Kisah Cinta Anak Kembar CEO

Kisah Cinta Anak Kembar CEO
Episode 169


__ADS_3

H-1 Sebelum pernikahan Ketiga anak Leo


Sedangkan dihotel yang ditempati Bu Ida, iya dan Mey-mey tertidur lelap karena kecapean, lalu iya bermimpi seram.


Didalam mimpinya Pa Edi menemuinya dan berkata meminta maf untuk yang terakhir kalinya dan iya juga sedih karena tidak bisa menghadiri pernikahan sang putri satu-satunya.


" Ida " panggil Pa Edi


" Mas " ucap Bu Ida kaget


" Aku mau minta maf sama kamu Atas semua salah dan dosaku padamu " ucapnya


" Iya Mas aku sudah memaafkan mas ko... mas tenang saja " ucap Bu Ida


" Terima kasih Ida " ucap Pa Edi sambil menangis


" Mas kenapa menangis dan mukanya Mas terlihat pucat " ucap Bu Ida


" Aku sedih tidak bisa jadi suami dan juga Ayah yang baik untuk kaliam " ucapnya masih menangis


" Makanya Mas berubah " ucap Bu ida


" Sudah terlambat.. Aku harus pergi " ucap Pa Edi masih menangis dengan memakai baju warna hitam


" Mau pergi kemana Mas, bukanya hadiri pernikahan Mey-mey malah mau pergi... " ucapnya Bu ida


" Maf Ida kita sudah berbeda " ucap Pa Edi


" Mas jangan pergi, Mey-mey butuh kamu buat menjadi walinya " ucap Bu Ida


" Biarkan wali hakim saja.. aku harus pergi sekarang.. sampaikan maafku pada Mey-mey dan semua orang " ucap Pa Edi memeluk Bu Ida


" Mas kenapa tubuhmu dingin sekali " ucap Bu Ida masih bingung


" Selamat tinggal Ida.. selamat tinggal semuanya " ucap Pa Edi melangkah pergi


" Mas... kembali mas... jangan pergi " ucap Bu Ida


" Mas... Mas... jangan pergi " teriakan Bu ida


" Mas... Mas... jangan pergi " Masih berteriak Bu ida


Tiba-tiba Mey-mey Bagun dan mencoba membangunkan sang ibu karena Mey-mey tidur bersama sang ibu dalam satu ranjang.


" Ibu bangun Bu... ibu kenapa " ucap Mey-mey mencoba membangunkan sang ibu karena sang ibu berteriak-teriak sambil menangis ditambah keringat banyak


" Ibu... Ibu... " ucapnya Mey-mey


" Astaghfirullah hal adim " ucap sang ibu bangun dan langsung duduk


Mey-mey segera mengambilkan tisu dan mengelap wajah Bu Ida yang penuh keringat


" Ibu kenapa " tanya Mey-mey


" Ibu mimpi buruk " ucap Bu ida


" Apa aku harus mengatakan jika tadi aku mimpi kalau Mas Edi mau meninggalkan kita dan dia juga berkata seakan-akan dia mau pergi jauh " batin Bu ida


" Ibu mimpi apa " tanya Mey-mey


" ibu mimpi... " ucap terpotong


" Yasudah aku bawakan dulu ibu minum agar ibu lebih tenang " ucap Mey-mey sambil memeluk sang ibu

__ADS_1


" Iya sayang terimakasih " ucapnya Bu Ida


Mey-mey segera menuju dapur untuk membawakan minum untuk sang Ibu. tiba-tiba handphone milik Bu Ida berdering menandakan seseorang menghubunginya


Kring... Kring... Kring...


