
Kini tiba waktunya acara lamaran tiba, meskipun sederhana namun penuh makna. Mereka sudah siap dan segera melangkah ke sebelah Apartemennya.
" Jangan gugup bang " ucap Ehan
" Iya kamu santai saja " ucap Satria
" Kaya yang sudah ngalamin saja " sindir Ehan
" Ya kan aku mencoba menjadi calon adik ipar yang bijaksana " ucap Satria
" Em.. kaya yang iya saja " cibir Ehan
" Sudah kalian jangan berisik " ucap sang bunda
" Iya bunda " ucap mereka
Semua keluarga Leo termasuk Keluarga Renal segera berbaris membawa beberapa seserahan pada keluarga Mey-mey.
Ting.. Tong... Ting... Tong...
Ceklek,,
" Selamat malam Bu ida " ucap Sisil ramah
" Selamat malam Bu Sisil, Tuan Leo dan semuanya, mari silahkan masuk " ucapnya Bu Ida membuka pintu apartemennya
Mereka segera masuk dan duduk dikursi yang sudah disediakan. dengan wajah tegangnya Farel duduk didekat sang bunda
" Maf ya seadanya " ucap Bu Ida
" Tidak apa-apa Bu.. ini juga sudah cukup " ucap Sisil
" Kamu harus tenang ya nak jangan tegang " Bisik sang bunda
" Aku merasa deg-degan sekali " batin Farel
" Iya bunda " ucap Farel
" Sebentar saya panggilkan dahulu Mey-mey " ucap Bu Ida
" Baik Bu " ucap Mereka
Bu Ida segera masuk kedalam kamar Mey-mey dan menemui Mey-mey dan membawanya ke ruang tamu dimana semua keluarga Leo sudah berkumpul.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek,,
" Sayang " ucap sang ibu
" Ibu " ucap Mey-mey sambil tersenyum
" Kamu cantik sekali nak " ucapnya
" Ibu bisa saja " ucap Mey-mey tersipu malu
" Kamu harus bahagia ya sayang " ucap Bu Ida menggandeng Tangan Mey-mey
" Iya Bu.. terimakasih sudah menjadi ibu yang luar biasa " ucap Mey-mey
" Harusnya ibu yang minta maf karena dari dulu kamu tidak pernah bahagia.. apalagi ketika ada ayahmu " ucap Bu Ida sambil meneteskan air matanya
" Aku bahagia ko Ibu apalagi dengan ibu " ucap Mey-mey menghampus air matanya
__ADS_1
" Farel sudah datang dan menunggumu diruang tamu " ucap sang ibu
" Apa mereka sudah datang, ibu aku gugup sekali " ucap Mey-mey
" Kamu tenang ya, ada ibu disini " ucap Bu Ida
" Iya Bu " ucapnya
Mey-mey dan sang ibu segera datang ketempat itu, dimana semua keluarga Farel berada. Semua orang memandang wajahnya cantik dan bersinar itu yang terpancar dalam diri Mey-mey, Mey-mey segera duduk disebelah sang ibu.
" Astaga Mey-mey cantik sekali " celetuk Ehan
" Sttt Ehan... pelankan suaramu " ucap Satria
" Memang iya kan Mey-mey cantik " ucap Ehan
" Iya cantik dan itu calon istriku " ucap Farel
" Tuhkan apa aku bilang.. Farel nanti marah " bisik satria
" Berisik " ucapnya Ehan
" Sudah-sudah jangan bertengkar " ucap Ina
Susana seketika menjadi hening dan tegang. Bu Ida sudah menyiapkan beberapa makanan dan cemilan disana. Terlihat juga Mey-mey sangat bahagia kala itu
Leo pun segera mengambil alih pembicaraan.
" Selamat Malam semuanya, saya Leo ayahnya Farel, kedatangan kami kesini berniat melamar Mey-mey dan menjadikan Mey-mey calon istri Farel, awalnya saya ragu dengan Mey-mey namun melihat ketulusan hatinya pada Farel akhirnya saya luluh juga, maka dari itu saya sangat setuju jika Farel melamar Mey-mey.. tapi bagaimana dari pihak keluarga Mey-mey Maukah ibu Ida sebagai ibu kandung Mey-mey menerima Farel sebagai calon menantu ibu " ucapnya Leo
" Kalau saya tidak pernah memaksa anak saya mau menikah dengan siapa jadi saya serahkan keputusan saya pada Mey-mey karena apapun keputusannya Saya selaku ibu kandung Mey-mey akan selalu menerima pilihannya " ucap Bu ida
" Mey-mey silahkan dijawab " ucap Renal
" Selamat malam semuanya, saya Melinda Juwita menerima lamaran Farel dengan kesungguhan hati dan tanpa paksaan " ucap Mey-mey
" Alhamdulillah " ucapnya Mereka senang
" Terima kasih " ucap Farel ingin memeluk Mey-mey
" IST..tidak bisa bukan muhrim " ucap Ehan
" Hanya sedikit " ucap Ferel
" Pokonya tidak boleh " ucapnya Ehan sambil tersenyum jahat
" Ehan dasar.. ga bisa liat orang seneng " batin Farel
" Alhamdulillah Mey-mey sudah menerima lamarannya, dan saya mau tanya sama kamu Mey-mey " tanya Leo
" Ada apa Tu.. eh ayah " ucap Mey-mey gugup
" Apakah kamu siap menjadi Istri Farel dalam suka dan duka senang dan susah kaya dan miskin " tanya Leo kembali
" Insyaallah aku siap Ayah.. dalam keadaan apapun aku ingin selalu bersama Farrl " ucap Mey-mey
" Aku pun sama sudah siap menikah, menjagamu dan mencintai mu segenap jiwa dan ragaku " ucap Farel dengan bersemangat
" Hadeh, belum ditanya udah ngomong duluan.. jaga image ke jangan keliatan bucinnya " ucap Ehan
" Biarin " Ucap Farel
" Kalau begitu jika pernikahan kalian dilakukan bulan depan bagaikan " ucapnya Leo membuat semuanya kaget
__ADS_1
" Secepat itu Tuan Leo " ucap Bu ida
" Jangan panggil Tuan, panggil saja Pa Leo " ucapnya
" Baik Pa Leo " ucap Bu ida
" Satria apa kamu siap menikah bulan depan " Tanya Leo
" Loh ko sama aku " batin satria kaget
" Kata satria dia ga mau Ayah " ucapnya Ehan membuat Satria ketakutan
" Ti..dak ayah maksudku aku mau.. tapi... " ucap Satria
" Tapi apa " tanya Leo
" Aku belum melamar Ina dengan resmi " ucap Satria
" Makanya jadi cowo peka " cibir Ehan
" Renal bagaimana menurut mu " tanya Leo
" Saya setuju Tuan, tapi masalah lamaran saya dan keluarga akan datang ke Mansion Tuan setelah pulang dari sini " ucap Renal
" Terserah " ucap Leo
" Saya ada acara mau menikahkan ketiga anak saya secara bersamaan " ucap Leo
" Ko ayah ga bilang sama aku " batin Ehan
" Rencana ayah apa ga akan jadi repot " batin Farel
" Hore aku jadi nikah sama Ina " batin Satria
" Bagus saya tunggu " ucap Leo
" Kalau menurut saya bagus Pa Leo.. tapi acaranya dimana " tanya Bu ida
.
.
.
.
.
Bersambung....
Semoga kalian terhibur...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1