
" Apa kamu sudah punya pacar " ucap Ehan To the point
" Aku ga punya pacar dan tak mau punya pacar " jawabnya mampu membuat Ehan kaget
" Apa " ucap Ehan kaget
" Kenapa " tanya Rena
" Kamu ga suka sama cowo jadi kamu ga mau pacaran " Tanyanya
" Astaghfirullah kamu pikirannya negatif "
" Lalu apa " tanya Ehan kembali
" Aku ga mau pacaran dan ga mau pacaran dalam Islam tidak boleh pacaran " jelaskan Rena
" Oh jadi kamu maunya langsung nikah " tanya Ehan dengan terseyum senang
" Iya "
" Terus kapan " tanya Ehan
" Kapan apa " tanya balik Rena
" Kapan kita nikah " ucap Ehan sambil tersenyum manisnya lagi namun Rena malah senyum-senyum tersipu malu
Brukkk..
" Ada apa ini, kenapa kincirnya diam..gimana ini " ucapnya Rena panik
" Kamu jangan panik, ada aku disini.. kamu harus tenang " jawabnya
" Tenang gimana, kita lagi diatas yang paling tinggi " ucap Rena dengan wajah semakin panik
" Kamu sabar, istighfar bukanya kaya gini " ucap Ehan tanpa sabar memegang tangan Rena supaya iya tenang
" Astaghfirullah Ya Allah semoga kita bisa selamat " Doa Rena
" Kamu lucu kalau lagi panik begini " batin Ehan sambil memandang wajah Rena dengan terseyum senang
" Kamu sudah lebih tenang " tanya Ehan
" Iya " ucapnya
" Syukurlah kalau begitu " ucap Ehan sambil tersenyum dan melepaskan tangan Rena
" Maaf ya tidak sengaja " ucap Rena
" Ga papah " ucap Ehan terseyum senang
Sepuluh menit kemudian lampu pun menyala, dan kincir pun akhirnya kembali lagi berputar.
" Alhamdulillah " ucap Mereka serempak
Lalu kemudian ketika kincir dibawah merekapun segera turun dari sana, dilihatnya ada Niko dan Marni yang menunggu mereka disana
" Kalian ga papah " tanya Marni
" Alhamdulillah kami tidak apa-apa " jawab Rena dengan terseyum manis
" Bos tidak apa-apa " tanya Niko
" Ga papah ko " ucapnya dengan terseyum senang
" Kalian mau kemana lagi sekarang " tanya Ehan
" Gimana kalau kita kerumah hantu " ucap Marni
" Ide yang bagus " ucap Niko
" Rena gimana apa kamu setuju jika kita kerumah hantu " ucapnya Ehan
" Aku gimana kalian saja " jawabnya
" ok kalau begitu, Niko belikan empat tiket kerumah hantu " ucap Ehan
" Baik bos " ucapnya langsung pergi dan meninggalkan mereka
__ADS_1
Kini Niko sedang membeli tiket menuju Rumah hantu, setelah selesai mereka pun segera melangkah menuju rumah hantunya
" Mana tiketnya " ucap petugas itu
" Ini pa " ucap Niko
" Baik Silahkan kalian masuk " ucapnya sambil tersenyum
" Makasih ya " ucapnya Ehan dan teman-temannya
Mereka pun segera melangkah kedalam, disana terlihat gelap dan banyak suara-suara anaeh
" Bos dengar itu " ucap Niko melihat ke segala arah
" Em " jawabnya
" Bos.. kalau hantunya gigit gimana " ucapnya Niko dengan wajah pucatnya
" Berarti Kamu terlalu empuk dagingnya " ucap Ehan sambil tersenyum
" Bos " rengeknya
" Berarti hantunya itu Vampir " ucap Marni
" Terus kita harus ngapain " ucapnya Niko heran
" Kita joget-joget aja depan hantu itu " celetuk Marni kesal
" Ish. kamu mah sama aja sama si bos " ucapnya kesal
" Rumah hantu itu cuma bohongan ko, masa kamu cowo takut " cibir Ehan
" Aku berani ko Bos " ucapnya sok-sokan berani
" Yakin berani " ucap Marni dengan terseyum sinis
" Iya harus berani lah masa calon imam kamu ga berani " ucap Niko
" Maksudnya " ucap Marni tidak mengerti
Merekapun berjalan kedepan dengan lampu yang redup dan terasa suasana seram dengan suara-suara aneh yang terdengar
" Apa Kau takut " bisik Ehan pada Rena
" Astaghfirullah aku ga takut " ucapnya kaget
" Tenang aku bukan hantu, aku Ehan si ganteng kalem " ucapnya sambil tersenyum dan Rena pun ikut tersenyum karena ucapan Ehan yang lucu
" Bos beneran ga takut " bisik Niko
" Tidak "
" Yakin bos " ucap Ehan heran
" Yakin.. " ucapnya kembali Fokus kedepan
Tiba-tiba Seseorang datang menepuk pundak Marni, Marni pun tanpa sadar langsung menjerit ketakutan karena yang dilihatnya seseorang yang memakai baju kuntilanak.
" Aaaaaaa.... Hantu " ucap Marni
" Mana-mana " ucap Niko
" Aaaaaaa.... Hantu " ucap Niko
" Kenapa kamu ikutan berteriak, berisik tau " ucap Marni pada Niko
" Ya orang takut " ucap Niko
" Katanya ga takut " cibir Farel
" Tapi itu hantu " ucap Niko menunjuk hantu itu
" Terus Siapa bilang itu kaya gitu siluman " ucap Ehan mencubit menjewer telinga Niko
" Sakit bos " rengeknya
" Kamu cowo penakut " cibir Ehan Mampu membuat Niko kesal
__ADS_1
" Aku sama Marni didepan biar ga ditakuti lagi sama hantunya " ucap Niko
" Kamu benar " ucap Marni dengan waspada
" Kamu ga takut " bisik Ehan pada Rena
" Insya Allah tidak " ucapnya dengan wajah pucatnya
Kini Niko dan Marni berjalan di depan sedangkan Ehan dan Rena berjalan dibelakang mereka, Kini seseorang menepuk pundak Ehan berkali-kali
" Hantu... " ucap Rena menjerit
" Tenang Ren Aku akan jagain kamu " ucapnya Ehan langsung melihat kebelakang
" Mau apa Hem... aku ga takut " ucap Ehan memplintir tangan seseorang dengan kostum hantu
" AW... AW... Ampun... ampun " ucapnya seseorang yang memakai kostum kesakitan
" Udah Ehan udah... " ucap Rena memisahkan Ehan yang hendak memukul seseorang itu
" Ya udah sana " ucap Ehan kesel dan membiarkan seseorang yang memakai kostum itu pergi
" Bos malah diplintir... kasian hantu itu " ucap Niko
" Heem nih aneh kamu, harunya takut malah mau digebukin " ucap Marni
" Emang hantu nya rese... Dia terus tepuk-tepuk pundak aku " ucap Ehan masih kesal
" Itu kan tugas memang tugas mereka " ucap Rena
Merekapun langsung menertawakan Sikap Ehan namun tiba-tiba mati lampu, merekapun menjerit ketakutan kecuali Ehan
" Aa...... aaaaaaaaaaaa " Teriakan Mereka
" Tenang Ren ada Aku disini " ucap Ehan memegang tangannya agar tidak ketakutan
" Astaghfirullah " ucapnya melepaskan tangan ehan
" Eh maaf Ren tadi aku cuma mau tenanggin kamu " ucapnya
" Ga papah " ucapnya tersipu malu
Sedangkan Niko dan Marni pun merasa sangat ketakutan tanpa sadar tangan mereka pun saling berpegangan
" Kamu Modus banget " ucap Marni kesal dan segera melepaskan tangannya
" Ga ko, orang kamu yang pegang tangan aku duluan " ucapnya
" Ih apaan kamu yang modus " ucap Marni dengan berteriak
" Sudah-sudah jangan bertengkar " ucap Rena
" Kalian memang cocok " ucap Ehan
" Cocok apa " tanyanya Marni
" Cocok jadi pasangan " ucap Ehan sambil tersenyum
" Ih amit-amit " ucap Marni
" Kalau aku mah Amin saja .. semoga sepasang suami istri " ucap Niko senang
" Ih, mimpimu ketinggian " ucap Marni
" Sudah-sudah lebih baik kita fokus kedepan lagi " ucap Rena
Merekapun segera melangkah kembali kedepan dan Fokus, lalu terdengar suara orang menangis
" Bos ada yang nangis " ucap Niko
" Itu pasti Hantu... " ucap Ehan menakuti Niko
" Jangan ditakutin dong Bos... " ucapnya
" Gitu aja takut " cibir Marni
" Iya nih malu-maluin " ucap Ehan
__ADS_1