Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 124


__ADS_3

Ehan sedang dalam perjalanan menuju Gedung yang akan diresmikan, sedangkan Ayah, Bunda dan Ina sudah berada digedung itu.


Tiga puluh menit kemudian Ehan sudah Sampai disana, iya segera menghampiri keluarganya


" Assalamualaikum Bunda, ayah dan Ina " ucap Ehan


" Waalaikumsalam " ucapnya Mereka kaget dengan perubahan Ehan


" Ka Ehan aneh " batin Ina


" Kenapa anakku bisa berubah seperti ini " batin Leo


" Sayang Bunda kangen " ucap sang bunda sambil memeluk Ehan


" Ehan juga kangen bunda " ucapnya membalas pelukan Sang bunda


" Kamu selama bunda tinggalin sehatkan " Tanyanya sambil melepaskan pelukannya


" Sehat dong bunda " ucap Ehan sambil tersenyum


" Eh Ina cantik, mana pangeran satria mu " Goda Ehan


" Satria lagi sibuk cari uang buat ngelamar aku" ucap Ina dengan ketus


" Sort ya aku ga mau dilangkahi sama kamu, aku maunya nikah dulu sebelum kalian nikah " ucap Ehan sambil menjulurkan lidahnya


" Emang Kaka ada pacar " jawabnya kesal


" Bukan pacar tapi calon istri " ucap Ehan sambil tersenyum senang


" Ehan sengaja bilang begitu didepan aku, apa Ehan mau ngenalin Aku sebagai calon istrinya karena kalau dilihat-lihat Rena belum datang " ucapnya Lala dalam hatinya


" Yakin dia akan Nerima lamaran kaka " ucap Ina


" Insyaallah " jawabnya


" Ayo Ehan aku disini, disamping mu kenalkan aku sebagai calon istri mu " batin Lala


" Ko Rena belum datang " batin Ehan


" Mana orangnya " ucap Ina


" Tunggu sebentar "


Tak lama kemudian Rena datang bersama keluarganya dan beberapa staf dan guru pesantren


" Alhamdulillah Rena datang juga " batin Ehan


Rena dan keluarganya segera menghampiri Ehan


" Nak ehan " ucap Ayah Rena


" Bapak sudah datang " jawab Ehan sambil tersenyum


" Iya Nak maaf sedikit terlambat tadi dijalannya macet" ucap Ayah Rena


" Ga papah ko pa " ucapnya


" Oh iya Ayah, bunda kenalkan ini Ayah dan ibunya Rena " ucap Ehan Lalu iya pun memperkenalkan keluarganya, " Ibu bapak dan Rena kenalkan ini Ayah, bunda dan adik saya " ucap Ehan pada keluarga rena


" Saya Pa Ismail dan ini istri saya bernama Rahmi, itu anak saya Rena " ucap Ayah Rena memperkenalkan diri dan menjabat tangan Leo sedangkan Rena dan ibunya hanya tersenyum


" Nama saya Leo, ini istri saya bernama Sisil dan ini putri saya satu-satunya bernama Farina " ucap Leo tersenyum ramah dan membalas jawab tangannya


" Kalau begitu kita ngobrol nya duduk dikursi yang saya sudah sediakan " ajak Ehan


" Iya Mari silahkan " ucap Niko


Merekapun duduk didalam satu meja sedangkan staf dan guru-guru pesantren duduk dikursi lain


" Suatu kebanggaan bagi saya bisa bertemu dengan pebisnis seperti anda tuan Leo " ucap Ayah Rena


" Anda tau saya " ucap Leo kaget


" Siapa yang tidak tahu anda Tuan, nama anda bahkan terkenal se-Asia " ucap Pa Ismail


" Anda bisa saja " ucap Leo tertawa

__ADS_1


" Ayah Leo, dan Abi bisa nyambung begitu ngobrolnya semoga ini pertanda bagus " batin Rena


" Aku kira ayah Leo akan menolak dan ga setuju sama keluarga Rena, ini malah terlihat akrab " batin Lala


" Enak banget ka Ehan sama Rena mulus banget keliatannya juga ayah setuju, coba kemarin sama satria ketus banget " batin Ina


" Maaf Saya Permisi mau meyiapkan acara, tapi nanti saya kembali kesini lagi ko " ucap Ehan pamit pada keluarganya dan keluarga Rena


" Eh iya nak Ehan, silahkan " ucap Pa Ismail


" Hati-hati ya nak " ucap Leo


" Baik Pa ayah " ucapnya melangkah pergi bersama Niko mempersiapkan semuanya


Sedangkan Pa Ismail dan Leo tampak Akbar, mereka berbincang-bincang sedangkan Sisil mencoba mengakrabkan diri pada Bu Rahmi dan Rena


" Rena " panggil Sisil


" Eh iya Bu " ucapnya


" Seperti kita pernah bertemu sebelumnya soalnya wajah kamu tidak asing bagiku " ucap Sisil


" Maksud bunda wajah Rena pasaran gitu " ucap Lala


" Tidak... Tidak bukan itu maksudku, aku merasa dulu pernah dekat dengan Rena " ucap Sisil


" Mungkin itu perasaan Bund saja " jawab ina


" Yang dikatakan Ina benar bu " ucap Rena sambil gugup


" Semoga Bunda tidak mengenai ku " batin Rena


" Mungkin karena kamu cantik ya " ucap Sisil memuji Rena


" Ibu bisa saja " jawab Rena sambil tersipu malu


" Bu Rahmi kesibukannya apa sekarang " ucap Sisil ramah


" Saya hanya mengurus anak-anak saja dirumah kebetulan sekarang anak-anak sedang kuliah di Qatar jadi dirumah hanya ada Rena saja " ucapnya


" Saya juga dirumah kadang sendirian apalagi anak-anak sudah bekerja " jawab Sisil


" Mau saya antar " ucap Sisil


" Tidak usah Bu saya bisa sendiri " jawabnya


" Baiklah " ucap Sisil


" Jangan lama-lama ditoilet ya " ucap Bu Rahmi


" Baik bu " ucap Rena melangkah pergi menuju Toilet


" Aku harus ikutin Rena, dan bertanya lagi masalah gelang yang kemarin " ucap Lala dalam hatinya


" Bu, bunda dan Ina, saya permisi ketoilet juga ya " ucap Lala


" Kenapa tidak barengan sama Rena " ucap Ina ketus


" Iya sekarang aku mau nyusul Lala " ucapnya melangkah pergi ketoilet juga


Kini Lala menyusul Rena kedalam toilet.


" Aku harus ke toilet dulu " ucapnya Lala pelan-pelan


.


...****************...


.


Sementara Sisil mendapatkan telepon dari rekannya, namun suaranya tidak terdengar iya pun segera menuju Toilet


Kring... Kring... Kring...


" Bu Rahmi Sebentar saya angkat dulu telepon " ucapnya menjauh dari meja tersebut


Sisil pun segera mengangkatnya

__ADS_1


" Halo " ucap Sisil


" Halo .. Halo " ucapnya lagi


" Sebaiknya aku telepon balik, disini tidak terdengar apapun karena berisik " ucap Sisil melangkah menuju toilet


Setelah didalam toilet iya pun segera menelpon balik sang rekannya yang tak lain adalah Yesi


Tut.. Tut... Tut...


" Halo " ucap Sisil


" Halo calon besan apa kabat " ucapnya Yesi senang


" Kabarku baik, kabarmu bagaimana " ucap Sisil


" Aku juga baik "


" Lama tidak bertemu " ucap Sisil


" Kapan-kapan kamu datanglah kerumahku " ucap Yesi


" Nanti kalau ada waktu pasti aku main kerumah mu " ucapnya


" Yaudah aku kenalin dulu ya by.. " ucap Yesi


" Iya, hati-hati dijalam " ucap Sisil menutup teleponnya


Lalu dilihatnya Rena keluar dari toilet, Sisil pun segera menyapanya


" Rena " ucap Sisil


" Eh Bunda " ucap Rena


" Bunda, kenapa kamu memanggil ku seperti itu " ucapnya Sisil


" Aduh aku keceplosan lagi " batin Rena


" Bunda mau bicara sama kamu " ucapnya Sisil


" Ada apa bunda " ucapnya


" Jawab dengan jujur.. " ucap Sisil


" Kenapa aku merasa deg-degan " batin Rena


sedangkan disisi lain Lala sedang menguping pembicaraan Sisil dan Rena


" Aku harus rekam pembicaraan mereka " batin ucap


" Kamu Rena teman masa kecil Ehan kan " tanya sisil


" Aku ingin kamu jujur padaku, Ehan anakku " ucap Sisil


" Apa yang harus aku lakukan " batin Rena


.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2