Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 167


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Sisil sudah bangun pagi-pagi dan menyiapkan sarapannya untuk keluarganya sebelum mereka pergi pulang ke Jakarta.


Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi pertanda ada seseorang yang datang ke apartemennya. Sisil segera membuka pintunya dan betapa terkejutnya yang datang ternyata calon besannya.


Ting... Tong... Ting... Tong...


" Siapanya " ucap Sisil kaget dan segera membuka pintunya


Ceklek,,


" Assalamualaikum Bu Sisil " Sapa Bu ida


" Waalaikum salam Bu Ida, Silahkan masuk " ucap Sisil mempersiapkan Bu Ida untuk duduk diruang tamu


" Terimakasih Bu Sisil " ucap Bu Ida


Merekapun segera masuk keruang tamu dan duduk saling berdekatan dan berbincang-bincang.


" Bu Ida ada perlu apa kesini pagi-pagi sekali " ucap Sisil merasa kaget


" Maf ya Bu Sisil mengganggu, saya hanya ingin memberikan ini anggap saja ini oleh-oleh dari saya " ucap bu Ida Sambil tersenyum


" Aduh merepotkan sekali Bu, saya jadi merasa tidak enak " ucap Sisil Malu


" Kenapa tidak enak Bu, sebentar lagi kan kita akan menjadi keluarga " ucap Bu Ida


" Tapi Bu tidak seperti ini " ucap Sisil


" Sudah ibu terima ya.. saya mohon " ucap Bu Ida


" Baik Saya akan terima ya, terimakasih Bu sebelumnya.. maaf jadi merepotkan " ucapnya Sisil mengambil bingkisan berupa beberapa makanan dari Bu ida


" Sama-sama Bu.. saya tidak merasa direpotkan " ucap Bu ida


" Apa ibu sudah sarapan... kalau belum ikut sarapan bersama saya dan keluarga " ucap Sisil


" Tidak perlu Bu.. saya sudah sarapan.. terima kasih sudah menawarkan " ucap Bu ida


" Iya Bu " ucap Sisil


" Kalau begitu saya pamit ya Bu... di cobain loh oleh-olehnya enak " ucap Bu Ida


" Pasti Saya akan memakannya " ucap Sisil sambil tersenyum


" Saya pamit ya Bu " ucap Bu Ida


" Saya antar kedepan pintu " ucap Sisil


Merekapun segera pergi dari sana dan Bu Ida segera pergi menuju Apartemennya sedangkan Sisil masih didepan pintu.


" Assalamualaikum " ucap Bu Ida


" Waalaikum salam " ucapnya Sisil sambil tersenyum


Sisil pun segera masuk dan berniat untuk membangunkan suami dan putra putrinya namun sang suami sudah bangun dan heran melihat Sisil dari arah Ruang tamu


" Sayang " panggil Leo


" Iya sayang " ucap Sisil


" Kamu dari mana " tanya Leo


" Tadi Bu Ida kesini dan memberikan kita oleh-oleh " ucap Sisil


" Kamu tenang saja aku pun sudah menyuruh Renal membeli oleh-oleh " ucap Leo memeluk Sisil dari belakang


" Iya sayang terima kasih " ucap Sisil


" Terimakasih untuk apa " tanya Leo

__ADS_1


" Terima kasih sudah menjadi ayah yang baik, suami yang baik dan sudah merestui Anak-anak kita " ucap Sisil sambil tersenyum


" Apapun untukmu sayang " ucapnya Leo Sambil mencium pipi Sisil


" Mas jangan begini " ucap Sisil malu


" Kenapa sayang " tanya Leo


" Nanti diliat anak-anak " ucap Sisil tersipu malu


" Tidak apa-apa mereka sebentar lagi akan menikah sayang " goda Leo


" Mas... " ucap Sisil


" Memangnya kamu tidak kangen sama aku " Leo masih menggoda Sisil


" Mas ih.. " ucapnya Sisil namun tidak dipedulikan Leo, malah Leo mencium bibir Sisil tanpa aba-aba dan entah mengapa Sisil menikmatinya dengan penuh gairah


Tiba-tiba Ehan datang Kesana dan melihat adegan yang membuatnya menelan ludahnya sendiri, bagaimana tidak Ehan kan manusia biasa juga apalagi dia belum pernah ciuman selama ini


