
Satria dan Ina sudah selesai jam kerja, mereka segera menuju mobil Satria, Di dalam mobil terlihat Ina wajahnya murung, satria yang melihat hal itu pun mencoba menghiburnya.
" Sayang... " ucap Satria belum melajukan mobilnya
" Ada apa " ucapnya dengan nada lesu
" Kita jalan-jalan dulu yu.. kamu mau kemana aku Antarkan " ucap Satria dengan penuh semangat
" Aku mau pulang saja " ucapnya
" Kasian Ina masih merasa bersalah, aku bingung menghiburnya dengan cara gimana lagi " batin Satria
" Yaudah kita pulang saja "
Kini Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang jalan iya tak henti-hentinya mencuri-curi pandang pada Ina, namun Ina hanya terdiam saja.
" Sayang " ucap panggilnya lagi
" Iya " ucapnya singkat
" Kamu sudah dong sedihnya, aku jadi ikutan sedih ini mah " ucap Satria melihat wajah Ina
" Aku ga papah ko... " ucapnya
" Kita ke restoran Sushi ya, buka puasa disana mau " tawarkan Satria
" Tidak, aku mau pulang saja " ucap Ina
" Kamu yakin sayang "
" Iya "
Akhirnya Satria dan Ina pun sudah sampai dirumah Satria, mereka segera menuju kedalam, dan Ina segera masuk kedalam kamarnya
" Sore mah " sapa ina
" Sore sayang... " ucap Yesi senang melihat kehadiran ina
" Mamah Mau tanya... " ucap Yesi terpotong oleh ucapan ina
" Mah aku pamit ke kamar dulu ya cape.... " ucapnya
" Eh iya " ucap Yesi heran melihat Ina
Ina segera menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu, sementara Yesi bertanya-tanya dalam hatinya kenapa dengan ina
" Satria jelaskan pada Mamah Ina kenapa " ucap Yesi sinis
" Ina hanya lagi cape saja " ucap Satria
" Kamu berantem sama ina " tanya Yesi masih dengan wajah sinisnya
" Tidak mah " ucapnya
__ADS_1
" Terus kenapa" tanya Yesi masih penasaran
" Mah lebih baik kita duduk disana, ada yang mau Aku bicarakan juga " ucap Satria
" Awas aja kamu putus dari ina " jawabnya
" Ih mah.. amit-amit tau sampai kapanpun aku ga mau lepasin ina .. " ucapnya
Mereka kini duduk diruang makan berdua, Satria memasang wajah serius sedangkan Yesi masih penasaran dengan perubahan sikap ina
" Kamu mau bicara apa " tanya Yesi
" Tapi mamah harus ijinkan aku "
" Apalagi nih, jangan bilang kamu selingkuh dengan dokter dinda itu " cibir Yesi
" Bukan mamah,ya ampun pikiran mamah jelek-jelek mulu " ucapnya Satria kesal
" Terus apa "
" Aku mau tunangan sama Ina " ucap satria membuat Yesi senang
" Apa " ucap ucapnya kaget namun sambil tersenyum
" Izinkan ya mah.. aku mohon, aku ga mau Ina dideketin sama cowok-cowok lain diluar sana.. " ucapnya sambil wajah memelas
" Kalau masalah itu kamu juga harus bilang sama Ayah " Ucap Yesi bersemangat
" Mamah pasti bantuin kamu " ucap Yesi
Tiba-tiba seseorang datang dan mengagetkan mereka.
" Hayo mau ngomong apa " ucapnya Renal yang baru datang dan mengagetkan mereka
" Astaga Mas aku kaget " ucap Yesi
" Iya nih Ayah bikin kaget saja " Protes satria
" Kalian ngomongin apa sih ko ayah ga diajak-ajak " ucapnya Renal penasaran
" Jadi gini Mas.. " ucap Yesi terpotong
" Biar aku saja yang bicara " ucap Satria dengan wajah serius
" Yasudah " ucap Yesi
" Ina ada apa, ko kalian serius sekali " tanya Renal
" Ayah izinkan Aku ya, aku dan Ina mau tunangan " ucap Satria sambil gugup
" Memang Ina mau sama kamu " cibir sang ayah
" Ayah Ko ngomongnya gitu " ucap Satria kesal
__ADS_1
" Palingan Kamu yang mau tunangan sedangkan Ina ga " goda sang ayah
" Ayah aku serius.. " ucap Satria meyakinkan Sang ayah
" Terus Ina mau tunangan sama kamu.. " ucap Renal sambil tersenyum
" Ina sih bilangnya kalau Ayah Leo izinkan " ucap Satria
" Wah itu Syarat yang berat " ucap Renal
" Aku harus bicara dulu dengan Sisil kalau begitu " ucap Yesi
" Kamu harus berjuang terus ya.. karena ga mudah kamu dapatkan restu Ayah Leo apalagi Ina putri kesayangan " ucap Renal
" Ih ayah, bantuin ke jangan bilang kaya gitu " ucap Satria
" Ayah bantu doa saja ya " goda Renal
" Kamu tenang saja, Mamah akan bicara dulu sama Sisil, kamu juga bantu doa biar Bunda Sisil itu restuin kamu.. ya setidaknya Sisil bisa bujuk Leo biar restuin kamu dan Ina " ucap Yesi
" Mereka masih muda.. haruskah tunangan.. " cibir Renal
" Harus tunangan ayah.. aku mohon, aku ga mau Ina dideketin sama cowok-cowok lain diluar sana.. setidaknya jika aku sudah tunangan mungkin cowok-cowok akan menjauhi ina " ucapnya sambil wajah memelas
" Kita lihatlah nanti " ucap Renal
" Ayah gimana sih bukanya dukung malah begitu " batin Satria
.
.
.
.
Bersambung....
Tim Ina dan Satria mana suaranya....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1