Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 71


__ADS_3

Mereka sudah sampai dirumah sakit dengan segera Mey-mey berlari menuju ruang ICU di rumah sakit itu dengan perasaan sakit dan hancur.


" Ibu " ucap Mey-mey mencoba masuk kedalam ruang ICU


" Maaf Nona, anda tidak boleh masuk kedalam, pasien sedang ditangani oleh Dokter ... " ucap suster disana menghadang Mey-mey


" Tapi Dok Dia ibu saya.. saya harus menemuinya sekarang juga " ucapnya sambil menangis


Dengan segera Farel pun memeluk Mey-mey dari belakang karena iya terus memaksa masuk kedalam sementara sang dokter masih menangani Ibu Ida


" Tuan Lepaskan Saya... saya mau melihat kondisi ibu " ucapnya dengan nada seperti orang kesakitan


" Aku ga tega lihat Mey-mey seperti ini " batin Riki


" Maaf Nona anda tidak boleh keruangan ini " ucap Suster masih menghadang Mey-mey


" Minggir sus... saya mau lihat ibu saya " ucap Mey-mey mendorong sang Suster namun Farel yang masih memeluknya pinggang Mey-mey menyeretnya dan mendudukannya di kursi tunggu pasien


" Diam... Coba dengar kata-kata saya " ucap Farel dengan raut wajah marah


" Tapi Tuan.. ibu saya.... " ucapnya semakin melemah


" Aku tau kamu khawatir.. tapi tidak seperti ini, ibumu sedang ditangani dokter jika Kau memaksa masuk lalu dokter tak bisa menyelamatkan ibumu apa mau hah " bentak Farel


" Ga mau " lirihnya


" Makanya Tunggu kabar dari dokter coba tenangkan dirimu, perbanyaklah Doan agar ibumu selamat " ucap Farel


" Ibu " ucap Mey-mey menangis kembali


" Aku tau perasaanmu tapi tidak seperti tadi " ucap Farel memeluk Mey-mey kembali


" Aku Takut Tuan... Ibu Tuan... " ucapnya terbata-bata


" Semuanya akan baik-baik saja, kamu doakan saja ibumu " ucap Farel mengelus-elus rambut Mey-mey


" Ibu " ucap Mey-mey


" Perasaanku sakit melihat Mey-mey seperti ini... Apa yang bisa aku lakukan,... Tuhan selamatkan Ibu Ida.. dia orangnya baik " ucap Farel dalam hatinya


" Kasian Bu Ida, padahal dia orangnya baik.. ini pasti ulah suaminya " batin Riki


" Tuan, apa ibu akan selamat " ucapnya Mey-mey menahan sesak dihatinya


" Ibumu Kuat pasti dia akan sembuh " ucapnya Farel


" Aku tak sangup jika ibu meninggalkanku " ucap Mey-mey kembali meneteskan Air matanya


" Kamu harus kuat, agar ibumu kuat juga " ucapnya Farel mencoba menyemangati Mey-mey


" Tuan, apa salah aku dan ibu.. kenapa aku dan ibu tak pernah merasakan bahagia " ucap Mey-mey sungguh menyakitkan hati Farel. karena meskipun Farel Belum lama kenal dengan mereka tapi mereka orangnya baik.


" Apa ini takdirku " ucap pada Farel, sedangkan Farel tak sadar meneteskan air mata namun segera menghapus kembali sebelum ketahuan Mey-mey


" Kalian Orang baik, Tuhan punya rencana indah pada kalian... " ucap Farel menahan tangisnya

__ADS_1


" Tuan " ucap Mey-mey


" Apa " jawab Farel


" Makasih ya Tuan " ucapnya


" Makasih Buat apa " tanya Farel


" Tuan sudah baik padaku, bahkan Tuan menebus ku dan Tuan juga memperkerjakanku di perusahaan Tuan " ucap Mey-mey dengan wajah sendunya


" No Problem.. Mungkin ini sudah menjadi Takdir " ucap Farel


Tiba-tiba sang Dokterpun keluar dari ruangan ICU tersebut dan Farel yang melihatnya langsung mengajak Mey-mey menemui sang dokter


" Dokter bagaimana keadaan ibu saya " ucap Mey-mey dengan wajah penuh harap


" Dia Putri pasien dok " ucap Farel


" Jadi begini nona, ibu anda sebelumnya memang punya riwayat sesak nafas dan juga jantungnya sedikit bermasalah, keadaannya memburuk karena saya melihat di lehernya ada bekas seperti dicekik itu membuat sesak nafasnya kambuh kembali dan juga jantungnya memburuk karena iya shock dengan kejadian yang dia alami tadi " ucap Sang dokter


" Apa ibu saya punya penyakit jantung, Ko saya tidak tahu " ucap Mey-mey kaget


" Mungkin pasien sengaja menyembunyikan penyakitnya dari anda takut anda khawatir " ucapnya Sang dokter


" Astaga ibu " ucap Mey-mey semakin khawatir


" Terus apa yang kita lakukan agar Pasien sembuh " tanya Farel


" Jalan Satu-satunya kita harus mengoperasi Pasien untuk jantungnya dikasih Ring agar keadaanya tidak memburuk " ucap sang dokter


" Lakukan lah Dok yang terbaik, masalah biaya berapapun saya bayar asal pasien sembuh " ucap Ucap Farel


" Tapi Tuan " ucap Mey-mey


" Kamu ga usah mikirin biayanya biar aku yang tanggung " ucap Farel sambil tersenyum pada Mey-mey


" Hutang saya sudah banyak pada Tuan " ucap Mey-mey


" Jangan pikirkan itu, pikirkanlah agar ibumu segera sembuh dan sehat " ucap Farel


" Kalau begitu Nona ikut suster Mira ke bagian Administrasi untuk menyelesaikan Administrasi dan data-data agar pasien segera dioperasi " ucap Sang dokter


" Baik Dok " ucapnya


" Suster Mira " ucap sang dokter


" Iya dok " ucapnya


" Antarkan Nona ini kebagian administrasi agar kita bisa segera mengoperasi pasien " ucap sang dokter


" Baik Dok " ucap Suster Mira


" Mari Nona ikut saya " ucap sang suster sopan


" Aku ikut " ucap Farel

__ADS_1


" Ayo " ucapnya Mey-mey


Farel pun menyuruh Riki untuk berjaga didepan ruangan ICU itu, karena iya dan Mey-mey akan segera menyelesaikan administrasi ya terlebih dahulu.


" Riki " pangil Farel


" Iya Tuan "


" Kamu jangan kemana-mana tunggu disini " ucap Farel pada Riki


" Baik Tuan " ucap Riki


Mey-mey dan Farel pun segera mengikuti sang suster kebagian administrasi, Mey-mey menandatangani beberapa dokumen sedangkan Farel menyelesaikan pembayaran ya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Mau tetap Farel sama Mey-mey dulu atau mau ke Ina satria hayo...


Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...


Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina


Aku up lagi sore... tungguin ya...


sudah dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ...... belum


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2