
Ehan sedang dalam perjalanan menuju Gedung yang akan diresmikan, sedangkan Ayah, Bunda dan Ina sudah berada digedung itu.
Tiga puluh menit kemudian Ehan sudah Sampai disana, iya segera menghampiri keluarganya
" Assalamualaikum Bunda, ayah dan Ina " ucap Ehan
" Waalaikumsalam " ucapnya Mereka kaget dengan perubahan Ehan
" Ka Ehan aneh " batin Ina
" Kenapa anakku bisa berubah seperti ini " batin Leo
" Sayang Bunda kangen " ucap sang bunda sambil memeluk Ehan
" Ehan juga kangen bunda " ucapnya membalas pelukan Sang bunda
" Kamu selama bunda tinggalin sehatkan " Tanyanya sambil melepaskan pelukannya
" Sehat dong bunda " ucap Ehan sambil tersenyum
" Eh Ina cantik, mana pangeran satria mu " Goda Ehan
" Satria lagi sibuk cari uang buat ngelamar aku" ucap Ina dengan ketus
" Sort ya aku ga mau dilangkahi sama kamu, aku maunya nikah dulu sebelum kalian nikah " ucap Ehan sambil menjulurkan lidahnya
" Emang Kaka ada pacar " jawabnya kesal
" Bukan pacar tapi calon istri " ucap Ehan sambil tersenyum senang
" Ehan sengaja bilang begitu didepan aku, apa Ehan mau ngenalin Aku sebagai calon istrinya karena kalau dilihat-lihat Rena belum datang " ucapnya Lala dalam hatinya
" Yakin dia akan Nerima lamaran kaka " ucap Ina
" Insyaallah " jawabnya
" Ayo Ehan aku disini, disamping mu kenalkan aku sebagai calon istri mu " batin Lala
" Ko Rena belum datang " batin Ehan
" Mana orangnya " ucap Ina
" Tunggu sebentar "
Tak lama kemudian Rena datang bersama keluarganya dan beberapa staf dan guru pesantren
" Alhamdulillah Rena datang juga " batin Ehan
Rena dan keluarganya segera menghampiri Ehan
" Nak ehan " ucap Ayah Rena
" Bapak sudah datang " jawab Ehan sambil tersenyum
" Iya Nak maaf sedikit terlambat tadi dijalannya macet" ucap Ayah Rena
" Ga papah ko pa " ucapnya
" Oh iya Ayah, bunda kenalkan ini Ayah dan ibunya Rena " ucap Ehan Lalu iya pun memperkenalkan keluarganya, " Ibu bapak dan Rena kenalkan ini Ayah, bunda dan adik saya " ucap Ehan pada keluarga rena
" Saya Pa Ismail dan ini istri saya bernama Rahmi, itu anak saya Rena " ucap Ayah Rena memperkenalkan diri dan menjabat tangan Leo sedangkan Rena dan ibunya hanya tersenyum
" Nama saya Leo, ini istri saya bernama Sisil dan ini putri saya satu-satunya bernama Farina " ucap Leo tersenyum ramah dan membalas jawab tangannya
" Kalau begitu kita ngobrol nya duduk dikursi yang saya sudah sediakan " ajak Ehan
" Iya Mari silahkan " ucap Niko
Merekapun duduk didalam satu meja sedangkan staf dan guru-guru pesantren duduk dikursi lain
" Suatu kebanggaan bagi saya bisa bertemu dengan pebisnis seperti anda tuan Leo " ucap Ayah Rena
" Anda tau saya " ucap Leo kaget
" Siapa yang tidak tahu anda Tuan, nama anda bahkan terkenal se-Asia " ucap Pa Ismail
" Anda bisa saja " ucap Leo tertawa
__ADS_1
" Ayah Leo, dan Abi bisa nyambung begitu ngobrolnya semoga ini pertanda bagus " batin Rena
" Aku kira ayah Leo akan menolak dan ga setuju sama keluarga Rena, ini malah terlihat akrab " batin Lala
" Enak banget ka Ehan sama Rena mulus banget keliatannya juga ayah setuju, coba kemarin sama satria ketus banget " batin Ina
" Maaf Saya Permisi mau meyiapkan acara, tapi nanti saya kembali kesini lagi ko " ucap Ehan pamit pada keluarganya dan keluarga Rena
" Eh iya nak Ehan, silahkan " ucap Pa Ismail
" Hati-hati ya nak " ucap Leo
