
Dengan pelan-pelan iya segera menuju pintu depan untuk membuka dan melihat siapa yang datang
Ceklek,,
" Kamu " ucap Dona
" Saya bawakan bubur " ucap Riki
" Tidak usah " jawabnya
" Tadi di telepon mau ada yang urusin setelah aku kesini Kau malah begini.. aku pulang saja " ucap Riki melangkah pergi
" Tunggu.. jangan pergi " ucapnya menahan tangan Riki
" Badanmu demam " ucap Riki mengusap wajah Dona
" Aku tidak enak badan sekali " ucap Dona
" Kita kerumah sakit sekarang " ucap Riki dengan wajah dinginya
" Ga mau " ucap Dona
" Kenapa "
" Kan tadi sudah diperiksa dokter " alasan Dona
" Nona yakin " ucap Riki
" Iya .. " ucap Dona menganggukkan kepalanya
" Yaudah aku siapkan dulu buburnya, Nona kembali saja ke kamar " ucap Riki melangkah pergi menuju dapur
" Ternyata Riki baik juga " batin Dona senang
Riki segera kedapur mengambilkan mangkuk dan menuangkan bubur yang iya bawa ke dalam mangkuk tersebut tak lupa iya pun membawakan teh anget agar badan Dona lebih berkeringat
Tok... Tok... Tok... Tok...
" Nona bolehkah saya masuk " ucap Riki di depan pintu kamar Dona
" Masuk saja tidak dikunci " ucapnya berbaring dengan diselimut tebal
Ceklek,,
" Nona saya bawakan bubur dan teh hangat, saya simpan disini " ucap Riki meletakan makanan dan minuman itu dimeja samping tempat tidurnya
" Tunggu " ucap Dona
" Ada apa lagi " ucap Riki
" Suapin " ucapnya Manja
" Saya rasa anda bisa makan sendiri... " ucap Riki ketus
" Aku kan lagi sakit, lemas, lemah dan ga nafsu makan.. " alasannya
" Baiklah " ucap Riki
Riki pun membawa bubur yang masih panas itu, lalu sedikit-sedikit iya ambil dan menyodorkannya pada Dona.
" Nona coba buka mulutnya " titah Riki
" Ga mau " ucap Dona pura-pura padahal didalam hatinya mau dibujuk riki
" Tolong dibuka mulutnya atau mau saya paksa anda membuka mulut, ini bubur masih panas dan akan membuat bibir Anda bengkak jika saya melakukan nya paksa " ucap Riki dengan tegas
" Kamu tuh cowo, ga ada manis-manis, di bujuk ke bukannya di ancam " ucapnya kesal
" Maaf Nona, disini saya hanya seorang karyawan bahkan bukan karyawan anda, jangan berharap saya perlakukan anda istimewa apalagi memperlakukan Anda sebagai seorang putri " ucap Riki
__ADS_1
" Ni orang nyebelin juga ya, tapi entah mengapa wajahnya terlihat mengemaskan jika dia bersikap dingin begini " batin Dona
" Terserah lah " ucap Dona ketus
" Sekarang buka mulut anda " ucap sinis Riki
Akhirnya Dona membuka mulutnya, dan menghabiskan buburnya dengan lahap. tiba-tiba handphone Riki berbunyi tanda seseorang menghubunginya
Kring... Kring... Kring...
" Halo " ucap seseorang
" Kamu kenapa La " ucap Riki
" Ehan jahat sama aku " ucap Lala
" Jahat kenapa " ucap Riki
" Dia ternyata mencintai Rena " ucapnya sambil menangis
" Kan aku sudah bilang kamu jangan berharap padanya, Dia memang sangat mencintai Rena sejak dulu " ucapnya
" Apa yang harus ku perbuat.. " ucap Lala
" Ikhlaskan Dia "
" Tidak semudah itu " jawab Lala
" Cinta tak harus memiliki coba kamu ikhlaskan dia, pasti kamu juga akan bahagia jika melihat dia bahagia " nasehat Riki
" Ko seperti Riki menyindirku " Ucapnya Dona dalam hatinya
" Baik lah aku akan mencoba " Lala dengan wajah sedihnya
" Kamu jangan lupa makan, istirahat " ucap Riki
" Baik " ucapnya Lala memutuskan teleponnya
Sementara Dona tampak terlihat tak suka Riki ditelepon seorang wanita
" Siapa yang menelepon mu " ucapnya dengan wajah kesal
" Bukan urusanmu " ucapnya Riki ketus
" Apa yang telepon pacarmu " tanya Dona masih penasaran
" Apa pedulimu " ucap Riki dingin
" Cepat katakan " bentak Dona
" Maaf Nona, kita disini bukan siapa-siapa jangan berharap lebih, jangan karena saya bersikap baik pada anda, anda salah mengira, saya bersikap baik pada anda hanya Karena rasa kemanusiaan " ucap Riki sinis
" Apa, ada orang yang dengan berani menolak ku.. tidak bisa dibiarkan, dia cuma seorang asisten bahkan tidak kaya tapi dia berani menolak ku, bahkan seorang pengusaha pun seperti om Hery bertekuk lutut padaku " batin Dona
" Saya tidak salah paham, saya tau betul posisiku Aku artis terkenal dan kamu cuma asisten dengan gaji yang tak seberapa " ucapnya Dona dengan wajah kesal
" Jika anda tau batasan saya harap anda jangan menghubungi saya kembali " ucap Riki
" Ok.. " ucap Dona sekarang wajahnya marah
" Saya permisi " ucap Riki melangkah pergi keluar Apartemen Dona, dan segera pergi menemui sang majikan
" Sialan Kau Riki.." teriakannya dalam kamar karena merasa marah dan kesal, sebelumnya belum ada lelaki menolaknya secara terang-terangan
" Kan Ku buat Kau bertekuk-lutut padaku " ucapnya
.
...****************...
__ADS_1
.
Flash back
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
" Tuan " ucap Riki
" Duduk "
" Saya Barusan ditelepon Nona Dona " ucapnya Riki
" Untuk apa dia telepon kamu " tanya Farel
" Katanya dia lagi sakit, coba telepon Tuan tapi tidak diangkat " jawabnya
" Kamu pergi ke apartemen Dona, saya masih curiga, apa benar dia sakit atau cuma pura-pura " ucap Farel
" Tapi Tuan "
" Sudah lakukan saja, kalau perlu bikin Dona membenci mu jika kamu tidak mau diganggu dia, dia sebenarnya hanya ingin memanfaatkan mu saja dengan mendekati mu ' ucap Farel
" Saya juga berpikir begitu Tuan " ucapnya
" kalau begitu kamu harus lebih waspada pada dia.. saya takut dia merencanakan sesuatu yang jahat " ucap Farel
" Baik Tuan, saya permisi mau ke apartemen Dona " pamitnya
" Ok, kalau terjadi apa-apa hubungi saya " ucap Farel
" Baik Tuan "
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Mana yang setuju Riki sama Dona..
Atau Riki sama Lala
Tim Mey-mey dan Farel mana suaranya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Marhaban ya Ramadhan
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz
__ADS_1