Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 26


__ADS_3

Sudah seminggu Ina tidak masuk kerja, karena badannya masih sakit, untungnya pihak rumah sakit mengijinkannya meskipun itu rumah sakit milik sang ayah namun iya tidak tahu dan Leo berencana tidak memberi tahukan semua itu pada anggota keluarga yang lain kecuali Marco.


Dan selama Ina sakit , Satria lah yang sabar memberikan perhatiannya pada Ina dan melayani Ina dengan sepenuh hatinya.


Yesi pun yang melihat itu pun merasa sangat senang sebentar lagi iya dan Sisil akan menjadi besan seperti cita-citanya jika melihat perjuangan satria pada Ina


Hari ini Ina berniat untuk masuk kerja karena dirasa tubuhnya sudah membaik dan keadaanya pun sudah tidak terlalu pucat.


" Pagi semuanya " ucap Ina sambil terseyum


" Loh Ina, ko kamu sudah rapi " tanya Yesi heran


" Ina bukanya kamu masih sakit " ucap Satria


" Aku sudah sembuh ko " ucap Ina


" Tapi Ina, Ayah Renal mau kamu sehat sekali. Jika masih pucat seperti itu lebih baik Kamu kembali kekamar dan beristirahat " ucapnya Renal


" Tidak ko Ayah Renal, aku baik-baik saja " ucapnya sambil terseyum


" Kaka yakin sudah sembuh " tanya Siska adik Satria


" Kaka yakin ko Siska, Kaka sudah tidak lemas lagi dan merasa tubuh Kaka sudah enakan " ucap Ina


" Tapi nak.. mamah ga mau terjadi apa-apa sama kamu " ucap Yesi dengan wajah khawatir


" Mamah ga usah khawatir kan ada satria yang akan jaga aku " ucapnya melihat wajah satria


" Em.. iya betul mah, ada satria yang akan selalu jaga Ina " ucapnya terseyum senang


" Yaudah kalau keputusan mu begitu kita bisa apa, kita cuma minta sama Kamu jangan sampai sakit lagi " ucap Yesi


" Baik mah " ucapnya


Mereka pun melanjutkan Sarpan mereka dengan lahap, setelah selesai siska pun pamit pergi ke kampusnya, sedangkan Renal pergi ke kantornya. Disana cuma ada mereka bertiga


" Ina sayang, ini bekal untukmu dimakan dan jangan lupa makan vitaminya " ucap Yesi sambil memeluk Ina


" Iya mah, mamah ga usah khawatir aku baik-baik saja " ucap Ina meyakinkan Yesi


" Jangan sakit lagi ya nak, mamah kan jadi khawatir " ucap Yesi mencium kedua pipi ina


" Mah, kita pamit ya " ucap Satria


" Yaudah, kalian hati-hati kalau ada apa-apa hubungi mamah " ucapnya Yesi


" Iya mah " ucap Mereka sambil menyalami tangan Yesi


Mereka segera menaiki mobil Satria dan Satria segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Makasih ya " ucap Ina terseyum pada Satria


" Makasih buat apa " ucap Satria membalas senyuman Ina


" Makasih kamu sudah jagain aku, dan rawat aku " ucap Ina

__ADS_1


" Tidak apa-apa, itu sudah jadi tugas dan tanggungjawab aku padamu, seperti janjiku dulu " ucap Satria


" Ko aku merasa canggung gini, gara-gara Ina senyum manis sama aku... aku juga degdegan .. ya Tuhan " batin Satria


" Ternyata memang Satria yang paling baik sama aku, bahkan iya mau merawat aku segala, aku harus bersikap baik padanya " batin Ina


Sambil menunggu macet, Satria pun memulai pembicaraan agar tidak terlalu sepi dan canggung.


" Oh iya dirumah sakit ada dokter baru loh " ucap Satria memulai pembicaraan


" Oh ya, laki-laki atau perempuan " tanya Ina


" Perempuan " ucapnya


" Apa dia cantik " Tanya Ina sedikit penasaran


" Iya, dia cantik, baik, pintar " ucapnya membangga-banggakan Dokter itu tanpa sadar membuat Ina kecewa


" Mungkin satria sudah berpaling dariku " batin ina


" Oh " ucap ina


" Kenapa .." Tanya Satria


" Tidak, itu sudah lampu hijau sebaiknya kamu jalan lahi " ucap Ina mengalihkan pembicaraan


" Kamu benar " ucap Satria segera melajukan mobilnya kembali


Kini mereka sudah sampai dirumah sakit tempat mereka bekerja, Satria dan Ina pun segera menuju ruang kerjanya masing-masing, namun ditengah perjalanan ada seseorang yang memangil nama Satria


" Iya Dok " ucapnya dengan ramah


" Pagi " sapa dokter itu


" Oh iya Ina kenalkan ini dokter Dinda, dokter Dinda ini yang tadi aku ceritain di mobil " ucap Satria sambil tertawa


" Aku Ina " ucap Ina menyodorkan tangannya


" Ku Dokter Dinda " ucapnya dengan terseyum


" Dokter Ina " Sapa Dokter Andi


" Pagi Dok " ucapnya Ina sambil tersenyum


" Dokter Ina apa kabar, katanya Dokter Ina sakit.. maaf belum bisa menjenguk " ucap Dokter Andi


" Tidak apa-apa Dok, lagian sekarang saya sudah sembuh " jawabnya


" Kalau begitu kita keruanganmu ada yang mau saya bicarakan " ucap Dokter Andi


" Baik.. Satria, Dokter Dinda kami permisi dulu " ucap Ina sopan dan pergi keruangannya bersama dokter Andi


" Aku ko jadi ga suka liat Satria dekat-dekat dengan wanita lain, apalagi dokter Dinda " batin Ina


" Padahal aku seneng sekali Ina dari tadi ramah sama aku, sekarang aku malah ga rela iya kerja, gara-gara dokter Andi " batin Satria

__ADS_1


" Oh jadi itu Ina yang gosipnya disukai oleh Satria, tapi aku Takan menyerah.. aku akan merebut satria dari kamu " batin Dinda


" Oh jadi dia juga dokter " ceplos Dinda


" Iya dia dokter hebat, cantik dan baik " ucap Satria sambil tersenyum membayangkan wajah Ina


" Kalau Dokter Andi siapa Dokter Ina " Tanya Dinda


" Hanya teman " ucapnya singkat


" Kamu yakin mereka hanya teman " ucapnya Dinda membuat Satria jadi cemburu


" Mereka ga ada hubungan apa-apa " ucapnya ketus


" Ga maksud ku dokter Ina sama dokter Andi dekat begitu kamu bisa beranggapan kalau mereka ga ada hubungan.. aku sih ga percaya aku yakin jika dokter Andi dan dokter Ina saling suka " ucapnya mencoba mengompori Satria


" Diam kamu, Aku bilang mereka ga ada hubungan " bentak satria langsung meninggalkan Dinda dan segera menuju ruangannya.


.


...****************...


.


Sedangkan diruangan Ina tampak Dokter Andi sedang berada disana dan mengobrol dengan Dokter Ina.


" Dokter ina " pangilnya


" Iya dokter Andi " jawabnya


" Kalau masih belum sehat jangan memaksakan diri ya " ucap Dokter Andi perhatian


" Iyo dok " ucapnya singkat


" Dokter Ina ini bunga untukmu " ucap Dokter Andi


" Makasih Dok " ucap Ina sambil terseyum


Tiba-tiba sang suster pun mengetuk pintu dan memberitahukan jika jadwal prakteknya sudah dimulai


Tok... Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Maaf Dokter Ina, ini sudah waktunya jadwal praktek anda dimulai, pasien pun sudah berdatangan " ucap Sang suster


" Baik kalau begitu makasih dok " ucap Ina


" Dokter Andi saya harus praktek." ucap Ina


" Saya sudah tau, kalau begitu saya permisi " ucap Dokter Andi


Kini Ina pun mulai memeriksa satu-persatu pasiennya, meskipun Ina baru sembuh namun semangatnya untuk membantu pasien sangat besar, iya pun melupakan rasa lelahnya.

__ADS_1


Kini waktunya makan siang pun dimulai, Ina segera membuka bekal yang dibawakan Mamah Yesi, iya sangat senang dengan masakan Mamah Yesi karena rasanya enak seperti memakan masakan sang bunda.


__ADS_2