
" Hanya bercanda sayang " ucap Satria memeluk sang istri
" Punya satria sudah keras " batin Ina
" Aku benar-benar tidak tahan " batin satria
" Sayang apa kau sudah siap sayang " bisik Satria masih memeluk sang istri
" Iya sayang " ucap Ina masih memeluk sang suami
" Terima kasih sayang Aku akan melakukannya dengan penuh cinta " bisik Satria menggoda sang istri
" Bisikan satria membuatku geli.. " batin Ina
Satria melepaskan pelukannya dan menggendong sang istri dan diletakkan diranjang tersebut.
" Sayang bikin kaget saja.. " ucap Ina
" Kamu tenang ya rileks " ucap satria
Satria mulai menciumi Ina dengan hasrat yang sudah mengebu-gebu karena efek jamu itu dan Efek iya menonton Vidio seperti itu, Satria bermain dengan agresif sedangkan Ina pun sama mulai agresif karena merek sudah sama-sama tidak tahan
Mereka berciuman lama, Satria segera melaporkan ciumannya dan kembali menciumi setiap lekuk tubuh ina. Tak lupa juga Satria menciumi leher Rena dan memberikan banyak stempel kepemilikannya disana. tanpa sadar satriapun membukakan sedikit demi sedikit pakaian Ina hingga telanjang bulat.
Kulit putih dan mulus Ina membuat Satria semakin Bergairah dengan pemandangan indah yang disuguhkan dihadapannya. Satria mencium kembali Ina dengan penuh Nafsu dan dibalas oleh Ina dengan hasrat yang menggebu-gebu juga, kini kedua tangannya Satria tak tinggal diam, Tangan itu meremas benda kenyal dari gundukan yang Ina punya.
Sungguh Nikmat yang Ina rasakan setelah mendapat perlakuan seperti itu iya sangat menikmatinya, Satriapun segera melepas semua pakaiannya hingga mereka telanjang bulat, seketika Ina dibuat kagum dengan lekuk tubuh sang suami
" Gimana sayang.. enak " ucap Satria pada sang istri yang mendesah pelan
" Ahk.. " ucap Ina keenakan
" Mendesah lah yang kencang sayang... tidak akan ada orang yang mendengar juga " ucap Satria berbisik pada sang istri
" Akh... " ucap Ina terasa geli dan nikmat
" Aku akan memberikanmu yang lebih Nikmat " ucapnya menyusu Dipayudara ina.
" Akh... " ucap Ina semakin kencang
" Aku akan membuatmu tidak melupakan hari ini " batin Satria
Tangan Satria kembali tak bisa diam, bahkan salah satu tanganya mulai meraba daerah sensitif Ini, Ada sensasi yang berbeda yang Ina rasakan iya benar merasakan geli sekali namun terasa lebih nikmat, bahkan tanpa sadar Dia mendesah kencang, hal itu membuat Satria semakin bergairah dan tangannya tak diam.
" Ahk... Ehan... ahk...ahk..... Aku mau pipis " ucap Ina
" Pipis enak saja disini sayang " ucap Satria semakin mempercepat pergerakan tanganya
" Akh Satria.... Akh.. Satria " ucapnya mendesah tidak tahan
" Terus Pangil saja namaku sayang.. " ucap Satria sambil tangan yang satu lagi meremas payudara Ina
" Aku sudah tidak tahan sayang bolehkah kamu memegang punya ku " ucap Satria
" Apa " ucap ina kaget
" Hanya sebentar " ucap Satria dengan wajah memohon
__ADS_1
" Baiklah " ucap Ina mulai menempelkan tangannya dijunior satria, dan satria mulai menuntunnya untuk mengocoknya
Satria menghentikan kocokannya karena iya benar-benar tidak tahan dan juniornya sudah sangat tegang lalu ia segera memasukan juniornya kedalam Gua milik Ina.
" Sayang ini akan sedikit sakit tapi aku akan melakukanya pelan-pelan " ucap Satria
" Iya sayang " ucap Ina
" Aw.... Sakit... " ucap Ina saat junior Satria masuk semuanya kedalam gua miliknya
" I love you sayang " ucap Satria sambil menciumi leher Ina
" Ahk... ahk... ahk... " ucap Ina
" Panggil namaku sayang " ucap Satria menggenjot junior
" Satria.. satria... satria... " ucap Ina
Dikamar Ina dan Satria pun terdengar desahan demi desahan yang mereka ucapkan bagaikan nyanyian yang saling bersahutan. seperti dikamar Ehan dan Rena
Kamu itu benar-benar sangat ampuh bahkan Mereka melakukan beberapa ronde dan beberapa gaya seperti yang mereka lihat di YouTube hingga tubuh mereka tertidur tanpa sadar karena kelelahan
.
...****************...
Sementara ditempat lagi yaitu dirumah Mey-mey, Mereka sedang sibuk bersiap-siap untuk melakukan acara tahlil
" Mey, apa semuanya sudah siap " Tanya Bu Ida pada Mey-mey
" Nak Farel pa ustadznya sudah datang " tanya Bu ida
" Sudah Bu, yang lain pun sudah datang " ucap Farel
" Nak tolong ibu bawakan air ini dan beberapa makanan kedepan simpan di depan para tamu " ucap Bu ida
" Baik Bu " ucap Farel
" Mey.. yu kita kedepan untuk memulai acaranya " ucap sang ibu
" Baik bu " ucapnya menggandeng sang ibu kedepan dan bertemu dengan beberapa tamu.
Farel sudah selesai meletakan beberapa makanan dan minuman pada sang tamu
" Acaranya sudah bisa kita mulai " tanya Pa Ustadz yang akan memimpin doa
" Sudah pa Ustadz silahkan dimulai " ucap Bu Ida
" Baik Semuanya kita mulai sekarang acarany " ucap Pa Ustadz mulai membacakan beberapa doa dan Surat Yasin untuk mendiang Alm Pa Edi
Acara berjalan lancar dan hikmat, Bu Ida sesekali meneteskan air matanya namun iya sekarang lebih tegar dari tadi pagi.
Satu jam acara diapun selesai Pa ustad dan tamu yang lainnya sekarang sedang menikmati makanan yang dihidangkan.
" Silahkan bapak-bapak dinikmati dihidangkan " ucap Bu ida
" Terima kasih " ucap Semua tamu
__ADS_1
" Mohon maaf jika alakadarnya " ucap Mey-mey
" Ini lebih dari cukup ko Mey " ucapnya Pa Ustad
Mereka kembali menikmati hidanganya lalu mereka beberapa meit kemudian bersiap-siap untuk pulang kerumah masing, Farel dan Mey-mey segera membagi-bagikan bingkisan untuk mereka berupa makanan dan minuman
" Mey ga usah repot-repot " ucap Pa ustad menerima bingkisan tersebut
" Tidak apa-apa Pa " ucap Mey-mey
" Yasudah kami pulang " pamit pa ustad dan semua orang yang tahlil disana.
" Terima kasih sudah menyempatkan datang kemari " ucap Mey-mey ramah
" Insya Alloh kami besok datang kembali kesini.. " ucap Pa Ustad
" Iya pa ustad.. " ucap Farel menyalami sang Ustad
Merekapun pulang satu persatu membuat rumah itu terlihat sepi, sang ibu pun kembali menangis, terlalu banyak kenangan yang mereka sudah lalu bersama dirumah itu.
" Ibu Kenapa " tanya Mey-mey
" Tidak apa-apa hanya sedang ingat kenangan dulu bersama ayahmu " tanya Bu Ida memeluk Mey-mey
" Ibu... ikhlas ya.. jangan begini terus kasian ayah disana nanti dia tidak tenang " ucap Mey-mey pada sang ibu
" Iya sayang " ucapnya masih menangis
Tiba-tiba Farel membawakan minuman air mineral untuk sang mertua. " Ibu minum dulu biar ibu lebih tenang " ucap Farel
" Makasih nak " jawabnya langsung mengambil gelas yang diberikan farel dan segera meminumnya
.
.
.
.
Bersambung....
Kalau aku cepatin ceritanya boleh...
Boleh kasih saran dikomentar ya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1