" Astaghfirullah " ucap Ehan tanpa berkedip


" Asataga " ucapnya Sisil langsung mendorong tubuh Leo


" Sayang " ucap Leo kesal karena iya didorong sang istri


" Maaf sayang.. ada Ehan " ucap Sisil


" Ehan kamu kenapa " tanya Leo heran


" Harusnya Ehan yang tanya ayah dan bunda ngapain pagi-pagi adegan kaya begitu... " ucap Ehan


" Tuh kan aku sudah bilang jangan disini " bisik Sisil


" Aku lepas kendali habisnya kamu sangat menggoda " bisik Leo


" Malah bisik-bisik " ucap Ehan heran


" Kalau aku melihat adegan begitu sambil berkedip maka aku jadi dosa " ucap Ehan


" Kalau Kamu tidak berkedip " tanya Sisil


" Jadi ngiler " ucap Ehan


" Kamu ya " ucap Leo


" Bercanda ayah " ucap Ehan


" Bunda mau panggilkan Ina dahulu " ucap Sisil sambil mukanya merah merona menghindar dari Leo dan Ehan


" Iya Bunda " ucap Ehan sambil tersenyum


" Yang kamu lihat barusan .. lupakan " ucap sang ayah


" Memangnya kenapa " tanya Ehan


" Itu adegan yang boleh kamu lakukan ketika sudah menikah " ucap Leo


" Kalau masalah itu ayah ga usah khawatir " ucapnya Ehan


" Baiklah " ucap Leo


Sedangkan ditempat lain Sisil langsung pergi kekamar Ina. dilihatnya sang putri kesayangannya sedang berdandan cantik


Tok... Tok... Tok...


" Ina sayang kamu sudah bangun " ucap Sisil dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu


" Sudah Bunda, masuk saja " ucap Ina


Ceklek,,

__ADS_1


" Pagi sayang " ucap Sisil sambil tersenyum


" Pagi juga bunda " ucap Ina ceria


" Anak perawan bunda sudah cantik begini... " ucapnya Sisil sambil merapikan rambut Ina


" Makasih bunda " ucap ina senang


" Sebentar lagi kamu akan menikah... Bunda hanya berharap kamu selalu bahagia " ucap Sang bunda sambil memeluk Ina


" Bunda tenang saja ya.. Ina yakin satria bisa membahagiakan Ina " ucap ina


" Yu kita keruang makan semuanya sudah menunggu " ajak Sisil


" Ayo bunda " ucap Ina


Mereka segera pergi keruang makan dan berkumpul dengan Leo, Ehan dan Farel


" Pagi semuanya " sapa ina


" Pagi juga " ucap Mereka


Sisil dan Ina langsung duduk dan menyantap sarapannya dengan lahap tanpa sisa, Setelah selesai mereka bersiap-siap membereskan barang merek sebelum mereka berangkat ke bandara


" Ehan, Ina kalian sekarang berkemas jangan sampai ada barang yang ketinggalan " ucap Sang bunda


" Iya bunda " ucap Mereka langsung pergi kekamar masing-masing dan mengemas barang-barang mereka


Sementara Farel duduk diruang tamu beserta Sang ayah.


" Farel " ucap Sang ayah


" Iya ayah " ucapnya


" Kamu jaga diri, jangan sampai kecapean.. apalagi kamu sebentar lagi menikah.. persiapkan dirimu " ucapnya Leo


" Ayah tenang saja... " ucap Farel sambil tersenyum


" Kalau terjadi apa-apa hubungi ayah ya " ucap Leo


" Ok siap ayah " ucap Farel senang


" Jangan lupa jagain Mey-mey juga " ucap Leo sambil tersenyum


" Siap ayah, terima kasih sudah merestui hubunganku dengan Mey-mey " ucap Farel memeluk sang Ayah


" Iya Sayang... " ucap Leo


Merekapun berbincang-bincang terlebih dahulu sambil menunggu Sisil, Ehan dan Ina membereskan barang-barang mereka. Setelah semuanya selesai barulah mereka pergi ke bandara Farel dan Mey-mey mengantarkan Leo, Sisil, Ehan dan Ina kebandara.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2