Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 126


__ADS_3

Kini Rena dan Ehan turun dari panggung dan menghampiri keluarga mereka di satu meja.


" Ehan... Rena " ucap Mereka


" Ayah senang ternyata Ehan pilihan yang tepat, Ehan orangnya baik " ucap Pa Ismail


" Benarkan apa kata umi, ayah sebaiknya jangan jodoh-jodohkan Rena sama laki-laki yang lain " ucap Bu Rahmi


" Aku juga senang Ehan sama Rena iya kan mas " ucap Sisil


" Iya " ucapnya Leo


" Apa Ka Ehan akan memanfaatkan Rena " batin Ina melihat wajah sang Kaka


" Saya permisi ketoilet dulu " ucapnya Ehan langsung pergi dan Niko mengikutinya


Rena mencoba untuk menahan Ehan dan ingin menjelaskannya pada Ehan namun langkahnya terhenti saat sang bunda menghadangnya


" Ehan tunggu " panggil Rena


" Biarkan bunda yang bicara, kamu sebaiknya tunggu disini " ucap sang bunda sambil tersenyum


" Iya bunda, tolongin Rena menjelaskan semuanya pada Ehan " ucap Rena sambil memeluk Sisil dan mereka bicara dengan bisik-bisik takut kelurga Rena


" Kamu tenang saja, kamu tunggu disini bunda mau mengejar Ehan dulu " ucap Sisil melepaskan pelukannya


" Iya Bunda " ucap Rena


" Maaf Semua nya Saya juga mau ketoilet " ucap Sisil


" Apa perlu Aku temenin sayang " ucap Leo


" Tidak usah mas, mas disini saja sama yang lainnya " ucapnya Sisil sambil tersenyum


" Baiklah jangan lama-lama ya " ucap Leo


" Iya Sayang " ucapnya langsung melangkah pergi dari sana


Sedangkan Rena bersama keluarganya dan Ayah Leo berbincang-bincang kembali


" Ada apa Nak " tanya Pa Ismail


" Tidak ayah, tidak apa-apa " jawabnya


.


...****************...


.


Sedangkan dikamar mandi Ehan tampak marah sekali, iya bahkan menghancurkan kaca kamar mandi dengan tangannya. Niko tak banyak bicara iya hanya memperhatikan sang majikan dalam situasi seperti ini.


" Aggghhhhh " ucap Ehan memukul kaca dengan tangan kanannya sampai mengeluarkan darah


" Kenapa ini bisa terjadi ... " ucapnya berteriak

__ADS_1


Niko pun menyuruh semua orang yang ada ditoilet untuk keluar namun ada satu orang disana bersembunyi dan malah merekam apa yang lakukan


" Aduh gimana ini, Aku takut.. tapi kalau aku mencoba menenangkan Bos Ehan aku yang Kena tonjok nanti tapi kalau dibiarkan itu tangan bisa luka semua " ucap Niko dalam hatinya


" Aggghhhh kenapa dia tega sama aku " Teriakannya lagi


Tiba sang bunda datang ketoilet itu dengan perasaan khawatir pada sang putranya.


" Niko bisa tinggalkan kami, saya mau berbicara serius dengan Ehan " ucap Sisil


" Baik Nyoya saya permisi tunggu di luar " ucap Niko dengan wajah tegangnya


" Semoga Bunda Sisil bisa menenangkan


Bos Ehan " batin Niko


" Ada apa Bunda kemari " ucap Ehan menahan amarahnya


" Bunda mau bicara sama kamu " ucapnya


" Ehan sedang tidak mau mendengar pembelaan bunda " ucap Ehan


" Bunda ga akan membela siapa-siapa ko " jawabnya


" Lalu untuk apa bunda kesini, lebih baik bunda jauh-jauh dari Ehan, Ehan takut tidak bisa mengendalikan diri sendiri " ucapnya melangkah pergi namun Sisil segera memeluknya


" Bunda mau bicara sama kamu, please dengerin bunda " ucap Sisil


" Pelukan bunda... pelukan yang saat ini Ehan butuhkan " batin Ehan


" Maksud bunda apa " ucap Ehan melepaskan pelukannya


" Sekarang Rena sudah berubah, dia sudah tidak mengejar-ngejar kamu seperti dulu, lalu kenapa kamu marah sama dia " tanya Sisil


