Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 170


__ADS_3

H-1 Sebelum pernikahan Ketiga anak Leo


Farel pun datang menghampiri sang calon mertuanya, iya tau apa penyebab sang ibu mertua menangis


" Ibu.. " panggil Farel menghampiri Bu Ida dan duduk disamping Bu ida


" Farel " ucap Bu Ida sambil menangis


" Ibu yang sabar ya, jangan nangis " ucap Farel


Sisil dan Leo pun duduk dihadapan mereka menjadi bingung dibuatnya


" Ada apa ini sebenarnya " batin Sisil


" Apa ada masalah yang aku tidak tahu " batin Leo


" Apa yang harus ibu katakan pada Mey-mey " ucap Bu Ida sambil menangis


" Saran aku lebih baik kita bicara nanti setelah acara ijab qobul nya selesai " ucap Farel


" Kalau Mey-mey marah bagaimana " ucapnya Bu ida


" Farel ini sebenarnya ada apa, bunda tidak mengerti " ucap Sisil


" Ayo Katakan Sebenarnya ini ada apa " tanya Leo


" Baik Farel akan jelaskan " ucapnya


" Jadi begini Pa Edi ayahnya Mey-mey sudah meninggal dunia tadi " ucap Farel


" Apa " ucap Sisil dan Leo


" Terus sekarang bagaimana " ucap Sisil panik


" Bunda jangan khawatir Farel sudah suruh Riki untuk mengurus semuanya disana " ucap Farel


" Bu Ida, saya turut berduka cita atas meninggalnya suami ibu.. " ucap Leo dengan wajah sedihnya


" Terimakasih pa Leo " ucap Bu Ida


" Lalu apa sekarang yang harus kita lakukan " ucap Sisil


" Saya juga bingung Bu Sisil " ucap Bu ida


" Saya Takut jika Mey-mey tau soal kematian ayahnya acara pernikahan besok akan dibatalkan " ucap Sisil


" Jangan dong bunda... masa Farel ga jadi nikah " ucapnya


" Terus apa kamu akan menutupi masalah ini pada Mey-mey " Tanya Leo


" Tidak juga ayah " ucap Farel


" Ibu mau memberitahukan Mey-mey masalah ini .. karena ibu mau melihat Alm untuk yang terakhir kalinya " ucap Bu ida masih menangis


" Bagaimana ini ayah " ucap Farel


" Sekarang kamu Antarkan Bu Ida pulang.. dan kamu harus bicara jujur tentang masalah ini pada Mey-mey" ucap Leo


" Tapi bagaimana dengan pernikahan ku besok " ucap Farel


" Kamu sama Mey-mey diskusikan masalah ini biar ayah besok siapkan pesawat pribadi untuk mengantarkan mu dan Bu Ida ke Surabaya " ucap Leo


" Bunda setuju dengan apa yang dikatakan Ayah " ucapnya Sisil

__ADS_1


" Ibu juga setuju nak.. Mey-mey berhak tau " ucap Bu ida


" Baiklah kalau begitu, Bu Ida saya Antarkan pulang sekarang " ucap Farel


" Makasih ya nak " ucap Bu Ida dengan mata sembabnya


Mereka segera pergi dari sana dan langsung menuju Kamar keluarga Mey-mey


.


...****************...


.


Ceklek,,


Mey-mey segera menghampiri Pintu yang terdengar seperti ada seseorang yang membukanya.


" Ibu... " ucap Mey-mey langsung memeluk sang ibu


" Mey-mey " Ucap Bu Ida meneteskan air matanya


" Ibu kenapa.. coba kita duduk disana dan ibu ceritakan ada apa " ucap Mey-mey menghapus air mata sang ibu


" Ibu coba ceritakan padaku ada apa sampai ibu menangis " ucap Mey-mey penasaran namun tak ada jawaban dari sang ibu


