Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 40


__ADS_3

Satria sudah berada dirumah, iya segera masuk untuk menemui Ina, namun langkahnya terhenti saat Yesi memanggilnya .


" Satria Kenapa kamu seperti yang sedang buru-buru ada apa " tanya Sang mamah


" Apa Ina sudah pulang " tanya Satria


" Belum, memangnya kenapa" ucap sang mamah


" Coba mamah telepon dia sedang dimana, dari tadi aku telepon tidak diangkat terus " ucap Satria


" Kamu ada masalah apa Ina, kalian bertengkar " ucap Yesi sinis


" Ayo dong mah telepon ina " ucap Satria merengek


" Iya iya mamah coba telepon Ina kalau perlu di Vidio call " ucap Yesi


" Makasih " ucap Satria cengengesan


Tut... Tut.... Tut...


" Halo mah " ucap Ina


" Kamu dimana nak, ko rame begitu " ucap Yesi heran


" Aku lagi di Mall, sebentar lagi aku pulang " ucap Ina sambil tersenyum


" Kamu Kesana sama siapa " tanya Yesi


" Sama temen aku mah " ucap bohongnya


" Mana temen kamu nya " ucap Yesi bingung


" Em.. lagi beli sesuatu dulu " ucapnya dengan senyum dipaksakan


" Cepat pulang, jangan malam-malam pulangnya " ucap Yesi


" Iya mah makasih " ucap Ina menutup teleponnya


" Maaf mah, aku disini sendiri hanya ingin menghindari satria " batin Ina


Setelah Yesi mematikan teleponnya satria jadi kesal dan protes sama sang mamah


" Mah, kenapa teleponnya dimatiin, harusnya Mamah bilang aku Kesana buat jemput dia " ucap Satria kesal


" Yaudah kamu bilang aja sendiri " ucap sang mamah kembali ke dapur


" Kalo Ina ada apa-apa bagaimana " ucap Satria khawatir dan menemui sang mamah didapur


" Satria sayang ini baru jam enam sore loh kamu sehawatir itu.. Ayolah ini ibu kota jam segini masih banyak orang lagian Ina kan jomblo terserah dia mau jalan sama siapa juga bahkan yang lebih ganteng dari kamu " ucap Yesi terseyum jahat


" Mamah jahat masa bilang gitu sama anaknya, dah tau satria sayang banget sama Ina dari dulu " ucap Satria memonyongkan bibirnya


" Kalau sayang sok bicara jangan kaya gini, ga jelas hubungamu " ucap Yesi mengompori sang anak


" Apa Ina juga sayang aku mah " tanya Satria dengan wajah serius


" Mamah tidak tahu " ucapnya menggeleng-gelengkan kepalanya


" Ya jawab aja menurut mamah " ucap Satria


" Dengerin ya mamah bukan Ina lebih baik kamu tanya sama ina " ucapnya sambil menyiapkan makanan


" Lebih baik kamu mandi biar wangi, benar kata Adek mu katanya kamu bau ketek " goda sang mamah


" Mamah sama aja sama Siska sering ledekin aku " ucap Satria kesal dan meninggalkan Yesi


Satria langsung kekamarnya dan membersihkan badannya biar wangi dan seger, sambil menunggu Ina pulang iya menonton televisi di ruang tamu


" Ini sudah jam tujuh tapi dia belum pulang " ucapnya bimbang

__ADS_1


" Ka, ayo makan malam " ajak Siska


" Aku ga laper " ucapnya


" Ayolah nanti Mamah ngomel, kamu mau di omelin mamah " jawabnya


" Yaudah ayo " ucapnya


Mereka pun makan bersama tanpa Ina, Renal dan Yesi pun heran entah apa yang sebenarnya terjadi pada satria dan Ina, sedangkan Satria merasa bersalah pada Ina karena dia membentak Ina padahal selama ini iya belum pernah seperti itu.


Setelah selesai makan mereka pun terlihat berbincang-bincang agar lebih akrab dan lebih dekat.


" Sebenarnya ada masalah apa Kamu sama ina " Tanya Renal


" Aku ga ada masalah apa-apa ko Yah " ucapnya sambil tersenyum


" Bohong tuh Yah, pasti mereka sedang berantem jadi ka Ina hindari ka satria " celetuk Siska


" Diam kamu anak kecil.. " ucap Satria


" Mamah juga heran sama kalian, ya diomongin kalau ada masalah bukan kaya begitu " ucap Sang mamah


" Satria juga ga tau salah satria apa " ucapnya dengan wajah sedih


" Kaka payah ga peka " ucap Siska


" Ko kamu ngomongnya begitu " ucap Satria heran


" Nyatain perasaan Kaka sama ka Ina, Kaka ga mau kan kalo ka Ina berpaling sama cowo yang lebih ganteng dari Kaka, sebelum ka Ina sadar kalau ada yang lebih ganteng dari Kaka diluar sana " goda Siska


" Aku juga ganteng ko, ga kalah kan sama cowok-cowok diluar sana " ucap Satria


" Yakin, kalo aku jadi ka Ina ogah sama Kaka bau ketek " goda sang adik


" Siska sini kamu " ucap Satria hendak mencubit Siska namun Siska malah lari


" Sini kamu " ucap Satria mengejar Siska


Ina sudah pulang, dan melihat Siska dan Satria yang sedang bercanda saling kejar-kejaran seperti anak kecil, iya pun menghilangkan Satria langsung naik tangga menuju kamarnya


" Geli. ka geli " ucap Siska digelitikin Satria


" Ampun ga " ucap Satria


" Iya ka Ampun " ucapnya


" Ka udah ka, geli... eh tunggu " ucap Siska menghindari satria


" Apa " ucapnya


" Itu " ucap Siska menunjuk keatas


Dilihatnya Ina sudah pulang, iya pun naik tangga dan menghampiri Ina, saat Ina hendak menutup pintu kamarnya Satria menghalanginya


" Aku mau bicara sama kamu " ucap Satria


" Aku cape, ngantuk " ucapnya Ina lalu menutup pintunya namun masih dihalangi Satria lalu satria mendorong pintunya hingga terbuka, lalu iya langsung masuk kekamar Ina dan segera menutup pintunya seperti biasa kuncinya iya bawa


" Aku mau istirahat " ucap Ina


" Aku ga akan keluar dari kamar ini sebelum kamu mau bicara sama aku " ucapnya


" Aku mau mandi " ucapnya


" Mandi saja, lagian aku ga akan ngintip " ucapnya sambil tersenyum


" Terserah " ucap Ina langsung masuk kekamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya


Setalah selesai mandinya Ina keluar dari kamar mandinya iya masih melihat satria disana, iya pun langsung duduk dimeja riasnya dan mengeringkan rambutnya, iya cuek seolah-olah tak ada satria disana

__ADS_1


" Ina cantik banget kalau udah mandi begitu " ucap Satria


" Kamu masih disana aku kira ga ada orang " ucap ketus Ina


" Kan aku dah bilang aku ga akan keluar jika kamu ga mau ngomong sama aku " ucap Satria menghampiri ina


" Jangan dekati aku " ucap Ina menghentikan langkah satria


" Aku ga akan ngapa-ngapain, Aku cuma mau bantu mengeringkan rambutmu " ucap Satria sambil tersenyum


" Tidak usah " ucap Ina


" Ga papah ko " ucap Satria


Sementara Siska bilang sama Yesi dan Renal bahwa sekarang satria dikamar Ina, dan kamarnya di kunci


" Mamah... " teriakan Siska menghampiri sang mamah


" Kamu kenapa teriak-teriak berisik tau " protes sang mamah


" Ka satria sama ka Ina berduaan dikamar terus kamarnya dikunci " ucap Siska mampu membuat kedua orang tuanya kaget


" Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan ya mas " ucap Yesi kaget


" Aku akan mencari kunci cadangan " ucap Renal


Siska dan Yesi pun segera menuju kamar Ina, iya pun mendengarkan pembicaraan dibalik pintu kamar tersebut


" AW.. " ucap Ina


" kenapa itu ka Ina " ucap Siska dibalik pintu


" Mamah ga tau " ucap Yesi dengan wajah pucatnya


" Sakit ya " ucap Satria


" Pelan-pelan dong " protes Ina


" Astaga mereka lagi ngapain di dalam " ucap Yesi bulak balik didepan pintu ina


.


.


.


.


Bersambung....


Ada yang bisa nembak mereka ngapain...


So... Ikuti terus kisahnya...


Insya Allah selama bulan puasa saya up nya akan banyak, saya lagi bersemangat nulisnya, menurut kalian mana yang harus didahulukan part nya..


coba mana tim Rena dan Ehan, mana Tim Satria dan Ina, dan mana tim Farel dan Mey-mey


Komen dibawah ya ditunggu !!!


Tapi jangan lupa Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan


__ADS_2