Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 238


__ADS_3

Dalam mimpi Sisil, Bu Ida menghampirinya sambil memeluk Sisil.


" Ibu Ida bagaimana keadaan mu, aku dan keluargaku termasuk Farel dan Mey-mey sangat khawatir kepadamu... " ucap Sisil membalas pelukannya


" Kenapa Bu Ida dingin sekali suhu tubuhnya " batin Sisil


" Aku baik-baik saja bu " ucap Bu Ida melepaskan pelukannya


" Syukurlah kalau begitu, pasti semuanya senang jika mengetahui keadaanmu sekarang " Ucap Sisil sambil tersenyum


" Bu sisil " ucap Bu ida


" Iya Bu, ada apa..ibu yakin ibu baik-baik saja, wajah Bu Ida terlihat pucat " ucapnya Sisil memperhatikan sang besan


" Saya benar-benar baik-baik saja Bu sisik " jawabnya


" Kalau ibu ada perlu apa-apa bicara ya " ucap Sisil yang sudah mengaggap Bu Ida seperti Keluarganya


" Iya Bu Sisil, ibu tidak usah khawatir " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Oh iya Bu Ida kota dimana " tanya Sisil


" Di suatu tempat berbeda " ucap Bu Ida


" Tempatnya bagus ya bu " ucap Sisil mengamati tempat tersebut


" Bu Sisil bisakah saya minta tolong pada ibu " ucap Bu ida


" Minta tolong apa bu " ucap Sisil heran


" Tolong ibu jaga Mey-mey baik-baik, sayangi Mey-mey seperti ibu menyayangi Farel, ditambah seorang Mey-mey pasti akan repot mengurus ketiga putra dan putrinya " ucap Ibu ida


" Ibu Ida Jagan khawatir aku sudah mengaggap Mey-mey anakku sendiri dan untuk cucu-cucuku pasti aku akan memberikan yang terbaik " ucap Sisil


" Alhamdulillah ya Bu kalau begitu, terima kasih banyak " ucap Bu ida


" Sama-sama Bu . .. " ucap Sisil sambil tersenyum


" Kalau begitu saya pamit, sudah tidak ada yang saya khawatirkan " ucap Bu Ida meneteskan air matanya


" Memangnya ibu mau kemana pakai pamit segala.. " ucap Sarah


" Saya akan pergi meninggalkan Mey-mey sendirian tapi begitu melihat ibu Sisil saya menjadi sangat yakin " ucap Bu Ida

__ADS_1


" Ibu... Ga kasian sama Mey-mey..... " ucap Sisil


" Selama masih ada Mey-mey ditangan Bu Sisil pasti semuanya aman " ucap Bu ida


" Dan tolong sampaikan pesanku pada Mey-mey " ucapnya Bu isa


" Ibu mau aku menyampaikan pesan apa sama Mey-mey.. " ucap Sisil


" Tolong bilang Mey-mey jangan banyak menangis, ibu tidak apa-apa, ibu akan selamanya Sayang Mey-mey, ibu akan selalu ada di Samping Mey-mey jangan khawatir meskipun kita sudah berbeda " ucap Bu ida


" Berbeda..... " ucap Sisil heran " Baik Bu Ida saya akan menyampaikannya.. " ucapnya Sisil bingung karena bayangan Bu Ida mulai pergi lambat


" Aku minta maf jika selama ini ada perkataan yang kurang berhati ibu Sisil dan terima kasih " ucap Bu Ida sambil tersenyum


" Tidak apa-apa Bu, Bu Ida mau kemana " ucap Sisil semakin heran karena bayangannya mulai hilang


" Saya pamit Bu Assalamualaikum " ucap Bu ida


" Waalaikum salam " ucap Sisil masih mematung melihat Bu Ida pergi


" Bu Ida sebenernya mau kemana " ucap Sisil


Tak lama kemudian terdengar suara seorang lelaki yang ia kenal selama ini, suaranya seperti mau menangis. Tangan Sisil pun seperti ada air yang menetes, perlahan Sisil pun membuka matanya dan heran dengan keadaan sekitar.


" Kamu sudah sadar sayang " ucap Leo senang dan menghapus air matanya


" Aku dimana... " ucap Sisil memegang kepalanya karena pusing


" Kamu di rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan " ucapnya Leo


" Kamu kenapa nangis mas .. " ucap Sisil heran


" Aku takut kehilanganmu " ucap Leo memeluk Sisil


" Aku tidak apa-apa sayang " Ucapnya Sisil.


" Aku sudah kehilangan Momi, aku tidak mau kehilangan kamu sayang, jangan pernah tinggalkan aku " ucap Leo meneteskan air matanya kembali


" Ia sayang jangan khawatir " ucap Sisil melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya Leo


" Mas kenapa aku bisa pingsan " ucap Sisil mengingat-ingat kembali


" Bu Ida mengunggah sayang " ucap Leo

__ADS_1


" Inalilahi, barusan aku bermimpi bertemu dengan Bu ida " ucap Sisil


" Apa.. " ucap Leo kaget


" Aku harus menyampaikan pesannya pada Mey-mey " ucapnya Sisil hendak duduk di tempat tidur


" AW.. " ucap Sisil


" Sayang kamu belum pulih benar " ucapnya Leo


" Aku mau bertemu Mey-mey mas, dan ibu Ida.. " ucap Sisil


" Tapi sayang.. " ucap Sisil


" Please ya mas... tolong bantu aku bertemu dengan Mey-mey " ucap Sisil memohon


" Kalau kamu sudah memohon seperti itu , mana bisa aku menolak " ucap Leo sambil tersenyum


" Terima kasih Mas.. "


.


.


.


.


Bersambung....


Tunggu beberapa part lalu aku akan menceritakan tingkah lucu delapan anak kecil dengan tingkah yang lucu ya..


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2