" Farel sayang ada apa dengan ibu " tanya Mey-mey


" Ibu mau ibu yang cerita atau Saya yang cerita " Tanya Farel pada Bu ida


" Biar Ibu saja yang cerita semuanya pada Mey-mey " ucapnya Bu Ida


" Baik bu " ucap Farel


" Mey-mey.. Ayahmu... " ucap Bu Ida ragu


" Ayah kenapa Bu.. " tanya Mey-mey Heran


" Ayahmu... sudah meninggal " ucapnya Bu Ida sambil menangis terisak-isak


" Ibu jangan bercanda... Ibu bohongkan.. Ayah lagi dipenjara keadaanya baik-baik saja .. mana bisa ayah meninggal" ucap Mey-mey langsung lemas mendengar hal itu meskipun selama ini sikap pa Edi buruk padanya namun biar bagaimanapun Pa Edi ayah Mey-mey dan Mey-mey menyanyanginya


" Sayang kamu tenang " ucap Farel memeluk Mey-mey


" Farel ayah ... ayah.... " ucap Mey-mey menangis


" Iya sayang... Kamu yang sabar ya... " ucap Farel melepaskan pelukannya


Bu Ida dan Mey-mey pun tak kuasa menahan kesedihannya merek berdua menangis sambil berpelukan


" Ibu.. ayah Bu... ayah.... " ucap Mey-mey


" Iya sayang... tolong maafkan kesalahan ayahmu selama ini biarkan dia tenang sana " ucap Bu Ida sambil menangis


" Aku sudah memaafkan kesalahannya Bu... tapi kenapa ayah pergi disaat aku besok mau melangsungkan pernikahan " ucap Mey-mey


" Mungkin Allah lebih sayang padanya.. dari pada dia sakit-sakitan.. " ucap Bu Ida mencoba menenangkannya


" Tapi Bu... aku butuh ayah buat jadi waliku.. ayah janji padaku akan menikahkan aku sama Farel " ucap Mey-mey


" Maafkan ayahmu nak... janjinya iya tidak tepati " ucap Bu ida


" Ayah... ayah... " ucap Mey-mey

__ADS_1


" Sudah nak... jangan seperti ini... biarkan dia tenang " ucap Bu ida


" Tapi Bu ayah.... " ucap Mey-mey masih menangis


" Sayang " ucap Farel memegang tangan Mey-mey


" Sayang... kenapa ini harus terjadi padaku " ucap Mey-mey


" Ini sudah kehendak sang maha Kuasa.. kamu tidak bisa menghalanginya.. kamu sekarang berdoa yang banyak untuk ayahmu bukan menangis seperti ini " ucapnya Farel menghampus air matanya Mey-mey


" Apa yang harus aku lakukan " ucap Mey-mey


" Aku tidak akan memaksamu besok untuk menikah denganku.. jika kamu mau menghadiri pemakaman Ayahmu silahkan.. " ucap Farel


" Lalu acara pernikahan kita bagaimana " ucap Mey-mey masih menangis


" Kita akan lakukan disaat kamu sudah siap " ucap Mey-mey


" Apa yang aku harus lakukan, disisi lain acara pernikahanku tapi sisi lain acara pemakaman ayah " batin Mey-mey


" Kalau kamu mau menghadiri acara pemakaman ayah Edi lebih baik sekarang kamu siap-siap, ayah Leo sudah siapkan Pesawat untukmu dan ibu pergi kesana " ucap Farel sambil tersenyum


" Meskipun berat namun aku tidak boleh egois.. acara pemakaman lebih penting dari pernikahan kita " batin Farel mencoba melapangkan dadanya dan menerima semua keputusan Mey-mey


" Kasian Mey-mey dan Farel disaat mereka mau bahagia... malah begini " batin Bu Ida


" Kasian Farel... semoga keputusanku yang terbaik untuk semuanya " batin Mey-mey


" Aku... mau kita ijab qobul dahulu lalu setelah itu baru kita menghadiri pemakaman ayah.. " ucap Mey-mey


" Kamu yakin nak " ucap Bu Ida


" Iya sayang.. beneran ko aku ga papah jika acara pernikahan kita ditunda " ucap Farel


" Aku sudah ambil keputusan jika aku mau kita menikah setelah ijab qobul aku akan pergi keacara pemakaman ayah " ucapnya


" Terima kasih ya sang " ucap Farel memeluk Mey-mey


" Aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu menjagamu segenap jiwa dan ragaku, Aku akan mencintaimu dengan setulus hatiku " batin Farel


.


.


.


.


Bersambung....


Aku up jam 16 : 00 acara resepsi pernikahan ketiga anak Leo..


Tungguinnya..


Jangan Lupa Kalian pencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2