" Baik Pa ayah " ucapnya melangkah pergi bersama Niko mempersiapkan semuanya
Sedangkan Pa Ismail dan Leo tampak Akbar, mereka berbincang-bincang sedangkan Sisil mencoba mengakrabkan diri pada Bu Rahmi dan Rena
" Rena " panggil Sisil
" Eh iya Bu " ucapnya
" Seperti kita pernah bertemu sebelumnya soalnya wajah kamu tidak asing bagiku " ucap Sisil
" Maksud bunda wajah Rena pasaran gitu " ucap Lala
" Tidak... Tidak bukan itu maksudku, aku merasa dulu pernah dekat dengan Rena " ucap Sisil
" Mungkin itu perasaan Bund saja " jawab ina
" Yang dikatakan Ina benar bu " ucap Rena sambil gugup
" Semoga Bunda tidak mengenai ku " batin Rena
" Mungkin karena kamu cantik ya " ucap Sisil memuji Rena
" Ibu bisa saja " jawab Rena sambil tersipu malu
" Bu Rahmi kesibukannya apa sekarang " ucap Sisil ramah
" Saya hanya mengurus anak-anak saja dirumah kebetulan sekarang anak-anak sedang kuliah di Qatar jadi dirumah hanya ada Rena saja " ucapnya
" Saya juga dirumah kadang sendirian apalagi anak-anak sudah bekerja " jawab Sisil
" Mau saya antar " ucap Sisil
" Tidak usah Bu saya bisa sendiri " jawabnya
" Baiklah " ucap Sisil
" Jangan lama-lama ditoilet ya " ucap Bu Rahmi
" Baik bu " ucap Rena melangkah pergi menuju Toilet
" Aku harus ikutin Rena, dan bertanya lagi masalah gelang yang kemarin " ucap Lala dalam hatinya
" Bu, bunda dan Ina, saya permisi ketoilet juga ya " ucap Lala
" Kenapa tidak barengan sama Rena " ucap Ina ketus
" Iya sekarang aku mau nyusul Lala " ucapnya melangkah pergi ketoilet juga
Kini Lala menyusul Rena kedalam toilet.
" Aku harus ke toilet dulu " ucapnya Lala pelan-pelan
.
...****************...
.
Sementara Sisil mendapatkan telepon dari rekannya, namun suaranya tidak terdengar iya pun segera menuju Toilet
Kring... Kring... Kring...
" Bu Rahmi Sebentar saya angkat dulu telepon " ucapnya menjauh dari meja tersebut
Sisil pun segera mengangkatnya
__ADS_1
" Halo " ucap Sisil
" Halo .. Halo " ucapnya lagi
" Sebaiknya aku telepon balik, disini tidak terdengar apapun karena berisik " ucap Sisil melangkah menuju toilet
Setelah didalam toilet iya pun segera menelpon balik sang rekannya yang tak lain adalah Yesi
Tut.. Tut... Tut...
" Halo " ucap Sisil
" Halo calon besan apa kabat " ucapnya Yesi senang
" Kabarku baik, kabarmu bagaimana " ucap Sisil
" Aku juga baik "
" Lama tidak bertemu " ucap Sisil
" Kapan-kapan kamu datanglah kerumahku " ucap Yesi
" Nanti kalau ada waktu pasti aku main kerumah mu " ucapnya
" Yaudah aku kenalin dulu ya by.. " ucap Yesi
" Iya, hati-hati dijalam " ucap Sisil menutup teleponnya
Lalu dilihatnya Rena keluar dari toilet, Sisil pun segera menyapanya
" Rena " ucap Sisil
" Eh Bunda " ucap Rena
" Bunda, kenapa kamu memanggil ku seperti itu " ucapnya Sisil
" Aduh aku keceplosan lagi " batin Rena
" Bunda mau bicara sama kamu " ucapnya Sisil
" Ada apa bunda " ucapnya
" Jawab dengan jujur.. " ucap Sisil
" Kenapa aku merasa deg-degan " batin Rena
sedangkan disisi lain Lala sedang menguping pembicaraan Sisil dan Rena
" Aku harus rekam pembicaraan mereka " batin ucap
" Kamu Rena teman masa kecil Ehan kan " tanya sisil
" Aku ingin kamu jujur padaku, Ehan anakku " ucap Sisil
" Apa yang harus aku lakukan " batin Rena
.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
__ADS_1
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz