
Keesokan harinya,,
Sisil sudah bangun pagi-pagi dan menyiapkan sarapannya untuk keluarganya sebelum mereka pergi pulang ke Jakarta.
Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi pertanda ada seseorang yang datang ke apartemennya. Sisil segera membuka pintunya dan betapa terkejutnya yang datang ternyata calon besannya.
Ting... Tong... Ting... Tong...
" Siapanya " ucap Sisil kaget dan segera membuka pintunya
Ceklek,,
" Assalamualaikum Bu Sisil " Sapa Bu ida
" Waalaikum salam Bu Ida, Silahkan masuk " ucap Sisil mempersiapkan Bu Ida untuk duduk diruang tamu
" Terimakasih Bu Sisil " ucap Bu Ida
Merekapun segera masuk keruang tamu dan duduk saling berdekatan dan berbincang-bincang.
" Bu Ida ada perlu apa kesini pagi-pagi sekali " ucap Sisil merasa kaget
" Maf ya Bu Sisil mengganggu, saya hanya ingin memberikan ini anggap saja ini oleh-oleh dari saya " ucap bu Ida Sambil tersenyum
" Aduh merepotkan sekali Bu, saya jadi merasa tidak enak " ucap Sisil Malu
" Kenapa tidak enak Bu, sebentar lagi kan kita akan menjadi keluarga " ucap Bu Ida
" Tapi Bu tidak seperti ini " ucap Sisil
" Sudah ibu terima ya.. saya mohon " ucap Bu Ida
" Baik Saya akan terima ya, terimakasih Bu sebelumnya.. maaf jadi merepotkan " ucapnya Sisil mengambil bingkisan berupa beberapa makanan dari Bu ida
" Sama-sama Bu.. saya tidak merasa direpotkan " ucap Bu ida
" Apa ibu sudah sarapan... kalau belum ikut sarapan bersama saya dan keluarga " ucap Sisil
" Tidak perlu Bu.. saya sudah sarapan.. terima kasih sudah menawarkan " ucap Bu ida
" Iya Bu " ucap Sisil
" Kalau begitu saya pamit ya Bu... di cobain loh oleh-olehnya enak " ucap Bu Ida
" Pasti Saya akan memakannya " ucap Sisil sambil tersenyum
" Saya pamit ya Bu " ucap Bu Ida
" Saya antar kedepan pintu " ucap Sisil
Merekapun segera pergi dari sana dan Bu Ida segera pergi menuju Apartemennya sedangkan Sisil masih didepan pintu.
" Assalamualaikum " ucap Bu Ida
" Waalaikum salam " ucapnya Sisil sambil tersenyum
Sisil pun segera masuk dan berniat untuk membangunkan suami dan putra putrinya namun sang suami sudah bangun dan heran melihat Sisil dari arah Ruang tamu
" Sayang " panggil Leo
" Iya sayang " ucap Sisil
" Kamu dari mana " tanya Leo
" Tadi Bu Ida kesini dan memberikan kita oleh-oleh " ucap Sisil
" Kamu tenang saja aku pun sudah menyuruh Renal membeli oleh-oleh " ucap Leo memeluk Sisil dari belakang
" Iya sayang terima kasih " ucap Sisil
" Terimakasih untuk apa " tanya Leo
__ADS_1
" Terima kasih sudah menjadi ayah yang baik, suami yang baik dan sudah merestui Anak-anak kita " ucap Sisil sambil tersenyum
" Apapun untukmu sayang " ucapnya Leo Sambil mencium pipi Sisil
" Mas jangan begini " ucap Sisil malu
" Kenapa sayang " tanya Leo
" Nanti diliat anak-anak " ucap Sisil tersipu malu
" Tidak apa-apa mereka sebentar lagi akan menikah sayang " goda Leo
" Mas... " ucap Sisil
" Memangnya kamu tidak kangen sama aku " Leo masih menggoda Sisil
" Mas ih.. " ucapnya Sisil namun tidak dipedulikan Leo, malah Leo mencium bibir Sisil tanpa aba-aba dan entah mengapa Sisil menikmatinya dengan penuh gairah
Tiba-tiba Ehan datang Kesana dan melihat adegan yang membuatnya menelan ludahnya sendiri, bagaimana tidak Ehan kan manusia biasa juga apalagi dia belum pernah ciuman selama ini
" Astaghfirullah " ucap Ehan tanpa berkedip
" Asataga " ucapnya Sisil langsung mendorong tubuh Leo
" Sayang " ucap Leo kesal karena iya didorong sang istri
" Maaf sayang.. ada Ehan " ucap Sisil
" Ehan kamu kenapa " tanya Leo heran
" Harusnya Ehan yang tanya ayah dan bunda ngapain pagi-pagi adegan kaya begitu... " ucap Ehan
" Tuh kan aku sudah bilang jangan disini " bisik Sisil
" Aku lepas kendali habisnya kamu sangat menggoda " bisik Leo
" Malah bisik-bisik " ucap Ehan heran
" Kalau aku melihat adegan begitu sambil berkedip maka aku jadi dosa " ucap Ehan
" Kalau Kamu tidak berkedip " tanya Sisil
" Jadi ngiler " ucap Ehan
" Kamu ya " ucap Leo
" Bercanda ayah " ucap Ehan
" Bunda mau panggilkan Ina dahulu " ucap Sisil sambil mukanya merah merona menghindar dari Leo dan Ehan
" Iya Bunda " ucap Ehan sambil tersenyum
" Yang kamu lihat barusan .. lupakan " ucap sang ayah
" Memangnya kenapa " tanya Ehan
" Itu adegan yang boleh kamu lakukan ketika sudah menikah " ucap Leo
" Kalau masalah itu ayah ga usah khawatir " ucapnya Ehan
" Baiklah " ucap Leo
Sedangkan ditempat lain Sisil langsung pergi kekamar Ina. dilihatnya sang putri kesayangannya sedang berdandan cantik
Tok... Tok... Tok...
" Ina sayang kamu sudah bangun " ucap Sisil dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu
" Sudah Bunda, masuk saja " ucap Ina
Ceklek,,
__ADS_1
" Pagi sayang " ucap Sisil sambil tersenyum
" Pagi juga bunda " ucap Ina ceria
" Anak perawan bunda sudah cantik begini... " ucapnya Sisil sambil merapikan rambut Ina
" Makasih bunda " ucap ina senang
" Sebentar lagi kamu akan menikah... Bunda hanya berharap kamu selalu bahagia " ucap Sang bunda sambil memeluk Ina
" Bunda tenang saja ya.. Ina yakin satria bisa membahagiakan Ina " ucap ina
" Yu kita keruang makan semuanya sudah menunggu " ajak Sisil
" Ayo bunda " ucap Ina
Mereka segera pergi keruang makan dan berkumpul dengan Leo, Ehan dan Farel
" Pagi semuanya " sapa ina
" Pagi juga " ucap Mereka
Sisil dan Ina langsung duduk dan menyantap sarapannya dengan lahap tanpa sisa, Setelah selesai mereka bersiap-siap membereskan barang merek sebelum mereka berangkat ke bandara
" Ehan, Ina kalian sekarang berkemas jangan sampai ada barang yang ketinggalan " ucap Sang bunda
" Iya bunda " ucap Mereka langsung pergi kekamar masing-masing dan mengemas barang-barang mereka
Sementara Farel duduk diruang tamu beserta Sang ayah.
" Farel " ucap Sang ayah
" Iya ayah " ucapnya
" Kamu jaga diri, jangan sampai kecapean.. apalagi kamu sebentar lagi menikah.. persiapkan dirimu " ucapnya Leo
" Ayah tenang saja... " ucap Farel sambil tersenyum
" Kalau terjadi apa-apa hubungi ayah ya " ucap Leo
" Ok siap ayah " ucap Farel senang
" Jangan lupa jagain Mey-mey juga " ucap Leo sambil tersenyum
" Siap ayah, terima kasih sudah merestui hubunganku dengan Mey-mey " ucap Farel memeluk sang Ayah
" Iya Sayang... " ucap Leo
Merekapun berbincang-bincang terlebih dahulu sambil menunggu Sisil, Ehan dan Ina membereskan barang-barang mereka. Setelah semuanya selesai barulah mereka pergi ke bandara Farel dan Mey-mey mengantarkan Leo, Sisil, Ehan dan Ina kebandara.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1