Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 94


__ADS_3

Satria dan Ina sudah selesai jam kerja, mereka segera menuju mobil Satria, Di dalam mobil terlihat Ina wajahnya murung, satria yang melihat hal itu pun mencoba menghiburnya.


" Sayang... " ucap Satria belum melajukan mobilnya


" Ada apa " ucapnya dengan nada lesu


" Kita jalan-jalan dulu yu.. kamu mau kemana aku Antarkan " ucap Satria dengan penuh semangat


" Aku mau pulang saja " ucapnya


" Kasian Ina masih merasa bersalah, aku bingung menghiburnya dengan cara gimana lagi " batin Satria


" Yaudah kita pulang saja "


Kini Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang jalan iya tak henti-hentinya mencuri-curi pandang pada Ina, namun Ina hanya terdiam saja.


" Sayang " ucap panggilnya lagi


" Iya " ucapnya singkat


" Kamu sudah dong sedihnya, aku jadi ikutan sedih ini mah " ucap Satria melihat wajah Ina


" Aku ga papah ko... " ucapnya


" Kita ke restoran Sushi ya, buka puasa disana mau " tawarkan Satria


" Tidak, aku mau pulang saja " ucap Ina


" Kamu yakin sayang "


" Iya "


Akhirnya Satria dan Ina pun sudah sampai dirumah Satria, mereka segera menuju kedalam, dan Ina segera masuk kedalam kamarnya


" Sore mah " sapa ina


" Sore sayang... " ucap Yesi senang melihat kehadiran ina


" Mamah Mau tanya... " ucap Yesi terpotong oleh ucapan ina


" Mah aku pamit ke kamar dulu ya cape.... " ucapnya


" Eh iya " ucap Yesi heran melihat Ina


Ina segera menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu, sementara Yesi bertanya-tanya dalam hatinya kenapa dengan ina


" Satria jelaskan pada Mamah Ina kenapa " ucap Yesi sinis


" Ina hanya lagi cape saja " ucap Satria


" Kamu berantem sama ina " tanya Yesi masih dengan wajah sinisnya


" Tidak mah " ucapnya

__ADS_1


" Terus kenapa" tanya Yesi masih penasaran


" Mah lebih baik kita duduk disana, ada yang mau Aku bicarakan juga " ucap Satria


" Awas aja kamu putus dari ina " jawabnya


" Ih mah.. amit-amit tau sampai kapanpun aku ga mau lepasin ina .. " ucapnya


Mereka kini duduk diruang makan berdua, Satria memasang wajah serius sedangkan Yesi masih penasaran dengan perubahan sikap ina


" Kamu mau bicara apa " tanya Yesi


" Tapi mamah harus ijinkan aku "


" Apalagi nih, jangan bilang kamu selingkuh dengan dokter dinda itu " cibir Yesi


" Bukan mamah,ya ampun pikiran mamah jelek-jelek mulu " ucapnya Satria kesal


" Terus apa "


" Aku mau tunangan sama Ina " ucap satria membuat Yesi senang


" Apa " ucap ucapnya kaget namun sambil tersenyum


" Izinkan ya mah.. aku mohon, aku ga mau Ina dideketin sama cowok-cowok lain diluar sana.. " ucapnya sambil wajah memelas


" Kalau masalah itu kamu juga harus bilang sama Ayah " Ucap Yesi bersemangat


" Mamah pasti bantuin kamu " ucap Yesi


Tiba-tiba seseorang datang dan mengagetkan mereka.


" Hayo mau ngomong apa " ucapnya Renal yang baru datang dan mengagetkan mereka


" Astaga Mas aku kaget " ucap Yesi


" Iya nih Ayah bikin kaget saja " Protes satria


" Kalian ngomongin apa sih ko ayah ga diajak-ajak " ucapnya Renal penasaran


" Jadi gini Mas.. " ucap Yesi terpotong


" Biar aku saja yang bicara " ucap Satria dengan wajah serius


" Yasudah " ucap Yesi


" Ina ada apa, ko kalian serius sekali " tanya Renal


" Ayah izinkan Aku ya, aku dan Ina mau tunangan " ucap Satria sambil gugup


" Memang Ina mau sama kamu " cibir sang ayah


" Ayah Ko ngomongnya gitu " ucap Satria kesal

__ADS_1


" Palingan Kamu yang mau tunangan sedangkan Ina ga " goda sang ayah


" Ayah aku serius.. " ucap Satria meyakinkan Sang ayah


" Terus Ina mau tunangan sama kamu.. " ucap Renal sambil tersenyum


" Ina sih bilangnya kalau Ayah Leo izinkan " ucap Satria


" Wah itu Syarat yang berat " ucap Renal


" Aku harus bicara dulu dengan Sisil kalau begitu " ucap Yesi


" Kamu harus berjuang terus ya.. karena ga mudah kamu dapatkan restu Ayah Leo apalagi Ina putri kesayangan " ucap Renal


" Ih ayah, bantuin ke jangan bilang kaya gitu " ucap Satria


" Ayah bantu doa saja ya " goda Renal


" Kamu tenang saja, Mamah akan bicara dulu sama Sisil, kamu juga bantu doa biar Bunda Sisil itu restuin kamu.. ya setidaknya Sisil bisa bujuk Leo biar restuin kamu dan Ina " ucap Yesi


" Mereka masih muda.. haruskah tunangan.. " cibir Renal


" Harus tunangan ayah.. aku mohon, aku ga mau Ina dideketin sama cowok-cowok lain diluar sana.. setidaknya jika aku sudah tunangan mungkin cowok-cowok akan menjauhi ina " ucapnya sambil wajah memelas


" Kita lihatlah nanti " ucap Renal


" Ayah gimana sih bukanya dukung malah begitu " batin Satria


.


.


.


.


Bersambung....


Tim Ina dan Satria mana suaranya....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2