di depan sedangkan Ehan dan Rena berjalan dibelakang mereka, Kini seseorang menepuk pundak Ehan berkali-kali


" Hantu... " ucap Rena menjerit


" Tenang Ren Aku akan jagain kamu " ucapnya Ehan langsung melihat kebelakang


" Mau apa Hem... aku ga takut " ucap Ehan memplintir tangan seseorang dengan kostum hantu


" AW... AW... Ampun... ampun " ucapnya seseorang yang memakai kostum kesakitan


" Udah Ehan udah... " ucap Rena memisahkan Ehan yang hendak memukul seseorang itu


" Ya udah sana " ucap Ehan kesel dan membiarkan seseorang yang memakai kostum itu pergi


" Bos malah diplintir... kasian hantu itu " ucap Niko


" Heem nih aneh kamu, harunya takut malah mau digebukin " ucap Marni


" Emang hantu nya rese... Dia terus tepuk-tepuk pundak aku " ucap Ehan masih kesal


" Itu kan tugas memang tugas mereka " ucap Rena


Merekapun langsung menertawakan Sikap Ehan namun tiba-tiba mati lampu, merekapun menjerit ketakutan kecuali Ehan


" Aa...... aaaaaaaaaaaa " Teriakan Mereka


" Tenang Ren ada Aku disini " ucap Ehan memegang tangannya agar tidak ketakutan


" Astaghfirullah " ucapnya melepaskan tangan ehan


" Eh maaf Ren tadi aku cuma mau tenanggin kamu " ucapnya


" Ga papah " ucapnya tersipu malu


Sedangkan Niko dan Marni pun merasa sangat ketakutan tanpa sadar tangan mereka pun saling berpegangan


" Kamu Modus banget " ucap Marni kesal dan segera melepaskan tangannya


" Ga ko, orang kamu yang pegang tangan aku duluan " ucapnya


" Ih apaan kamu yang modus " ucap Marni dengan berteriak


" Sudah-sudah jangan bertengkar " ucap Rena


" Kalian memang cocok " ucap Ehan


" Cocok apa " tanyanya Marni


" Cocok jadi pasangan " ucap Ehan sambil tersenyum


" Ih amit-amit " ucap Marni


" Kalau aku mah Amin saja .. semoga sepasang suami istri " ucap Niko senang


" Ih, mimpimu ketinggian " ucap Marni


" Sudah-sudah lebih baik kita fokus kedepan lagi " ucap Rena


Merekapun segera melangkah kembali kedepan dan Fokus, lalu terdengar suara orang menangis


" Bos ada yang nangis " ucap Niko


" Itu pasti Hantu... " ucap Ehan menakuti Niko


" Jangan ditakutin dong Bos... " ucapnya


" Gitu aja takut " cibir Marni


" Iya nih malu-maluin " ucap Ehan

__ADS_1


__ADS_2