
Kini Sisil dan Leo sudah berada di Mansion, disana terlihat sepi bahkan Yesi dan Renal sudah pulang ke rumahnya begitu pula Ehan dan Rena sudah pulang kerumahnya bersama Abi Ismail dan Umi Rahmi.
Sedangkan Bu Ida dan Pa Anwar juga pamit pulang bersama Ujang dan Salsa. disana tampak sepi seperti tidak ada siapa-siapa padahal Oma, Marco, Farel, Ina dan Satria sedang berada di kamar masing-masing.
" Mas... Apa kamu lapar, dari tadi kamu belum makan " ucap Sisil menawarkan makanan karena sang Suami tidak makan sejak kemarin malam
" Aku tidak lapar " Ucap Leo dengan wajah lesu
" Baiklah, Aku akan ambilkan minuman untukmu " ucapnya Sisil
" Tidak, aku ingin segera melihat video itu " ucapnya Leo langsung to the points
" Baiklah Mas, sebaiknya kita ke kamar " ucap Sisil mengajak sang suami ke kamar
Mereka segera menuju kamar dan Sisil segera membawa laptop dan Vidio itu di salin ke laptopnya agar layarnya sedikit besar.
" Ini Mas.. " ucap Sisil memberikan laptop itu
" Terima kasih " ucapnya bersandar di ranjangnya, iya menonton itu dengan sang istri yang setia mendampinginya
" Ayo mas.. mulai " ucap sang istri
" Baiklah " ucapnya Leo mulai memutar video tersebut
Disana terlihat Sang Momi duduk di ranjang dengan alat yang masih di pasang di tubuhnya. Ini lah isi Ucapan Natali di dalam Vidio tersebut
" Hai Leo "
" Momi tau, mungkin saat kamu lihat Video ini Momi sudah tidak ada lagi bersama mu, dan tidak bisa lagi mendampingi mu... " ucapnya sambil menangis
" Momi sangat menyayangimu nak.. ketahuilah bahwa Momi meninggalkanmu demi kebaikanmu.. "
" Momi akan jujur padamu alasan Momi meninggalkanmu dengan ayahmu.. tapi berjanjilah setelah mengetahui semuanya kamu sudah tidak membenci Momi.. dan memaafkan momi "
Sambil menangis Natalia pun mengungkapkan perasaannya yang selama ini iya pendam, iya menceritakan semua apa yang terjadi pada Leo " Momi sayang mencintai ayahmu sampai kapanpun.. itu sebabnya Momi memutuskan untuk tidak menikah lagi.. "
" Momi menjadi wanita yang sempurna karena memiliki suami dan Anak seperti kamu nak.. Tapi hingga ketika perusahaan ayahmu hendak bangkrut, Ibu bingung bagaimana caranya agar mempertahankan perusahaan itu.. Momi mendatangi kedua kakek dan nenek mu.. mereka akan membantu Momi namun iya meminta momi menceraikan ayahmu.. hati Momi sakit dan tidak mau, namun saat bersamaan penyakit jantung ayahmu kambuh dan Momi tidak punya biaya untuk pengobatannya.. "
__ADS_1
" Akhirnya Momi memutuskan jalan itu, pengobatan ayahmu di tanggung oleh kakek dan nenekmu, perusahaan Ayahmu tidak jadi bangkrut.. maf kan Momi tidak bisa mempertahankan mu dan ayahmu.. Momi terlalu mencintaimu dan memikirkan kebagiaan mu.. Momi berpikir jika uang bisa menjamin hidupmu dari kerasnya hidup " ucapnya sambil menangis sesenggukan
" Permintaan Momi untuk terakhir kalinya, Tolong kamu jaga ayahmu... bahagiakan dia.. karena bahagia dia bahagia Momi juga nak "
" Jika Momi sudah tidak ada di dunia ini, hiduplah dengan bahagia nak, kamu sudah banyak yang mencintaimu.. ada istrimu, ketiga anakmu dan cucu-cucumu.. "
" Momi sangat mencintai mu.. I love you Leo... "
Itulah isi curahan hati Natalia, Kini Leo tak bisa menahan air matanya begitu pula dengan Sisil, Sisil langsung memeluk sang suami, dan Leo pun membalas pelukan itu dengan sangat erat.
Pelukan itu menggambarkan perasaannya yang pilu dan sakit, iya selama ini salah paham, iya selama bodoh dan tak pernah mau dengan penjelasan sang Momi yang dulu sempat mau di utarakan.
" Momi " ucap Leo menangis di pelukan sang istri
" Menangis lah Mas " ucapnya Sisil sama menangisinya dengan Leo
" Aku bodoh, aku egois, ..." ucap Leo penuh dengan penyesalan
" Ungkapan semua isi hatimu Mas... agar hatimu lega dan tidak terlalu sakit " batin Sisil
" Momi.. aku ingin momi " ucap Leo Sisil hanya diam dan mempererat pelukannya
" Hatiku pilu mas, mendengar semua isi hatimu " batin Sisil
" Momi jangan tinggalkan Leo... " ucapnya
" Mas.. " ucap Sisil menangis juga
" Sayang.. Aku ingin Momi.. " ucap Leo
" Ikhlaskan Mas.. " ucap Sisil menepuk punggung sang suami sambil memeluknya memberikan ketenangan agar sang suami tidak terpuruk
" Tolong Kembalikan Momi... Aku hanya ingin memeluk Momi " ucapnya Leo
" Momi.... Aku ingin memeluk Momi " teriakan Leo
" Hanya ingin memeluk Momi.. sekali saja... " ucapnya menumpahkan kesediaannya masih di pelukan Sisil
__ADS_1
" Momi tolong kembali.... " ucap Leo
" Sudah Mas.. Sudah " ucap Sisil menenangkan sang suami
" Momi... " lirih Leo
" Momi.. maafkan Leo sudah berprasangka buruk pada Momi " batin Leo
" Momi yang tenang disana, biarkan Mas Leo aku yang dampingi seperti janjiku pada momi " batin Sisil
" Ingin ku putar kembali waktu.. aku ingin memeluk Momi... hanya memeluk Momi untuk terakhir kalinya " ucap Leo lirih
" Momi sudah tenang disana Sayang... Momi pasti tidak akan suka jika kamu terlalu bersedih dengan kepergiannya " ucap Sisil menenangkan kembali sang suami
" Iya sayang " ucap Leo yang masih menangisi kepergian sang Momi
.
.
.
.
Bersambung....
Kehilangan seseorang yang kita sayangi memang berat, apalagi iya pergi untuk selama-lamanya. Bahkan sampai sekarang pun aku belum bisa melupakannya.. aku masih merasakan jika dia masih berada di dekatku.. menjagaku.. meskipun beda dunia
Ada yang pernah ngalamin hal sama kaya aku...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
__ADS_1
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz