Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 9


__ADS_3

Kini Mey-mey bingung harus bagaimana menjalani kehidupannya. Meskipun iya kini terbebas dari Club malam itu yang bisa saja menjadikan hidupnya lebih hancur lagi namun terbebas dari Club malam pun bukan menjadi pertanda baik karena iya harus kehilangan pekerjaannya


" Apa yang harus aku katakan pada Ayah jika aku harus kehilangan pekerjaan ku... bagaimana kalau ayah menjual ku kembali " pikirannya bingung


" Tapi jika aku tidak pulang aku takut apa yang dikatakan lelaki angkuh itu benar... aku akan kehilangan ibu selama-lamanya... " keluhnya sambil berjalan kaki pulang


Kini Rumah tampak sepi, dan barang-barang berserakan dilantai hancur.


Ceklek,,


Mey-Mey tampak memperhatikan kondisi rumahnya dan memastikan sang ayah tidak ada didalam rumahnya.


" Ibu ... Bu.... " ucapnya sedikit berbisik takut ketahuan sang ayah


" Hiks.... hiks... hiks... " suara muncul dikamar sang ibu


Mey-Mey pun segera menghampiri kamar dengan suara tangis tersebut.


" Jangan-jangan itu ibu " ucapnya kaget dan segera melangkah menuju kamar sang ibu


Ceklek,,


" Bu... " ucapnya menghampiri sang ibu dan memeluknya


" Nak " ucapnya


" Ibu kenapa nangis... ya ampun...apa yang ayah lakukan sama ibu " ucapnya sedih namun iya tak bisa berbuat apa-apa


" Kamu tidak apa-apa nak... ibu begitu mengkhawatirkanmu... " ucapnya masih menangis


" Ibu jangan menangis... sudah ya... aku tidak apa-apa ko " ucapnya menenangkan sang ibu


" Maafkan ibu nak " ucapnya


" Ibu ga salah... sekarang kita pergi dari sini ya " ucap Mey-mey membangunkan sang Ibu


Prok... Prok... Prok...


" Bagus .. akhirnya kamu datang juga menemui Ibumu... " ucap Sang ayah


" Ayah... " ucapnya kaget


" Kenapa kaget denganku... " ucapnya


" Tidak ayah " ucap Mey-mey ketakutan


" Aku dengar Kau sekarang Kau sudah tak bekerja di Club..Kau sudah menjadi simpanan pengusaha muda dan tampan .... " ucap Sang Ayah dengan terseyum jahat


" Ayah... " ucapnya dengan ketus


" Kenapa Hem... mau protes... bahkan biaya hidupmu selama ini tak sebanding dengan harga dirimu " ucapnya mendorong Mey-mey hingga terjatuh


" Ayah kenapa Kau tega padaku... " ucap Mey-mey dengan sorot mata marah dan melotot

__ADS_1


" Harusnya kamu bersyukur berkat Aku kamu dijadikan simpanan pengusaha itu... " bentaknya


" Cukup mas... cukup... Dia Anakmu... tak sepantasnya kamu bicara begitu " ucap Sang istri dengan sedih dan sakit hati


" Kenapa Hem .. Dia memang anakku tapi dia tak bisa menghasilkan uang untukku... dan Kau wanita tua dan lemah diam Kau tidak usah ikut bicara " ucap Sang Suami


" Cukup ayah... kenapa pikiran ayah hanya uang.. uang.. dan uang apa pernah Ayah sedikit saja memikirkan perasaan ku " ucap Mey-mey


" Dengar ya... aku tak mau tahu kau harus bawakan uang yang banyak untukku kalau tidak lihat saja apa yang akan terjadi pada ibumu " Bentak Sang ayah pergi meninggalkan kamar tersebut


" Ibu ga papah kan " ucap Mey-mey


" Ga papah nak... ibu yang khawatir padamu... " ucap Sang ibu


" Ibu tenang ya ... besok aku akan melamar pekerjaan ... supaya aku bisa menghasilkan uang ... dan membawa ibu pergi dari sini... " ucap Mey-mey


" Maafkan Ibu nak... maafkan... karena ibu sering sakit-sakitan kamu harus bekerja untuk menghasilkan uang untuk ayahmu.. " ucap Sang ibu


" Mey-Mey ikhlas ko bu asal ibu ga di siksa lagi sama ayah... biar Mey yang tangung semuanya " ucap Melinda memeluk sang Ibu


Mey-Mey pun membawa sang Ibu berbaring ditempat tidurnya lalu membereskan barang-barang yang berserakan dilantai. hatinya sakit melihat tingkah laku sang ayah apalagi iya sampai tega menyakiti sang ibu, rasanya iya ingin membawa sang ibu kabur namun apa daya iya tak punya arah dan tujuan. bahkan sang ayah pun pasti akan berbuat lebih kejam padanya.


Setelah selesai membereskan barang-barang tersebut. iya pun mencoba membaringkan tubuhnya didalam kasurnya dan segera beristirahat.


Tepat pada tengah malam sang ayah pun pulang dengan keadaan jalan sempoyongan dan mulut bau minuman beralkohol. iya pun berjalan menuju kamar Mey-Mey dan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya


Mey-Mey tak pernah mendengarkan ketukan itu dari dahulu, karena iya takut sang ayah akan menyakitinya. iya hanya bisa diam didalam kamar sambil meneteskan air matanya. perasaan takut kini menghampirinya.


" Buka.... buka... buka ... Woy ... buka " suara berasal dari mulut sang ayah


" Anak sialan... kurang ajar... tak tau diri... " hinanya


" Keluar kamu... Mey-Mey " ucap Sang ayah sambil mabuk


Sementara didalam kamar Mey-Mey sedang menangis.. dan duduk di jendela kamarnya yang sama terkunci rapatnya. iya hanya jaga-jaga jika sang ayah mendobrak pintunya maka iya akan loncat dari jendela kamarnya.


" Tuhan... kenpa Ayah tidak pernah berubah... sampai kapan aku harus seperti ini " ucapnya dalam tangisnya


" Ibu... apa yang harus ku lakukan " ucap Mey-mey sambil menangis


Sang Ayah pun semakin kencang mengedor pintu kamar Mey-Mey. sang istri pun segera menghampiri sang suami yang sudah tahu jika iya sedang mabuk.


" Mas .... ada apa berisik... " ucap Sang istri


" Diam kamu ... istri tak berguna... " bentaknya


" Mas... ayo kita kekamar... jangan disini " ucap Sang Istri yang tak tahan melihat kelakuan sang suami namun iya pu tak bisa melawannya


" Sini Kamu istri tak berguna " ucap Sang suami menjambak rambut istrinya


" Mas... hentikan... sakit "


" Kalau Kau tak keluar... maka Aku akan menyiksa ibumu " teriakanya

__ADS_1


Didalam kamar tampak Mey-mey gelisah lalu iya memutuskan untuk membuka pintu kamarnya dan menghapus semua tangisannya.


" Ada apa ayah... teriak-teriak ganggu orang sedang tidur saja " ucap Mey-mey pura-pura bangun tidur


" Enak-enak tidur... kau... semetara aku membutuhkan uang... " ucap sang Ayah kini menjambak rambut Mey-mey


" AW.. ayah... sakit " ucap Mey-mey mencoba melawan namun tenaga ya kalah dengan sang ayah


" Mas... sudah mas... jangan lakukan itu " ucap sang ibu mencoba membelanya


" Diam kamu wanita tak berguna... " Bentaknya


" Aku tidak mau tahu... kau bewaakan aku uang yang banyak... aku mau uang " ucapnya masih menjambak rambut sang Anak


" Besok aku akan mencoba melamar pekerjaan ... jadi ayah lepaskan aku " ucap Mey-mey


" Mau melamar kemana Hem... kamu cocoknya kerja di Club malam... gajinya pun besar " ucap sang ayaj


" Aku sudah tidak mau kerja disana lagi " ucapnya


" Terserah mau kerja di mana dan jadi apa.. asalkan Kau membawakan uang untukku " teriakanya dan melepaskan tangannya dari rambut Mey-mey lalu mendorong Mey-mey hingga terjatuh


Sang suami pun menyeret sang istri kekamarnya disana tampak Sang suami membawa cambuk dan mencambuk kaki sang istri.


" Ini balasan Kau tak becus mendidik anakmu... " ucapnya mencambuk kaki sang istri hingga bengkak


" Dan ini Balasan Kau tak becus menjadi istriku... tak bisa melayaniku nafsuku dan tak bisa menghasilkan uang untukku " ucap Nya


Setelah itupun Iya tertidur di kasurnya . Sang istri pun hanya bisa menangis dengan apa yang dilakukan sang suami. dan berharap Sang anak tak mengalaminya.


.


.


.


.


Halo Semua,.


Ini hanya sebuah cerita... aku harap kalian tidak baper ya... dan tenang saja aku akan buat Mey-mey dan ibunya kabur dari siksaan sang Suami yang kejam


So... Ikuti terus kisahnya...


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan Dukung Aku dengan cara


Like....Komen..... dan Vote ......


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua....


Karena Doa yang baik akan kembali kepada orang memberi Doa.... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2