
Setelah sahur, Ehan bersiap-siap untuk pergi ke Bandung menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda dan juga iya ingin segera pulang karena merindukan seseorang yang iya sayang tak lain adalah Rena yang iya anggap bidadari surganya
" Bang, aku pamit ya " ucap Ehan
" Nanti aja siang ini masih subuh " ucap Farel
" Aku maunya sekarang aku sudah ga kuat nahan rindu.. " ucapnya sambil tersenyum
" Baru ditinggal tiga hari udah gitu apalagi kalau selamanya " ledek Farel
" Yey.. aku bisa gegana " ucap Ehan
" Apaan gegana " tanya farel
" Gelisah galau merana " ucap Ehan tersenyum senang
" Dasar lebay.. " ucap Farel
" Ye sirik " ucap Ehan kesal
Tiba-tiba Riki datang ke apartemen Farel dan segera menghampiri mereka.
" Maaf Tuan, Pesawat Tuan Ehan akan berangkat satu jam lagi, sebaiknya tuan Ehan segera menuju bandara " ucap Riki
" Ok., tapi aku pamit dulu ya sama Mey-mey" ucap Ehan menggoda Farel
" Ngapain kamu kesana " ucap Farel heran
" Ada aja " ucap Ehan segera pergi melangkah menuju Apartemen yang dihuni Mey-mey dan sang ibu
" Ehan tunggu " ucap Farel mengejar Ehan
Bu Ida sudah berada di apartemen, karena keadaanya semakin hari semakin membaik jadi pihak rumah sakit memberi ijin pulang ketika Bu Ida minta pulang dari rumah sakit itu.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek,,
" Nak Ehan " ucap Bu Ida
" Pagi Bu... maf kalau mengganggu " ucap Ehan sambil tersenyum
" Pagi nak, ada apa nih pagi-pagi begini kesini " ucap Bu Ida ramah
" Aku cuma mau pamit sama ibu dan Mey-mey, sebentar lagi saya akan pulang ke Bandung menyelesaikan pekerjaan saya yang tertunda " ucap Ehan
" Sebentar ibu panggilkan dulu Mey-mey " ucap Bu Ida
" Mey... Mey... Mey-mey " Teriakan Bu ida
" Iya bu " ucap Mey-mey menghampiri sang ibu
" Sini nak "
" Apa Bu teriak-teriak " ucap Mey-mey
" Ini loh Ehan mau pamit, dia mau pulang ke bandubg " ucap Bu Ida
" Hati-hati dijalan ya " ucap Mey-mey tersenyum
" Wah Mey-mey menggemaskan ya kalau pakai daster begini " ceplos Ehan
" Kamu ga boleh liat... sana pergi.. " usir Farel kesal
" tadi ga katanya pulangnya minta nanti siang sekarang usir-usur " ucap Ehan
" Karena kamu suka godain Mey-mey " Ucap Farel kesal
" Mey-mey terlihat sangat mengemaskan benar kata Ehan " batin Farel
Bu Ida hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang kadang sepeti anak kecil.
__ADS_1
" Yaudah semuanya Ehan pamit ya assalamualaikum " ucap Ehan tak lupa mencium tangan Bu Ida.
" Bu saya pamit mau nganter Ehan " ucap Farel mencium tangan Bu ida
" Hati-hati kalian dijalan " ucap Bu ida
Ehan, Farel dan Riki pun seger menuju bandara, meskipun Farel merasa sedih namun mau bagaimana lagi baik Farel atau Ehan sudah punya tanggung jawab dari sang ayah dan itu harus mereka laksanakan sebagai anak laki-laki.
" Aku telepon Ina ko ga diangkat ya " ucap Ehan
" Mungkin dia lagi sibuk atau sudah tidur " jawab Farel
" Abang setuju kalau satria sama ina " tanya Ehan
" Aku sih setuju-setuju aja memangnya kenapa " tanya Farel
" Satria kan lebay.. " ucap Ehan
" Yang penting Ina bahagia dengan pilihannya.. kamu ga usah khawatir aku yakin Satria bisa jaga ina " jawab Farel
" Semoga saja bang " ucapnya
Merekapun sudah sampai dibandara, Lalu Ehan segera melangkah pergi kedalam sementara Farel dan Riki kembali kemobil dan segera pulang.
