Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 7


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Sekarang Yesi sudah meyiapkan sarapan untuk anggota keluarganya dibantu oleh seorang pembantu. Hari ini Yesi sengaja masak masakan kesukaan sang calon menantu yaitu Ina putri kesayangan sahabatnya yaitu Sisil.


Setelah selesai meyiapkan sarapannya iya pun segera membangunkan Anak-anak nya.


Tok.... Tok... Tok... Tok...


Ceklek,,


" Satria bangun Nak... " ucap sang Mamah Yesi


" Mamah bentar lagi " ucapnya dengan mata yang enggan terbuka


" Kamu gimana Sih... masa malas-malasan sementara dirumah ini ada calon istrimu " ucap Yesi


" Aku sudah bangun... aku lupa kalau Ina cantik tinggal disini " ucapnya dengan terseyum senang


" Sekarang kamu mandi.. sana " ucap Yesi


" Baik Mamah... aku mandi dulu " ucapnya Langsung menuju kamar mandinya


Yesi pun segera pergi dari sana dan menuju anaknya yang gadis.


Tok.... Tok... Tok... Tok...


" Siska sayang... bangun nak " ucapnya terlihat mengetuk pintu kamarnya


" Iya mamah... Siska bangun... duh berisik banget " ucap Siska membuka pintu kamarnya


" Mamah tunggu di bawah nak " ucap Yesi


" Iya mah " ucapnya ketus dan segera menuju kamar mandinya dan bersiap-siap karena hari ini ada kelas di kampusnya


Yesi pun sekarang menuju kamar Ina untuk membangunkannya.


Tok.... Tok... Tok... Tok...


" Ina Sayang... bangun nak " ucapnya


" Ina sudah bangun Mamah Yesi " ucapnya Sambil terseyum dan berdandan didepan meja rias itu


" Kamu memang menantu idaman mamah... udah cantik, rajin pula " puji Yesi


" Mamah Yesi ada-ada aja " jawabnya malu


" Kalau Ina mau apapun... bilang sama mamah Yesi ya..." ucap Yesi


" Iya mah... "


" Mamah sayang sama Ina seperti mamah juga sayang sama satria " ucapnya


" Makasih ya mamah Yesi dari dulu udah sayang Ina... maafin ina juga sering ngerepotin Mamah Yesi " ucapnya

__ADS_1


" Mamah tidak pernah direpotkan oleh mu sayang " ucap Yesi memeluk Ina


" Ina harus sehat terus agar mamah Yesi dan Bunda Sisil ga sedih lagi " ucap Yesi


" Iya mah... Ina juga selalu jaga kesehatan Ina.. Ina ga mau semua orang mengkhawatirkan Ina " jawabnya


" Sekarang Kita makan dibawah yu.. " ajak Yesi


" Ayo mah " ucapnya


Merekapun segera turun kebawah untuk melakukan sarapan bersama. disana sudah lengkap dan merekapun segera melakukan sarapan bersama. setelah selesai Renal segera pergi kekantor sedangkan Siska pergi ke kampus menggunakan mobil masing-masing


" Ina cantik.. kamu bareng aku aja " ucap Satria


" Benar itu Ina... Tante kan jadi ga khawatir kalau kamu bareng sama satria.. karena Satria akan jagain kamu " ucap Yesi


" Iya Mamah " ucapnya


" Makasih ya nak... sekarang kalian hati-hati dijalan nya " ucap Yesi


Merekapun segera melangkah pergi menuju mobil Satria. satria hendak pergi tapi di pangil oleh sang mamah


" Ada apa lagi sih mah... kita udah mau telat nih " ucap satria


" Mamah cuma mau ngasih ini sama Ina... bekal makan siangnya... " ucapnya sambil terseyum


" Makasih ya mah " ucap Ina


" Iya mah... makasih sebelumnya " ucap Ina


" Kalau begitu kami pamit " ucap Satria


" Iya nak hati-hati dijalan " ucap Yesi


.


...****************...


.


Satria pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sepanjang perjalanan matanya tak bisa berpaling dari Ina. Ina pun merasakan hal itu menjadi risih.


" Satria " pangil ina


" Iya Ina cantik ada apa " tanya satria


" Kenapa kamu lihat aku terus " ucapnya


" Kamu cantik " ucap Satria sambil terseyum


" Apa kamu selalu begitu pada setiap wanita " tanya satria


" Aku dari dulu belum pernah pacaran... karena aku semenjak dulu maunya Kamu yang jadi wanita pertama dan terakhir dalam hidupku " ucap Satria

__ADS_1


" Gombal " ucap Ina


" Beneran " ucap Satria


" Terus kamu sama dokter intan apa " tanya Ina


" Ina cantik cemburu sama intan Alhamdulillah.... " ucapnya bersyukur


" Bukan gitu... kemarin Dokter Intan masuk keruangan ku dan curhat sama aku tentang kamu " ucap Ina


" Dia curhat apa " ucap Satria cuek


" Katanya Dia selalu ngajak kamu nonton tapinya kamu tolak terus " ucap Ina


" Aku tuh anggap dia kata teman tapi dianya kegeeran ... jadi aku mulai malas sama dia.. " ucap Satria


" Kamu ga boleh gitu loh sat ... kasian " ucap Ina


" Kan aku bilang aku hanya maunya kamu... bukan yang lain " ucap Satria.


" Sat udah sampai aku duluan ya " ucap Ina membuka pintu mobil lalu segera melangkah menuju kedalam


Disusul oleh satria yang segera melangkah menuju ruangannya. tapi Dia heran ketika sampai diruangannya ada kotak bekal sarapan untuknya.


Iya pun segera menanyakan pada suster yang ada disana tentang kotak bekal tersebut. namun sang suster tidak mengetahui tentang itu, lalu satria memutuskan untuk memberikan kotak bekal itu pada sang suster.


Sementara di ruangan Ina iya juga melihat ada seseorang yang meletakan kotak bekal diatas mejanya. Lalu datanglah dokter Andi, dokter menyukai ina .


" Pagi dokter Ina... " sapa ya


" Pagi juga dokter Andi... " ucapnya


" Semoga kamu suka ya.. " ucap sang dokter


" Oh ini dari dokter... " ucap Ina heran


" Iya dokter Ina... silahkan dicoba... " ucapnya


" Makasih ya dok... tapi untuk besok-besok tidak usah repot-repot ya dok... " ucap Dokter Ina


" Loh kenapa Dok.. apa dokter tidak suka sama bekal yang saya bawakan... apa makananya kurang atau anda tidak suka makananya " ucap Dokter Andi


" Aku suka sarapan dirumah " ucapnya


" Maafkan saya Dok saya tidak tahu " ucap dokter Andi kecewa


" Ga papah ko... tapi makasih ya " ucap Ina


" Sama-sama Dok... kalau begitu saya permisi " ucap Dokter Andi


" Silahkan " ucap Dokter Ina


Ina pun segera bersiap-siap untuk bertugas, iya pun terlebih dahulu membereskan meja kerjanya agar tidak terlalu berantakan dengan berkas-berkas pasien yang sudah menunggu giliran dipanggil dan diperiksa oleh sang dokter.

__ADS_1


__ADS_2