
Sementara ditempat lain Ina sudah dari toilet segera menuju dapur yang ada disana.
" Maf Nona anda tidak boleh ketempat ini, ini khusus karyawan.. " ucap Sang pelayan yang tadi
" Aku mencari kamu " ucapnya Ina mengalihkan pembicaraan
" Memangnya ada apa Nona " tanya sang pelayan
" Tadi ada yang ketinggalan pesanannya " ucap Ina
" Oh begitu Nona, kebetulan pesanannya belum semua selesai " ucap sang pelayan
" Bagus.. " ucap Ina
" Apa yang harus kami ganti " ucap Sang pelayan
" Kamu hanya perlu menambahkan sambel yang pedas tadi kakakku lupa kasih tau " ucap Ina dengan senyum jahatnya
" Baik, apa ada lagi Nona " tanya Sang pelayan
" Em.. lemon tea nya mau agak banyakan dan airnya harus panas, itu khusus untuk lelaki yang tadi memesan " ucapnya Ina
" Baik Nona " ucap Sang pelayan
Ina pun melangkah mendekati Ehan dan Satria, dia duduk kembali disana.
" Sayang jangan marah sama aku " ucap Satria
" Iya " ucap Ina
" Makasih sayang " ucap Satria
Sepuluh menit kemudian pesanan pun datang, benar saja makanan yang Ehan pesan sangat menggoda Ina dan Satria.
" Tuan dan Nona selamat menikmati " ucap sang pelayan
" Terima kasih " ucap Ehan
" Sama-sama jika ada apa-apa panggil saya saja, nanti saya akan kesini " ucap Sang pelayan
" Baik " ucap Ehan
Sang pelayan segera pergi dan Satria tidak sabar untuk menyantap ikan asinnya.
" Wah sepertinya ini enak " ucap Satria antusias
" Jangan " ucapnya Ina
" Kenapa " tanya Ehan curiga
" Em maksudku kamu jangan makan ini apa bulat-bulat " ucapnya Ina
" Ini jengkol, aku juga ga mau makannya " ucapnya Satria
" Ina kamu harus makan ini loh, katanya ini baik untuk kesehatan " ucapnya Ehan sambil tersenyum jahat
" Kesehatan " ucap Ina heran
" Cobain ni.. aaaa " ucap Ehan memberikan jengkol itu kedepan mulut Ina
" Tapi Ka " ucapnya Ina
" Ayo cepat makan " ucap Ehan
" Jangan " ucap Satria
" Kenapa " tanya Ehan
" Biar aku yang makan " jawab Satria
" Baiklah jika Kamu memaksa " ucapnya Ehan langsung memasukan jengkol itu kepada sambel yang iya pesan tadi
" Satria jangan kamu makan itu " ucap Ina tampak khawatir
" Tidak apa-apa sayang demi kamu aku rela " ucap satria
" Dari pada Ina yang mau mulut, mending aku saja " batin Satria
" Bagaimana ini, kasian satria " batin Ina
" Takan mudah mengerjai aku, rasakan ini " batin Ehan
__ADS_1
" Aaa...mmmm " ucap Ehan menyuapi jengkol itu kemulut satria
" Hu ha hu ha hu ha " ucapnya Satria merasa kepedesan setelah memakan jengkol yang dimasukan kedalam sambel
" Apa kata aku bilang " ucap Ina merasa khawatir
" Minum... Minum... " ucap Satria
" Nih minum dulu " ucap Ehan memberikan minumannya kepada Satria
" pufff minuma apa ini panas dan asem banget " ucapnya Satria protes
" Minum yang ini saja " ucap Ina
Satria langsung meminum air tersebut agar rasa pedasnya hilang
" Kamu tidak apa-apa " ucap Ina
" Tidak, hanya kepedesan saja " ucap Satria
" Apa aku bilang, Ina Takan bisa mengalahkan ku kalau soal mengerjai oramg " batin Ehan
" Untung aku ga makan sambalnya " ucap Ehan dingin dan cuek
" Aku sudah kenyang " ucap Ina merasa kesal karena rencananya gagal
" Sial, aku gagal mengerjai Ka Ehan, awas saja nanti aku balas " batin Ina
" Satria habiskan jengkolnya " ucap Ehan
" Aku juga sudah kenyang " ucapnya Satria
" Sayang sekali ini ikan asinnya masih ada loh.. enak sekali " ucap Ehan
" Sepertinya memang enak ikan asinnya " batin Satria
Ehan segera memanggil sang pelayan tadi dan memesan sambal dan minumannya kembali.