" Aku marah karena dia tidak jujur sama aku, kenapa dia ga ngasih tau yang sebenarnya padaku dari dulu... " ucap Ehan meluapkan kemarahannya


" Memangnya jika Rena bilang dari dulu sama kamu apa kamu percaya kalau dia Rena yang dulu, lihatlah sikapnya sudah berubah.. Kamu harus ingat kamu yang bilang Rena adalah gadis yang pilihanmu yang mau kamu jadikan istrimu.. " ucap Sang bunda sambil tersenyum


" Bunda benar, aku memang mencintai Rena, bahkan sekarang saja aku tidak bisa membencinya " batin Ehan


" Kamu harus ingat perjuangan kamu mendapatkan Rena, mulai sikapnya dingin padamu, orang tuanya yang kurang menyetujui mu.. sekarang semua sudah setuju dan cintamu tidak bertepuk sebelah tangan.. kamu mau dengan mudahnya melepaskan Rena " Tanya Sisil


" Aku ga boleh lepasin Rena perjuangan untuk dapatkan dia sungguh sulit " batin Ehan mulai mereda amarahnya


" Rena kaya begitu mungkin dia mau balas dendam padaku bunda " ucap Ehan lirih


" Kamu yakin Rena begitu, kalau memang dia berpikiran begitu dia tidak akan membawamu menemui orang tuanya dan mungkin juga Dia sudah menerima cintamu dari dulu lalu menyakitimu " ucap sang bunda


" Tapi bunda... " ucap Ehan terpitong


" Bunda dari pertama lihat Rena sudah merasakan perubahan darinya.. bunda percaya dia tidak ada niat menyakiti mu, bahkan selama ini dia tidak berani menerima cintamu " ucap Sisil


" Kamu tau, mungkin ini karma yang dikirimkan Tuhan padamu " ucap Sisil


" Maksud bunda " tanya Ehan

__ADS_1


" Ingat-ingat perlakuan mu pada Rena dahulu, apa ini sebuah kebetulan.. Kamu dipertemukan dengan Rena dengan keadaan dimana kamu tidak tahu Rena itu Rena yang dulu.. " ucap Sisil


" Lupakan semuanya dan mulailah dengan hubungan yang baru, bunda yakin Rena yang terbaik untukmu " ucap Sisil


" Bagaimana Aku bisa maafin dia bunda " tanya Ehan


" Kamu pasti bisa, karena hatimu tidak akan bisa membenci Rena sepenuhnya, karena cintamu lebih besar dari benci dan marahmu " ucapnya Sisil sambil tersenyum


" Apa yang harus Ehan lakukan bunda " tanya Ehan


" Ikhlaskan, buang semua amarah dan kebencian mu.. dan belajarlah menerima kenyataan.. karena di dunia ini tidak selamanya karena kebetulan mungkin itu sudah menjadi takdir Tuhan " ucap Sisil


" Bunda benar, makasih ya bunda " ucap Ehan Langsung memeluk Sisil


" Nah begitu, ini baru anaknya bunda.. bunda selalu berdoa untuk kebahagiaan anak-anak bunda " ucap Sisil masih memeluk Ehan


" Iya bunda " ucap Ehan


" Perasaanku sekarang lebih lega karena ucapan bunda...dan aku akan mulai dari awal hubungan ku sama Rena tanpa bayang-bayang masa lalu " batin Ehan


" Yaudah bunda kedalam lagi ya, acaranya belum selesai dan lagi bunda malu sama keluarganya Rena kalau kelamaan di toilet " ucap sisil


" Iya bunda.. " ucap Ehan sambil tersenyum


Sisil segera melangkah pergi menuju meja dimana Sang suami dan keluarga Rena disana.


" Maaf lama tadi di toiletnya mengantri " ucap Sisil


" Tidak apa-apa Bu Sisil " ucap Bu Rahmi


Merekapun kembali lagi berbincang-bincang bersama, dengan Senyum yang terukir di wajah Sisil membuat Rena lebih lega


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2