" Halo " ucap Bu ida


" Halo, Maf Apa benar ini dengan keluarga Pa Edi " tanya si penelepon


" Iya benar saya istrinya " ucap Bu Ida karena gugatan cerainya belum ditandatangani oleh pa Edi jadi dia masih istri syahnya Pa Edi


" Perkenalkan saya satia dari kantor polisi ingin mengabarkan jika Pa Edi sudah meninggal tepatnya sepuluh menit yang lalu " ucap sang petugas


" Inalillahi " Ucap Bu Ida kaget lemas dan meneteskan air matanya


" Kenapa suami saya bisa meninggal " ucap Bu Ida sambil menangis


" Suami anda terkena serangan jantung, kami sudah memberikan perawatan untuk Pa Edi namun takdir berkata lain.. semoga ibu tabah menerima kabar ini " ucap Sang petugas


" Apa yang harus aku lakukan.. " batin Bu ida


" Terus pemakamannya bagaimana " Tanya Bu ida masih menangis


" Jenasah masih dimandikan dirumah sakit, saya dari tadi menghubungi ibu namun tidak diangkat, lalu saya menghubungi Tuan Farel dan dia menyuruh Pa Riki untuk mengurus keperluan jenazah " ucapnya Snag petugas


" Baik Pa terima kasih " ucap Bu Ida segera pergi dari kamar menemui Farel tanpa diketahui Mey-mey


Sedangkan Mey-mey didapur sedang bingung iya menuangkan air namun gelas itu pecah seolah pertanda yang tidak enak


" Ada apa ini perasaanku jadi tak enak begini.. ini sudah ketiga kalinya gelas yang aku tuangkan air pecah " ucap Mey-mey sendiri


" Semoga yang ini Tidak pecah " ucap Mey-mey menuangkan kembali air kedalam gelas


Mey-mey sudah berada dikamar namun iya heran karena yang iya lihat sang ibu tidak ada


" Dimana ibu " ucap Mey-mey langsung mengambil handphonenya dan menghubungi no handphone sang ibu namun handphonnya sang ibu ada dikasur dan mati


" Astaga ibu pasti lupa bawa ini mana handphonnya mati.. aku caz dulu saja " ucap Mey-mey


.


...****************...


.


Sementara Bu Ida sudah berada dikamar yang ditempati oleh keluarga Leo. Dengan wajah menangis iya segera mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok... Tok.... Tok...


Ceklek,,


" Bu Ida kenapa menangis " ucap Sisil kaget


" Saya mau bertemu Farel " ucap Bu Ida masih menangis


" Farel ada, mari silahkan masuk " ucap Sisil menggandeng Bu Ida yang sedang menangis


" Bu Ida kenapa " tanya Leo yang menghampiri mereka


" Tidak tahu mas, sebaiknya Mas panggilkan Farel kesini.. Bu Ida mau berbicara, dan tolong panggilkan Ina untuk mengambilkan minuman untuk Bu Ida " ucap Sisil pada sang suami


" Baiklah tunggu sebentar Aku panggilkan dulu " ucap Leo melangkah pergi dari sana

__ADS_1


" Makasih sayang " ucap Sisil


" Bu Ida... coba anda ceritakan apa masalah apa " ucap Sisil


" Suami saya.. Bu sisil " ucap Bu Ida


" Suaminya kenapa bu " tanya Sisil


" Suami saya... " ucap Bu Ida terpotong karena Ina datang dan membawakan minuman untuk Bu ida


" Mari silahkan diminum bu " ucap Ina sambil heran melihat wajah Bu Ida


" Sebenarnya Bu Ida kenapa.. " batin Ina


" Terima kasih nak ina " ucapnya masih menangis


" Sama-sama Bu " ucap ina


" Ibu sebaiknya ibu minum dulu biar ibu agak tenang " ucap Sisil menyodorkan minuman yang dibuat ina


" Baiklah Bu... terima kasih " ucap Bu Ida


" Sama-sama " ucap Sisil


Bu idapun meminum minumannya sampai habis, Ina pun tambah heran dibuatnya


" Bu ida mau saya tambahkan lagi minumannya " tawarkan ina


" Tidak usah nak.. " ucap Bu Ida


" Yasudah kalau begitu saya permisi " ucap Ina melangkah pergi dari sana agar Bu Ida bisa cerita leluasa pada sang bunda


" Kasian Bu Ida, sebenarnya dia kenapa " batin Sisil


Farel pun datang menghampiri sang calon mertuanya, iya tau apa penyebab sang ibu mertua menangis


" Ibu.. " panggil Farel menghampiri Bu Ida dan duduk disamping Bu ida


.


.


.


.


Bersambung....


Kalau Kalian di posisi Bu Ida.. apa harus jujur ke Mey-mey atau tunggu acaranya selesai


Coba kasih masukan


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz

__ADS_1


__ADS_2