Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 86


__ADS_3

Farel dan Mey-mey sudah berada di kantor, mereka langsung keruangan masing-masing untuk menyelesaikan Pekerjaannya, Riki dibuat bingung oleh tingkah mereka karena semenjak Tadi Ehan godain Farel dirumah sakit, Baik Farel ataupun Mey-mey mereka tak saling berbicara


Hari ini Farel ada meeting dengan Klien besar, iya pun segera menelepon Riki untuk datang keruangannya


Tut...Tut... Tut...


" Halo " ucap Riki


" Keruangan saya sekarang " ucapnya


" Baik Tuan " jawabnya


" Sekalian kamu ajak Mey-mey keruangan ku ada hal penting yang saya ingin bicarakan pada kalian " ucapnya


" Baik Tuan "


Riki segera menuju ruangan sang majikan tak lupa iya pun mengajak Mey-mey seperti apa yang diperintahkan sang majikan.


" Ikut saya, Tuan mengajak kita keruangannya " ajak Riki


" Memangnya ada apa " tanya Mey-mey kaget


" Entahlah, kamu ikut saja " Ucap Riki


" Baik "


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Tuan " Riki


" Duduk " Ucap Farel pada mereka


" Hari ini kita ada meeting dengan Klien penting persiapkan materinya dengan matang, saya mau kita memenangkan proyek ini " ucap Farel


" Baik Tuan " ucap mereka


" Biar saya saya yang mempresentasikan " ucap Riki


" Tidak, saya mau Mey-mey yang melakukanya " Ucap Farel


" Baik Tuan " ucap Mereka


" Ingat jangan sampai gagal " ucap Farel dengan wajah dingin


" Baik Tuan "


" Kalian boleh pergi keruangan kalian masing-masing " ucap Farel


" Baik Tuan Kami pamit " ucapnya Riki


" Em "


Riki dan Mey-mey segera keluar dari sana, setelah diluar ruangan sang majikan Mey-mey tampak berbicara serius dengan Riki.


" Pa Riki " ucap Mey-mey


" Ada apa "


" Saya butuh bantuan anda " ucap Mey-mey


" Bantuan apa, kalau saya bisa bantu saya akan bantu " ucap Riki dengan cuek


" Bantu saya mempersiapkan materinya, ini pertama kalinya saya diperintahkan presentasi didepan Klien penting " jawabnya


" Baik, saya akan mengumpulkan bahan meteri nya, kita masih ada waktu tiga jam sebelum meeting " ucap Riki


" Baik, sebelumnya terima kasih ya Pa Riki " ucap Mey-mey


" Sama-sama " ucap Riki melangkah pergi keruang ya dan meyiapkan materinya

__ADS_1


Setelah dirasa bahan materinya cukup iya segera menuju meja Kerja Mey-mey


" Pa Riki " ucap Mey-mey


" Ini materinya saya sudah susun " ucap Riki


" Bapak duduk dahulu, saya masih ada yang mau saya tanyakan " ucap Mey-mey


" Mana yang kamu tidak mengerti " tanya Riki


" Yang ini Pa " jawabnya


" Kalau ini, kamu harus menggabungkan ya dengan file ini, coba kamu baca " ucapnya


.


...****************...


.


Sementara diruangan Farel sangat sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba Ehan meneleponnya dan Farel segera mengangkatnya takut terjadi apa-apa dengan Bu Ida.


Kring... Kring... Kring...


" Halo " ucap Farel


" Halo Abangku yang ganteng " ucapnya Ehan sambil menenggang laptop ya


" Ada apa telepon, apa terjadi sesuatu dengan Bu ida " tanya farel dengan wajah khawatir


" Biasa aja kali bang jangan khawatir begitu " ucap Ehan sambil tersenyum jahat


" Dari mana kamu tau aku khawatir " tanya Farel dengan ketus


" Tau lah, orang diruangan mu aku pasang Cctv " ucap sambil tertawa


" Dimana, ini ruangan ku Pribadi harusnya jangan di pasanga " Ucap Farel kesal


" Hanya memastikan saja, takutnya Abangku suka berbuat aneh-aneh diruangannya " ucap Ehan menggoda Farel