Sementara Ehan kini duduk didalam pesawat, dengan perasaan sedikit sedih iya pun harus meninggalkan Farel.
" Semoga Riki bisa menjaga abang Farel dengan lebih baik " ucapnya Ehan
.
...****************...
.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi-pagi, tampak Niko sibuk dengan Laptop nya bersama dengan Rena dan Marni, mereka bekerja ekstra karena memang pa mandor itu seperti belut meski kejahatannya sudah mereka temukan sekitar 70 %.
Tiba-tiba Lala menelepon Riki dan menanyakan keberadaan Ehan.
" Halo " ucap Niko sembari mengotak-atik laptopnya
" Halo Nik, Ehan kapan pulang ya " ucapnya Lala yang sedang di area proyek
" Harusnya sih hari ini tapi jam nya ga tau, memangnya kenapa " ucap Niko
" Tidak, aku hanya merindukan sosoknya saja " ucap Lala jujur
" Sudah jangan pikirkan, lakukan tugasmu saja dengan benar.. " ucap Niko mematikan teleponnya
Niko kembali bekerja dengan serius, Marni dan Rena pun menjadi heran dengan sikap Niko.
" Nik " ucap Marni
" Iya " jawabnya singkat
" Siapa yang tadi telepon " tanya Marni
" Lala "
" Ada apa dia menelepon m, apa terjadi sesuatu padanya.. " tanya Marni oenasaran
" Kamu ga usah cemburu ya, AA Niko ga akan berpaling sama Neng Marni " Godanya
" Ish.. apaan aku cuma nanya bukan cemburu " ucapnya Marni kesal
" Apa Niko paham kalau Neng Marni merasa cemburu karena aa Niko dekat dengab Lala tapi percayalah cinta ini hanya untuk mu " ucap rayunya Niko
" Tau ah.. jawabnya juga keaal " ucap Marni dengan ketus
" Sudah jangan berantem " ucap Rena menyudahi pertengkaran mereka
Lalu mereka pun tertawa bersama, karena berantem untuk hal yang tidak pasti. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.
__ADS_1
" Oh jadi begini kerja kamu Nik " ucapnya
" Bos sudah datang " ucap Niko memeluk Ehan
" Singkirkan tangamu di tubuhku apalagi peluk-peluk kamu mau Rena salah paham padaku dan mengira kita ada hubunga " ucap Ehan sambil berbisik
" Astaga Bos maaf aku hanya terlalu rindu pada bos " jawabnya
" Empat hari ditinggal sudah begini apalagi kalau lama " ucap Ehan kesal namun Niko hanya tertawa
" Bagaimana keadaanmu Ehan " tanya Rena yang merasa senang karena Ehan sudah pulang
" Aku baik-baik saja, hanya hatiku sedikit kosong " ucapnya
" Maksudnya " tanya Rena heran
" Karena ga ada kamu disampingku.. " godanya pada Rena sambil mengedipkan matanya
" Ish... enak banget dengernya " ucap Marni
" Dasar iri " ceplos Ehan
" Aku ga iri... " ucap Marni kesal
" terserah "
" Rena apakah kabarmu baik selama ga ada aku " ucap Ehan antusias
" Aku baik-baik saja " ucapnya datar
" Apakah Kamu tidak merindukanku " ucap Ehan memandang wajah Rena
" Sudah Rena jangan pedulikan dia, obrolan tak penting " ucap Marni
Mereka pun segera menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Ehan beristirahat didalam kamarnya karena tubuhnya cape.
Sore hari Pun tiba Ehan sudah rapi dan wangi menghampiri Rena yang sedang sibuk mengotak-atik laptop.
" Kamu sedang apa " ucap Ehan duduk disamping Rena
" Ini laporannya aku ... cetak dulu ya nanti aku jelaskan padamu "
" Baik "
Tiba-tiba seseorang dari kejauhan berlari dan menghampiri Ehan lalu memeluk Ehan dari samping
.
.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang tahu siapa yang meluk Ehan
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz