Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 190


__ADS_3

Sisil dan Leo sudah sampai dikota Surabaya, Mereka kini sedang menunggu taksi b


dibandara untuk segera pergi kerumah sakit dimana Mey-mey dirawat


" Sayang Taksinya sudah datang ayo " ajak sang suami


" Iya sayang " ucap Sisil langsung masuk kedalam taksi itu


Sang supir melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang


" Tuan dan Nyonya mau kemana " tanya sang Supir sambil tersenyum


" Kami mau kerumah sakit B " ucapnya Leo


" Baik Tuan " ucap sang Supir


" Tapi nanti kita mampir dulu Ditoko buah-buahan dan kue ya pa " ucap Sisil


" Baik Nyonya " jawabnya


Sebelum mengantarkan Penumpang kerumah sakit, mereka berhenti dulu Ditoko buah-buahan dan kue, setelahnya barulah mereka segera menuju Rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit mereka segera menuju kamar dimana Mey-mey dirawat.


Ceklek,,


" Assalamualaikum " ucap Sisil dan Leo


" Waalaikum salam " ucap Farel, Mey-mey dan Bu ida


" Bunda, ayah " ucap Farel langsung memeluk mereka


" Bunda kangen sekali padamu nak " ucap sang bunda


" Farel juga kangen bunda " ucap masih memeluk sang bunda


" kamu sudah mau menjadi ayah masih manja saja " ucap Leo sambil tersenyum


" Biarin saja ayah " ucap Farel


" Selamat pagi Bu Ida " ucap Leo


" Pagi juga Tuan " ucapnya


" Bu Ida apa kabar " tanya Sisil


" Kabar baik Bu Sisil, Bu Sisil bagaimana kabarnya " tanya Bu Ida


" Alhamdulillah baik Bu "


" Bagaimana keadaan mu nak " tanya Leo pada Mey-mey


" Aku baik-baik saja ayah " jawab Mey-mey


" Syukurlah, bunda dan ayah khawatir sama keadaan kamu " ucap sang bunda


" Bunda berangkat kapan dari sana " tanya Farel


" Tadi malam sayang, karena Keluarga Rena sudah datang umi dan Abi ya, makanya bunda cepat-cepat datang kesini ingin melihat keadaan Mey-mey " ucap sang bunda


" Makasih ya bunda sudah jauh-jauh datang kesini " ucap Mey-mey dengan perasaan senang


" Iya sayang bunda juga senang, kamu jaga kesehatan jangan cape-cepe ingat kandungan mu " ucap Sang bunda


" Iya Bunda " ucapnya

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang masuk kedalam ruangan Mey-mey yaitu dokter yang menangani Mey-mey dari kemarin


Ceklek,,


" Pagi Nona Mey-mey " sapa Sang dokter


" Pagi Juga dok " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Bagaimana keadaannya apa masih ada mual dan pusingnya " tanya sang dokter


" Sudah berkurang dok " ucap Farel


" Syukurlah, kalau begitu Saya periksa dulu keadaan nona Mey-mey " ucap sang Dokter sambil tersenyum


" Baik dok silahkan " ucap Farel kepada sang dokter


Sang dokter segera memeriksa keadaan Mey-mey, dan hasilnya baik. Dokter pun akhirnya mengijinkan Mey-mey bisa pulang hari ini


" Dok bagaiman keadaan istri saya " ucapnya Farel dengan wajah khawatirnya


" Apa bisa saya pulang hari ini " tanya Mey-mey


" Alhamdulillah semuanya baik-baik saja dan Nona Mey-mey bisa segera pulang hari ini juga " ucap Sang dokter membuat semua yang ada disana senang


" Tapi ingat Nona Mey-mey tidak boleh kecapean, nanti saya kasih vitamin dan itu harus diminum " ucap sang dokter


" Baik Dok " ucap Mey-mey senang


" Kalau begitu saya permisi " ucap Sang Dokter


" Baik Dok, Silahkan " ucap Farel


" Terima kasih Dok " ucap Mey-mey senang


" Sama-sama nona " jawabnya melangkah pergi dari sana untuk memeriksa pasien lain


" Sayang " ucapnya Sisil pada Mey-mey


" Iya bunda " jawabnya


" Kamu harus banyak makan agar kmu dan calon anakmu sehat " ucapnya Sang bunda


" Iya bunda " ucap Mey-mey


" Kamu jangan dulu bekerja, kondisi mu tidak akan kuat dan itu akan membahayakan babyinya " nasihat sang Bunda


" Tapi Bunda nanti aku bakal kesal dan jenuh jika berada di apartemen terus " ucap Mey-mey


" Kamu bisa melakukan kegiatan selama di apartemen, yang penting kegiatannya tidak menguras tenaga dan bikin kamu kecapean " ucap Sang bunda


" Iya bunda.. " ucap Mey-mey sambil tersenyum


Kini Farel sudah selesai dengan urusan administrasi iya segera masuk kembali keruangan Sang istri dengan wajah bahagianya.


Ceklek,,


" Kamu sudah kembali sayang " tanya sang istri


" Sudah sayang " ucapnya menghampiri sang mertua


" Bu biar Farel yang meneteskannya, ibu duduk saja bersama Mey-mey dan Bunda " ucap Farel menghentikan kegiatan sang mertua


" Ga papah ko, ini tinggal sebentar lagi " jawabnya


" Sudah ya, ibu duduk Manis saja biar aku yang bereskan semua ini " ucap Farel

__ADS_1


" Baik lah jika kamu memaksa " ucap Bu Ida sambil tersenyum


Bu Ida, Sisil dan Mey-mey pun sedang berbincang-bincang sedangkan Farel segera membereskan barang-barangnya dan membawanya kedalam mobilnya.


Setelah selesai barulah Farel mengajak mereka untuk pulang ke Apartemennya


" Sayang semuanya sudah selesai yu kita pulang " Ajak Farel


" Ayo Sayang, aku sudah ga betah lama-lama disini " ucap Mey-mey sambil tersenyum


" Nak, Bunda sama ayah biar naik taksi saja ya " ucap Leo


" Maafkan Farel ya ayah mobilnya tidak cukup " ucap Farel


" Tidak masalah nak, yang penting kamu jagain istrimu.. ayah dan bunda akan menyusul ya kan mas " ucap Sisil


" Iya sayang "


" Bu Sisil sama Tuan Leo ikut bersama Mey-mey dan Farel saja, biar saya yang naik taksi " ucap Bu Ida


" Jangan Bu, biar kami saja " ucap Sisil


" Maf Bu Sisil jadi begini, saya merasa tidak enak " ucap Bu Ida


" Tidak apa-apa Bu Ida, Bu Ida lebih baik ikut sama Mey-mey dan Farel saja ya.. " ucap Sisil


" Terima kasih Bu Sisil " jawabnya


" Sama-sama " ucap Sisil


" Ayah bunda kami pamit " ucap Farel dan Mey-mey


" Iya nak " ucap Sisil dan Leo


" Bu Sisil dan Tuan Leo saya juga pamit " ucap Bu Ida


" Silahkan Bu.. kalian hati-hati ya " ucap Sisil


" iya " ucap Mereka


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Hari ini aku Up tiga kali tungguin ya....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2