" Santai bang, cuma bercanda ko " ucap Ehan sambil tertawa


" ada apa kamu telepon " ucapnya Ketus


" Aku cuma mau memberitahukan kamu, buka Laptop mu dan buka File Cctv dengan kode namamu " ucap Ehan


" Memangnya kenapa " ucapnya


" Buka saja, mungkin disana ada gambar yang akan membuatmu darah tinggi " goda Ehan


Farel pun segera membuka Cctv itu, dan segera mengkliknya disana tampak semua ruangan kantor yang Ehan pasang


" Ternyata banyak juga yang kamu pasang Cctv " ucap Farel sedikit bangga pada sang adik


" Jangan terlalu memuji, kamu lihat Cctv No 2, coba klik dan perbesar " ucap Ehan dengan senyum jahatnya


Farel pun segera mengklik File yang disuruh Ehan, ternyata benar kini raut wajah Farel tampak seperti orang cemburu


" Bagaimana, ternyata mereka sedekat itu dibelakangmu " ucap Ehan mencoba mengompori sang Abangnya yang memang kurang peka jika masalah wanita bahkan dulu juga berpacaran dengan Dona.


" Sejak kapan mereka dekat " tanya Farel dengan wajah menahan kesal


" Entahlah, atau mungkin sebentar lagi Mey-mey akan berpacaran denganya " ucap Ehan dengan senyum jahat


" Makanya jujur kalau suka jangan disembunyikan, masa harus aku yang mengurus percintaan mu bang " batin Ehan


" Sialan Riki " ucap Marah dan mematikan teleponnya


Farel segera menuju ruangan Mey-mey dengan wajah kesal dan marah


" Sedang apa kalian " Bentak Farel membuat mereka kaget


" Astaga Tuan, saya kaget " ucap Mey-mey

__ADS_1


" Ada apa dengan Tuan, kenapa wajahnya tampak yang sedang marah " batin Riki


" Aku tidak tahan ingin memukul Riki, namun aku tak mau Mey-mey jadi takut padaku " batin Farel


" Kami sedang Mempersiapkan materi untuk meeting nanti Tuan " ucap Riki


" Saya menyuruh Mey-mey yang lakukan kenpa kamu juga mempersiapkan nya " ucap Farel dengan nada ketus


" Em.. Tuan... jadi .. Pa Riki ini " ucap Mey-mey dengan nada gugup


" Riki ikut saya keruangan " ucap Farel


" Baik Tuan "


" Perasaanku jadi tak karuan begini " batin Riki


" Ada apa Dengan Tuan, wajahnya seperti yang sedang marah " batin Mey-mey


Kini Mereka masuk keruangan Farel, disana keadaan mencekam, itu lah gambaran perasaan Riki sekarang, namun Farel mencoba menenangkan hatinya terlebih dahulu iya takut emosinya tak tertahan


" Kamu Duduk " ucap Farel


" Baik Tuan "


" Aku mau Kamu jawab dengan jujur " ucap Farel dengan wajah masih emosi


" Baik Tuan.. "


" Tuan kenapa, tidak seperti biasanya " batin Riki


" Apa hubungamu dengan Mey-mey " ucap Farel sinis


" Maksud Tuan " jawabnya heran dengan pertanyaan sang majikan


" Aku tanya sekali lagi apa hubungamu dengan Mey-mey " Ehan membentak Riki


" Saya Tidak ada hubungan apa-apa Tuan, selain Rekan kerja " ucapnya dengan gugup


" Apa Kau serius " Tanya Farel sedikit lebih tenang


" Ya Tuan "


" Apa Kau menyukainya " tanya Farel kembali


" Tidak Tuan " ucapnya


" Kamu yakin " tanya Farel kini berubah wajahnya


.


.


.


.


Bersambung....


Aku bikin Farel jadian dulu ya sama Mey-mey..


Hayo mana tim Farel dan Mey-mey mana suaranya...


Jangan mau kalah sama tim Satria Sama Ina.. dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Marhaban ya Ramadhan

__ADS_1


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jangan lupa jaga kesehatan ya guyz


__ADS_2