" Mba " panggil Ehan pada sang pelayan
" Iya Tuan " ucap sang pelayan menghampiri Ehan
" Pesan lagi sambalnya tapi jangan terlalu pedas dan es lemon tea dinginya " ucapnya Ehan
" Tidak itu saja " ucap Ehan
" Baik, ditunggu pesanannya " ucap sang pelayan
" Baik " ucap Ehan
Tak lama kemudian pesanan pun datang satriapun tergiur dengan sambal yang diberikan sang pelayan
" Yu kita coba " ucap Ehan melihat kearah Satria
" Tidak " ucapnya masih ragu-ragu
" Em.. enak... sumpah ini banget " ucap Ehan membuat Satria ngiler
" Aku sudah tidak tahan, kalau masalah bau nanti saja aku gosok gigi " batin satria
" Cepat aku habiskan nih " ucap Ehan
" Jangan dihabisakan " ucap Satria mengambil jengkol ikan asin dan sambel
" Em.. sumpah ini enak " ucapnya Satria melahap jengkolnya
" Kamu masuk perangkap ku " ucap Ehan senang dalam hatinya
" Kenapa sih jadi begini, aku dicuekin " batin Ina
Kini Ehan dan Satria sudah selesai makannya, Ina pun mengajak keduanya untuk segera pulang
" Ayo kita pulang " ucap Ina
" Sebentar sayang perutku kekenyangan " ucap Satria
" Setuju banget Sat, pokonya mantap " ucap Ehan
" Aku mau pulang sekarang " protes ina
" Baiklah sayang, yu kita pulang " ucap Satria
__ADS_1
" Yuk, aku sudah bayar juga tadi " ucap Ehan
.
...****************...
.
Merekapun segera pergi dari sana dan pergi menuju Apartemen. Sesampainya disana mereka segera mandi dan bersiap-siap
Sedangkan Farel menghampiri Ehan yang baru selesai mandi
" Ehan " panggil Farel
" Abang, ada apa " tanya Ehan
" Bagaimana tadi, apa semuanya sudah siap dan lengkap " tanya Farel
" Abang tenang saja semuanya sudah siap Abang tinggal tenangkan hati dan siap-siap " ucap Ehan
" Ehan " panggil sang Abang
" Iya bang " ucap Ehan
" Terimakasih " ucap Farel memeluk Ehan
" Sama-sama Bang " jawab Ehan membalas pelukannya
" Maafkan aku bang, semenjak kejadian itu aku merasa sangat bersalah padamu, harusnya dulu aku belain kamu dihadapan ayah mungkin kamu tidak akan kecelakaan " ucap Ehan
" Kamu tenang saja, aku tidak apa-apa lagian jika aku tidak kecelakaan mungkin ayah akan keras hati menentang hubunganku dengan Mey-mey " ucap Farel
" Terus maksudmu kamu bersyukur atas kecelakaan itu " ucap Satria tiba-tiba datang
" Tidak begitu juga kali " ucap Farel
" Aku janji setelah aku balik ke Jakarta aku akan segera melamar Ina secara resmi " ucap Satria sambil tersenyum
" Jagain yang benar Ina adikku satu-satunya " ucap Farel
" Siap Kaka ipar tenang saja " ucap Satria tersenyum senang
" Dia jadi Adik ipar.. serasa kejatuhan bom " ucap Ehan
" Ih Ehan kita akan jadi keluarga " ucap Satria
" Entah kenapa Ina bisa cinta sama Satria yang dulu sering kamu kerjain " ucap Farel
" Aku juga tidak mengerti " ucap Ehan
" Bukan hanya dulu tapi sekarang juga Ehan sering ngerjain aku kaya tadi direstoran " ucap Satria
" Sumpah itu bukan kerjaan aku.. itu Ina mau ngerjain aku tapi malah kena batunya.. kamu yang kena " ucap Ehan
" Nasibmu apes terus " ucap Farel
" Makanya jangan ngelawan aku... yang sabar ya " ledek Ehan
Merekapun tertawa bersama. Meskipun Ehan terlihat seperti seorang yang jahil pada satria tapi melihat Ina dan Satria berpacaran iya sangat setuju karena iya sudah mengenal Satria dari dulu dan percaya jika satria tidak akan menyakiti ina
.
.
.
.
Bersambung....
Semoga kalian terhibur...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz