
Setelah jam makan siang selesai semua karyawan kembali kedalam proyek untuk melakukan pekerjaannya kembali.
" Ini Untukmu " ucap Marni menghampiri Ehan
" Tidak usah " jawabnya
" Ambil saja " ucapnya
" Aku ga mau. buat kamu saja " jawab Ehan
" Sudah ambil saja, kamu simpan uangnya untuk menabung " ucap Ehan
" Kalau begitu terima kasih " ucapnya
" Sama-sama "
Merekapun segera membereskan warungnya menjadi bersih dan rapi kembali.
" Kamu sebenarnya untuk apa kesini.. dan bantu aku " tanya Marni
" Kalau aku bicara sekarang aku takut ada yang mendengarkan ku dan Rencanamu pasti akan gagal " batin Ehan
" Bagaimana kalau kita bicara jangan disini " ucapnya
" Terus dimana " tanya Marni
" Kalau kita bicaranya dipasar malam bagaimana " tawarnya
" Kapan " tanyanya
" Nanti malam Minggu kita ketemuan " ucap Ehan sambil tersenyum
" Apa... Dia ngajak aku menghabiskannya malam Minggu bersama .. Ko aku jadi deg-degan " batin Marni
" Baiklah " jawab Marni
Merekapun segera menyelesaikan pekerjaannya agar cepat selesai.
.
...****************...
.
Sudah dua hari Ina sakit dan dia harus beristirahat di kamarnya. Keluarga Renal pun tampak khawatir dengan keadaan Ina, namun Ina memberitahukan Yesi untuk tidak memberitahukan Sisil jika iya sakit.
Yesi pun dengan terpaksa menuruti Ina, karena apa yang diucapkan Ina benar juga, sekarang Sisil sedang sibuk merawat sang mertua yang terbaring lemah dirumah sakit disana.
Tok.... Tok... Tok... Tok...
" Ina sayang... Ini mamah Yesi, bolehkan mamah masuk " ucap Yesi dari luar pintu kamar Ina
" Masuk Mah, tidak dikunci " ucap Ina
" Sayang gimana keadaan mu " tanya Yesi sambil membawakan bubur untuk Ina
" Aku sudah baikan ko mah " ucapnya
Tok.... Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
" Mamah ko ada disini " ucap Satria kaget
" Mamah yang harus nya bertanya padamu sedang apa Kau disini " ucapnya Yesi heran
" Satria mau Suapin Ina makan " ucapnya sambil tersenyum cengengesan
" Tidak usah, aku bisa makan sendiri " Tolaknya
" Kamu harus makan, biar aku Suapin Kan kamu sedang sakit " ucap Satria membawa bubur yang ada di meja dekat tempat tidur Ina
__ADS_1
" Aku sudah sembuh ko " ucap Ina
" Sembuh apanya, Tiap malam badanmu demam dan selalu mengigau " ucapnya satria membuat Ina dan Yesi heran
" Tunggu jangan bilang kalau kamu tiap malam datang kekamar ini dan menemani Ina tidur " ucap Yesi menduga-duga
" iya mah, memangnya kenapa " ucap Satria cuek
" Kamu ga boleh datang kekamar perempuan yang bukan muhrim mu " ucap Yesi dengan wajah marah
" Tapi mah aku ga ngapa-ngapain ina " ucapnya dengan wajah datar
" Tapi kata bunda perempuan dan laki-laki ga boleh berduaan dikamar takut ada setan katanya seram " ucapnya ina polos
" Beranti kita kan sedang berduaan dan yang ketiga mamah, berarti mamah itu... " ucap satria kaget dan menutup mulutnya
" Maksud kamu mamah setan apa " ucap Yesi semakin kesal
" Aku ga bilang gitu ko mah " ucap Satria menggeleng-gelengkan kepalanya
" Dengerin mamah pokonya kamu ga boleh ke kamar Ina sembarangan " ucap Yesi
" Aku hanya ingin merawat dan menjaga ina " ucap Satria
" Pokonya ga boleh apalagi kalau malam-malam " ucap Yesi
" Berarti kalau siang boleh dong " ucap Satria cengengesan
" Susah ngomong sama kamu " ucap Yesi kesal
Ina pun segera disuapi oleh satria, dengan perlakuan lembut dan perhatian yang tak seperti biasanya membuat Ina bahagia.
" Kamu tidak ke rumah sakit " Tanyanya
" Jadwalku nanti agak sianganya " ucap Satria
" Maafkan aku selalu merepotkan mu dari dulu sampai sekarang " ucap Ina dengan raut wajah sedih
" Biar aku makan sendiri " ucap Ina menjadi salah tingkah
" Tidak usah, biar aku Suapin saja " ucapnya mengusap sisa makanan yang menempel disudut bibir Ina
" Kamu kaya anak kecil lagi, makannya belepotan " ucap Satria
" Eh, maaf.. maf .." ucap Ina malu
" Tidak apa-apa aku tetap suka " ucap satria memandang wajah ina
" Maksudnya apa, aku tidka mengerti " ucap Ina
" Tidak usah dimengerti yang penting kamu rasakan dengan segenap hatimu " ucap Satria
" Kamu bicara apa, aku semakin tak mengerti " ucap ina
" Aku lupa kalau Ina sama seperti abang dan kakaknya dingin dan cuek makanya mereka itu orang-orang ga peka " ucap Satria dalam hatinya
" Lupakan " ucap Satria terlihat kesal
" Oh iya Ina, apa kamu sudah punya pacar " ucapnya Yesi sambil senyum jahatnya
" Tidak mah, memangnya kenapa " Tanya Ina
" Apa di rumah sakit ada dokter laki-laki yang dekat denganmu selain satria " tanya Yesi kembali mengompori Satria
" Mamah apa-apaan sih mau bikin aku kesal apa " ucap Satria dalam hatinya kesal
" Ada mah " ucap Ina polos
" Siapa "
" Namanya Dokter Andi " ucap Ina
__ADS_1
" Kenapa harus sebut nama dia sih " ucap Satria ketus
" Dia ganteng ga orangnya " tanya Yesi dengan senyum jahatnya pada sang putranya
" Ganteng mah, baik juga " ucap Ina cuek
" Baik gimana " tanya Yesi
" Baik, Karena dia suka bawain aku bunga dan makanan tiap pagi meskipun makanannya aku tak makan dan memberikannya pada asistenku " ucap Ina polos
" Apa kamu meyukainya " Tanya Yesi lagi
" Ya aku suka " ucap ina
" Harus gitu dia bilang gitu.. bikin kesal saja. " batin Satria langsung meninggalkan kamar Ina dan segera pergi menuju rumah sakit
" Ternyata Satria benar-benar menyukai ina, bukan karena selama ini aku menjodohkan-jodohkan dia... semoga Ina juga mencintai nya agar mereka bahagia " ucapnya Yesi dalam hatinya
" Kenapa kamu ga jadian saja sama dia " ucap Yesi mencoba mendekati Ina
" Aku suka sama dia sebagai teman saja mah, karena dia baik tidak lebih " tanya Yesi
" Kamu serius nak " ucap Yesi kaget niat mau membuat sang putranya cemburu malah sekarang begini untungnya satria sudah pergi meninggalkan mereka jadi iya tidak tahu dengan apa yang Ina dan Yesi bicarakan
" Alhamdulillah " ucap Yesi merasa lega
" Kenapa Mah " ucap Ina heran
" Ga nak, mamah cuma lagi bahagia " ucap Yesi
" Makasih ya mah, selalu jagain dan maaf aku selalu merepotkan mamah " ucapnya memeluk Yesi
" Mamah tidak merasa direpotkan oleh kamu nak " ucapnya membalas pelukan itu
" Aku kangen bunda " ucapnya
" Kamu bisa peluk mamah sepuasnya jika kamu kangen bundamu " ucap Yesi
" Semoga Oma mu cepat sembuh, agar Kamu dan bundaku cepat berkumpul kembali " ucap Yesi mencoba menenangkan Ina
" Sekarang Ina tidur ya, minum obatnya dulu terus istirahat kembali biar besok Ina sembuh " ucap Yesi
" Baik mah "
Kini Ina segera meminum obatnya dan segera membaringkan kembali tubuhnya ke kasur dan segera beristirahat. Yesi pun tidur disampingnya menemaninya karena sang suami sudah berangkat kekantor, satria pergi kerumah sakit. sedangkan Siska pergi ke kampusnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
So... Ikuti terus kisahnya...
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara
Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....
__ADS_1
Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